Tebar Kebaikan di Ramadan, HIMA-IF INSTIKI Gelar Bukber Bersama Anak Panti Asuhan Tunas Bangsa Denpasar

Panti Tunas Bangsa Denpasar
Tebar Kebaikan di Ramadan, HIMA-IF INSTIKI Gelar Bukber Bersama Anak Panti Tunas Bangsa Denpasar

Denpasar — Kegiatan Buka Puasa Bersama HIMA-IF INSTIKI berlangsung penuh kehangatan dan kebersamaan pada Minggu, 15 Maret 2026. Bertempat di Panti Asuhan Tunas Bangsa, Denpasar Barat, kegiatan Buka Puasa Bersama HIMA-IF INSTIKI ini menjadi momen berbagi yang sarat makna antara mahasiswa dan anak-anak panti.

Kegiatan diawali sejak sore hari dengan berkumpulnya seluruh panitia di kampus INSTIKI. Sebelum berangkat, para peserta melaksanakan sembahyang bersama sebagai bentuk rasa syukur dan harapan agar kegiatan berjalan lancar. Dengan penuh semangat kebersamaan, rombongan kemudian berangkat menuju lokasi kegiatan.Setibanya di Panti Asuhan Tunas Bangsa, panitia langsung melakukan briefing singkat dan mempersiapkan rangkaian acara. Suasana mulai terasa hangat saat acara resmi dibuka oleh MC, dilanjutkan dengan sambutan dari ketua panitia yang menyampaikan tujuan kegiatan, yakni untuk mempererat tali silaturahmi serta menumbuhkan rasa kepedulian sosial terhadap sesama.

Keceriaan semakin terasa ketika memasuki sesi penyampaian materi dan ice breaking. Anak-anak panti tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan, terutama saat momen ngabuburit yang diisi dengan interaksi santai dan permainan ringan bersama mahasiswa. Tawa dan canda menjadi bukti bahwa kebersamaan terjalin begitu erat tanpa sekat. Menjelang waktu berbuka, panitia membagikan takjil kepada seluruh peserta. Momen berbuka puasa bersama pun menjadi puncak kebersamaan yang penuh kehangatan. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan sholat berjamaah dan makan bersama dalam suasana kekeluargaan.

Sebagai bentuk apresiasi, panitia juga menyerahkan sertifikat dan mengabadikan momen melalui sesi foto bersama. Kegiatan kemudian ditutup dengan pembersihan area serta penutupan acara secara resmi.Kegiatan yang diikuti oleh 20 orang panitia ini berlangsung selama kurang lebih 4 jam 35 menit, mulai pukul 15.00 hingga 19.35 WITA. Seluruh rangkaian acara berjalan dengan lancar dan meninggalkan kesan mendalam, baik bagi mahasiswa maupun anak-anak panti.

Melalui kegiatan ini, HIMA-IF INSTIKI tidak hanya menghadirkan momen berbuka puasa bersama, tetapi juga menanamkan nilai-nilai empati, kepedulian, dan rasa syukur yang diharapkan dapat terus tumbuh dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini juga menjadi bukti bahwa memilih Kuliah di Bali, khususnya di INSTIKI sebagai salah satu Universitas Terbaik di Bali dan Kampus Swasta di Bali, tidak hanya memberikan pengalaman akademik, tetapi juga membentuk karakter mahasiswa yang peduli dan berkontribusi bagi masyarakat.

Penulis : Putri Wirawaan

Keunikan Tradisi Lebaran di Indonesia: Warisan Budaya yang Sarat Makna dan Kebersamaan

Tradisi Lebaran di Indonesia
Tradisi Menyambut Lebaran di Indonesia Sebagai Momen Kebersamaan (Sumber Gambar : freepik.com)

Civitas INSTIKI!

Selamat Hari Raya Idul Fitri. Tradisi Lebaran di Indonesia selalu menjadi bagian penting dalam merayakan momen kemenangan yang penuh kebahagiaan, kedamaian, dan kehangatan silaturahmi. Di Indonesia, perayaan Lebaran tidak hanya identik dengan ibadah dan hidangan khas, tetapi juga dihiasi oleh beragam tradisi unik di berbagai daerah. Berbagai tradisi Lebaran di Indonesia ini mencerminkan kekayaan budaya Nusantara yang sarat makna, mulai dari rasa syukur hingga kebersamaan antar masyarakat. Berikut lima tradisi menarik yang patut diketahui.

1. Grebeg Syawal di Yogyakarta

Grebeg Syawal merupakan tradisi khas Keraton Yogyakarta yang dilaksanakan setiap 1 Syawal. Tradisi ini ditandai dengan arak-arakan gunungan berisi hasil bumi dan makanan sebagai simbol rasa syukur setelah menjalani Ramadan. Masyarakat akan berebut isi gunungan karena dipercaya membawa berkah dan rezeki. Tradisi ini juga mencerminkan nilai berbagi kepada sesama.

2. Meugang di Aceh

Meugang adalah tradisi menyembelih dan memasak daging menjelang Idul Fitri. Daging tersebut kemudian dibagikan kepada keluarga, tetangga, hingga masyarakat kurang mampu. Tradisi ini tidak hanya menjadi bentuk rasa syukur, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial agar semua orang dapat merasakan kebahagiaan Lebaran.

3. Perang Topat di Lombok

Perang Topat atau “perang ketupat” merupakan tradisi unik yang melambangkan kerukunan antarumat beragama. Dalam tradisi ini, masyarakat saling melempar ketupat setelah melakukan doa bersama. Selain meriah, tradisi ini juga sarat makna perdamaian dan kebersamaan.

4. Festival Meriam Karbit di Pontianak

Di Pontianak, malam Lebaran diramaikan dengan dentuman meriam karbit. Tradisi ini sudah berlangsung turun-temurun dan menjadi simbol kegembiraan serta semangat kebersamaan. Selain itu, festival ini juga memiliki nilai sejarah yang berkaitan dengan berdirinya kota Pontianak.

5. Perang Ketupat Kudus, Jawa Tengah

Di Kudus, terdapat tradisi Perang Ketupat yang digelar dalam rangka perayaan Lebaran Ketupat, sekitar satu minggu setelah Idul Fitri. Dalam tradisi ini, masyarakat saling melempar ketupat sebagai lambang saling memaafkan serta upaya membersihkan diri dari kesalahan. Selain memiliki makna filosofis, tradisi ini juga menjadi atraksi budaya yang mampu menarik perhatian banyak wisatawan.

Penutup

Tradisi Lebaran di berbagai daerah di Indonesia mencerminkan kekayaan budaya yang sarat akan makna. Setiap tradisi mengajarkan nilai kebersamaan, rasa syukur, dan pentingnya menjaga silaturahmi dalam kehidupan bermasyarakat.

Rayakan semangat baru setelah Lebaran dengan langkah pasti menuju masa depan! Bersama Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia (INSTIKI), Anda bisa merasakan pengalaman Kuliah di Bali dengan lingkungan belajar modern dan program studi yang relevan dengan kebutuhan industri. Sebagai salah satu Kampus Swasta di Bali, INSTIKI menghadirkan pendidikan berkualitas, dosen profesional, serta peluang karier yang luas. Saatnya wujudkan impian Anda bersama kampus yang tepat!

Ingin lebih banyak mengetahui artikel informatif, edukatif dan seputar kampus INSTIKI? cus kepoin wesbitenya di Instiki.ac.id

 

 

Manfaat Hari Raya Nyepi Bagi Lingkungan: Saat Bali Berhenti Sejenak demi Bumi

Hari Raya Nyepi
Hari Raya Nyepi Tidak Hanya Memiliki Makna Spiritual Bagi Umat Hindu, Tetapi Juga Memberikan Manfaat Besar Bagi Lingkungan. (Sumber gambar : freepik.com)

Setiap tahun, masyarakat di Pulau Bali merayakan Hari Raya Nyepi sebagai pergantian Tahun Baru Saka. Berbeda dengan perayaan tahun baru pada umumnya yang identik dengan keramaian dan pesta, Nyepi justru dirayakan dengan suasana hening selama 24 jam. Pada hari ini aktivitas masyarakat dihentikan, jalanan menjadi sepi, bahkan bandara pun ikut tutup sementara.

Nah, civitas INSTIKI, kalian mau tahu tidak manfaat dari adanya Nyepi ini apa? Selain berdampak pada diri sendiri, terutama bagi umat Hindu yang menjalankannya, ternyata Nyepi juga memberikan manfaat besar bagi bumi dan lingkungan kita.

Harmoni Manusia dan Alam

Dalam budaya Bali, alam dipandang sebagai bagian penting dari kehidupan manusia yang harus dijaga keseimbangannya. Oleh karena itu, berbagai rangkaian upacara sebelum dan selama Nyepi mengajarkan nilai keharmonisan antara manusia dan lingkungan. Selama perayaan Nyepi, masyarakat tidak hanya melakukan refleksi diri dan meditasi, tetapi juga sering memanfaatkan waktu untuk membersihkan lingkungan sekitar. Tradisi ini menunjukkan bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari praktik spiritual.

Mengurangi Aktivitas yang Memicu Polusi

Pada saat Nyepi, umat Hindu menjalankan Catur Brata Penyepian, yaitu tidak menyalakan api, tidak bekerja, tidak bepergian, dan tidak mencari hiburan. Akibatnya, aktivitas yang biasanya menghasilkan polusi seperti kendaraan bermotor, mesin industri, hingga transportasi udara pun berhenti sementara. Penghentian aktivitas ini secara tidak langsung mengurangi produksi gas berbahaya seperti karbon dioksida (CO₂), karbon monoksida (CO), dan metana (CH₄) yang biasanya dihasilkan dari kendaraan dan aktivitas industri. Dengan kata lain, selama satu hari penuh, alam mendapatkan kesempatan untuk “bernapas”.

Bukti Ilmiah dari Penelitian

Manfaat ekologis Nyepi tidak hanya menjadi cerita dari masyarakat, tetapi juga didukung oleh penelitian. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika pada tahun 2022, terjadi penurunan konsentrasi partikel debu di berbagai wilayah Bali saat Nyepi berlangsung. Selain itu, menurut data dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, perayaan Nyepi mampu menghemat sekitar satu juta liter bahan bakar serta mengurangi penggunaan listrik hingga 60 persen dibandingkan hari-hari biasa. Hal ini menunjukkan bahwa penghentian aktivitas manusia, meskipun hanya dalam waktu singkat, dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi lingkungan.

Momentum untuk Merawat Bumi

Lebih dari sekadar hari suci bagi umat Hindu, Nyepi menjadi momen yang sakral untuk mengingatkan manusia tentang hubungan erat antara kehidupan manusia dan alam. Tradisi ini mengajarkan bahwa dengan mengurangi aktivitas yang berlebihan, manusia dapat membantu menjaga keseimbangan lingkungan. Pada akhirnya, Nyepi memberikan pesan sederhana namun sangat bermakna. Terkadang, dengan berhenti sejenak dari kesibukan, kita justru memberi kesempatan bagi bumi untuk pulih kembali. Tradisi ini menjadi contoh bagaimana nilai budaya dan spiritual dapat berjalan selaras dengan upaya menjaga lingkungan untuk generasi mendatang.

Ingin lebih banyak mengetahui artikel informatif, edukatif dan seputar kampus INSTIKI? cus kepoin wesbitenya di Instiki.ac.id

Penulis : Putri Wirawaan

Kenapa Ada Ogoh-Ogoh Saat Hari Raya Nyepi? Ini Sejarah Ogoh – Ogoh dan Maknanya di Bali

sejarah ogoh - ogoh
Momen Pawai Ogoh-Ogoh Selalu Menjadi Perayaan yang Meriah dan Penuh Makna di Hari Raya Pengerupukan Nyepi

Hai Civitas INSTIKI!
Tahukah kalian bahwa sejarah ogoh-ogoh di Bali ternyata memiliki perjalanan panjang sebelum menjadi tradisi yang selalu meriah menjelang Hari Raya Nyepi? Sebagai pelajar akademik yang sedang kuliah di Bali, tentu kita tidak asing dengan kemeriahan tradisi Ogoh-ogoh yang selalu dinantikan setiap tahunnya.

Dari anak-anak hingga orang dewasa, momen pawai ogoh-ogoh selalu menjadi perayaan yang penuh semangat dan makna. Pada 18 Maret 2026, masyarakat Bali kembali merayakan Pengerupukan, yaitu sehari sebelum Nyepi, yang ditandai dengan parade ogoh-ogoh di berbagai desa dan kota. Patung raksasa dengan bentuk menyeramkan tersebut diarak keliling desa sebelum akhirnya dibakar sebagai simbol menetralisir energi negatif. Namun di balik kemeriahannya, sejarah ogoh-ogoh di Bali menyimpan cerita panjang tentang budaya, kreativitas, dan tradisi masyarakat yang berkembang dari masa ke masa.

Awal Mula Sejarah Ogoh-Ogoh di Bali

Jika melihat ke masa lalu, bentuk ogoh-ogoh yang kita kenal sekarang ternyata tidak muncul begitu saja. Dalam beberapa kajian budaya, tradisi ini diyakini memiliki akar dari lelakut, yaitu orang-orangan sawah yang digunakan para petani Bali untuk menakuti burung dan hama di sawah. Lelakut tersebut dibuat menyerupai manusia atau makhluk tertentu agar terlihat menakutkan. Selain itu, beberapa naskah lontar Bali juga menyebutkan penggunaan patung atau simbol tertentu dalam berbagai upacara keagamaan. Patung-patung ini berfungsi sebagai bagian dari perlengkapan ritual dalam upacara seperti manusa yadnya, bhuta yadnya, hingga dewa yadnya.

Dalam beberapa tradisi adat di Bali, bentuk yang menyerupai ogoh-ogoh juga pernah digunakan dalam prosesi ngaben atau upacara kremasi. Bahkan dokumentasi lama menunjukkan kemunculan figur mirip ogoh-ogoh dalam film dokumenter tentang Bali pada tahun 1937. Meski demikian, ogoh-ogoh yang dikenal luas oleh masyarakat saat ini mulai berkembang pesat pada sekitar tahun 1980-an. Hal ini terjadi setelah Hari Raya Nyepi ditetapkan sebagai hari libur nasional oleh pemerintah Indonesia. Sejak saat itu, masyarakat Bali semakin aktif membuat ogoh-ogoh sebagai bagian dari rangkaian ritual Tawur Kesanga pada malam Pengerupukan.

Seperti dijelaskan dalam kajian budaya Bali, tradisi ogoh-ogoh pada awalnya merupakan bentuk ekspresi kegembiraan masyarakat yang kemudian berkembang menjadi tradisi tahunan yang melibatkan berbagai banjar dan kelompok pemuda di Bali.

“Tradisi ogoh-ogoh pada awalnya merupakan ekspresi kegembiraan masyarakat Bali setelah Hari Raya Nyepi ditetapkan sebagai hari libur nasional, yang kemudian berkembang menjadi pawai tahunan yang melibatkan masyarakat banjar.”
— dikutip dari buku karya Dana, G. W. P., & Adnyana, P. E. S. (2025). Ogoh-Ogoh: Tradisi Budaya Bali yang Mendunia, Sejarah dan Perkembangannya di Kota Denpasar. PT. Dharma Pustaka Utama.

Ogoh-Ogoh dan Makna Ritualnya

Dalam tradisi Bali, ogoh-ogoh biasanya menggambarkan sosok Bhuta Kala, yaitu simbol kekuatan negatif atau energi yang harus dinetralisir. Oleh karena itu, setelah diarak keliling desa, ogoh-ogoh biasanya akan dibakar.

Proses ini melambangkan pembersihan diri dan lingkungan sebelum umat Hindu memasuki Hari Raya Nyepi, hari yang didedikasikan untuk introspeksi, keheningan, dan keseimbangan alam. Selain makna religius, proses pembuatan ogoh-ogoh juga mencerminkan nilai kebersamaan masyarakat Bali. Pembuatan patung raksasa ini biasanya melibatkan banyak orang, terutama generasi muda yang tergabung dalam kelompok sekaa teruna di setiap banjar.

Perkembangan Ogoh-Ogoh di Era Modern

Seiring perkembangan zaman, ogoh-ogoh tidak hanya berkembang dalam makna ritual, tetapi juga dalam bentuk dan kreativitasnya. Dahulu, ogoh-ogoh umumnya hanya berbentuk sosok Bhuta Kala yang menyeramkan. Namun sekarang, bentuknya semakin beragam. Banyak seniman dan pemuda Bali menciptakan ogoh-ogoh dengan karakter dari cerita pewayangan, legenda Bali, hingga tokoh populer dari budaya modern.

Perkembangan ini menjadikan ogoh-ogoh tidak hanya sebagai simbol ritual, tetapi juga sebagai karya seni kreatif yang menunjukkan kemampuan artistik masyarakat Bali. Selain itu, teknologi juga mulai digunakan dalam pembuatan ogoh-ogoh modern. Beberapa ogoh-ogoh bahkan dirancang sebagai seni kinetik yang dapat bergerak menggunakan mekanisme tertentu atau teknologi digital.

Dari Tradisi Lokal Menjadi Ikon Global

Menariknya, ogoh-ogoh kini tidak hanya dikenal di Bali. Tradisi ini telah menjadi salah satu ikon budaya dan pariwisata Indonesia yang menarik perhatian wisatawan domestik maupun internasional. Pawai ogoh-ogoh menjelang Nyepi sering menjadi daya tarik wisata yang dinanti-nantikan. Banyak wisatawan datang ke Bali khusus untuk menyaksikan parade ini sebelum menikmati suasana hening pada Hari Raya Nyepi. Beberapa ogoh-ogoh bahkan pernah dipamerkan dalam festival budaya di berbagai kota di Indonesia maupun di luar negeri. Hal ini menunjukkan bahwa tradisi yang berakar dari budaya lokal Bali kini telah berkembang menjadi bagian dari ekonomi kreatif dan diplomasi budaya Indonesia di dunia.

Tradisi yang Terus Hidup

Hari ini, setiap kali Pengerupukan tiba, jalan-jalan di Bali kembali dipenuhi suara gamelan, sorak sorai masyarakat, dan ogoh-ogoh yang diarak dengan penuh semangat. Tradisi ini bukan hanya sekadar parade, tetapi juga simbol kebersamaan, kreativitas, dan identitas budaya Bali. Dari lelakut di sawah hingga patung raksasa yang mendunia, perjalanan ogoh-ogoh menunjukkan bagaimana sebuah tradisi dapat terus hidup dan berkembang mengikuti zaman, tanpa kehilangan makna budayanya.

Ingin lebih banyak mengetahui artikel informatif, edukatif dan seputar kampus INSTIKI? cus kepoin wesbitenya di Instiki.ac.id

Sumber Referensi:
Dana, G. W. P., & Adnyana, P. E. S. (2025). Ogoh-Ogoh: Tradisi Budaya Bali yang Mendunia, Sejarah dan Perkembangannya di Kota Denpasar. PT. Dharma Pustaka Utama.

Penulis : Putri Wirawaan

Resmi! Film One Battle After Another Raih Best Picture di Piala Oscar 2026

One Battle After Another
One Battle After Another tampil intens dan penuh misteri, dengan Leonardo DiCaprio di garis depan cerita (Sumber Gambar : readtrung.com)

Panggung ikonik Dolby Theatre kembali jadi saksi momen bersejarah di dunia perfilman. Setelah lebih dari dua dekade dikenal sebagai “sutradara favorit kritikus” dengan karya yang selalu dipuji, Paul Thomas Anderson akhirnya berhasil meraih pencapaian tertinggi yang selama ini terasa dekat, tapi belum sempat diraih.

Lewat film terbarunya, One Battle After Another, ia sukses membawa pulang penghargaan Best Picture (Film Terbaik) di ajang Academy Awards. Nggak cuma itu, film ini juga tampil dominan dengan total enam piala Oscar, menjadikannya salah satu film paling berpengaruh tahun ini.

Kategori yang dimenangkan:

  • Best Picture
  • Best Director oleh Paul Thomas Anderson
  • Best Adapted Screenplay
  • Best Supporting Actor
  • Best Casting
  • Best Film Editing

Kemenangan ini terasa spesial karena jadi bukti kalau Paul Thomas Anderson bukan cuma diakui kritikus, tapi juga benar-benar diapresiasi oleh Academy.

Sinopsis Film One Battle After Another 

Film ini bercerita tentang seorang mantan aktivis radikal yang mencoba hidup tenang, tapi justru kembali terseret ke dalam konflik politik yang penuh kekacauan. Di tengah situasi dunia yang terasa makin tidak menentu, ia harus menghadapi berbagai hal tak terduga mulai dari kekuasaan yang korup, konspirasi yang makin rumit, sampai orang-orang dari masa lalunya yang kembali muncul. Dibintangi oleh Leonardo DiCaprio, film ini nggak cuma penuh ketegangan, tapi juga dibalut dengan humor gelap yang bikin penonton bisa ketawa sekaligus mikir.

Kenapa Bisa Menang Besar? 

Kemenangan film ini di Oscar jelas bukan kebetulan. One Battle After Another punya kualitas yang terasa lengkap di banyak sisi.

Dari penyutradaraan, Paul Thomas Anderson tetap tampil dengan gaya khasnya yang detail dan berani. Ceritanya ditulis dengan baik, terasa hidup, dan cukup dekat dengan kondisi dunia saat ini. Dari sisi akting, para pemain terutama pendukung juga tampil kuat dan meninggalkan kesan.

Secara teknis, film ini juga rapi. Alurnya enak diikuti, visualnya penuh detail, dan setiap elemen terasa saling mendukung. Selain itu, film ini memang sudah jadi favorit sejak awal musim penghargaan, jadi saat akhirnya menang besar di Oscar, banyak yang merasa hasilnya memang sudah pantas.

Review Film One Battle After Another 

Film ini jadi contoh bagaimana tema berat bisa dikemas jadi tontonan yang tetap seru. Isu politik, kekuasaan, dan kondisi dunia yang kompleks disampaikan dengan cara yang santai, tanpa terasa menggurui, tapi tetap kena.

Yang paling menarik adalah cara film ini bermain dengan suasana. Kadang terasa tegang, tapi di momen lain justru unik dan agak nyeleneh. Bahkan ada beberapa adegan yang cukup mengejutkan, tapi langsung diimbangi dengan humor yang nggak disangka-sangka.

Penampilan Leonardo DiCaprio juga jadi salah satu daya tarik utama. Kalau biasanya ia tampil serius, di film ini justru terlihat lebih santai dan kadang kocak. Justru di situ letak menariknya, karena karakternya jadi terasa lebih hidup dan beda dari biasanya.

Dari sisi aksi, film ini juga seru. Adegan kejar-kejaran di jalan raya jadi salah satu yang paling diingat intens, ramai, tapi tetap diselipkan sindiran yang bikin kita ketawa sekaligus mikir.

Secara visual, film ini kaya detail. Banyak hal kecil yang punya makna kalau diperhatikan lebih jauh. Walaupun durasinya hampir tiga jam, film ini tetap terasa ringan dan nggak membosankan. Ceritanya sederhana, tapi dikemas dengan alur yang enak diikuti, ditambah perpaduan aksi dan komedi yang pas. Twist-nya juga menarik, dan musiknya berhasil menjaga suasana dari awal sampai akhir.

Worth It Ditonton?

Jawabannya: banget.
One Battle After Another cocok buat kamu yang suka film dengan cerita unik dan beda, yang nggak cuma menghibur tapi juga punya makna. Film ini juga pas buat kamu yang lagi cari tontonan yang fresh dan nggak biasa. Lebih dari sekadar film pemenang Oscar, film ini jadi contoh kalau cerita yang berani dan jujur tetap bisa dikemas dengan cara yang seru dan mudah dinikmati.

Penutup

Buat kamu yang tertarik dengan dunia film, baik sebagai penonton maupun calon kreator, film ini bisa jadi inspirasi besar. Mulai dari penulisan cerita, penyutradaraan, sampai aspek teknis seperti editing dan musik, semuanya bisa dipelajari lebih dalam. Kalau kamu pengen serius terjun ke industri kreatif, memilih tempat belajar yang tepat itu penting. Apalagi sekarang banyak pilihan Kuliah di Bali yang menarik. Salah satunya di INSTIKI yang dikenal sebagai salah satu Universitas Terbaik di Bali. Di sana, kamu bisa mengembangkan skill di bidang teknologi, desain, dan industri kreatif sesuai kebutuhan dunia kerja saat ini.

Ingin lebih banyak mengetahui artikel informatif, edukatif dan seputar kampus INSTIKI? cus kepoin wesbitenya di Instiki.ac.id

 Penulis : Putri Wirawaan

Sering Menunda Pekerjaan? Kenali Prokrastinasi dan Cara Mengatasinya Agar Lebih Produktif

Prokrastinasi
Kenali Prokrastinasi dan Cara Mengatasinya Agar Lebih Produktif (Sumber gambar : freepik.com)

Pernah nggak sih kamu punya banyak tugas yang harus diselesaikan, tapi malah berakhir scrolling media sosial, nonton video, atau melakukan hal lain yang sebenarnya nggak terlalu penting? Awalnya terasa santai, tapi tiba-tiba deadline sudah dekat dan kamu mulai panik. Nah, kalau situasi ini terasa familiar, bisa jadi kamu sedang mengalami prokrastinasi.

Apa Itu Prokrastinasi?

Secara sederhana, prokrastinasi adalah kebiasaan menunda pekerjaan hingga mendekati tenggat waktu. Kebiasaan ini sering terjadi karena berbagai alasan, misalnya tugas terasa terlalu sulit, kurangnya motivasi, atau bingung harus mulai dari mana. Banyak orang juga merasa lebih nyaman menunda pekerjaan karena ingin mencari waktu yang “lebih pas” atau menunggu mood datang.

Masalahnya, rasa lega karena menunda pekerjaan biasanya hanya bersifat sementara. Setelah itu, yang muncul justru rasa cemas, stres, dan tekanan karena pekerjaan semakin menumpuk dan waktu yang tersedia semakin sedikit.

Jenis-Jenis Prokrastinasi

Menariknya, prokrastinasi tidak selalu terjadi dengan cara yang sama. Peneliti membaginya menjadi dua jenis utama, yaitu prokrastinasi aktif dan prokrastinasi pasif.

Prokrastinasi aktif biasanya dilakukan oleh orang yang merasa lebih tertantang ketika bekerja mendekati deadline. Mereka sengaja menunda pekerjaan karena merasa performa mereka justru meningkat saat berada di bawah tekanan. Sementara itu, prokrastinasi pasif terjadi ketika seseorang menunda pekerjaan karena kesulitan memulai atau merasa tugas tersebut terlalu berat untuk diselesaikan.

Ciri-Ciri Kebiasaan Menunda Pekerjaan

Ada beberapa tanda yang sering muncul pada seseorang yang memiliki kebiasaan prokrastinasi, antara lain:

  • Menunda pekerjaan karena dianggap sulit atau membosankan
  • Terlalu lama memikirkan atau merencanakan pekerjaan tanpa benar-benar memulainya
  • Merasa pekerjaan akan lebih baik jika dikerjakan nanti
  • Sulit menyelesaikan tugas tanpa motivasi tertentu

Jika beberapa tanda tersebut terasa dekat dengan keseharianmu, mungkin sudah saatnya mulai memperbaiki kebiasaan tersebut.

Dampak Prokrastinasi

Walaupun terlihat sepele, kebiasaan menunda pekerjaan sebenarnya dapat menimbulkan berbagai dampak negatif. Pekerjaan yang terus ditunda akan menumpuk dan membuat seseorang kewalahan ketika harus menyelesaikannya dalam waktu singkat. Hal ini juga dapat menurunkan rasa percaya diri karena seseorang merasa tidak mampu mengelola tugas dengan baik.

Selain itu, prokrastinasi juga bisa memicu stres, kecemasan, bahkan konflik dengan orang lain, terutama jika pekerjaan yang ditunda berkaitan dengan tanggung jawab bersama. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini bahkan dapat memengaruhi kesehatan karena kurang tidur atau pola hidup yang tidak teratur.

Cara Mengatasi Prokrastinasi

Untungnya, prokrastinasi bukan kebiasaan yang tidak bisa diubah. Dengan sedikit perubahan dalam cara bekerja dan mengatur waktu, kebiasaan ini bisa dikurangi. Beberapa hal sederhana yang bisa dilakukan antara lain:

  • Membagi tugas besar menjadi bagian-bagian kecil agar terasa lebih mudah dikerjakan
  • Mengurangi distraksi seperti media sosial saat sedang fokus bekerja
  • Menentukan prioritas pekerjaan agar tahu mana yang harus diselesaikan terlebih dahulu
  • Memberikan reward kecil untuk diri sendiri setelah menyelesaikan tugas

Dengan langkah-langkah sederhana ini, pekerjaan bisa terasa lebih ringan dan motivasi untuk menyelesaikan tugas juga akan meningkat.

Prokrastinasi memang kebiasaan yang sering dialami banyak orang, terutama ketika menghadapi tugas yang terasa sulit atau membosankan. Namun, jika dibiarkan terus-menerus, kebiasaan ini bisa menghambat produktivitas dan perkembangan diri.

Mulailah dari langkah kecil, seperti mengerjakan tugas sedikit demi sedikit dan mengurangi gangguan saat bekerja. Dengan konsistensi dan lingkungan belajar yang mendukung, kamu bisa menjadi pribadi yang lebih produktif dan siap menghadapi berbagai peluang di masa depan.

Belajar Produktif Sejak Bangku Kuliah

Kemampuan mengatur waktu dan menghindari prokrastinasi sebenarnya adalah keterampilan penting yang perlu dilatih sejak dini, terutama bagi mahasiswa yang nantinya akan menghadapi dunia kerja yang penuh tantangan. Lingkungan belajar yang tepat juga bisa membantu seseorang menjadi lebih disiplin, kreatif, dan produktif. Buat kamu yang sedang mencari tempat kuliah di Bali dengan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan skill dan kreativitas INSTIKI jadi salah satu pilihan menarik.

Ingin lebih banyak mengetahui artikel informatif, edukatif dan seputar kampus INSTIKI? cus kepoin wesbitenya di Instiki.ac.id

 

Penulis : Putri Wirawaan

Tahukah Kamu? Inilah Kisah Rare Kumara dan Bhatara Kala di Balik Hari Suci Tumpek Wayang

Ilustrasi kisah Rare Kumara yang bersembunyi dari kejaran Bhatara Kala dalam cerita mitologi yang melatarbelakangi hari suci Tumpek Wayang

Sebagai mahasiswa yang kuliah di Bali, kita tidak hanya belajar di kampus, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mengenal kekayaan budaya dan tradisi yang hidup di masyarakat. Salah satunya adalah Tumpek Wayang, hari suci yang sarat makna spiritual dan budaya. Yuk, mengenal lebih dekat makna serta kisah di balik perayaan ini.

Dalam tradisi Hindu di Bali, terdapat banyak hari suci yang memiliki makna spiritual sekaligus budaya yang mendalam. Salah satunya adalah Tumpek Wayang, yang dirayakan setiap Saniscara Kliwon Wuku Wayang dalam kalender Bali. Hari suci ini datang setiap enam bulan sekali dalam sistem penanggalan pawukon. Pada hari tersebut, umat Hindu melaksanakan Puja Wali kepada Sang Hyang Iswara, sebagai wujud bhakti dan rasa syukur kepada Tuhan. Selain itu, Tumpek Wayang juga menjadi hari yang istimewa untuk memuliakan berbagai bentuk kesenian serta benda-benda sakral yang berkaitan dengan seni.

Keyakinan dan Tradisi Masyarakat

Dalam tradisi masyarakat Bali, Tumpek Wayang juga dikenal sebagai hari yang memiliki nuansa sakral. Orang tua pada masa dahulu biasanya melarang anak-anak untuk keluar rumah sejak sehari sebelum Tumpek Wayang, yang dikenal dengan istilah penyalukan atau kalapasa. Larangan ini berkaitan dengan sebuah kepercayaan yang tercatat dalam Lontar Kala Tattwa. Dalam lontar tersebut disebutkan bahwa anak yang lahir tepat pada Wuku Wayang, khususnya pada hari Sabtu Wuku Wayang, dipercaya memiliki keterkaitan dengan kekuatan Bhuta Kala. Oleh karena itu, anak yang lahir pada waktu tersebut biasanya menjalani upacara penyucian atau peruwatan agar terhindar dari pengaruh buruk. Dengan demikian, Tumpek Wayang juga dipandang sebagai hari suci yang berkaitan dengan penyucian dan perlindungan spiritual, terutama bagi mereka yang lahir pada Wuku Wayang.

Kisah Rare Kumara dan Bhatara Kala

Hari suci Tumpek Wayang juga tidak dapat dipisahkan dari kisah mitologi yang terkenal dalam tradisi Bali, yaitu cerita tentang Rare Kumara dan Bhatara Kala.Dikisahkan bahwa pada Wuku Wayang lahirlah dua bersaudara, yaitu Kumara dan Kala. Keduanya merupakan putra dari Bhatara Siwa, yang juga dikenal sebagai Bhatara Guru. Meskipun lahir pada hari yang sama, sifat keduanya sangat berbeda. Kala merasa tidak senang karena harus berbagi hari kelahiran dengan adiknya, Kumara. Perasaan iri tersebut membuatnya meminta izin kepada ayahnya agar diperbolehkan memakan Kumara. Namun permintaan itu tidak dihiraukan oleh Bhatara Siwa.

Beberapa waktu kemudian, keinginan Kala untuk memakan Kumara kembali muncul. Mengetahui hal tersebut, Bhatara Siwa kemudian memerintahkan Kumara untuk pergi dan berlindung ke Kerajaan Kertanegara agar terhindar dari kejaran Kala.Dalam pelariannya pada suatu malam, Kumara tiba di sebuah tempat di mana sedang berlangsung pertunjukan wayang. Di sana ia bertemu dengan seorang dalang dan memohon perlindungan. Sang dalang kemudian menyuruh Kumara bersembunyi di sela-sela gamelan gender agar tidak terlihat oleh Kala.Tidak lama kemudian, Kala datang dan terus mencari Kumara. Namun karena rasa laparnya tidak tertahankan, Kala akhirnya memakan semua sesajen yang disiapkan untuk pertunjukan wayang tersebut.

Melihat hal itu, sang dalang menegur Kala dan memintanya menghentikan pengejarannya. Dalang menjelaskan bahwa sesajen yang telah dimakan oleh Kala dapat dianggap sebagai tebusan sehingga Kumara tidak lagi menjadi mangsanya.Mendengar penjelasan tersebut, Kala akhirnya mengurungkan niatnya. Dengan demikian, Kumara berhasil selamat dari ancaman Kala.

Makna Filosofis Tumpek Wayang

Kisah Rare Kumara dan Bhatara Kala memberikan pesan tentang perlindungan, keseimbangan, serta pentingnya penyucian diri dalam kehidupan manusia. Karena itulah, hingga kini umat Hindu di Bali memperingati Tumpek Wayang sebagai hari yang sarat makna spiritual. Selain sebagai hari penyucian bagi mereka yang lahir pada Wuku Wayang, Tumpek Wayang juga menjadi momentum untuk menghormati dunia kesenian yang dipercaya memiliki kekuatan sakral dan spiritual dalam kehidupan masyarakat Bali.

Topik menarik apa lagi yang ingin kita bahas bersama? Yuk, terus eksplorasi berbagai pengetahuan baru dan wawasan menarik lainnya bersama INSTIKI melalui artikel-artikel inspiratif di website kami.

Penulis : Putri Wirawaan

Cara Membangun Personal Branding Sejak Kuliah Agar Lebih Siap Masuk Dunia Kerja

Personal Branding
Membangun Personal Branding Sejak Kuliah agar Lebih Siap Masuk Dunia Kerja

Pernah nggak sih kamu kepikiran, kenapa ada mahasiswa yang cepat dikenal, sering dapat kesempatan magang, atau bahkan sudah punya karier sebelum lulus? Salah satu rahasianya adalah personal branding. Di era digital sekarang, nilai akademik memang penting, tapi itu bukan satu-satunya hal yang dilihat oleh perusahaan. Banyak recruiter juga memperhatikan reputasi, cara kamu berkomunikasi, hingga jejak digital yang kamu tinggalkan di internet. Nah, kabar baiknya, personal branding itu bisa mulai dibangun sejak masih kuliah. Bahkan semakin cepat kamu memulainya, semakin besar juga peluang yang bisa kamu dapatkan di masa depan.

Yuk, kita bahas beberapa cara sederhana yang bisa kamu lakukan mulai sekarang.

1. Kelola Media Sosial dengan Bijak

Coba bayangkan kalau seseorang mengetik namamu di Google atau membuka profil media sosialmu. Kira-kira kesan apa yang mereka dapat?

Media sosial sebenarnya adalah cermin identitas digital kita. Jadi, usahakan isi akunmu dengan hal-hal yang positif. Misalnya membagikan karya, pengalaman organisasi, kegiatan belajar, atau prestasi yang pernah kamu capai. Hal-hal sederhana seperti ini bisa membuat personal branding kamu terlihat lebih profesional dan memberi kesan baik bagi orang lain, termasuk recruiter yang mungkin melihat profilmu suatu hari nanti.

2. Aktif di Organisasi Kampus

Kuliah itu bukan hanya soal datang ke kelas, mengerjakan tugas, lalu pulang. Kampus juga menyediakan banyak organisasi yang bisa jadi tempat belajar hal baru. Dengan ikut organisasi, kamu bisa melatih kepemimpinan, komunikasi, manajemen waktu, dan kerja sama tim. Semua pengalaman ini akan sangat berguna di dunia kerja. Selain itu, aktif di organisasi juga membuat kamu dikenal sebagai pribadi yang aktif, bertanggung jawab, dan mampu bekerja bersama orang lain.

3. Bangun Portofolio Digital

Kalau kamu punya karya, proyek, atau pengalaman menarik selama kuliah, jangan hanya disimpan sendiri. Coba mulai kumpulkan semuanya dalam portofolio digital.

Kamu bisa membuat:

  • blog pribadi
  • website portofolio
  • atau profil profesional di LinkedIn

Portofolio ini bisa menjadi bukti nyata dari kemampuanmu. Apalagi kalau kamu menjalani kuliah sambil kerja, portofolio digital bisa membantu menunjukkan kemampuan profesional kepada calon klien atau perusahaan.

4. Tunjukkan Konsistensi Perilaku

Personal branding bukan cuma soal apa yang kamu tulis di bio Instagram atau LinkedIn. Lebih dari itu, perilaku sehari-hari juga ikut membentuk citra dirimu. Hal-hal sederhana seperti datang tepat waktu, menyelesaikan tugas dengan baik, atau bersikap profesional di kampus bisa membangun reputasi yang positif. Ingat, orang akan lebih percaya pada tindakan yang konsisten dibandingkan sekadar kata-kata.

5. Asah Kemampuan Komunikasi

Kemampuan komunikasi adalah salah satu skill yang paling berharga bagi mahasiswa.

Coba mulai dari hal-hal kecil, seperti:

  • berani bertanya atau berpendapat di kelas
  • aktif berdiskusi
  • menulis artikel atau opini
  • presentasi di depan teman-teman

Semakin sering kamu melatih komunikasi, semakin mudah juga orang mengenal ide dan kemampuan yang kamu miliki.

6. Bangun Relasi Positif

Selama kuliah, kamu akan bertemu banyak orang: dosen, teman seangkatan, kakak tingkat, bahkan alumni. Cobalah untuk membangun hubungan yang baik dengan mereka. Siapa tahu suatu hari nanti, relasi tersebut bisa membuka kesempatan seperti magang, proyek kolaborasi, hingga peluang kerja. Networking bukan hanya tentang mengenal banyak orang, tapi juga tentang membangun hubungan yang saling mendukung.

7. Tunjukkan Keunikan Diri

Setiap mahasiswa punya potensi dan kelebihan yang berbeda. Ada yang jago desain, ada yang suka menulis, ada juga yang tertarik di bidang teknologi atau bisnis.

Coba tanyakan pada diri sendiri:
“Apa sih hal yang paling aku suka dan ingin aku kembangkan?”

Ketika kamu menemukan passion tersebut dan mengembangkannya secara konsisten, itulah yang akan membuat personal branding kamu lebih menonjol dan mudah diingat.

Personal Branding Itu Proses, Bukan Instan

Perlu diingat, personal branding tidak dibangun dalam semalam. Ini adalah proses yang terus berkembang seiring waktu. Semakin kamu konsisten menunjukkan kemampuan, nilai, dan kepribadian yang positif, semakin kuat juga citra dirimu di mata orang lain. Bagi mahasiswa yang menempuh pendidikan di Universitas Terbaik di Bali seperti INSTIKI, kesempatan untuk mengembangkan personal branding sangat terbuka lebar. Lingkungan kampus yang aktif, kegiatan organisasi, serta peluang kolaborasi dengan industri dapat menjadi pengalaman berharga untuk membangun reputasi dan mempersiapkan diri menghadapi dunia profesional.

Jadi, mulai sekarang jangan hanya fokus pada nilai kuliah saja. Coba juga pikirkan bagaimana kamu ingin dikenal oleh orang lain. Karena pada akhirnya, personal branding yang kuat bisa membuka banyak pintu kesempatan di masa depan

Penulis : Putri Wirawan

Blood Falls di Antartika: Air Merah yang Bikin Penasaran, Ternyata Ini Penjelasan Sainsnya!

Blood Falls di Taylor Glacier, Antartika, memperlihatkan aliran air merah yang kontras dengan hamparan es di sekitarnya. (Sumber gambar : harapanrakyar.com)

Hai, Civitas Akademika INSTIKI! Pernah terbayang tidak, sedang asyik riset di tengah hamparan es Antartika yang serba putih, tiba-tiba melihat aliran air berwarna merah pekat seperti darah keluar dari sela-sela gletser? Kedengarannya seperti adegan film horor, ya? Tapi tenang, ini bukan fenomena mistis, melainkan keajaiban sains yang luar biasa keren bernama Blood Falls. Yuk, kita bedah bareng-bareng apa yang sebenarnya terjadi di sana!

Apa Itu Blood Falls ?

Blood Falls merupakan fenomena alam yang berada di Taylor Glacier, Antartika. Sesuai dengan namanya, “Air Terjun Darah” ini memperlihatkan aliran air berwarna merah mencolok yang kontras dengan hamparan salju putih di sekitarnya. Ketika pertama kali ditemukan oleh geolog Thomas Griffith Taylor pada tahun 1911, para peneliti sempat mengira bahwa warna merah tersebut berasal dari alga merah yang hidup di dalam air. Namun setelah lebih dari satu abad penelitian, para ilmuwan akhirnya menemukan bahwa penyebab sebenarnya jauh lebih kompleks dan menarik dari dugaan awal.

Apa Penyebab Terjadinya Fenomena Blood Falls ? 

Melalui penelitian yang dilakukan pada tahun 2003 dengan bantuan teknologi radio-echo sounding, para ilmuwan menemukan bahwa di bawah gletser tersebut terdapat jaringan air asin yang berasal dari danau purba. Danau ini diperkirakan telah terperangkap di bawah lapisan es selama sekitar 1,5 juta tahun. Air dari danau tersebut memiliki kandungan zat besi yang sangat tinggi. Ketika air kaya besi ini keluar dari celah gletser dan bersentuhan dengan oksigen di udara, terjadi proses oksidasi yang mengubah warna air menjadi merah. Proses ini mirip dengan besi atau paku yang berkarat ketika terkena udara. Reaksi kimia inilah yang menyebabkan Blood Falls terlihat seperti aliran darah yang mengalir dari es.

Hal lain yang membuat fenomena ini semakin menarik adalah kenyataan bahwa air tersebut tetap dapat mengalir meskipun suhu di kawasan Antartika dapat mencapai sekitar −19°C. Secara logika, air di lingkungan sedingin itu seharusnya langsung membeku. Namun Blood Falls tetap mengalir karena beberapa faktor. Pertama, air tersebut memiliki kadar garam yang sangat tinggi sehingga titik bekunya lebih rendah dibandingkan air tawar. Kedua, tekanan besar dari lapisan gletser di atasnya membantu menjaga air tetap dalam bentuk cair. Ketiga, ketika sebagian air mulai membeku, proses tersebut melepaskan sedikit energi panas yang membantu mempertahankan cairan di sekitarnya.

Selain fenomena geologinya yang unik, Blood Falls juga menarik perhatian para ilmuwan karena ditemukan adanya mikroorganisme yang mampu hidup di lingkungan ekstrem. Di dalam air yang sangat asin, gelap tanpa cahaya matahari, dan bersuhu sangat dingin tersebut, terdapat bakteri ekstremofil yang mampu bertahan hidup. Penemuan ini menunjukkan bahwa kehidupan dapat beradaptasi bahkan pada kondisi lingkungan yang sangat keras sekalipun.

Sebagai bagian dari Civitas Akademika INSTIKI, fenomena Blood Falls ini mengajarkan kita bahwa dunia itu penuh dengan misteri yang menunggu untuk dipecahkan lewat ilmu pengetahuan dan teknologi. Jangan pernah puas dengan apa yang terlihat di permukaan, karena sering kali, rahasia terbesar tersimpan jauh di bawah lapisan yang paling dingin sekalipun.

Gimana? Seru, kan, membahas “air terjun berkarat” yang satu ini? Kira-kira fenomena alam unik atau artikel informatif apa lagi yang ingin kita bahas bersama? Yuk, terus eksplor pengetahuan baru bersama di website INSTIKI!

Penulis : Putri Wirawaan

Lewat Hackathon Business Innovation Sprint 2026, INSTIKI Bina Mahasiswa Menuju Kompetisi Wirausaha Nasional

Lewat Hackathon Business Innovation Sprint 2026, INSTIKI Bina Mahasiswa Menuju Kompetisi Wirausaha Nasional

Denpasar, 7 Maret 2026 — Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia (INSTIKI) melalui Direktorat Inkubator Bisnis (INBIS) menyelenggarakan kegiatan Hackathon Business Innovation Sprint 2026 di Aula INSTIKI. Kegiatan ini merupakan workshop intensif yang dirancang untuk membantu mahasiswa mengembangkan ide bisnis inovatif sekaligus mempersiapkan proposal usaha yang kompetitif untuk mengikuti program pendanaan dan kompetisi kewirausahaan tingkat nasional.

Program ini menjadi salah satu upaya INSTIKI dalam membangun ekosistem kewirausahaan mahasiswa serta mendorong lahirnya startup muda yang kreatif, solutif, dan memiliki daya saing tinggi. Dalam kegiatan ini, tim mahasiswa yang berada dalam program inkubasi bisnis INBIS INSTIKI mendapatkan pendampingan dalam mengembangkan ide usaha serta menyusun proposal bisnis yang lebih matang.

Business Innovation Sprint merupakan workshop berbasis sprint yang menggabungkan pembelajaran dan pendampingan intensif untuk membantu mahasiswa menyusun proposal bisnis yang lebih terstruktur dan kompetitif. Program ini dirancang untuk mengatasi berbagai tantangan yang sering dihadapi mahasiswa dalam penyusunan proposal, seperti perumusan masalah, pengembangan ide usaha, hingga validasi pasar.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa mengembangkan draft proposal bisnis yang dipersiapkan untuk mengikuti Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW). Selain mahasiswa, kegiatan ini juga melibatkan dosen pendamping agar memahami skema serta mekanisme kompetisi kewirausahaan nasional, sehingga proses pendampingan dapat terus berlanjut dalam penyempurnaan proposal sebelum diajukan ke program pendanaan.

Selama workshop berlangsung, peserta dibimbing dalam proses pengembangan ide bisnis mulai dari identifikasi permasalahan, perumusan inovasi produk atau jasa, analisis pasar, hingga penyusunan model bisnis dan strategi pendanaan. Kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi review, feedback, serta coaching lanjutan melalui grup asistensi guna meningkatkan kualitas proposal yang disusun.

Kegiatan Hackathon Business Innovation Sprint 2026 ini menghadirkan pendamping dari TRAINOVATE (STARCO Startup Coaching) yang berpengalaman dalam pembinaan startup dan proposal bisnis mahasiswa. Melalui program ini, peserta juga memperoleh sertifikat inkubasi sebagai bentuk partisipasi dalam program pengembangan startup mahasiswa.

Melalui kegiatan ini, INSTIKI terus mendorong lahirnya inovasi dan wirausahawan muda dari kalangan mahasiswa. Sebagai salah satu Kampus Swasta di Bali di bidang teknologi, bisnis, dan kreativitas digital, INSTIKI menghadirkan berbagai program pengembangan mahasiswa, termasuk inkubasi bisnis dan pendampingan kompetisi nasional. Hal ini semakin memperkuat posisi INSTIKI sebagai salah satu Kampus Bisnis Terbaik di Bali dan Nusa Tenggara, sekaligus menjadi pilihan bagi generasi muda yang ingin Kuliah di Bali dan mengembangkan potensi di bidang teknologi serta kewirausahaan.