INSTIKI Gelar Reuni Alumni di Tahun 2026, Hasil Tracer Study Jadi Sorotan

Reuni Alumni
Momen Kebersamaan Alumni Dalam Reuni INSTIKI 2026 yang Dikemas Hangat Dengan Sesi Berbagi Inspirasi

Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Reuni Alumni Tahun Lulus 2025 dan Tracer Study Tahun 2026” pada Sabtu, 18 April 2026 di Aula Kampus INSTIKI, Denpasar. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kampus dalam memperkuat hubungan dengan alumni sekaligus melaksanakan tracer study sebagai instrumen penting dalam penjaminan mutu pendidikan tinggi. Melalui tracer study, kampus dapat memperoleh data mengenai masa tunggu kerja lulusan, kesesuaian bidang pekerjaan dengan kompetensi yang diperoleh selama perkuliahan, serta perkembangan karier alumni setelah memasuki dunia kerja.

Acara yang dimulai pukul 16.00 WITA ini diikuti oleh sekitar 180 alumni dan diselenggarakan oleh Departemen Tracer Study dan Pusat Karir INSTIKI. Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan pembukaan oleh MC dan sambutan dari Rektor INSTIKI Dr. I Dewa Made Krishna Muku, S.T., M.T. Selanjutnya, peserta mendapatkan sosialisasi program pascasarjana serta pemaparan mengenai pelaksanaan tracer study. Kegiatan ini juga dikemas dalam suasana yang hangat melalui sesi makan malam bersama yang diiringi hiburan dari UKM Musik, sehingga memberikan ruang bagi alumni untuk saling berinteraksi dan berbagi pengalaman.

Selain menjadi ajang silaturahmi, reuni ini juga dimanfaatkan sebagai sarana membangun jejaring profesional antar alumni serta antara alumni dan institusi. Pada sesi pesan dan kesan, para alumni berbagi pengalaman serta memberikan masukan yang konstruktif bagi pengembangan kampus ke depan. Kegiatan kemudian ditutup secara resmi oleh MC setelah seluruh rangkaian acara selesai.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, INSTIKI sebagai salah satu universitas terbaik di Bali berharap dapat terus meningkatkan kualitas lulusan melalui evaluasi berbasis data tracer study, sekaligus mempererat rasa kebersamaan dan identitas alumni sebagai bagian dari institusi. Sinergi antara kampus dan alumni diharapkan mampu menciptakan kontribusi nyata dalam menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin dinamis.

Rahasia Menghadapi Dosen Killer Saat Sidang, Nomor 3 Wajib Banget!

Dosen Killer
Rahasia Menghadapi Dosen Killer Saat Sidang, Nomor 3 Wajib Banget! (Sumber gambar: Freepik.com)

Kata “dosen killer” sering kali jadi momok yang bikin mahasiswa langsung deg – degan, apalagi saat mendekati sidang skripsi termasuk bagi mahasiswa di kampus swasta di Bali. Cerita dari kakak tingkat, pengalaman teman, sampai stigma yang beredar di kampus sering membuat sosok dosen killer terasa menakutkan. Padahal, di balik kesan tegas dan “galak”, dosen killer biasanya justru dikenal kritis dan punya standar tinggi terhadap mahasiswa. Artinya, kalau kamu siap, kamu tetap bisa menghadapi mereka dengan percaya diri. Nah, biar nggak keburu panik duluan, yuk pahami cara menghadapinya dengan lebih santai tapi tetap siap!

1. Pahami Materi Luar Dalam
Menghadapi dosen yang kritis saat sidang menuntut kamu untuk benar-benar memahami isi skripsi, bukan sekadar menghafalnya. Mereka biasanya akan menggali lebih dalam tentang alasan kamu memilih topik, metodologi yang digunakan, hingga kelemahan dari penelitianmu sendiri. Oleh karena itu, penting untuk melatih diri menjelaskan isi skripsi tanpa bergantung pada teks. Jika kamu mampu menyampaikan dengan bahasa sederhana dan tetap jelas, itu tanda bahwa kamu sudah benar-benar menguasai materi.

2. Kenali Karakter Dosen
Setiap dosen memiliki gaya bertanya yang berbeda-beda, ada yang lebih fokus pada teori, ada yang menekankan praktik, dan ada juga yang suka menguji dengan pertanyaan “menjebak”. Memahami karakter ini bisa menjadi keuntungan besar. Kamu bisa mencari informasi dari kakak tingkat atau teman yang pernah diuji oleh dosen tersebut. Ini bukan bentuk kecurangan, melainkan strategi agar kamu bisa mempersiapkan diri dengan lebih tepat.

3. Latihan Presentasi

Latihan presentasi memang penting, tetapi akan jauh lebih efektif jika dilakukan bersama orang lain. Kamu bisa mencoba presentasi di depan teman – teman kampus dan meminta mereka berperan sebagai dosen killer yang mengajukan pertanyaan-pertanyaan sulit. Dengan cara ini, kamu terbiasa menghadapi tekanan dan belajar merespons dengan lebih tenang. Semakin sering berlatih, rasa gugup saat hari sidang pun akan semakin berkurang.

4. Tetap Tenang, Jangan Terpancing
Dalam sidang, ada kalanya dosen sengaja memberikan tekanan untuk melihat bagaimana kamu bereaksi. Jika mendapat pertanyaan dengan nada tajam, usahakan untuk tidak langsung bersikap defensif. Ambil jeda sejenak, tarik napas, lalu jawab dengan tenang dan logis. Perlu diingat bahwa yang dinilai bukan hanya isi skripsimu, tetapi juga bagaimana kamu bersikap dalam situasi tersebut.

5. Kalau Tidak Tahu, Jujur Aja
Tidak ada mahasiswa yang mengetahui semua hal secara sempurna. Jika kamu menghadapi pertanyaan yang tidak bisa dijawab, lebih baik jujur daripada mengarang. Kamu bisa menjawab dengan cara yang sopan, seperti mengakui bahwa kamu belum mendalami bagian tersebut sambil tetap mencoba memberikan pemahaman yang kamu miliki. Sikap jujur seperti ini justru lebih dihargai oleh dosen.

6. Kuasai Bagian “Rawan” Pada Skripsimu
Beberapa bagian dalam skripsi biasanya menjadi fokus utama pertanyaan dosen, seperti metodologi penelitian, alasan pemilihan variabel, serta hasil dan pembahasan. Bagian-bagian ini sering dianggap “rawan” karena mudah dikritisi. Oleh karena itu, penting untuk mengidentifikasi bagian mana yang masih lemah menurutmu dan memberikan perhatian ekstra saat mempelajarinya.

7. Anggap Mereka Ingin Membantu
Meskipun terlihat tegas atau bahkan menakutkan, pada dasarnya sebagian besar dosen ingin membantu mahasiswa berkembang. Mereka menguji kesiapanmu, memberikan masukan untuk memperbaiki penelitian, dan memastikan kamu benar-benar layak untuk lulus. Dengan mengubah cara pandang ini, kamu bisa merasa lebih tenang dan tidak terlalu tertekan saat menghadapi sidang.

Menghadapi dosen killer saat sidang memang terasa menegangkan, tapi bukan berarti kamu tidak mampu melewatinya. Ingat, dosen killer bukan untuk ditakuti, melainkan untuk dihadapi dengan persiapan yang matang dan sikap yang tenang. Selama kamu paham materi, jujur dalam menjawab, dan tetap percaya diri, semuanya akan berjalan lebih lancar dari yang kamu bayangkan. Jadi, tarik napas, tenangkan diri, dan hadapi dosen killer dengan versi terbaik dari dirimu karena kamu sudah sejauh ini, dan tinggal selangkah lagi untuk sampai ke tujuan mencapai gelar impian mu dan sampai di tahap wisuda.

Penulis : Putri Wirawaan

Perempuan Berpendidikan Tinggi Warisan Perjuangan Kartini yang Masih Diperdebatkan

Perempuan Berpendidikan
Perempuan Berpendidikan  Adalah Warisan Perjuangan Kartini Dimasa Kini

Setiap tanggal 21 April, kita memperingati Hari Kartini sebagai simbol perjuangan emansipasi perempuan Indonesia. Namun di tengah perayaan tersebut, masih ada pertanyaan yang sering terdengar baik secara terang-terangan maupun tersirat seperti “perempuan berpendidikan itu sebenarnya menginspirasi atau justru dianggap menakutkan ?”

Pertanyaan ini bukan tanpa alasan. Di era modern yang serba digital, perempuan semakin aktif menempuh pendidikan tinggi, menguasai teknologi, terlibat dalam riset, bahkan memimpin organisasi dan perusahaan. Namun di sisi lain, stereotip lama masih kerap muncul bahwa perempuan yang terlalu pintar, terlalu kritis, atau terlalu mandiri dianggap “terlalu dominan” dan “sulit untuk mendapatkan jodoh”.

Mengapa Perempuan Berpendidikan Masih Dianggap “Menakutkan”?

Dalam beberapa konteks sosial, perempuan berpendidikan tinggi masih kerap dipandang sebelah mata. Mereka dianggap terlalu kritis, sulit diatur, terlalu mandiri, bahkan dinilai tidak sesuai dengan ekspektasi tradisional yang selama ini dilekatkan pada perempuan. Pandangan seperti ini muncul bukan karena perempuan tersebut salah, melainkan karena adanya pola pikir lama yang belum sepenuhnya berubah.

Padahal, sikap kritis dan kemandirian bukanlah ancaman. Itu adalah hasil dari proses belajar, berpikir, dan berkembang. Pendidikan membentuk kemampuan seseorang untuk memiliki opini, mengambil keputusan secara rasional, serta bertanggung jawab atas pilihannya. Ketika seorang perempuan mampu menyampaikan gagasan dengan percaya diri, memimpin tim, atau berkompetisi di bidang akademik maupun teknologi, hal tersebut bukan sesuatu yang patut ditakuti. Justru di sanalah terlihat kapasitas, kompetensi, dan kualitas kepemimpinan yang sesungguhnya.

Pendidikan Adalah Warisan Perjuangan Kartini

Semangat pendidikan bagi perempuan sejatinya telah diperjuangkan sejak era Raden Ajeng Kartini. Melalui surat-suratnya, Kartini menyuarakan pentingnya akses pendidikan bagi perempuan agar mampu berpikir kritis, mandiri, dan berkontribusi bagi masyarakat. Bagi Kartini, pendidikan bukan sekadar tentang membaca dan menulis. Pendidikan adalah jalan menuju kebebasan berpikir. Ia adalah alat untuk mengangkat martabat perempuan agar sejajar, bukan untuk mengungguli melainkan untuk berdaya.

Kini, lebih dari satu abad kemudian, kesempatan itu terbuka luas. Perempuan berpendidikan memiliki peran strategis dalam berbagai sektor pendidikan, kesehatan, teknologi, ekonomi kreatif, hingga industri digital. Di lingkungan kampus, perempuan tidak lagi hanya menjadi peserta, tetapi juga inovator, peneliti, dan pemimpin organisasi mahasiswa. Dalam konteks pendidikan tinggi berbasis teknologi, perempuan memiliki peluang besar untuk terlibat dalam transformasi digital. Dunia saat ini membutuhkan perspektif yang beragam dan keberagaman itu termasuk suara perempuan yang terdidik, kritis, dan solutif.

Perempuan berpendidikan tidak hanya membangun kariernya sendiri, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya. Ia membuktikan bahwa kecerdasan dan empati dapat berjalan berdampingan. Menganggap perempuan berpendidikan sebagai ancaman berarti menempatkan pendidikan sebagai sesuatu yang salah arah. Padahal pendidikan adalah investasi sosial. Ketika perempuan berpendidikan, keluarga ikut teredukasi. Ketika keluarga teredukasi, masyarakat pun ikut berkembang.

Penutup

Semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini mengajarkan kita bahwa pendidikan adalah kunci kebebasan berpikir dan jalan menuju kemajuan. Apa yang dahulu diperjuangkan melalui surat dan gagasan, kini telah menjadi kesempatan nyata bagi perempuan Indonesia untuk menempuh pendidikan setinggi mungkin dan mengambil peran di berbagai bidang. Yang jelas, perempuan berpendidikan bukan untuk ditakuti. Mereka hadir untuk membangun, memimpin, dan membawa perubahan sebagaimana cita-cita yang pernah diperjuangkan Kartini. Karena pada akhirnya, pendidikan tidak pernah membuat seseorang menjadi ancaman. Ia hanya membuat seseorang menjadi lebih sadar akan potensinya dan lebih berani memperjuangkannya.

Ingin menjadi perempuan yang berpendidikan dan cerdas?

Yuk! Kepoin informasi tentang INSTIKI sebagai salah satu kampus swasta di Bali selengkapnya di instiki.ac.id dan temukan masa depan kreatifmu bersama INSTIKI ✨

Penulis : Putri Wirawaan

Dies Natalis XVIII INSTIKI: Perayaan 18 Tahun Super Meriah, Quest Star Bakar Euforia Kampus!

Dies Natalis XVIII INSTIKI
Dies Natalis XVIII INSTIKI Perayaan 18 Tahun “Loud, Free, Alive” Jadi Momen Istimewa Civitas Akademika

Dies Natalis XVIII INSTIKI menjadi momen istimewa dalam memperingati hari berdirinya Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia (INSTIKI) pada 18 April 2008. Memasuki usia ke-18, perayaan yang digelar pada 18 Maret 2026 di kampus INSTIKI ini mengusung tema “Loud, Free, Alive” sebagai simbol semangat kebebasan berekspresi, keberanian dalam berkarya, serta dinamika kehidupan kampus. Hal ini sejalan dengan nilai INSTIKI, yaitu “menjadi dan memberi”, yang terus diwujudkan dalam setiap langkah perjalanannya. Sebagai salah satu kampus swasta di Bali, INSTIKI kian menegaskan eksistensinya sebagai kampus IT, bisnis, dan desain terbaik di Bali dan Nusa Tenggara yang mampu mencetak generasi kreatif dan inovatif.

Rangkaian acara diawali dengan dibukanya area kegiatan yang langsung dipadati oleh mahasiswa dan alumni INSTIKI. Suasana semakin semarak dengan hadirnya berbagai tenant yang memberikan pengalaman menarik serta hiburan bagi para pengunjung. Antusiasme peserta juga semakin meningkat dengan adanya pembagian doorprize yang menambah semangat dan keceriaan sepanjang acara berlangsung.

Panggung dibuka dengan penampilan spesial, diikuti oleh aksi unik dari Tetris yang turut menyemarakkan suasana. Penampilan tabuh dan sendra tari kecak yang mengangkat kisah Rama dan Shinta semakin memukau penonton dengan nuansa budaya yang kuat dan penuh makna.

Memasuki inti acara, suasana berubah menjadi lebih khidmat melalui seremoni resmi. Sambutan hangat dari Rektor INSTIKI menjadi pembuka, yang mengajak seluruh civitas akademika untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi terbaik. Momen ini juga menjadi ajang apresiasi melalui pengumuman penghargaan bagi dosen, staf, serta UKM yang telah menunjukkan dedikasi dan prestasi. Setelah rangkaian apresiasi tersebut, acara dilanjutkan dengan momen simbolis tiup lilin dan pemotongan kue ulang tahun bersama sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan 18 tahun INSTIKI.

Tak berhenti sampai di sini saja, kemeriahan Dies Natalis XVIII INSTIKI berlanjut hingga sore dan malam hari dengan rangkaian acara yang paling ditunggu-tunggu oleh seluruh civitas akademika serta alumni INSTIKI. Kemeriahan kembali terasa dengan penampilan dance yang energik dari UKM Dance INSTIKI, sebelum akhirnya memasuki puncak acara hiburan melalui Quest Star. Kehadiran Quest Star Bagus Wirata dan Not So Koplo sukses membakar semangat penonton dan menghadirkan euforia yang luar biasa. Sebagai penutup yang spektakuler, pertunjukan kembang api menghiasi langit malam, menjadi simbol harapan, semangat baru, dan perjalanan cerah INSTIKI ke masa depan.

Semoga di usia yang ke-18 ini, INSTIKI terus berkembang menjadi institusi pendidikan yang unggul, inovatif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi mahasiswa dan masyarakat luas. Selamat ulang tahun ke-18 untuk INSTIKI teruslah melangkah dengan semangat “menjadi dan memberi” sehingga menjadi inspirasi bagi generasi masa depan.

UKM KSR PMI Unit INSTIKI Gelar Kegiatan Donor Darah 2026 di Lingkungan Kampus

Donor Darah INSTIKI
Peserta Mengikuti Tahap Pemeriksaan Kesehatan Sebelum Donor Darah Oleh Petugas Palang Merah Indonesia Dalam Kegiatan Donor Darah INSTIKI 2026 Di Lingkungan Kampus.

Donor Darah INSTIKI kembali diselenggarakan oleh UKM KSR PMI Unit Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia (INSTIKI) pada Sabtu, 11 April 2026. Kegiatan ini berlangsung di Lapangan Kampus INSTIKI dan diikuti oleh civitas akademika sebagai bentuk partisipasi aktif dalam aksi sosial kemanusiaan.

Sebagai salah satu kampus swasta di Bali INSTIKI terus berkomitmen dalam menumbuhkan kepedulian sosial melalui berbagai kegiatan kemanusiaan. Kegiatan donor darah ini menjadi salah satu wujud nyata kontribusi kampus dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Dalam pelaksanaannya, UKM KSR PMI Unit INSTIKI bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia sebagai pihak yang berwenang dalam pengelolaan dan distribusi darah.

Sebelum hari pelaksanaan, panitia telah melakukan berbagai persiapan, mulai dari koordinasi dengan pihak terkait hingga publikasi kegiatan melalui media sosial dan lingkungan kampus. Hal ini dilakukan untuk menarik minat partisipasi mahasiswa serta memastikan kegiatan berjalan dengan lancar. Pada hari kegiatan, peserta yang hadir mengikuti beberapa tahapan sebelum melakukan donor darah. Tahap pertama adalah pendaftaran dengan mengisi data diri. Selanjutnya, peserta menjalani pemeriksaan kesehatan awal (screening) oleh petugas Palang Merah Indonesia yang meliputi pengecekan tekanan darah, kadar hemoglobin, serta riwayat kesehatan.

Peserta yang dinyatakan memenuhi syarat kemudian melanjutkan ke proses donor darah sesuai prosedur medis. Setelah mendonorkan darah, peserta diberikan waktu untuk beristirahat serta mendapatkan konsumsi guna memulihkan kondisi tubuh. Selain sebagai kegiatan sosial, donor darah ini juga menjadi sarana edukasi bagi mahasiswa mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan membantu sesama. Data pendonor yang terkumpul juga didokumentasikan sebagai bahan evaluasi serta tindak lanjut kegiatan di masa mendatang.

Melalui kegiatan ini, UKM KSR PMI Unit INSTIKI berharap dapat terus menumbuhkan semangat solidaritas di kalangan civitas akademika serta menjadikan donor darah sebagai kegiatan positif yang rutin dilakukan di lingkungan kampus.

Makna Angka 18 dalam Sejarah, Kepercayaan, dan Peradaban

Makna Angka 18
Bagi INSTIKI, 18 Tahun Adalah Perjalanan Menuju Kematangan, Komitmen, dan Keberlanjutan

Hai Civitas INSTIKI! Kalian tau tidak? Makna angka 18 ternyata tidak sesederhana yang kita bayangkan loh. Dalam berbagai peradaban dan tradisi keagamaan dunia, angka ini memiliki arti simbolik yang kuat mulai dari harapan panjang umur, kemenangan atas musuh, hingga simbol keseimbangan dalam seni dan arsitektur kuno.

Angka 18 Dalam Tradisi Yudaisme: Simbol Kehidupan

Dalam tradisi Yahudi, angka 18 dikenal sebagai angka keberuntungan. Sebagaimana dikutip dari Nationalgeographic.co.id, angka ini memiliki makna khusus dalam Yudaisme

“Angka 18 telah lama menjadi angka keberuntungan yang terkenal dalam Yudaisme. Sumbangan sering kali diberikan dalam kelipatannya, seperti 36 dan 72, sebagai ungkapan berkah panjang umur.”

Kepercayaan ini berakar dari kata Ibrani chai (חי) yang berarti “hidup”, yang memiliki nilai numerik 18. Oleh karena itu

“Hadiah dan uang diberikan dalam kelipatan 18 karena orang Yahudi percaya bahwa hal tersebut dapat memberikan umur panjang.”

Doa utama dalam liturgi Yahudi bahkan dinamakan Shemoneh Esrei yang berarti “delapan belas”

“Doa ini berasal dari setidaknya dua ribu tahun yang lalu, dan menceritakan delapan belas permintaan kepada Tuhan, seperti meminta Tuhan untuk membantu memberikan kebijaksanaan dan pemahaman.”

Dari sini dapat disimpulkan bahwa angka 18 dalam Yudaisme menjadi simbol kehidupan, kebijaksanaan, dan harapan akan umur panjang.

Angka 18 dalam Peradaban Mesir Kuno: Kemenangan dan Kekuasaan

Menariknya, angka 18 juga muncul dalam simbolisme Mesir kuno. Dalam konteks ini, angka 18 berkaitan dengan kemenangan dan kekuasaan. Dalam berbagai prasasti, dikenal istilah “Sembilan Busur” yang melambangkan keseluruhan musuh Mesir. Angka sembilan sendiri dipahami sebagai simbol totalitas musuh. Ketika dikalikan pada dua sisi (kiri dan kanan), totalnya menjadi delapan belas.

Di makam Tutankhamun, ditemukan sandal dengan simbol sembilan busur di setiap kaki sehingga totalnya delapan belas musuh. Setiap langkah Firaun secara simbolik berarti menginjak dan menundukkan musuhnya. Dalam konteks ini, angka 18 menjadi lambang kekuatan, keteguhan, dan kemenangan atas tantangan.

Makna Angka 18 Dalam Seni dan Arsitektur

Dalam seni Mesir kuno, angka 18 bahkan menjadi standar proporsi manusia. Sosok manusia digambarkan dalam kisi-kisi berjumlah delapan belas kotak dari kaki hingga mata. Proporsi ini digunakan selama ribuan tahun dalam penggambaran dewa maupun manusia.

Artinya, angka 18 bukan hanya simbol spiritual dan kekuasaan, tetapi juga representasi keseimbangan dan kesempurnaan bentuk.

Makna Angka 18 bagi INSTIKI

Bagi Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia INSTIKI, angka 18 adalah angka yang istimewa. Sebagai kampus swasta di Bali yang berdiri pada tanggal 18 April 2008, perjalanan delapan belas tahun tentu bukan waktu yang singkat. Tanpa terasa, 18 tahun telah menjadi saksi pertumbuhan, tantangan, pencapaian, serta kontribusi nyata bagi dunia pendidikan dan teknologi.

Delapan belas tahun bukan hanya tentang bertambahnya usia, tetapi tentang memasuki babak baru, babak kematangan, keberlanjutan, dan komitmen untuk terus berinovasi.

Selamat Ulang Tahun ke-18 tahun INSTIKI.
Sebuah angka yang bukan sekadar hitungan waktu, melainkan simbol kehidupan, kekuatan, dan masa depan.

Penulis : Putri Wirawaan

 

Dari Hackathon hingga Seminar AI, Ini yang Terjadi di INSTIKI TechFest Vol. III

INSTIKI TechFest Vol. III
Kebersamaan peserta dan panitia dalam rangkaian INSTIKI TechFest Vol. III, yang menghadirkan seminar AI dan kompetisi hackathon sebagai wadah inovasi generasi muda.

Melalui INSTIKI TechFest Vol. III, mahasiswa serta siswa/i SMA/SMK dari berbagai daerah di Indonesia mendapatkan wadah untuk belajar, berkompetisi, dan memperluas jaringan di bidang teknologi. Salah satu agenda utamanya adalah seminar bertajuk “Human Intelligence Meets AI: Redefining the Future of Technology” yang dibawakan oleh Gede Tanok Arta Wijaya (Bagusde). Dalam sesi ini disampaikan bahwa perkembangan AI membuat kemampuan teknis dasar semakin mudah diakses, sehingga nilai manusia kini bergeser pada kemampuan berpikir kritis, penilaian, dan kebijaksanaan.

Selain itu, dalam INSTIKI TechFest Vol. III juga dibahas bagaimana AI kini mampu bertindak secara mandiri (agentic AI), sehingga peran manusia lebih berfokus sebagai pengarah. Di sisi lain, keterbatasan AI dalam memahami konteks lokal Indonesia justru menjadi peluang bagi generasi muda untuk menciptakan solusi teknologi yang lebih relevan.

INSTIKI TechFest Vol. III juga menghadirkan hackathon dengan tiga kategori, yaitu Web Design, UI/UX, dan Programming. Pada kategori Web Design yang diikuti oleh 5 tim, juara pertama diraih oleh tim Bit By Bit dari SMA (SLUA) Saraswati 1 Denpasar, juara kedua oleh tim Myanaa dari SMK TI Bali Global Klungkung, dan juara ketiga oleh Smansa Computer Community dari SMA Negeri 1 Denpasar.

Pada kategori UI/UX yang diikuti oleh 2 tim, juara pertama diraih oleh tim Jas Kiding dari SMK IDN Boarding School, serta juara kedua oleh Charm Team dari IDN Boarding School Akhwat.

Sementara itu, pada kategori Programming yang diikuti oleh 6 peserta, juara pertama diraih oleh I Gusti Lanang Dhirendra Dwiputra Widyantara dari SMK TI Bali Global Denpasar, juara kedua oleh I Dewa Gede Agung Dean Putra Purwita dari SMK Negeri Bali Mandara, dan juara ketiga oleh I Made Endrico Budi Wijaya dari SMA Negeri 4 Denpasar.

Melalui INSTIKI TechFest Vol. III, INSTIKI sebagai Kampus IT Terbaik di Bali dan Nusa Tenggara terus berkomitmen membangun ekosistem pembelajaran yang inovatif, kolaboratif, dan relevan dengan perkembangan industri, serta mendorong generasi muda untuk siap menghadapi tantangan di era digital.

Wisuda INSTIKI ke-27 : Lahirkan Generasi Muda Berdaya Saing Tinggi

Wisuda-ke-27
Resmi dikukuhkan! INSTIKI Resmikan 384 Wisudawan pada Wisuda ke-27 di The Meru Sanur.

Denpasar – Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia (INSTIKI) kembali menyelenggarakan Wisuda INSTIKI ke-27 yang digelar di The Meru Sanur, Denpasar, Rabu (15/4). Sebanyak 384 wisudawan dan wisudawati resmi dikukuhkan sebagai lulusan dari berbagai program studi Informatika, Prodi Rekayasa Sistem Komputer, Prodi DKV, Prodi Bisnis Digital menandai keberhasilan mereka menyelesaikan pendidikan tinggi di bidang teknologi, bisnis, dan industri kreatif.

Prosesi wisuda berlangsung khidmat dan penuh kebanggaan, dihadiri oleh Rektor INSTIKI Dr. I Dewa Made Krishna Muku, ST., MT., jajaran pimpinan seperti Aptikom, Aptisi, LLDikti Wilayah VIII, Brida, DISKOMINFO, Yayasan Wahana Widya Wisesa, IKA Alumni INSTIKI serta para orang tua dan tamu undangan.

Rangkaian acara Wisuda ke-27 INSTIKI diawali dengan prosesi masuk senat akademik, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars INSTIKI. Acara kemudian dibuka secara resmi oleh Rektor INSTIKI, disertai laporan akademik mengenai jumlah wisudawan dan capaian institusi. Serta penyampaian sambutan dari perwakilan LLDikti Wilayah VIII.

Prosesi dilanjutkan dengan pengukuhan dan pemindahan tali toga sebagai simbol kelulusan, penyerahan penghargaan kepada mahasiswa terbaik dan wisudawan berprestasi, Serta pembacaan janji wisudawan. Acara ditutup dengan sesi foto sebagai bentuk dokumentasi serta momen kebanggaan bagi seluruh lulusan INSTIKI dan keluarga.

Dalam sambutannya, Rektor INSTIKI menegaskan bahwa wisuda merupakan titik awal untuk berkontribusi di tengah masyarakat.

“Hari ini bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari perjalanan panjang kalian sebagai insan profesional. Jangan hanya bekerja untuk mencari gaji, tetapi bekerjalah untuk belajar, bertumbuh, dan memberi makna bagi sekitar. INSTIKI telah membekali kalian dengan kompetensi dan karakter, kini saatnya kalian terbang tinggi membawa nama almamater,” ujar Rektor INSTIKI.

Sementara itu, Kepala Bagian Umum LLDikti Wilayah VIII, Ir. I Nyoman Bagus Suweta Nugraha, S.Kom., MT., turut memberikan apresiasi terhadap capaian institusi.

“Kami mengapresiasi komitmen INSTIKI dalam mengimplementasikan Indikator Kinerja Utama yang telah ditetapkan kementerian, mulai dari ketepatan masa studi, pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berdampak nyata bagi masyarakat, hingga optimalisasi tracer study, review kurikulum, dan penguatan program magang,” ungkapnya.

Apresiasi Mahasiswa Terbaik

Pada wisuda kali ini, INSTIKI memberikan penghargaan kepada mahasiswa terbaik dan karya terbaik dari masing-masing program studi.

Program Studi Desain Komunikasi Visual

Mahasiswa Terbaik: Ni Putu Arliana Fitriya Ariputri, S.Ds. (IPK 3,97)

Judul Penelitian : Perancangan Maskot Sebagai Identitas Visual Event Cooking Class Bread Basket

Karya Terbaik: Ni Wayan Virga Septia Purnama Sari, S.Ds. (IPK 3,94)

Judul Penelitian : Perancangan Buku Cerita Bergambar Pop-Up Berjudul “Monyet dan Burung Manyar” Sebagai Media Mendongeng di Sanggar Kukuruyuk

Program Studi Bisnis Digital

Mahasiswa Terbaik: I Kadek Krisna Dwipayana Putra, S.Bns. (IPK 4,00)

Judul Penelitian : Pengaruh Motivasi dan Citra Perguruan Tinggi Terhadap Niat Mahasiswa Melanjutkan Studi S2

Karya Terbaik: Anak Agung Danendra Priya Kayana, S.Bns. (IPK 4,00)

Judul Penelitian : Pengaruh Social Influence dan Social Media Market-ing Terhadap Enrollment Intention Jurusan Bisnis Digital (Studi Kasus Siswa/I SMK di Kota Denpasar)

Program Studi Informatika

Mahasiswa Terbaik: I Putu Eka Nesa Suarsa, S.Kom. (IPK 4,00)

Judul Penelitian : Perancangan Sistem Laporan Bulanan Cerdas pada Baliyoni Group Berbasis AI

Karya Terbaik: Ni Nyoman Sucianta Pertiwi, S.Kom. (IPK 3,99)

Judul Penelitian : Music-Structure Segmentation In Balinese Gamelan (Tabuh Lelambatan) With SSM, Checkerboard Novelty, and HMM

Program Studi Rekayasa Sistem Komputer

Mahasiswa Terbaik: Ni Kadek Sri Nopiani, S.Kom. (IPK 4,00)

Judul Penelitian : Klasifikasi Gamelan Bali Berdasarkan Periode Waktu Menggunakan Metode Convolutional Neural Network

Karya Terbaik: I Gede Mardiana Putra, S.Kom. (IPK 3,93)

Judul Penelitian : Implementasi Sistem Panduan Museum Samsara Integrasi Alat Tour Guide, Web Informasi, dan Chatbot

Wisudawan Berprestasi

Selain capaian akademik, sejumlah wisudawan juga menorehkan prestasi di tingkat nasional dan internasional.

Prestasi Akademik

I Made Agus Ari Suta berhasil meraih 3rd Winner of International Digital Content Creation Competition “Digitalization, Internationalization & Green Sustainable Business”, membuktikan daya saing mahasiswa INSTIKI di kancah global.

Prestasi Non-Akademik

Ni Nyoman Sucianta Pertiwi juga mencatatkan prestasi gemilang di bidang seni dan keagamaan, antara lain:

  • Juara 1 Utsawa Nyanyian Keagamaan Hindu (Utsawa Dharmagita) Tingkat Nasional XV Tahun 2024
  • Juara 1 Lomba Menyanyi Tingkat Dewasa ILM Vol. 5 Surabaya Tahun 2025
  • Juara 3 Lomba Solo Vokal GMC UNMAS 6.0 Tingkat Nasional Tahun 2025

Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa INSTIKI tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga aktif mengembangkan potensi diri di bidang non-akademik.

INSTIKI Perkuat Posisi sebagai Kampus Unggulan Di Bali

Sebagai salah satu Kampus Swasta di Bali yang berfokus pada bidang teknologi, bisnis digital, dan desain, INSTIKI menghadirkan sistem pembelajaran yang adaptif dan selaras dengan kebutuhan industri saat ini. Hal ini diwujudkan melalui program magang, inkubator bisnis, serta penguatan soft skill mahasiswa guna mendukung kesiapan mereka di dunia kerja.

Dengan komitmen terhadap mutu pendidikan dan inovasi berkelanjutan, INSTIKI semakin mengukuhkan perannya sebagai salah satu Universitas Terbaik di Bali dalam mencetak talenta digital yang kompeten, kreatif, dan siap bersaing secara global.

Wisuda ke-27 ini menjadi momentum penting bagi seluruh lulusan untuk melangkah maju, membawa semangat “Menjadi dan Memberi” di mana pun mereka berkarya.

Penulis : Putri Wirawaan

Dua Mahasiswa INSTIKI Lolos Menjadi Google Student Ambassador, Siap Bawa Inovasi Teknologi ke Kampus

Bangga maksimal! Selamat untuk Sannyya Rihhaddatul Ais. Y & Anak Agung Putri Meiliantari Mutiara Sani yang resmi terpilih jadi Google Student Ambassador (GSA) 2026!

Kabar membanggakan datang dari INSTIKI. Dua mahasiswanya berhasil menorehkan prestasi internasional dengan lolos dalam program Google Student Ambassador (GSA), sebuah inisiatif dari Google yang bertujuan mencetak mahasiswa sebagai agen perubahan di bidang teknologi dan kepemimpinan digital.

Mahasiswa pertama, Sannyya Rihhaddatul Ais, merupakan mahasiswa Program Studi Bisnis Digital dari Fakultas Bisnis dan Desain Kreatif INSTIKI. Keberhasilannya menjadi bagian dari program ini menunjukkan kompetensinya dalam bidang inovasi digital serta kemampuan kepemimpinan yang mumpuni.

Prestasi serupa juga diraih oleh Anak Agung Putri Meiliantari Mutiara Sani, mahasiswa dari Fakultas Teknologi dan Informatika jurusan Informatika, yang secara resmi diterima sebagai Google Student Ambassador per 1 April 2026. Dalam pernyataannya, ia menyampaikan komitmennya untuk memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan kampus.

Google Student Ambassador merupakan program dari Google yang bertujuan mencetak mahasiswa sebagai agen perubahan di bidang teknologi dan kepemimpinan digital. Peserta yang terpilih akan berperan sebagai perwakilan Google di kampus, dengan tugas menyelenggarakan kegiatan seperti workshop, seminar, hingga pelatihan teknologi untuk meningkatkan literasi digital mahasiswa. Selain itu, para ambassador juga mendapatkan akses pembelajaran eksklusif, jaringan global, serta pengembangan keterampilan kepemimpinan.

Keterlibatan kedua mahasiswa INSTIKI ini diharapkan mampu membuka lebih banyak peluang bagi mahasiswa lainnya untuk mengenal teknologi, meningkatkan keterampilan digital, serta memperluas jaringan global. Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga menjadi bukti bahwa mahasiswa INSTIKI sebagai salah satu Universitas Terbaik di Bali dan Kampus Teknologi Terbaik di Bali dan Nusa Tenggara  mampu bersaing di tingkat global dan berkontribusi dalam perkembangan teknologi masa depan.

Apa Itu Cookies ? Benar Aman atau Ada Risikonya?

Apa Itu Cookies
kupas tuntas apa itu cookies dan apakah sebenarnya cookies ini berbahaya apa tidak ?

Saat kamu membuka sebuah website, sering muncul notifikasi “website ini menggunakan cookies, terima cookies?”. Tapi, sebenarnya apa itu cookies? Apakah aman? Dan kenapa hampir semua situs menggunakannya?

Yuk, kita kupas tuntas apa itu cookies dan apakah sebenarnya cookies ini berbahaya apa tidak ?

Apa Itu Cookies?

Cookies adalah file teks kecil yang disimpan di browser seperti Chrome atau Safari ketika kamu mengunjungi sebuah website. File ini berfungsi untuk menyimpan informasi tertentu tentang aktivitasmu di situs tersebut. Cookies membantu website “mengingat” kamu, sehingga pengalaman browsing jadi lebih nyaman dan efisien. Misalnya di kehidupan sehari – hari, kamu tidak perlu login berulang kali setiap membuka situs, barang yang sudah dimasukkan ke keranjang belanja tetap tersimpan, dan website bisa langsung menampilkan bahasa sesuai dengan pilihanmu sebelumnya.

Fungsi Sebenarnya Dari Cookie

Cookies punya fungsi dan peran yang penting dalam dunia digital. Website menggunakannya untuk menyimpan data login agar kamu tidak perlu masuk berkali-kali. Selain itu, cookies juga membantu menyimpan preferensi pengguna seperti tema tampilan, bahasa, atau pengaturan lainnya. Bahkan, cookies juga dimanfaatkan untuk analisis dan periklanan, yaitu dengan memahami perilaku pengguna agar website dapat menampilkan konten atau iklan yang lebih relevan

Apakah Cookies Aman?

Secara umum, cookies tidak berbahaya. Cookies tidak mengandung virus atau malware karena hanya berupa file teks sederhana yang tidak bisa menjalankan program berbahaya. Namun, tetap ada beberapa risiko yang perlu diperhatikan, seperti :

1. Risiko Privasi

Cookies dari pihak ketiga (third-party cookies) dapat digunakan untuk melacak aktivitas browsing di berbagai situs. Data ini sering dimanfaatkan untuk iklan tertarget, tetapi bisa mengganggu privasi.

2. Pencurian Sesi (Session Hijacking)

Dalam kasus tertentu, peretas bisa mencoba mencuri cookies untuk mengakses akun pengguna tanpa login. Ini biasanya terjadi jika keamanan tidak dijaga dengan baik.

3. Cara Menggunakan Cookies dengan Aman

Agar tetap aman saat berselancar di internet, kamu bisa melakukan beberapa langkah berikut

  • Menghapus cookies dan cache secara berkala
  • Hanya menerima cookies dari website terpercaya
  • Mengaktifkan pengaturan privasi di browser
  • Memblokir cookies pihak ketiga jika tidak diperlukan

Dengan langkah sederhana ini, kamu bisa mengurangi risiko pelacakan dan menjaga data pribadimu.

Mengapa Harus Peduli pada Cookies ?

Cookies adalah bagian penting dari internet yang membantu meningkatkan kenyamanan pengguna dan meskipun umumnya aman, kalian tetap perlu memahami risiko serta cara mengelolanya dengan bijak. Walaupun terlihat kecil, cookies memiliki peran yang sangat besar dalam pengalaman kita saat berselancar di internet, sehingga memahami cara kerjanya menjadi bagian penting dari literasi digital, terutama di era di mana data merupakan hal yang sangat berharga.

Bagi kamu yang tertarik mempelajari lebih dalam tentang teknologi, keamanan data, dan dunia digital, memilih tempat belajar yang tepat sangat penting. Salah satunya di INSTIKI, yang dikenal sebagai Kampus Teknologi Tekbaik di Bali dan Nusa Tenggara.

Penulis : Putri Wirawaan