Menelusuri Alasan Mengapa Hari Penyaliban Disebut ‘Jumat Agung’

Jumat Agung
Menelusuri Alasan Mengapa Hari Penyaliban Disebut ‘Jumat Agung’ (Sumber Gambar : Freepik.com)

Halo, Civitas INSTIKI! Hari Jumat Agung, mungkin ada satu pertanyaan yang sempat mampir di pikiran kalian seperti “Kenapa ya, hari yang memperingati penderitaan dan penyaliban Yesus justru disebut ‘Agung’? Bukannya itu kejadian yang sedih?” Nah, biar nggak bingung lagi, yuk kita bedah maknanya bareng-bareng!

Bukan Soal Tragedinya, Tapi Soal Kasihnya
Kalau dilihat dari kacamata sejarah, Jumat Agung memang berisi peristiwa yang kelam penyiksaan dan kematian Yesus di Golgota. Tapi, buat umat Kristiani, titik fokusnya bukan di rasa sakit itu, melainkan pada alasan di baliknya.

Istilah “Agung” itu muncul karena adanya pengorbanan yang luar biasa besar. Bayangkan, jika ada seseorang yang rela memberikan nyawanya demi menebus kesalahan orang lain. Di sinilah letak keagungannya, yaitu sebuah bukti kasih sayang yang paling tinggi. Jadi, yang kita sebut “Agung” adalah cintanya, bukan penderitaannya. Penebusan Dosa Manusia Ini adalah momen di mana Yesus menyerahkan nyawa nya sebagai tebusan yang mulia untuk dosa-dosa manusia, sehingga peristiwa ini dimaknai sebagai inti dari keselamatan dalam iman Kristiani.

Masih berkaitan dengan itu, Jumat Agung juga dipahami sebagai wujud kasih tertinggi. Kematian Yesus dipandang sebagai tindakan cinta kasih yang luar biasa, Dimana rela menderita demi manusia. Karena itu, peristiwa ini bukan hanya tentang kehilangan, tetapi juga tentang kasih yang tanpa batas. Di sisi lain, Jumat Agung juga menjadi puncak dari pelayanan Yesus selama hidup nya di dunia. Semua ajaran tentang kasih, pengampunan, dan pengorbanan seolah mencapai tingkatan tertinggi pada momen ini, sebelum akhirnya berlanjut pada kisah kebangkitan di hari Paskah.

Momen Untuk Rehat dan Refleksi
Biasanya, Jumat Agung diperingati dengan suasana yang tenang dan khidmat. Hal ini sebenarnya momen yang pas buat kita semua terlepas dari apa pun latar belakang kita untuk sejenak pause dari kesibukan, lalu refleksi diri tentang arti pengampunan dan kepedulian sesama di kehidupan sehari-hari.

Kesimpulan
Jadi, kata “Agung” adalah simbol bahwa dari kejadian yang paling gelap sekalipun, bisa lahir sesuatu yang indah, yaitu harapan dan kasih yang nggak terbatas. Gimana? Sekarang jadi lebih paham kan kenapa Jumat ini disebut luar biasa? Semoga informasi ini bisa menambah wawasan kita semua ya!

Ingin lebih banyak mengetahui artikel informatif, edukatif dan seputar kampus INSTIKI? cus kepoin wesbitenya di Instiki.ac.id

Penulis : Putri Wirawaan