Lewat Hackathon Business Innovation Sprint 2026, INSTIKI Bina Mahasiswa Menuju Kompetisi Wirausaha Nasional

Lewat Hackathon Business Innovation Sprint 2026, INSTIKI Bina Mahasiswa Menuju Kompetisi Wirausaha Nasional

Denpasar, 7 Maret 2026 — Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia (INSTIKI) melalui Direktorat Inkubator Bisnis (INBIS) menyelenggarakan kegiatan Hackathon Business Innovation Sprint 2026 di Aula INSTIKI. Kegiatan ini merupakan workshop intensif yang dirancang untuk membantu mahasiswa mengembangkan ide bisnis inovatif sekaligus mempersiapkan proposal usaha yang kompetitif untuk mengikuti program pendanaan dan kompetisi kewirausahaan tingkat nasional.

Program ini menjadi salah satu upaya INSTIKI dalam membangun ekosistem kewirausahaan mahasiswa serta mendorong lahirnya startup muda yang kreatif, solutif, dan memiliki daya saing tinggi. Dalam kegiatan ini, tim mahasiswa yang berada dalam program inkubasi bisnis INBIS INSTIKI mendapatkan pendampingan dalam mengembangkan ide usaha serta menyusun proposal bisnis yang lebih matang.

Business Innovation Sprint merupakan workshop berbasis sprint yang menggabungkan pembelajaran dan pendampingan intensif untuk membantu mahasiswa menyusun proposal bisnis yang lebih terstruktur dan kompetitif. Program ini dirancang untuk mengatasi berbagai tantangan yang sering dihadapi mahasiswa dalam penyusunan proposal, seperti perumusan masalah, pengembangan ide usaha, hingga validasi pasar.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa mengembangkan draft proposal bisnis yang dipersiapkan untuk mengikuti Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW). Selain mahasiswa, kegiatan ini juga melibatkan dosen pendamping agar memahami skema serta mekanisme kompetisi kewirausahaan nasional, sehingga proses pendampingan dapat terus berlanjut dalam penyempurnaan proposal sebelum diajukan ke program pendanaan.

Selama workshop berlangsung, peserta dibimbing dalam proses pengembangan ide bisnis mulai dari identifikasi permasalahan, perumusan inovasi produk atau jasa, analisis pasar, hingga penyusunan model bisnis dan strategi pendanaan. Kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi review, feedback, serta coaching lanjutan melalui grup asistensi guna meningkatkan kualitas proposal yang disusun.

Kegiatan Hackathon Business Innovation Sprint 2026 ini menghadirkan pendamping dari TRAINOVATE (STARCO Startup Coaching) yang berpengalaman dalam pembinaan startup dan proposal bisnis mahasiswa. Melalui program ini, peserta juga memperoleh sertifikat inkubasi sebagai bentuk partisipasi dalam program pengembangan startup mahasiswa.

Melalui kegiatan ini, INSTIKI terus mendorong lahirnya inovasi dan wirausahawan muda dari kalangan mahasiswa. Sebagai salah satu Kampus Swasta di Bali di bidang teknologi, bisnis, dan kreativitas digital, INSTIKI menghadirkan berbagai program pengembangan mahasiswa, termasuk inkubasi bisnis dan pendampingan kompetisi nasional. Hal ini semakin memperkuat posisi INSTIKI sebagai salah satu Kampus Bisnis Terbaik di Bali dan Nusa Tenggara, sekaligus menjadi pilihan bagi generasi muda yang ingin Kuliah di Bali dan mengembangkan potensi di bidang teknologi serta kewirausahaan.

Seru dan Inspiratif! Creative Journalism Competition INSTIKI Hadirkan Lomba Jurnalistik dan Seminar Komunikasi

Seru dan Inspiratif! Creative Journalism Competition INSTIKI Hadirkan Lomba Jurnalistik dan Seminar Komunikasi

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Jurnalistik dan Pers INSTIKI menyelenggarakan Instiki Creative Journalism Competition (ICJC) VI yang dirangkaikan dengan Seminar Regional sebagai wadah pengembangan minat dan bakat mahasiswa di bidang jurnalistik dan komunikasi media. Kegiatan ini mengangkat tema “The Art of Voice, The Power of Story”

ICJC VI menghadirkan tiga kategori perlombaan, yaitu Lomba Feature, Lomba Voice Over, dan Lomba News Anchor. Pada pelaksanaannya, lomba Voice Over dan News Anchor diselenggarakan secara daring, sementara lomba Feature dilaksanakan melalui dua tahapan, yaitu seleksi secara daring serta tahap final bagi 10 besar finalis. Seluruh lomba bersifat individu dan karya peserta dikumpulkan melalui tautan Google Drive sesuai dengan ketentuan panitia.

Penyelenggaraan kegiatan ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kebutuhan generasi muda dalam mengembangkan kemampuan komunikasi dan penyampaian informasi secara efektif di era digital. Kemampuan mengolah pesan, menyampaikan informasi, serta menyusun cerita yang menarik menjadi keterampilan yang banyak dibutuhkan dalam berbagai bidang. Melalui ICJC VI, UKM Jurnalistik dan Pers INSTIKI menghadirkan ruang bagi pelajar dan mahasiswa untuk mengasah kemampuan jurnalistik sekaligus menyalurkan kreativitas dalam bidang komunikasi media.

Rangkaian kegiatan lomba berlangsung sejak Januari hingga Maret 2026. Proses pendaftaran dibuka pada 28–29 Januari 2026 hingga 21 Februari 2026, kemudian dilanjutkan dengan tahap pengumpulan karya dan video pada 23 Februari hingga 2 Maret 2026 secara daring.

Babak Final Lomba Feature 10 Besar dilaksanakan pada Minggu, 1 Maret 2026 pukul 08.00 WITA di Aula INSTIKI. Sementara itu, pengumuman pemenang seluruh kategori lomba dilaksanakan pada Minggu, 8 Maret 2026 pukul 09.00 WITA di Aula INSTIKI.

Kompetisi ini diikuti oleh 75 peserta yang berpartisipasi dalam tiga kategori lomba. Para peserta menampilkan kreativitas serta kemampuan komunikasi dalam menyampaikan informasi secara profesional.

Adapun daftar pemenang pada masing-masing kategori lomba adalah sebagai berikut:

Lomba News Anchor

  • Juara 1: Ida Ayu Komang Mustika Yanti
  • Juara 2: Aida Laila
  • Juara 3: Ni Ketut Ayu Putri Pratiwi

Lomba Voice Over

  • Juara 1: Ni Luh Putu Dinda Ariyani
  • Juara 2: Putu Raina Galuh Wika Supraba
  • Juara 3: Putu Ayu Alanza Atmatedja

Lomba Feature

  • Juara 1: Ida Ayu Ketut Anggi Pradevi
  • Juara 2: Dian Pancawati
  • Juara 3: Putu Bela Inggrid Cahyanti

Selain kompetisi, kegiatan ini juga menghadirkan Seminar Regional yang diselenggarakan pada Minggu, 8 Maret 2026 pukul 09.00 WITA di Aula INSTIKI. Seminar ini menghadirkan I Wayan Epa Jayantika, S.M. sebagai narasumber dengan materi berjudul “Master Your Voice, Master Your Future.”

Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa kemampuan berbicara, menyampaikan gagasan, serta mengekspresikan diri dengan percaya diri dapat memberikan peluang yang lebih luas bagi generasi muda dalam dunia akademik maupun profesional. Penguasaan komunikasi juga menjadi bekal berharga bagi mahasiswa dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

Melalui penyelenggaraan Instiki Creative Journalism Competition (ICJC) VI dan Seminar Regional, UKM Jurnalistik dan Pers INSTIKI berharap kegiatan ini dapat terus memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas, keterampilan komunikasi, serta kemampuan jurnalistik.

Sebagai kampus di Bali yang dikenal aktif dalam mendorong pengembangan kreativitas mahasiswa, Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia (INSTIKI) terus menghadirkan berbagai kegiatan akademik maupun non-akademik yang mendukung pengembangan potensi generasi muda. Sebagai salah satu kampus swasta di Bali yang berkomitmen pada inovasi dan teknologi, INSTIKI juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar, berkreasi, serta membangun pengalaman selama menjalani kuliah di Bali.

Penasaran dengan kegiatan seru lainnya di INSTIKI? Yuk, cari tahu lebih banyak seputar aktivitas kampus, prestasi mahasiswa, dan berbagai informasi edukatif menarik lainnya dengan mengunjungi website resmi INSTIKI.

Penulis : Putri Wirawaan

Keren! UKM Teater INSTIKI Ajak Siswa SD Belajar Excel, Word, dan Canva Sejak Dini

Mahasiswa UKM Teater INSTIKI (TETRIS) menggelar kegiatan PKM di Madrasah Ibtidaiyah Permata Hati, Denpasar Selatan.

Mahasiswa UKM Teater INSTIKI (TETRIS) menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) berupa pelatihan keterampilan digital bagi siswa di Madrasah Ibtidaiyah Permata Hati, Denpasar Selatan, Bali. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan penggunaan aplikasi digital seperti Microsoft Excel, Microsoft Word, dan Canva kepada siswa sekolah dasar. Program yang mengusung tema “Smart Digital Skills: Learning Excel, Word, and Canva for Academic and Professional Use” ini dilaksanakan dalam tiga pertemuan, yaitu pada 25 Februari 2026, 4 Maret 2026, dan 5 Maret 2026 di Madrasah Ibtidaiyah Permata Hati yang berlokasi di Jalan Raya Pemogan No. 211, Denpasar Selatan.

Pelatihan ini dirancang untuk membantu siswa memahami teknologi digital yang dapat menunjang kegiatan belajar mereka. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi upaya untuk meningkatkan literasi digital sejak dini di lingkungan sekolah dasar.

Dalam pelaksanaannya, materi pelatihan disesuaikan dengan jenjang kelas siswa. Pada pertemuan pertama, 25 Februari 2026, siswa kelas 4 mengikuti pelatihan dasar Microsoft Excel. Pada sesi ini, siswa diperkenalkan dengan berbagai fungsi dasar Excel seperti mengenal menu, memasukkan data sederhana, hingga membuat tabel untuk pengolahan data.

Kegiatan kemudian dilanjutkan pada 4 Maret 2026 dengan pelatihan Microsoft Word bagi siswa kelas 5. Dalam sesi ini, siswa belajar dasar-dasar mengetik, menyusun dokumen, mengatur format tulisan, serta membuat dokumen sederhana yang dapat digunakan untuk mengerjakan tugas sekolah.

Sementara itu, pada 5 Maret 2026, siswa kelas 6 mendapatkan pelatihan penggunaan Canva. Para siswa diajak untuk mengenal cara membuat desain sederhana seperti poster dan presentasi. Pelatihan ini sekaligus mendorong kreativitas siswa dalam memanfaatkan teknologi digital untuk menyajikan tugas secara lebih menarik.

Setiap kelas diikuti oleh 17 siswa, sehingga proses pembelajaran berlangsung secara lebih interaktif. Para peserta tidak hanya menerima materi secara teori, tetapi juga langsung mempraktikkan penggunaan aplikasi yang diajarkan. Melalui kegiatan ini, siswa Madrasah Ibtidaiyah Permata Hati diharapkan dapat lebih mengenal teknologi digital serta mampu memanfaatkannya untuk mendukung kegiatan akademik. Selain itu, pelatihan ini juga menjadi langkah awal dalam membangun keterampilan digital siswa sejak usia dini.

Kegiatan ini juga menjadi bentuk kontribusi nyata mahasiswa Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia (INSTIKI) dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan berbasis teknologi di masyarakat. Melalui berbagai program pengabdian kepada masyarakat, INSTIKI terus mendorong mahasiswanya untuk berperan aktif memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar sekaligus menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial. Bagi generasi muda yang ingin kuliah di Bali, INSTIKI dapat menjadi salah satu pilihan kampus swasta di Bali yang menawarkan pendidikan berbasis teknologi serta membuka banyak kesempatan bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam berbagai kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Penulis : Putri Wirawaan

Yuk! Kenali Apa Itu Makna Sebenarnya Dari Slow Living dan Cara Menerapkannya Sehari-Hari

Slow living Melambat sejenak, menikmati hal-hal sederhana yang sering terlewatkan. (Sumber gambar : https://www.freepik.com)

Di tengah kesibukan aktivitas, baik bagi mahasiswa yang sedang kuliah di Bali maupun masyarakat yang tinggal di kota dengan ritme cepat, banyak orang mulai mencari cara untuk hidup lebih seimbang. Salah satu konsep yang semakin populer adalah slow living, yaitu gaya hidup yang mengajak kita untuk melambat, lebih sadar dalam menjalani aktivitas, dan menikmati setiap momen dalam kehidupan. Memahami konsep slow living juga bisa menjadi cara untuk menjaga kesehatan mental, meningkatkan fokus belajar, serta menciptakan keseimbangan antara akademik, kehidupan sosial, dan waktu untuk diri sendiri.

Apa itu slow living?

Slow living adalah gaya hidup yang mengajak kita untuk melambat dan hidup lebih sadar. Dengan menerapkan prinsip ini, kita belajar menikmati momen-momen kecil, mengajak kita untuk lebih fokus pada hal-hal yang benar-benar penting, dan menjaga keseimbangan antara pekerjaan, keluarga, hobi, dan diri sendiri. Slow living bukan berarti kita sedang bermalas-malasan, tetapi tentang hidup dengan tujuan, menikmati proses, dan membuat hidup lebih bermakna.

Asal Muasal dari Konsep Slow Living

Konsep slow living berakar dari Gerakan Slow Food di Italia pada tahun 1980-an, yang dipelopori oleh Carlo Petrini sebagai protes terhadap masuknya gerai fast food di Roma. Slow Food menekankan pentingnya makanan yang berkualitas, pelestarian tradisi lokal, dan dukungan terhadap kesejahteraan petani. Popularitas slow living semakin meningkat setelah Carl Honoré menulis buku In Praise of Slowness, yang mengajak pembaca untuk menjalani hidup dengan ritme yang lebih lambat dan penuh kesadaran.

Manfaat Slow Living bagi Kesehatan

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), stres menjadi salah satu masalah kesehatan utama di abad ke-21. Oleh karena itu, slow living dapat menjadi cara efektif untuk mengelola stres dan meningkatkan kesejahteraan secara menyeluruh. Selain itu, para ahli juga menekankan bahwa kesehatan mental adalah bagian penting dari kesehatan secara keseluruhan, dan slow living bisa menjadi salah satu pendekatan untuk mencapainya.

Menurut Halodoc, slow living memiliki sejumlah manfaat kesehatan, antara lain:

1. Mengurangi stres dan kecemasan

Melambatkan ritme hidup dapat membantu menurunkan tekanan yang memicu stres.

2. Meningkatkan kualitas tidur

Dengan menerapkan mindfulness dan teknik relaksasi yang menenangkan pikiran, kualitas tidur dapat meningkat sehingga tidur menjadi lebih nyenyak.

3. Meningkatkan fokus dan konsentrasi

Dengan hidup lebih terarah dan minim distraksi, kemampuan fokus meningkat.

4. Menjaga kesehatan jantung

Mengurangi stres kronis dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung.

5. Meningkatkan kebahagiaan dan kepuasan hidup

Menghargai momen sekarang membuat hidup lebih terasa bahagia dan memuaskan.

Hidup di kota besar memang sering terasa padat dan penuh tekanan. Aktivitas yang padat, interaksi dengan banyak orang, serta tuntutan sosial membuat sulit untuk menerapkan gaya hidup slow living. Namun, slow living tetap bisa diterapkan melalui hal-hal sederhana, mulai dari kebiasaan sehari-hari yang membantu menjaga kesehatan mental dan membuat hidup terasa lebih seimbang.

Berikut beberapa hal sederhana untuk mulai menerapkan hidup slow living

1. Nikmati momen sederhana

Misalnya sarapan tanpa terburu-buru atau berjalan santai di pagi hari sambil mendengarkan playlist lagu favorit

2. Batasi distraksi digital

Kurangi scroll media sosial atau notifikasi yang tidak penting.

3. Rencanakan waktu untuk diri sendiri

Sisihkan waktu untuk hobi, meditasi, membaca, atau sekadar bersantai.

4. Fokus pada kualitas, bukan kuantitas

Pilih kegiatan yang benar-benar membawa kebahagiaan, bukan mencoba banyak hal sekaligus.

5. Perkuat hubungan dengan orang sekitar

Luangkan waktu berkualitas bersama keluarga, pasangan dan teman terdekat tanpa tergesa-gesa.

6. Terapkan slow food

Nikmati makanan dengan sadar, masak sendiri, menikmati makanan kesukaan dan pilih makanan sehat.

Perlu untuk di ingat, slow living bukan tentang malas atau menghindari tanggung jawab, melainkan tentang hidup dengan kesadaran, menikmati proses, dan lebih fokus pada hal-hal yang benar-benar penting di hidup kita. Mulailah dari hari ini dengan hal kecil terlebih dahulu, dan rasakan bagaimana hidup terasa lebih ringan, bahagia, dan bermakna, satu langkah kecil demi langkah kecil. Karena pada akhirnya, hidup bukan hanya soal tujuan dan hasil, tapi juga cara kita menikmati setiap momennya.

Ingin mendapatkan informasi menarik lainnya seputar gaya hidup, teknologi, kreativitas, dan dunia perkuliahan? Yuk, kunjungi website INSTIKI di link berikut instiki.ac.id untuk menemukan berbagai informasi inspiratif serta mengenal lebih dekat Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia (INSTIKI).

Penulis : Putri Wirawaan

Referensi

https://www.halodoc.com/artikel/slow-living-hidup-tenang-sehat-dan-bahagia?srsltid=AfmBOooE0sdlEZ45iVUvK_PncvdaUBAJYulfcp43YRMWYgZjRsnDn3AM

Apa Itu Hue, Saturation, dan Brightness? Mengenal Istilahnya dalam Dunia Desain

Konsep Hue, Saturation, dan Brightness Dalam Teori Warna Desain (Sumber Gambar : Freepik.com)

Dalam dunia desain visual, warna menjadi salah satu elemen yang sangat berpengaruh terhadap tampilan sebuah karya. Warna tidak hanya membuat desain terlihat menarik, tetapi juga dapat membantu menyampaikan pesan, membangun identitas brand, dan menciptakan kesan tertentu bagi audiens. Karena itu, desainer biasanya mempelajari berbagai konsep dasar warna agar dapat mengatur tampilan visual dengan lebih baik.

Salah satu konsep yang sering digunakan dalam desain digital adalah Hue, Saturation, dan Brightness (HSB). Ketiga istilah ini biasanya muncul di berbagai software desain seperti Photoshop, Illustrator, Figma, dan aplikasi desain lainnya. Dengan memahami ketiga komponen ini, desainer dapat mengatur warna dengan lebih fleksibel sesuai kebutuhan desain.

Apa Itu Hue dalam Desain?

Ilustarasi Hue dalam Desain (Sumber Gambar : www.graphicdesignacademy.ie)

Hue adalah istilah yang digunakan untuk menyebut jenis atau nama warna. Dalam color wheel, hue mencakup berbagai warna seperti merah, kuning, biru, hijau, hingga ungu. Warna-warna yang kita lihat pada dasarnya merupakan variasi dari hue tersebut.

Dalam desain, pemilihan hue dapat memengaruhi karakter visual dari sebuah karya. Misalnya, warna biru sering memberikan kesan tenang dan profesional sehingga banyak digunakan oleh perusahaan teknologi. Sementara itu, warna merah sering dikaitkan dengan energi dan semangat. Dengan memahami hue, desainer dapat menentukan nuansa visual yang ingin ditampilkan dalam sebuah desain.

Apa Itu Saturation dalam Desain?

Ilustrasi Saturation dalam Desain (Sumber Gambar : saeculumsolutions.com)

Saturation mengacu pada tingkat kejenuhan atau kekuatan warna. Komponen ini menunjukkan seberapa pekat atau seberapa pucat sebuah warna terlihat.

Jika saturation tinggi, warna akan terlihat lebih cerah dan kuat. Sebaliknya, jika saturation rendah, warna akan tampak lebih lembut atau mendekati abu-abu. Dalam desain, pengaturan saturation sering digunakan untuk menciptakan keseimbangan visual.

Sebagai contoh, poster acara musik biasanya menggunakan warna dengan saturation tinggi agar terlihat lebih hidup dan menarik perhatian. Di sisi lain, desain yang bersifat minimalis atau corporate sering menggunakan saturation yang lebih rendah agar terlihat lebih rapi dan elegan.

Apa Itu Brightness dalam Desain?

Ilustrasi Brightness dalam Desain (sumber gambar : DINFOS Pavilion)

Brightness menggambarkan tingkat terang atau gelapnya sebuah warna. Komponen ini menentukan seberapa banyak cahaya yang terlihat dari warna tersebut.

Jika brightness tinggi, warna akan tampak lebih terang. Sebaliknya, jika brightness rendah, warna akan terlihat lebih gelap. Dalam desain visual, brightness sering digunakan untuk menciptakan kontras antara elemen-elemen desain.

Kontras brightness yang tepat dapat membuat teks lebih mudah dibaca, membantu audiens memahami susunan informasi, serta membuat tampilan desain terasa lebih nyaman dilihat.

Mengapa Hue, Saturation, dan Brightness Perlu Dipahami Bagi Designer?

Hue, Saturation, dan Brightness membantu desainer mengatur warna dengan lebih terarah. Dengan mengombinasikan ketiga elemen ini, desainer dapat menciptakan tampilan visual yang lebih harmonis, jelas, dan sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan.

Konsep ini biasanya dipelajari dalam berbagai bidang desain seperti desain grafis, UI/UX, animasi, hingga digital branding. Karena itu, mengenal teori warna sejak awal dapat menjadi langkah yang baik bagi siapa saja yang tertarik menekuni dunia industri kreatif digital.

Bagi kamu yang ingin mendalami dunia desain, memilih tempat belajar yang tepat tentu menjadi langkah awal yang baik. Jika berencana Kuliah di Bali, INSTIKI (Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia) bisa menjadi salah satu pilihan. INSTIKI dikenal sebagai Kampus Desain Terbaik di Bali dan Nusa Tenggara yang menyediakan lingkungan belajar kreatif bagi mahasiswa yang tertarik dengan dunia desain dan teknologi. Sebagai salah satu Kampus Swasta di Bali, INSTIKI menawarkan program studi desain yang mengikuti perkembangan industri kreatif dan digital saat ini.

 

Upgrade Pola Pikir Mahasiswa! INSTIKI Gelar Seminar Inspiratif “Level Up Your Mind”

Suasana seminar inspiratif “Level Up Your Mind” di Aula INSTIKI yang diikuti mahasiswa dengan penuh antusias

Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia (INSTIKI) melalui Departemen Alumni dan Pusat Karir menyelenggarakan seminar bertajuk “Level Up Your Mind: Growth Mindset, Mindfulness, and Self-Compassion for Future Success” pada Kamis, 5 Maret 2026 di Aula INSTIKI. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen INSTIKI sebagai salah satu Universitas Terbaik di Bali dalam mendukung pengembangan soft skills mahasiswa.

Seminar menghadirkan I.A.Ngr Utami Ratnaningrum, S.Psi, Therapeutic Play Practitioner di Welas Asih Wellness Center sekaligus Founder HappyNest.Island. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan pentingnya growth mindset, yaitu pola pikir yang meyakini bahwa kemampuan dapat berkembang melalui proses belajar, latihan, dan pengalaman.

Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa terlihat antusias mengikuti materi yang disampaikan. Suasana seminar berlangsung interaktif dengan sesi refleksi diri dan diskusi ringan yang membuat peserta lebih memahami cara menghadapi kegagalan, mengelola pikiran, serta membangun kepercayaan diri dalam proses belajar.

Mahasiswa juga diajak memahami penerapan mindfulness, yaitu kesadaran penuh terhadap kondisi saat ini tanpa menghakimi diri sendiri, serta self-compassion, yaitu kemampuan memperlakukan diri dengan kebaikan saat menghadapi kegagalan atau kesulitan.

Sebagai salah satu Kampus Swasta di Bali yang dikenal sebagai Kampus IT, Bisnis, dan Desain Terbaik di Bali dan Nusa Tenggara, INSTIKI terus menghadirkan berbagai kegiatan pengembangan diri bagi mahasiswa. Hal ini juga menjadi daya tarik bagi generasi muda yang ingin Kuliah di Bali maupun Kuliah Sambil Kerja di Bali dalam lingkungan belajar yang inovatif.

Waspada Perubahan Cuaca Ekstrem! Ini Cara Menjaga Kesehatan Tubuh Agar Tetap Fit

Perubahan Cuaca Ekstrem Membuat Kita Lebih Ektra Dalam Menjaga Kesehatan Tubuh Agar Tetap Fit (Sumber gambar : freepik.com)

Cara Menjaga Kesehatan Tubuh saat memasuki masa pancaroba perlu menjadi perhatian, terutama ketika kondisi cuaca semakin tidak menentu. Masyarakat harus lebih waspada terhadap perubahan suhu yang dapat terjadi secara tiba-tiba. Dalam satu hari, cuaca bisa berubah dari panas terik menjadi hujan deras begitu pun sebaliknya. Kondisi ini membuat tubuh lebih rentan terserang penyakit apabila tidak diimbangi dengan persiapan dan pola hidup sehat.

Situasi seperti ini penting diperhatikan, terutama bagi mahasiswa yang sedang kuliah di Bali. Aktivitas padat di kampus, organisasi, hingga kegiatan luar ruangan dapat membuat kondisi fisik mudah menurun. Apalagi banyak mahasiswa yang memilih kuliah sambil kerja di Bali, sehingga waktu istirahat sering berkurang dan daya tahan tubuh bisa menurun jika tidak dijaga dengan baik.

Dikutip dari Halodoc dan Kementerian Kesehatan RI, berikut beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan saat cuaca ekstrem:

1. Mengonsumsi makanan sehat

Asupan gizi seimbang membantu memperkuat sistem imun. Konsumsi sayur, buah, protein, serta vitamin penting agar tubuh tetap kuat menghadapi perubahan cuaca.

2. Berolahraga rutin

Aktivitas fisik secara teratur membantu melancarkan peredaran darah dan meningkatkan stamina. Olahraga ringan seperti jalan kaki, peregangan, atau yoga sudah cukup untuk menjaga kebugaran.

3. Minum air putih yang cukup

Ahli kesehatan menyarankan konsumsi minimal 6–8 gelas air setiap hari agar tubuh tetap terhidrasi dan metabolisme berjalan optimal.

4. Tidur cukup dan berkualitas

Tidur selama 7–8 jam per malam membantu proses pemulihan sel tubuh serta menjaga energi sepanjang hari.

5. Memakai pakaian sesuai cuaca

Gunakan pakaian yang nyaman dan sesuai kondisi. Hindari bahan tipis saat hujan dan bahan yang tidak menyerap keringat saat panas. Pemilihan pakaian yang tepat membantu menjaga suhu tubuh tetap stabil.

6. Selalu sedia payung atau jas hujan

Cuaca yang sulit diprediksi membuat perlengkapan ini penting dibawa, terutama saat beraktivitas di luar ruangan. Payung atau jas hujan dapat melindungi tubuh dari paparan hujan secara langsung sehingga mengurangi risiko masuk angin atau demam.

7. Mandi setelah kehujanan

Membersihkan tubuh setelah terkena hujan membantu menghilangkan kuman, kotoran, serta zat yang menempel pada kulit sehingga dapat mencegah risiko sakit.

Menjaga kesehatan di tengah cuaca ekstrem bukan hanya penting bagi pekerja, tetapi juga mahasiswa. Dengan tubuh yang sehat, proses kegiatan sehari-hari dapat berjalan lebih fokus, produktif, dan optimal. Pada akhirnya, perubahan cuaca memang tidak bisa dikendalikan, tetapi kondisi tubuh dapat dipersiapkan. Menerapkan kebiasaan hidup sehat secara konsisten merupakan kunci utama agar tetap bugar meski cuaca berubah-ubah.

Penulis : Putri Wirawaan

Referensi:

https://www.halodoc.com/artikel/cara-menjaga-kesehatan-tubuh-saat-cuaca-ekstrem?srsltid=AfmBOor9Tb2tSX5hdbX6TQgL8vniLrKWjqU4AAx8AcpICB1WqcF2Ig6y

https://upk.kemkes.go.id/new/5-tips-sehat-menghadapi-musim-hujan

ARTSPIRASI 11 INSTIKI Hadirkan Aksi Sosial, Seminar AI, hingga Konser 1000 Penonton

ARTSPIRASI 11 INSTIKI Hadirkan Aksi Sosial, Seminar AI, hingga Konser 1000 Penonton

UKM Gradasi, UKM HFI, dan UKM Lingkaran Film INSTIKI sukses menyelenggarakan ARTSPIRASI 11, sebuah rangkaian kegiatan seni dan edukasi yang menjadi wadah bagi seniman muda untuk menunjukkan karya serta tampil dalam lingkungan sosial. Kegiatan ini menghadirkan aksi lingkungan, seminar inspiratif, pameran seni, hingga konser musik yang berhasil menarik perhatian ratusan peserta dan ribuan penonton.

Rangkaian acara diawali dengan kegiatan PKM bertajuk “Satu Pantai Seribu Inspirasi” yang dilaksanakan di Pantai Lembeng, Gianyar, Bali. Bersama seniman lokal, panitia mengadakan aksi bersih-bersih pantai sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat melalui desain komunikasi visual berupa mural dan video edukasi. Melalui pendekatan kreatif ini, seni digunakan sebagai media penyampaian pesan kepedulian terhadap lingkungan.

Kegiatan dilanjutkan dengan Seminar “Creative Clash” di Aula INSTIKI yang membahas bagaimana seorang seniman dapat bertahan di tengah perkembangan zaman, terutama dalam menghadapi kemajuan Artificial Intelligence (AI). Seminar ini bertujuan meningkatkan kesadaran para seniman agar tidak hanya memanfaatkan AI sebagai alat, tetapi juga memahami cara kerja serta dampaknya dalam proses kreatif.

Tiga narasumber profesional turut hadir berbagi wawasan. Toni Handoko, Profesional Portrait Photographer membahas adaptasi fotografi di era digital dengan jumlah peserta 200 orang offline dan 100 online. Adhistya, kreator film animasi “Ikan Mas Tur Dedari” memaparkan proses kreatif animasi modern dengan jumlah peserta 200 offline dan 100 online. Sementara itu, Agung Jaya, Profesional Videographer mengulas strategi bertahan dan berkembang di industri videografi dengan jumlah peserta yang sama, yakni 200 offline dan 100 online.

ARTSPIRASI 11 juga menghadirkan Pameran “Resonansi Seni Lintas Masa” di Kampus INSTIKI yang melibatkan seniman dari Bali hingga Jawa Tengah. Pameran ini menghadirkan karya yang tidak hanya dapat dinikmati secara visual, tetapi juga mampu membangun kedekatan emosional dengan para audiens.

Sebagai puncak acara, penutupan digelar di Nebula Social Space melalui Pameran, Live Mural, dan Konser Gigs bertema “Resonansi Seni”. Konser tersebut menghadirkan guest star nasional Dongker serta musisi lokal Kenya, Milledenials, Snuzzle, dan Blaze, dengan jumlah penonton mencapai 1000 orang.

Melalui ARTSPIRASI 11, INSTIKI kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung ekosistem kreatif generasi muda. Dikenal sebagai Kampus Desain Terbaik di Bali dan Nusa Tenggara, serta salah satu Kampus Swasta di Bali yang terus berkembang, INSTIKI juga dipercaya sebagai Universitas Terbaik di Bali dalam bidang desain, bisnis, dan teknologi digital. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa lingkungan kampus tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang kolaborasi dan pengembangan potensi kreatif mahasiswa secara berkelanjutan.

Langkah INSTIKI Melahirkan Wirausaha Muda Inovatif Melalui IDEASI 2026

Momen kemeriahan dan apresiasi bagi calon wirausaha muda inovatif di IDEASI 2026 INSTIKI.

Selasa, 3 Maret 2026, suasana aula INSTIKI dipenuhi semangat dan antusiasme dari mahasiswa calon wirausaha muda yang inovatif. Dalam acara Pengumuman Pemenang IDEASI 2026 yang berlangsung meriah di Aula Kampus INSTIKI.

IDEASI 2026 menjadi puncak dari rangkaian kompetisi kewirausahaan mahasiswa yang mendorong lahirnya ide-ide bisnis kreatif dan inovatif. Dari 30 tim terbaik yang berhasil lolos ke tahap akhir, terpilih 10 tim pemenang yang terbagi dalam dua kategori, yaitu lima juara kategori Bisnis Digital dan lima juara kategori Bisnis Non-Digital. Peserta IDEASI merupakan mahasiswa INSTIKI dari berbagai jurusan yang mengikuti kompetisi secara berkelompok, dengan anggota tim terdiri dari 3 – 5 orang. Proses penilaian dilakukan oleh dewan juri yang merupakan dosen INSTIKI yang berpengalaman di bidang kewirausahaan dan bisnis.

Acara ini juga dimeriahkan oleh pameran Tenan IDEASI 2025 yang sebelumnya berhasil masuk 10 Besar IDEASI 2025 dari tanggal 2 – 3 Maret 2026. Pada IDEASI 2025 terdapat empat tenan yang terus mengembangkan usahanya, yaitu:

  • Codify (Bisnis Digital) – Platform pembelajaran coding untuk anak-anak yang dirancang interaktif dan mudah dipahami.

  • Cenubi (Bisnis Non-Digital) – Inovasi cendol berbahan dasar ubi ungu dan ubi kuning yang kaya serat, sehat, dan menarik.

  • Rowangi Tea (Bisnis Non-Digital) – Produk minuman kesehatan berbasis bahan alami sebagai alternatif minuman herbal modern.

  • Moonka (Bisnis Non-Digital) – Usaha pengolahan limbah pohon pisang menjadi kertas ramah lingkungan untuk produk kreatif.

Kehadiran para tenan ini menjadi bukti bahwa IDEASI tidak hanya berhenti pada kompetisi, tetapi juga berkelanjutan dalam mendukung pertumbuhan bisnis mahasiswa sebagai wirausaha muda.

Kegiatan ini juga mendapat apresiasi langsung dari Direktur INBIS INSTIKI, Ida Bagus Ary Indra Iswara, serta Rektor INSTIKI, I Dewa Made Krishna Muku. Dalam sambutannya, Rektor INSTIKI menyampaikan pesan inspiratif kepada seluruh mahasiswa peserta IDEASI.

“Kepada seluruh mahasiswa peserta IDEASI agar tidak mengikuti lomba hanya karena hadiah, tetapi karena keinginan dan niat yang lahir dari dalam diri. Hadiah hanya memberikan kebanggaan sesaat, sedangkan proses akan membentuk keterampilan dan meningkatkan kualitas diri. Asahlah diri menjadi entrepreneur yang mau belajar dan berproses, karena dari proses itulah tumbuh keberanian untuk terus berkembang. Biasakan berani mencoba, meski dari langkah kecil, karena keberanian dan mental yang kuat adalah modal utama meraih kesuksesan. Jangan takut pada kegagalan, sebab kegagalan justru akan memperkuat diri. Saya juga mengapresiasi 137 kelompok yang telah mengajukan proposal. Keberanian untuk mencoba adalah langkah awal yang membanggakan.”

Setelah melalui proses penilaian dan presentasi dari para finalis, akhirnya terpilihlah tim-tim terbaik yang berhasil memukau dewan juri dengan inovasi, kreativitas, serta potensi pengembangan bisnis mereka. Berikut adalah para pemenang IDEASI 2026.

Pemenang Kategori Bisnis Digital

  • Juara 1 – See Money
    Platform pengelolaan keuangan harian yang membantu pengguna membangun kebiasaan finansial sehat, disiplin mencatat pengeluaran, serta mengatur anggaran secara praktis melalui sistem digital.
  • Juara 2 – Sauber Composter
    Alat pengolah sampah organik berbasis IoT dan AI yang mampu mempercepat proses pengomposan dari 2–3 bulan menjadi hanya 2 minggu hingga 1 bulan. Solusi ini mendukung pengelolaan sampah yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
  • Juara 3 – SmartMeter WaterGround (Enviro Tech)
    Sistem smart meter berbasis IoT untuk memantau penggunaan dan debit air tanah secara real-time. Teknologi ini membantu mendeteksi kebocoran lebih cepat, mengontrol konsumsi air, dan menjaga keberlanjutan sumber daya air.
  • Juara Harapan 1 – ETHNARA
    Brand tas anyaman handmade berbahan alami dengan sentuhan modern dan nilai budaya. ETHNARA juga berkontribusi dalam mendukung serta memberdayakan pengrajin lokal.
  • Juara Harapan 2 – I.N.D.R.A AI
    Chatbot berbasis kecerdasan buatan yang dirancang berinteraksi layaknya teman, memberikan pengalaman komunikasi yang lebih personal dan responsif.

Pemenang Kategori Bisnis Non-Digital

  • Juara 1 – HaiCo
    Produk pelindung rambut berbahan bamboo cotton premium yang eco-friendly, sejuk, antibakteri, dan mampu menyerap keringat tiga kali lebih baik. Dilengkapi pouch praktis sehingga mudah dibawa bepergian.
  • Juara 2 – MELALI PACK
    Bisnis oleh-oleh kreatif khas Bali yang menghadirkan kaos bertema lokal dengan konsep collectible packaging unik. Menggabungkan fashion, cerita perjalanan (melali), dan nilai estetika modern dalam satu produk.
  • Juara 3 – Benang Rasa
    Usaha rajutan amigurami yang mengusung konsep pemberdayaan perempuan pengrajin lokal, sekaligus menghadirkan produk handmade bernilai seni.
  • Juara Harapan 1 – Tumang Cooking Class
    Kelas memasak tradisional Bali yang menggabungkan praktik memasak dengan pemahaman budaya dan filosofi di balik setiap hidangan khas Bali.
  • Juara Harapan 2 – Pop Ball
    Inovasi nugget sehat dengan varian rasa baru dan sensasi unik, menghadirkan alternatif camilan yang lebih menarik dan bernilai gizi.

Melalui IDEASI 2026, INSTIKI kembali membuktikan komitmennya sebagai Kampus Bisnis Terbaik di Bali dan Nusa Tenggara dalam mencetak generasi muda yang kreatif, inovatif, dan berani berwirausaha. Sebagai Kampus Swasta di Bali yang unggul pada teknologi, bisnis, dan desain. INSTIKI tidak hanya membekali mahasiswa dengan teori, tetapi juga memberikan pengalaman langsung dalam membangun dan mempresentasikan ide bisnis. Acara IDEASI yang di gelar oleh INSTIKI, bukan sekadar kompetisi, tetapi menjadi wadah pembelajaran, proses pembentukan mental, serta langkah awal lahirnya entrepreneur muda yang siap bersaing di era digital.

INSTIKI Developer Club Gelar PKM Web Design di SMP Negeri 1 Abiansemal

INSTIKI Developer Club Gelar PKM Web Design di SMP Negeri 1 Abiansemal

Abiansemal, 26 Februari 2026 – INSTIKI Developer Club (IDC) sukses melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di SMP Negeri 1 Abiansemal pada Kamis, 26 Februari 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 27 siswa-siswi dan berfokus pada pengenalan dasar Web Design serta praktik pembuatan website sederhana.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa-siswi mengenai dasar Web Design dan UI/UX melalui praktik langsung pembuatan website. Selain itu, program ini juga dirancang untuk membantu siswa memanfaatkan teknologi secara lebih produktif, meningkatkan rasa percaya diri dalam menggunakan teknologi, serta menambah keterampilan dasar di bidang desain dan pengembangan web.

Sebelum memasuki sesi materi, kegiatan diawali dengan sambutan dari Wakil Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Abiansemal. Dalam sambutannya, beliau memberikan arahan serta motivasi kepada para siswa agar dapat mengikuti kegiatan dengan antusias dan memanfaatkan kesempatan ini untuk menambah wawasan serta keterampilan di bidang teknologi digital.

Pada sesi pertama, peserta mendapatkan pemaparan mengenai pengertian website, fungsi website, serta bagian-bagian dasar dalam sebuah halaman web seperti header, konten utama, dan footer. Siswa-siswi juga diperkenalkan dengan struktur dasar website secara sederhana agar lebih mudah memahami alur pembuatan sebuah halaman web. Materi disampaikan secara interaktif sehingga siswa tidak hanya mendengarkan, tetapi juga aktif bertanya dan berdiskusi mengenai contoh-contoh website yang sering mereka akses dalam kehidupan sehari-hari.

Memasuki sesi kedua, siswa-siswi langsung melakukan praktik pembuatan website sederhana untuk sekolah mereka menggunakan fitur Situs Web di Canva. Dalam sesi ini, peserta dibagi menjadi beberapa kelompok dan diminta untuk merancang tampilan website yang memuat informasi mengenai sekolah. Setiap kelompok mendesain website dengan memperhatikan tata letak, pemilihan warna, serta susunan informasi agar mudah dipahami oleh pengunjung. Setelah proses desain selesai, website kemudian dipublikasikan melalui fitur Situs Web di Canva sehingga dapat diakses secara online.

Melalui praktik ini, siswa-siswi tidak hanya memahami teori, tetapi juga mengalami secara langsung proses pembuatan hingga publikasi sebuah website. Sebagai bentuk evaluasi, kegiatan ditutup dengan kuis singkat untuk mengukur pemahaman peserta terhadap materi yang telah diberikan. Hasilnya menunjukkan bahwa siswa-siswi mampu memahami konsep dasar website serta langkah-langkah pembuatannya. Kegiatan kemudian diakhiri dengan sesi refleksi dan dokumentasi bersama. Seluruh kelompok berhasil menghasilkan website sederhana sebagai luaran kegiatan.

Melalui kegiatan PKM ini, INSTIKI Developer Club berharap ilmu yang telah dibagikan tidak hanya berhenti pada peserta kegiatan, tetapi juga dapat diteruskan kepada teman-teman lainnya di lingkungan sekolah sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas. Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata komitmen kampus INSTIKI sebagai Kampus IT Terbaik di Bali dan Nusa Tenggara dalam mendukung peningkatan literasi digital generasi muda serta memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat melalui edukasi teknologi yang aplikatif dan berkelanjutan.