Seminar “Antara Nafsu dan Nalar”: Edukasi Kesehatan Mental & Seksual di Era Modern

Seminar “Antara Nafsu dan Nalar”: Edukasi Kesehatan Mental & Seksual di Era Modern

Dalam upaya meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya kesehatan mental dan pemahaman seksual yang sehat, KSR PMI Unit Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia (INSTIKI) menyelenggarakan Seminar Regional bertajuk “Antara Nafsu dan Nalar: Menjaga Kesehatan Mental di Era Gempuran Seksual Modern”. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Kampus INSTIKI dan diikuti oleh mahasiswa serta peserta dari berbagai latar belakang remaja dan komunitas kepemudaan.

Seminar ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai kesehatan mental dan isu seksual modern yang semakin kompleks seiring pesatnya perkembangan teknologi dan informasi. Di era digital saat ini, remaja dihadapkan pada arus informasi yang begitu bebas, termasuk konten seksual yang tidak selalu dibarengi dengan edukasi yang tepat. Kondisi ini berpotensi memengaruhi kesehatan mental, cara berpikir, serta pengambilan keputusan remaja dalam kehidupan sehari-hari. Melalui seminar ini, peserta diajak untuk mampu menyeimbangkan antara dorongan nafsu dan nalar secara bijak dan bertanggung jawab.

Kegiatan seminar dibuka dengan sambutan-sambutan, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi dari dua narasumber. Narasumber pertama adalah I Komang Doni Kurniawan dari KISARA, yang menyampaikan materi seputar kesehatan mental remaja di tengah tantangan seksual modern. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bagaimana paparan media sosial, tekanan lingkungan, serta minimnya literasi seksual dapat memicu kecemasan, stres, hingga krisis identitas pada remaja. Peserta diajak untuk mengenali tanda-tanda gangguan kesehatan mental serta pentingnya membangun kontrol diri, komunikasi yang sehat, dan keberanian untuk mencari bantuan profesional maupun dukungan sosial.

Narasumber kedua, Julia Shandy dari Bali Bersama Bisa, membawakan materi mengenai edukasi seksual yang komprehensif dan berbasis empati. Ia menekankan bahwa edukasi seksual bukanlah hal tabu, melainkan kebutuhan penting untuk melindungi remaja dari risiko perilaku seksual berisiko, kekerasan seksual, serta stigma yang sering muncul di masyarakat. Materi disampaikan secara interaktif sehingga peserta dapat berdiskusi dan menyampaikan pandangan maupun pertanyaan secara terbuka.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan, khususnya saat sesi tanya jawab dan diskusi. Berbagai pertanyaan kritis muncul, mencerminkan kepedulian remaja terhadap isu kesehatan mental dan seksual yang relevan dengan kehidupan mereka saat ini. Melalui penyelenggaraan Seminar Regional ini, KSR PMI Unit INSTIKI berharap peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari serta menjadi pelopor edukasi kesehatan mental dan seksual yang positif di lingkungan masing-masing. Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam menciptakan generasi muda yang sehat secara mental, cerdas secara emosional, dan bertanggung jawab dalam bersikap di era modern.

Beyond the Horizon: Kebersamaan Akhir Tahun Keluarga Besar INSTIKI Sambut 2026

Beyond the Horizon: Kebersamaan Akhir Tahun Keluarga Besar INSTIKI Sambut 2026

Dalam semangat menutup tahun 2025 sekaligus menyambut hadirnya tahun 2026, Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia (INSTIKI) menggelar acara akhir tahun bertajuk “Beyond the Horizon: Semangat Baru dan Prestasi Baru” pada Selasa, 30 Desember 2025 berlokasi di kampus INSTIKI. Kegiatan ini menjadi momentum istimewa yang mengusung makna melampaui batas dan menatap masa depan dengan optimisme dan acara ini menjadi momentum refleksi, apresiasi, serta penguatan kebersamaan seluruh keluarga besar INSTIKI.

Acara ini diikuti oleh keluarga besar INSTIKI, mulai dari tenaga pendidik, tenaga kependidikan, bersama keluarga tercinta yang hadir dengan kompak mengenakan pakaian penuh warna alias colorful. Ragam warna cerah yang dikenakan mencerminkan semangat kebersamaan, keceriaan, serta optimisme dalam menyambut tahun 2026. Rangkaian acara “Beyond the Horizon” diawali dengan sambutan Ni Putu Perina Devi Artini, S.Kom selaku Ketua Panitia yang menyampaikan acara ini diselenggarakan sebagai wadah untuk mempererat kebersamaan dan rasa kekeluargaan di lingkungan kampus INSTIKI. Kehadiran keluarga besar INSTIKI menjadikan acara ini tidak hanya sebagai agenda rutin tiap akhir tahun, tetapi juga sebagai ruang silaturahmi yang sarat kehangatan, keakraban, dan penuh keceriaan. Pada kesempatan tersebut, Ketua Panitia juga menyampaikan ucapan kepada seluruh hadirin, “Selamat Natal dan Tahun Baru 2026.”

Sementara itu, Rektor INSTIKI Dr. I Dewa Made Krishna Muku, S.T., M.T dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur, ucapan terima kasih, dan apresiasi atas kerja keras serta kontribusi seluruh Keluarga Besar INSTIKI yang telah bekerja keras dan memberikan kontribusi luar biasa sepanjang tahun 2025. Dengan digelarnya acara ini, Beliau berharap dapat memperkuat kebersamaan keluarga besar INSTIKI sekaligus terus menggaungkan semangat “menjadi dan memberi” di tahun 2026.

Suasana acara semakin meriah dengan berbagai permainan interaktif. Anak-anak tampak antusias mengikuti Game Tiup Gelas, yang mengundang tawa dan sorak sorai penonton. Tidak kalah seru, tenaga pendidik dan kependidikan INSTIKI berpasangan dalam Game Chemistry, yang menguji kekompakan hingga kerja sama pasangan, keseruan berlanjut dengan Game Divisi secara berkelompok, mulai dari permainan Spelling hingga Ejaan Kata, yang menuntut kekompakan tim dan ketangkasan berpikir. Momentum apresiasi turut mewarnai acara ini melalui penyerahan hadiah pemenang lomba.

Tidak hanya permainan, acara ini juga dimeriahkan dengan penampilan spesial dari Gauri (putri dari salah satu dosen INSTIKI) serta penampilan musik dari UKM Music and Vocal INSTIKI. Salah satu momen yang paling dinanti adalah pembacaan nominasi dan pembagian hadiah Dosen & Staf “Ter”, undian door prize yang menambah antusiasme peserta hingga penghujung kegiatan. Kemeriahan semakin lengkap dengan makan bersama. Acara ini menghadirkan beragam stand makanan, minuman, dan snack yang menggugah selera. Sajian ini menjadi simbol kebersamaan, di mana seluruh keluarga besar INSTIKI menikmati waktu santai sambil berbagi cerita dan tawa. Melalui acara ini, INSTIKI tidak hanya menutup tahun dengan penuh suka cita, tetapi juga meneguhkan komitmen untuk melangkah ke tahun 2026 dengan semangat baru, solidaritas yang kuat, dan tekad meraih prestasi yang lebih membanggakan.

5 Micro Habit Keuangan di Tahun 2026 yang Bisa Mengubah Hidupmu

5 Micro Habit Keuangan di Tahun 2026 yang Bisa Mengubah Hidupmu

Memasuki tahun 2026, pengelolaan keuangan bukan lagi soal strategi besar yang rumit, melainkan kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten. Di tengah meningkatnya biaya hidup, kemudahan transaksi digital, dan gaya hidup serba cepat, micro habit keuangan menjadi kunci agar kondisi finansial tetap sehat dan stabil. Micro habit adalah kebiasaan sederhana yang mudah dilakukan setiap hari, namun berdampak besar dalam jangka panjang. Berikut lima micro habit keuangan di tahun 2026 yang patut kamu terapkan mulai sekarang.

1. Mencatat Pengeluaran Harian, Sekecil Apa Pun

Kebiasaan mencatat pengeluaran sering dianggap sepele, padahal ini adalah fondasi utama keuangan yang sehat. Di tahun 2026, dengan banyaknya aplikasi keuangan digital, mencatat pengeluaran hanya butuh waktu kurang dari satu menit. Mulai dari kopi pagi, parkir, makan siang, hingga langganan aplikasi, semua perlu dicatat. Dengan micro habit ini, kamu akan lebih sadar ke mana uangmu pergi dan bisa mengidentifikasi kebocoran keuangan yang selama ini tidak terasa.

2. Sisihkan Uang Begitu Gajian, Bukan Menunggu Sisa

Micro habit kedua adalah langsung menyisihkan uang untuk tabungan atau investasi di awal, bukan di akhir bulan. Tidak perlu besar, bahkan 5–10% dari penghasilan sudah cukup untuk memulai. Di tahun 2026, fitur auto-debit dan auto-invest semakin mudah digunakan. Dengan kebiasaan kecil ini, menabung tidak lagi terasa berat karena dilakukan otomatis tanpa harus “berniat” setiap bulan.

3. Tunda Belanja Impulsif Selama 24 Jam

Godaan flash sale dan promo instan makin marak di 2026. Salah satu micro habit penting adalah menunda pembelian impulsif selama 24 jam. Jika setelah satu hari barang tersebut masih terasa perlu, barulah beli. Kebiasaan sederhana ini mampu menghemat banyak uang dalam setahun dan melatih kontrol diri dalam mengambil keputusan finansial.

4. Cek Kondisi Keuangan Setiap Minggu

Tidak perlu menunggu akhir bulan, cukup luangkan 10–15 menit setiap minggu untuk mengecek saldo, pengeluaran, dan rencana keuangan. Micro habit ini membantu kamu tetap “melek” terhadap kondisi finansial sendiri. Dengan pengecekan rutin, kamu bisa segera menyesuaikan pengeluaran jika mulai berlebihan, tanpa harus panik di akhir bulan.

5. Tingkatkan Literasi Keuangan Sedikit demi Sedikit

Di tahun 2026, informasi keuangan sangat mudah diakses. Manfaatkan micro habit dengan membaca satu artikel keuangan, menonton satu video edukasi, atau mendengarkan podcast singkat setiap minggu. Tidak perlu langsung paham investasi kompleks, yang penting konsisten menambah wawasan. Sedikit pengetahuan yang dikumpulkan terus-menerus akan membentuk keputusan keuangan yang lebih bijak.

Micro habit keuangan mungkin terlihat kecil dan sederhana, namun dampaknya luar biasa jika dilakukan secara konsisten. Tahun 2026 adalah waktu yang tepat untuk berhenti menunda dan mulai membangun kebiasaan finansial sehat dari langkah-langkah kecil. Ingat, perubahan besar dalam keuangan tidak datang dari keputusan sesaat, melainkan dari kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari. Mulailah sekarang, dan rasakan perbedaannya di masa depan, civitas INSTIKI!

Menyusun Resolusi 2026 Bukan Sekadar Janji, tapi Perubahan

Menyusun Resolusi 2026 Bukan Sekadar Janji, tapi Perubahan (Photo by David Palma)

Setiap pergantian tahun, banyak orang menyusun resolusi dengan penuh harapan. Ingin lebih sehat, lebih produktif, lebih bahagia, atau lebih sukses dari tahun sebelumnya. Namun kenyataannya, tidak sedikit resolusi yang hanya bertahan beberapa minggu, bahkan hanya sebatas daftar keinginan tanpa tindak lanjut. Di sinilah pentingnya memahami bahwa resolusi bukan sekadar janji, melainkan komitmen untuk berubah.

Resolusi yang bermakna lahir dari kesadaran diri. Bukan karena ikut-ikutan tren atau tekanan sosial, tetapi karena adanya kebutuhan untuk memperbaiki atau meningkatkan kualitas hidup. Ketika seseorang benar-benar memahami alasan di balik resolusi yang dibuat, motivasi untuk menjalaninya pun akan lebih kuat. Resolusi tidak lagi terasa sebagai beban, melainkan sebagai proses bertumbuh.

Salah satu kesalahan umum dalam menyusun resolusi adalah menetapkan target yang terlalu besar dan abstrak. Misalnya, ingin “menjadi lebih sukses” atau “hidup lebih sehat” tanpa ukuran yang jelas. Resolusi seperti ini cenderung sulit diwujudkan karena tidak memiliki arah yang konkret. Agar resolusi benar-benar membawa perubahan, penting untuk memecah tujuan besar menjadi langkah-langkah kecil yang realistis dan dapat dilakukan secara konsisten.

Perubahan sejati tidak terjadi secara instan. Ia dibangun dari kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari. Resolusi untuk hidup lebih sehat, misalnya, bisa dimulai dengan membiasakan minum air putih yang cukup, berjalan kaki secara rutin, atau mengurangi konsumsi makanan tidak sehat. Langkah-langkah sederhana ini, jika dilakukan terus-menerus, akan membawa dampak besar dalam jangka panjang.

Selain itu, penting untuk bersikap fleksibel terhadap resolusi yang telah dibuat. Hidup tidak selalu berjalan sesuai rencana, dan kegagalan kecil bukanlah alasan untuk menyerah sepenuhnya. Ketika resolusi tidak berjalan mulus, evaluasi dan penyesuaian justru menjadi bagian dari proses perubahan itu sendiri. Yang terpenting adalah tetap melangkah, meski perlahan.

Resolusi juga akan lebih mudah dijalani ketika didukung oleh lingkungan yang positif. Berbagi tujuan dengan orang terdekat, mencari komunitas yang sejalan, atau mencatat perkembangan secara berkala dapat membantu menjaga semangat dan konsistensi. Perubahan tidak harus dijalani sendirian.

Pada akhirnya, resolusi tahun baru bukan tentang seberapa banyak daftar yang dibuat, melainkan seberapa besar komitmen untuk menjalankannya. Ketika resolusi dipahami sebagai perjalanan perubahan, bukan sekadar janji di awal tahun, maka setiap langkah kecil yang dilakukan akan membawa kita lebih dekat pada versi diri yang lebih baik. Selamat tahun baru 2026, civitas INSTIKI!

Kiat Meningkatkan Konsentrasi Belajar di Era Digital

Di era digital, proses belajar menjadi lebih fleksibel berkat kemajuan teknologi. Namun, kemudahan akses informasi sering kali diiringi dengan berbagai distraksi yang mengganggu fokus. Notifikasi media sosial, pesan instan, hingga konten hiburan dapat menurunkan kualitas konsentrasi saat belajar. Agar proses belajar tetap efektif, berikut beberapa kiat yang dapat diterapkan untuk meningkatkan konsentrasi belajar di era digital.

1. Ciptakan Lingkungan Belajar yang Kondusif

Lingkungan belajar memiliki pengaruh besar terhadap konsentrasi. Pilih tempat yang tenang, nyaman, dan memiliki pencahayaan yang cukup. Jauhkan barang-barang yang berpotensi mengganggu fokus, seperti televisi atau ponsel yang tidak berkaitan dengan kegiatan belajar. Jika memungkinkan, gunakan meja khusus belajar agar otak terbiasa mengenali suasana fokus.

2. Atur Waktu Belajar Secara Terstruktur

Mengatur waktu belajar dengan baik dapat membantu menjaga fokus. Gunakan metode seperti Pomodoro, yaitu belajar selama 25 menit lalu istirahat 5 menit. Pola ini membantu otak tetap segar dan mencegah rasa jenuh. Dengan waktu yang terstruktur, belajar menjadi lebih efektif dibandingkan belajar tanpa batas waktu yang jelas.

3. Tentukan Tujuan Belajar yang Jelas

Sebelum mulai belajar, tentukan tujuan yang ingin dicapai. Misalnya, memahami satu bab materi atau menyelesaikan beberapa soal latihan. Tujuan yang jelas membantu otak lebih fokus dan mengurangi kecenderungan untuk membuka hal lain di luar kebutuhan belajar. Menuliskan target belajar juga dapat meningkatkan motivasi.

4. Gunakan Teknologi Secara Bijak

Teknologi seharusnya menjadi alat pendukung, bukan sumber gangguan. Manfaatkan aplikasi belajar, video edukasi, atau platform diskusi akademik untuk menunjang pemahaman materi. Batasi penggunaan media sosial saat jam belajar dan manfaatkan fitur pengatur waktu layar agar penggunaan gawai lebih terkendali.

5. Kelola Distraksi Digital

Notifikasi yang terus muncul dapat memecah konsentrasi. Aktifkan mode senyap atau do not disturb saat belajar. Tutup aplikasi yang tidak diperlukan dan fokus pada satu tugas dalam satu waktu. Menghindari multitasking dapat membantu otak bekerja lebih optimal dan meningkatkan daya serap materi.

6. Jaga Kondisi Fisik dan Mental

Konsentrasi belajar sangat dipengaruhi oleh kondisi tubuh dan pikiran. Pastikan tidur cukup, makan teratur, dan minum air putih yang cukup. Lakukan peregangan ringan atau berjalan sebentar saat istirahat agar tubuh dan pikiran kembali segar. Kesehatan mental yang terjaga juga membantu fokus belajar lebih stabil.

7. Lakukan Evaluasi dan Refleksi

Setelah selesai belajar, luangkan waktu untuk mengevaluasi proses belajar yang telah dilakukan. Perhatikan metode mana yang paling efektif dan apa saja yang masih perlu diperbaiki. Dengan evaluasi rutin, kamu dapat menemukan pola belajar yang paling sesuai dan meningkatkan konsentrasi secara bertahap.

Dengan menerapkan kiat-kiat di atas secara konsisten, konsentrasi belajar di era digital dapat ditingkatkan. Meski tantangan distraksi tidak bisa dihindari sepenuhnya, pengelolaan yang tepat akan membuat proses belajar menjadi lebih fokus, efektif, dan bermakna.

Inilah Sejarah dan Makna Pohon Natal

Inilah Sejarah dan Makna Pohon Natal (Photo by Jacob Dyer)

Setiap bulan Desember, pohon Natal menjadi salah satu simbol yang paling mudah dikenali dalam perayaan Natal. Pohon yang dihiasi lampu, ornamen berwarna-warni, serta bintang di puncaknya ini bukan sekadar dekorasi, melainkan memiliki makna mendalam yang sarat dengan nilai spiritual, sejarah, dan pesan kehidupan. Bagi umat Kristiani, pohon Natal menjadi simbol pengharapan, kasih, dan kehidupan baru yang dibawa oleh kelahiran Yesus Kristus. Civitas INSTIKI, yuk mengenal lebih dalam pohon penuh sejarah hingga makna!

Sejarah dan Asal Usul Pohon Natal

Jauh sebelum agama Kristen dikenal, pohon Natal telah memiliki tempat dalam tradisi masyarakat Eropa kuno. Di wilayah Jerman dan Skandinavia, pohon cemara digunakan sebagai simbol kehidupan abadi dan harapan akan datangnya musim semi. Di tengah musim dingin yang panjang, gelap, dan dingin, pohon cemara yang tetap hijau dianggap melambangkan kekuatan hidup yang tidak pernah padam.

Seiring menyebarnya agama Kristen ke wilayah tersebut, tradisi ini kemudian mengalami proses adaptasi. Salah satu kisah yang terkenal menyebutkan Martin Luther, seorang reformis Jerman pada abad ke-16, sebagai tokoh yang memperkenalkan pohon Natal dengan lilin-lilin kecil. Lilin tersebut melambangkan bintang-bintang yang bersinar di langit malam, sekaligus menjadi simbol terang dalam kegelapan.

Selain itu, legenda Santo Bonifasius turut memperkuat penggunaan pohon cemara dalam tradisi Kristen. Ia menggantikan pohon ek yang sebelumnya digunakan dalam ritual pagan dengan pohon cemara, yang kemudian dimaknai sebagai simbol Kristus dan kehidupan baru. Memasuki abad ke-18, tradisi pohon Natal mulai menyebar ke berbagai negara di Eropa dan menjadi bagian dari perayaan keluarga. Popularitasnya semakin meningkat pada abad ke-19 setelah diperkenalkan oleh Ratu Victoria dan Pangeran Albert dari Inggris. Sejak saat itu, tradisi menghias pohon Natal menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Amerika Serikat, dengan sentuhan dekorasi modern seperti lampu listrik, ornamen kaca, dan berbagai hiasan lainnya.

Makna Pohon Natal

Pohon Natal bukan sekadar hiasan, melainkan simbol iman dan kehidupan. Bentuknya yang menjulang melambangkan hubungan manusia dengan Tuhan, sementara warna hijau melambangkan kehidupan yang kekal. Lampu atau lilin pada Pohon Natal melambangkan terang Kristus yang mengusir kegelapan. Bintang di puncaknya merepresentasikan Bintang Betlehem yang menuntun orang-orang bijak menuju kelahiran Yesus.

Di era modern, Pohon Natal juga menjadi simbol kebersamaan, cinta, dan sukacita. Tradisi menghias pohon bersama keluarga menciptakan momen hangat yang mempererat hubungan serta menghadirkan harapan dan kehidupan dalam perayaan Natal. Selamat merayakan Hari Raya Natal. Semoga kasih, damai, dan kebersamaan Natal terus hidup dan menginspirasi dalam kehidupan sehari-hari.

Sumber:
History of Christmas Trees - https://www.history.com/articles/history-of-christmas-trees
The Meaning and Importance of Christmas Trees - https://addictionsuk.com/blogs/the-meaning-and-importance-of-christmas-trees/
Menelusuri Asal Usul Pohon Natal, Salah Satu Simbol Ikonik Perayaan Natal - https://mediaindonesia.com/

Grand Final Jegeg Bagus INSTIKI 2025, Cetak Duta Kampus Berprestasi & Berkarakter!

Grand Final Jegeg Bagus INSTIKI 2025, Cetak Duta Kampus Berprestasi & Berkarakter!

Siapakah yang terpilih menjadi Jegeg Bagus INSTIKI selanjutnya? Pertanyaan ini akhirnya terjawab dalam malam puncak Grand Final Pemilihan Jegeg Bagus INSTIKI 2025 yang berlangsung meriah pada Selasa, 16 Desember 2025 di Gedung Ksirarnawa, Kawasan Art Center, Denpasar. Ajang duta kampus yang diselenggarakan oleh Jegeg Bagus INSTIKI ini menjadi titik akhir dari rangkaian seleksi panjang sekaligus awal dari peran baru bagi mahasiswa terpilih sebagai duta kampus INSTIKI.

Pemilihan Jegeg Bagus INSTIKI 2025 mengambil tema “Dharana Dharani” Sakti ring Rasa Sakti ring Raga, yang berfilosofikan keteguhan hati serta tidak goyah oleh segala tantangan. Pemilihan Jegeg Bagus INSTIKI 2025 bertujuan untuk meningkatkan kemampuan, keterampilan, serta kreativitas generasi muda dalam berkarya dengan berlandaskan pengetahuan yang luas dan kebijaksanaan. Kegiatan ini juga menjadi wadah bagi mahasiswa INSTIKI untuk mengembangkan minat, bakat, serta potensi diri, sekaligus membentuk karakter generasi muda yang berkualitas, berkepribadian baik, dan memiliki jati diri yang kuat. Lebih dari sekadar kompetisi, ajang ini menjadi proses pembelajaran yang membentuk kepercayaan diri, etika, serta kepemimpinan para peserta.

Tahun ini, kompetisi diikuti oleh 20 finalis, yang terdiri dari 10 finalis Jegeg dan 10 finalis Bagus. Seluruh finalis telah melalui tahapan pendaftaran, seleksi, penjurian hingga pelatihan yang ketat sebelum akhirnya tampil di panggung grand final. Rangkaian acara dimulai dengan opening ceremony dan sambutan-sambutan, dilanjutkan opening dance para finalis yang memukau penonton. Suasana semakin semarak melalui sesi bebanyolan dan opening number 10 besar finalis, sebelum diumumkannya 5 besar Jegeg dan Bagus INSTIKI 2025.

Pada babak selanjutnyal, para finalis 5 besar mengikuti sesi tanya jawab (Q&A) yang menjadi penentu penilaian. Dalam sesi ini, peserta diuji dari segi wawasan, kecerdasan berpikir, kepekaan sosial, serta kemampuan berkomunikasi secara lugas dan percaya diri. Setelah melalui proses penilaian oleh dewan juri, diumumkan 3 besar finalis, dilanjutkan dengan penyerahan apresiasi prestasi dan parade 3 besar Jegeg Bagus INSTIKI 2025. Setelah melalui tahapan tersebut, inilah Jegeg Bagus INSTIKI 2025 terpilih:

Ni Kadek Putri Danantari (Winner Jegeg INSTIKI 2025)

Rama Yuwan Wicaksono (Winner Bagus INSTIKI 2025)

Ni Ketut Agustina Mahadewi (Runner Up I Jegeg INSTIKI 2025)

Ida Bagus Yaswananda Manguningrat (Runner Up I Bagus INSTIKI 2025)

Desak Made Anindya Nariswari (Runner Up II Jegeg INSTIKI 2025)

Putu Orlon Putra Santosa (Runner UP II Bagus INSTIKI 2025)

I Putu Doni Arta Wirawan (Bagus Best Sosial Media INSTIKI 2025)

Putu Rastra Cita Dewi Pande (Jegeg Best Sosial Media INSTIKI 2025)

I Made Dio Kartiana Putra (Bagus Berbakat INSTIKI 2025)

Ni Made Diana Devi (Jegeg Berbakat INSTIKI 2025)

NI Nyoman Anggun Wulan Mahayani (Jegeg Favorit INSTIKI 2025)

I Putu Evan Purnawan (Bagus Favorit INSTIKI 2025)

I Gusti Ayu Putu Wahyu Diantari (Jegeg Intelegensia INSTIKI 2025)

Kadek Eurel Bintang Yowana (Bagus Intelegensia INSTIKI 2025)

Acara ditutup dengan pengumuman juara, penyematan selempang, dan first catwalk Jegeg Bagus INSTIKI 2025 yang menandai dimulainya peran baru para pemenang sebagai duta kampus INSTIKI. Melalui Grand Final Pemilihan Jegeg Bagus INSTIKI 2025, INSTIKI kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, kepemimpinan, dan kepedulian sosial. Para Jegeg Bagus terpilih diharapkan mampu mengemban amanah dengan penuh dedikasi serta menjadi inspirasi bagi seluruh civitas akademika INSTIKI.

Dorong Kualitas, DRPMI INSTIKI Gelar Workshop Strategi Penyusunan Proposal Penelitian & PKM Hibah Kemdiktisaintek 2026

Dorong Kualitas, DRPMI INSTIKI Gelar Workshop Strategi Penyusunan Proposal Penelitian & PKM Hibah Kemdiktisaintek 2026

Direktorat Riset, Pengabdian Masyarakat, dan Inovasi (DRPMI) Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia (INSTIKI) menyelenggarakan kegiatan Workshop Strategi Penyusunan Proposal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Hibah Kemdiktisaintek Tahun 2026. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 18 Desember 2025, bertempat di Aula INSTIKI, dan diikuti oleh dosen-dosen dari berbagai program studi di lingkungan kampus INSTIKI – kampus IT, bisnis, dan desain terbaik di Bali dan Nusa Tenggara.

Workshop ini diselenggarakan sebagai upaya strategis untuk meningkatkan kualitas serta kuantitas proposal penelitian dan pengabdian kepada masyarakat oleh dosen INSTIKI dalam skema hibah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Kegiatan diawali dengan agenda pembukaan dan sambutan, dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi inti yang disampaikan oleh dua narasumber berpengalaman di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Narasumber pertama, Prof. Dr. I Wayan Edi Arsawan, SE., MM., CHRMP., hadir sebagai pemateri strategi penyusunan proposal penelitian hibah Kemdiktisaintek. Dalam paparannya, Beliau menjelaskan secara komprehensif terkait kebijakan terbaru hibah penelitian, struktur proposal yang ideal, hingga strategi meningkatkan novelty dan relevansi penelitian agar sesuai dengan roadmap nasional dan kebutuhan masyarakat.

Sesi berikutnya dilanjutkan oleh narasumber kedua, Dr. Ida Bagus Putu Mardana, M.Si., yang membahas secara khusus strategi penyusunan proposal Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) hibah KEMDIKTISAINTEK. Dalam sesi ini, Beliau mengulas strategi penyusunan, perumusan solusi yang aplikatif, serta keberlanjutan program pengabdian kepada masyarakat. Dr. Ida Bagus Putu Mardana, M.Si juga memberikan contoh praktik baik penyusunan proposal PKM yang berorientasi pada dampak nyata dan pemberdayaan masyarakat. Antusiasme peserta terlihat dari sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung aktif. Para dosen memanfaatkan kesempatan ini untuk berkonsultasi langsung terkait ide penelitian dan pengabdian yang sedang atau akan mereka kembangkan. Diskusi ini menjadi ruang berbagi pengalaman sekaligus memperkaya wawasan peserta dalam menyusun proposal yang kompetitif.

Melalui workshop ini, INSTIKI menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan budaya riset dan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan kampus. Diharapkan, hasil dari kegiatan ini mampu mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas proposal dosen INSTIKI yang lolos hibah Kemdiktisaintek Tahun 2026, sehingga dapat berkontribusi lebih maksimal bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat masyarakat luas dengan terus menggaungkan semangat “menjadi dan memberi.”

3 Aplikasi Editing Gratis untuk TikTok, Reels, dan Shorts di HP

Di tengah tren konten video pendek yang menghiasi Instagram Reels, TikTok, dan YouTube Shorts, aktivitas mengedit video kini menjadi bagian dari keseharian banyak orang, baik untuk hiburan, personal branding, hingga kebutuhan profesional. Kabar baiknya, proses editing tidak lagi harus dilakukan dengan perangkat rumit atau software mahal. Cukup bermodalkan smartphone, siapa pun bisa mengolah video agar tampil lebih menarik dan kekinian. Berbagai aplikasi editing hadir dengan versi gratis yang cukup fungsional, meski tetap memiliki batasan tertentu. Karena itu, penting untuk mengetahui aplikasi mana yang paling sesuai dengan kebutuhan, termasuk memahami fitur gratis dan berbayar yang ditawarkan.

CapCut

CapCut adalah salah satu aplikasi editing video paling populer untuk konten pendek, terutama di TikTok dan Reels. Aplikasi CapCut menawarkan banyak fitur yang dapat digunakan secara gratis oleh pengguna. Namun, aplikasi ini juga menawarkan fitur berbayar (Pro/Subscription) dengan akses paket efek tambahan, transisi premium, aset suara premium, serta cloud storage dan beberapa alat AI tingkat lanjut. Aplikasi ini memiliki segudang kelebihan. Kelebihan utamanya meliputi sebagai berikut:

  • Antarmuka ramah pengguna, cocok pemula hingga menengah.

  • Fitur editing dasar lengkap: trim, split, crop, teks, stiker, transisi, speed controls.

  • Template preset, efek kekinian, dan musik bebas hak cipta siap pakai.

  • Auto caption dan pengaturan rasio video cepat untuk TikTok/Reels/Shorts.

VN Video Editor

VN (VlogNow) menonjol karena menawarkan sistem editing dengan multi-track timeline, animasi keyframe, serta kontrol detail layaknya software di komputer, tapi tetap di HP. Hampir seluruh fitur yang dibutuhkan untuk editing sosial media tersedia tanpa biaya dan tanpa watermark. VN dikenal cukup generous, banyak versi gratisnya tak banyak fitur yang dikunci. Namun beberapa paket materi aset atau materi tambahan tertentu bisa berupa pembelian atau in-app content. Kelebihan utama aplikasi ini yaitu sebagai berikut:

  • Multi-layer editing & kontrol audio/video detail.

  • Keyframe untuk efek dinamis & animasi.

  • Tidak ada watermark pada hasil video di versi gratis.

  • Fitur color grading, transisi, speed curve, stiker, dan banyak preset filter.

InShot

InShot cocok buat kreator yang ingin editing cepat dengan kontrol dasar, terutama untuk Reels dan TikTok tanpa ribet. Aplikasi ini menawarkan semua fitur dasar bisa dipakai tanpa biaya. Kelebihan utama dari aplikasi ini yaitu sebagai berikut:

  • Mudah digunakan, interface simpel.

  • Fitur dasar seperti cut, speed, music, teks, efek overlay.

  • Pilihan rasio video untuk berbagai platform.

Memilih aplikasi editing video untuk Reels, TikTok, dan Shorts di HP sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan gaya konten yang ingin dibuat. Meski tidak ada aplikasi yang benar-benar gratis tanpa batasan, fitur gratis dari CapCut, VN Video Editor, dan InShot sudah mumpuni untuk menghasilkan konten yang kreatif, rapi, dan relevan dengan tren saat ini. Dengan pemanfaatan tools yang tepat, kreativitas bisa terus berkembang tanpa harus bergantung pada perangkat mahal. Gimana civitas INSTIKI – kampus IT, bisnis, dan desain terbaik di Bali dan Nusa Tenggara, kamu lebih suka menggunakan aplikasi yang mana nih?

Cara Mengembangkan Soft Skill Mahasiswa Secara Efektif

Cara Mengembangkan Soft Skill Mahasiswa Secara Efektif

Di dunia perkuliahan saat ini, nilai akademik saja sudah tidak cukup. Mahasiswa juga perlu membekali diri dengan soft skill agar lebih siap menghadapi dunia kerja dan kehidupan profesional. Soft skill seperti komunikasi, kerja tim, manajemen waktu, dan kemampuan beradaptasi sangat dibutuhkan di berbagai bidang. Kabar baiknya, soft skill bisa dilatih sejak dini dengan cara yang cukup sederhana dan realistis.

Aktif di Organisasi dan Kegiatan Kampus

Mengikuti organisasi kampus adalah salah satu cara paling efektif untuk melatih soft skill. Di sini, mahasiswa akan bertemu banyak orang dengan karakter yang berbeda dan belajar bekerja sama dalam satu tujuan.

Beberapa manfaat yang bisa dirasakan:

  • Melatih kemampuan kepemimpinan dan tanggung jawab

  • Meningkatkan komunikasi dan rasa percaya diri

  • Terbiasa bekerja dengan deadline

  • Belajar menyelesaikan masalah dan konflik

Biasakan Melatih Kemampuan Komunikasi

Kemampuan komunikasi yang baik tidak hanya soal bisa berbicara di depan umum, tapi juga soal menyampaikan ide dengan jelas dan sopan. Hal ini bisa dilatih lewat aktivitas sehari-hari di kampus.

Cara sederhana yang bisa dilakukan:

  • Aktif berdiskusi dan bertanya di kelas

  • Berlatih presentasi, meski hanya di depan teman

  • Belajar menulis laporan atau tugas dengan bahasa yang rapi

  • Melatih cara menyampaikan pendapat tanpa menyinggung orang lain

Atur Waktu dengan Lebih Disiplin

Manajemen waktu adalah soft skill penting yang sering dianggap sepele. Padahal, kemampuan mengatur waktu sangat berpengaruh pada produktivitas dan kesehatan mental mahasiswa.

Beberapa langkah yang bisa dicoba:

  • Membuat daftar tugas harian atau mingguan

  • Menentukan prioritas tugas

  • Mengurangi kebiasaan menunda pekerjaan

  • Mengatur waktu belajar, organisasi, dan istirahat secara seimbang

Belajar Kerja Tim dan Berkolaborasi

Tugas kelompok sering kali dianggap merepotkan, padahal di situlah soft skill banyak diasah. Kerja sama tim mengajarkan mahasiswa untuk saling menghargai dan bertanggung jawab.

Hal yang perlu dilatih dalam kerja tim:

  • Mendengarkan pendapat anggota lain

  • Menghargai perbedaan sudut pandang

  • Berani memberi dan menerima kritik

  • Menyelesaikan masalah dengan kepala dingin

Ikut Seminar, Pelatihan, dan Kursus Online

Saat ini, banyak seminar dan kursus online yang fokus pada pengembangan soft skill. Mahasiswa bisa memanfaatkannya sebagai tambahan ilmu di luar kelas.

Soft skill yang bisa dipelajari:

  • Public speaking

  • Leadership dan manajemen tim

  • Problem solving dan berpikir kritis

  • Kecerdasan emosional

Bangun Relasi dan Cari Mentor

Membangun relasi sejak mahasiswa sangat penting untuk pengembangan diri dan karier ke depan. Mentor bisa berasal dari dosen, kakak tingkat, atau alumni.

Manfaat yang bisa didapat:

  • Mendapat gambaran dunia kerja

  • Belajar sikap profesional

  • Mendapat masukan untuk pengembangan diri

  • Membuka peluang magang dan karier

Mengembangkan soft skill bukan sesuatu yang instan, tapi bisa dilakukan secara bertahap selama kuliah. Dengan aktif berkegiatan, melatih komunikasi, mengatur waktu, belajar kerja tim, mengikuti pelatihan, dan membangun relasi, mahasiswa akan memiliki bekal yang kuat untuk masa depan. Mulai dari hal kecil dan lakukan secara konsisten, karena soft skill yang baik akan sangat membantu saat terjun ke dunia kerja maupun kehidupan sehari-hari.