Gali Makna Hidup & Karier, INSTIKI Nihon Bunka Hadirkan Seminar Nasional Ikigai for the Future

Gali Makna Hidup & Karier, INSTIKI Nihon Bunka Hadirkan Seminar Nasional Ikigai for the Future

UKM INSTIKI Nihon Bunka sukses menyelenggarakan kegiatan Seminar Nasional X Expo INSTIKI Nihon Bunka bertajuk “Ikigai for the Future: Seni Menemukan Tujuan Hidup di Tengah Dunia yang Terus Berubah” pada Minggu, 28 Desember 2025, bertempat di Aula Kampus Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia (INSTIKI). Kegiatan ini menjadi salah satu agenda unggulan UKM INSTIKI Nihon Bunka yang mengemas pembelajaran filosofi hidup, pengembangan diri, dan kreativitas mahasiswa dalam satu acara yang seru, edukatif, dan inspiratif.

Mengangkat konsep Ikigai, filosofi hidup masyarakat Jepang, seminar ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam kepada peserta mengenai pentingnya menemukan keseimbangan antara minat, kemampuan, kebutuhan masyarakat, dan tujuan hidup sebagai fondasi dalam membangun karier yang berkelanjutan dan bermakna. Seminar nasional ini menghadirkan I Wayan Aristana, S.S., seorang narasumber profesional yang berpengalaman dalam bidang pengembangan diri, budaya Jepang, serta pengembangan karier. Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan konsep dasar Ikigai dan bagaimana filosofi tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan modern, khususnya bagi generasi muda yang tengah menghadapi tantangan globalisasi dan persaingan dunia kerja. Selain itu, peserta juga diajak memahami etos kerja masyarakat Jepang yang dikenal disiplin, konsisten, dan berorientasi pada kualitas, serta relevansinya dengan tuntutan profesional saat ini.

Materi yang disampaikan mencakup cara mengenali potensi diri, menyelaraskan nilai hidup dengan pilihan karier, serta membangun motivasi dan strategi pengembangan diri yang berkelanjutan. Kegiatan seminar berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab, sehingga peserta dapat berpartisipasi aktif, berbagi pandangan, serta memperoleh pemahaman yang lebih kontekstual sesuai dengan realitas yang mereka hadapi.

Selain seminar, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan Expo Karya Mahasiswa UKM INSTIKI Nihon Bunka. Expo ini menampilkan berbagai karya seni dan budaya yang terinspirasi dari Jepang sebagai bentuk implementasi nilai kreativitas, eksplorasi diri, dan pemaknaan Ikigai dalam karya nyata. Pameran ini bertujuan menjadi wadah apresiasi karya mahasiswa, menumbuhkan semangat berkarya dan inovasi, meningkatkan rasa percaya diri, serta melatih kemampuan presentasi karya di hadapan publik. Peserta expo terdiri dari mahasiswa anggota UKM INSTIKI Nihon Bunka yang menampilkan hasil kreativitas terbaik mereka.

Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 08.00 WITA hingga selesai dan mendapat antusiasme tinggi dari peserta. Melalui Seminar Nasional X Expo INSTIKI Nihon Bunka “Ikigai for the Future”, diharapkan peserta tidak hanya memperoleh wawasan teoretis, tetapi juga mampu menerapkan nilai Ikigai dalam kehidupan sehari-hari, menentukan arah karier yang sesuai dengan potensi diri, serta menumbuhkan semangat kolaborasi dan kreativitas di lingkungan akademik.

Jadi Ruang Kebersamaan, FPK-KEMAHKRIS INSTIKI Rayakan Natal Bersama!

Jadi Ruang Kebersamaan, FPK-KEMAHKRIS INSTIKI Rayakan Natal Bersama!

Dalam semangat kasih dan kebersamaan Natal, UKM FPK-KEMAHKRIS Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia (INSTIKI) menyelenggarakan kegiatan Natal Bersama bertajuk “Shine Together: Bersinar dalam Kasih” pada Sabtu, 27 Desember 2025, bertempat di Aula INSTIKI. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa Kristen Protestan dan Kristen Katolik INSTIKI untuk merayakan kelahiran Sang Juru Selamat, Yesus Kristus, dalam suasana penuh sukacita, kehangatan, dan persaudaraan.

Natal merupakan peringatan lahirnya Yesus Kristus yang setiap tahunnya dirayakan oleh seluruh umat Kristiani di seluruh dunia. Sejalan dengan makna tersebut, FPK-KEMAHKRIS sebagai wadah pembinaan kerohanian mahasiswa Kristen di INSTIKI turut bersukacita dengan menggelar Natal Bersama sebagai bentuk ungkapan iman, rasa syukur, serta wujud nyata kebersamaan di lingkungan kampus INSTIKI.

Kegiatan Natal Bersama ini memiliki beberapa tujuan utama. Pertama, mendorong partisipasi dan keterlibatan aktif mahasiswa Kristen Protestan dan Kristen Katolik INSTIKI dalam momen berbagi kebahagiaan Natal. Kedua, mempererat tali persaudaraan dan kebersamaan antar sesama mahasiswa lintas denominasi Kristen di lingkungan kampus. Ketiga, menyampaikan pesan kebahagiaan dan penuh harapan melalui tema “Shine Together”, yang mengajak seluruh mahasiswa untuk terus bersinar dalam kasih, iman, dan perbuatan nyata. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan memperkenalkan kampus INSTIKI kepada masyarakat luas serta sebagai bentuk pemenuhan program kerja UKM FPK-KEMAHKRIS tahun 2025.

Rangkaian kegiatan Natal Bersama dilaksanakan dalam dua sesi ibadah yang disesuaikan dengan latar belakang denominasi peserta. Ibadah Natal Katolik dilaksanakan pada pagi hari pukul 09.00 WITA, dipimpin oleh Romo RD. Firgianus Botu. Sementara itu, ibadah Natal Protestan dilaksanakan pada sore hari pukul 17.00 WITA, dipimpin oleh Pendeta Eben Matalu, M.Th. Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada ibadah, tetapi juga menjadi ruang refleksi dan kebersamaan bagi mahasiswa/i INSTIKI. Di tengah hiruk-pikuk aktivitas akademik dan kehidupan kampus, Natal Bersama menjadi momen berharga untuk sejenak melepaskan stres, bersantai, serta membangun relasi yang lebih hangat antar sesama mahasiswa. Suasana penuh sukacita, kebersamaan, dan toleransi yang tercipta diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan pribadi, spiritual, dan akademis mahasiswa.

Melalui kegiatan Natal Bersama “Shine Together: Bersinar dalam Kasih”, UKM FPK-KEMAHKRIS INSTIKI berharap nilai-nilai kasih, persaudaraan, dan pengharapan Natal dapat terus hidup dan diwujudkan dalam kehidupan kampus sehari-hari. Dengan semangat menjadi dan memberi, mahasiswa diharapkan mampu menjadi pribadi yang membawa dampak positif, tidak hanya di lingkungan kampus, tetapi juga di tengah masyarakat luas.

“Collaboration in Organizing Sahabat Global Outreach Bali 2025” Sukses Digelar!

“Collaboration in Organizing Sahabat Global Outreach Bali 2025” Sukses Digelar!

Kegiatan “Collaboration in Organizing Sahabat Global Outreach Bali 2025” sukses digelar di kampus Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia (INSTIKI) pada 26 Desember 2025. Kegiatan ini dikemas dalam bentuk studi banding, yang berfokus pada pertukaran pengetahuan dan pengalaman mengenai peran serta fungsi PIK-M di lingkungan kampus INSTIKI serta program Duta Generasi Berencana (GenRe).

Kegiatan ini melibatkan total 50 peserta, yang terdiri dari 17 orang anggota Kelab Kafeteen Malaysia, 20 orang perwakilan UKM PIK-M Janadi Sahwahita INSTIKI, serta 13 Finalis Duta GenRe INSTIKI. Selain itu, kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (AP2KB), Forum GenRe Bali, serta Forum GenRe Kota Denpasar, yang memberikan dukungan serta penguatan materi dalam diskusi yang berlangsung. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan dapat memahami secara komprehensif bagaimana PIK-M dan Duta GenRe berkontribusi dalam pembinaan remaja dan mahasiswa, khususnya dalam isu-isu kependudukan, kesehatan reproduksi, perencanaan kehidupan berkeluarga, serta pengembangan karakter generasi muda.

Selama kegiatan, peserta mendapatkan pemaparan materi oleh PIK-M Janadi Sahwahita INSTIKI, mulai dari program kerja unggulan, serta peran strategis PIK-M dalam menciptakan mahasiswa yang berdaya, berwawasan, dan peduli terhadap isu-isu sosial. Kegiatan ini juga diisi dengan pemaparan materi oleh Kelab Sahabat Kafeteen Malaysia, serta sesi diskusi interaktif dan sharing session antara peserta dari Indonesia dan Malaysia. Melalui sesi ini, peserta saling bertukar pandangan mengenai tantangan remaja di era modern, peran organisasi kepemudaan dalam membangun karakter generasi muda, serta peluang kolaborasi lintas negara di masa mendatang. Suasana diskusi berlangsung hangat dan penuh antusiasme, mencerminkan semangat persahabatan dan kerja sama internasional.

Melalui terselenggaranya Collaboration in Organizing Sahabat Global Outreach Bali 2025, UKM PIK-M Janadi Sahwahita berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam memperkuat jejaring internasional, khususnya dalam bidang kepemudaan dan edukasi. Kegiatan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan semangat kolaborasi, toleransi, dan saling menghargai antarbangsa, serta memperkuat peran mahasiswa sebagai generasi penerus yang berwawasan global dan berkarakter.

Student Exchange ke Malaysia? Bisa! INSTIKI Resmi Jalin Kerja Sama dengan 7 Universitas di Malaysia!

Student Exchange ke Malaysia? Bisa! INSTIKI Resmi Jalin Kerja Sama dengan 7 Universitas di Malaysia!

Kesempatan merasakan atmosfer perkuliahan internasional di luar negeri kini bukan lagi sekadar impian bagi mahasiswa Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia (INSTIKI). Komitmen INSTIKI dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan memperluas jejaring global diwujudkan melalui kerja sama internasional dengan tujuh universitas ternama di Malaysia. Langkah strategis ini membuka peluang luas bagi mahasiswa INSTIKI untuk merasakan pengalaman kuliah di luar negeri sekaligus memperkaya wawasan akademik, memperluas jejaring internasional, serta meningkatkan daya saing lulusan di tingkat global.

Kerja sama internasional ini ditandai melalui rangkaian kunjungan resmi sekaligus penandatanganan kerja sama oleh jajaran pimpinan INSTIKI bersama 23 perguruan tinggi di Indonesia dalam agenda APTIKOM Campus Visit ke Malaysia pada 16–20 Desember 2025. Jajaran pimpinan INSTIKI tersebut meliputi Dr. Ir. Aniek Suryanti Kusuma, M.Kom selaku Wakil Rektor I, Dr. Ayu Gede Willdahlia, S.E., M.M selaku Wakil Rektor III, serta I Wayan Sudiarsa, S.T., M.Kom selaku Kepala Departemen Marketing dan Kerja Sama INSTIKI. Selama kunjungan berlangsung, jajaran pimpinan kampus INSTIKI mengunjungi tujuh perguruan tinggi kenamaan di Malaysia dan satu perusahaan pengembang teknologi berbasis kecerdasan buatan guna membangun dan memperkuat kolaborasi internasional.

Adapun tujuh universitas mitra di Malaysia meliputi Raffles University, Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM), Universiti Teknologi Malaysia (UTM), INTI International University & College, University College TATI (UC TATI), UCSI University, serta Universiti Kebangsaan Malaysia. Selain itu, INSTIKI juga menjalin kerja sama dengan Centre for AI, Blockchain & Advanced Research (Cabar AI), sebuah perusahaan pengembang artificial intelligence yang berfokus pada riset dan inovasi teknologi masa depan.

Melalui kerja sama ini, INSTIKI membuka berbagai peluang kegiatan akademik dan non-akademik yang sangat menarik bagi mahasiswa. Beberapa program unggulan yang dicanangkan antara lain pertukaran mahasiswa selama satu semester di INTI International University, program SIT IN atau mengikuti perkuliahan langsung di UTHM dan Raffles University selama satu minggu. Program pertukaran mahasiswa dan SIT IN ini memberikan pengalaman belajar lintas budaya sekaligus memperluas wawasan global mahasiswa INSTIKI. Tak hanya bagi mahasiswa, kerja sama ini juga menghadirkan peluang kolaborasi publikasi ilmiah antara dosen INSTIKI dengan akademisi dari INTI University dan UCSI University. Selain itu, terdapat kesempatan bagi civitas akademika INSTIKI untuk bergabung dalam konferensi internasional bersama UTHM serta kolaborasi riset bersama Cabar AI.

I Wayan Sudiarsa, S.T., M.Kom selaku Kepala Departemen Marketing dan Kerja Sama INSTIKI menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah besar bagi INSTIKI untuk menuju kampus berkelas internasional. “Ini merupakan peluang besar untuk INSTIKI go international, sekaligus peluang besar bagi mahasiswa INSTIKI yang ingin merasakan bagaimana rasanya kuliah di luar negeri. Kerja sama ini juga sangat mendukung program riset dan pengabdian kepada masyarakat INSTIKI agar dapat berkolaborasi dengan perguruan tinggi di Malaysia,” ujarnya.

Melalui langkah strategis ini, INSTIKI terus membuka jalan bagi mahasiswanya untuk melangkah lebih jauh, berani bermimpi besar, dan meraih pengalaman akademik kelas dunia sebagai bekal menuju masa depan yang gemilang. Dengan ini, INSTIKI terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan yang berdaya saing global, berwawasan internasional, serta siap menghadapi tantangan dunia kerja di era globalisasi. Bagi mahasiswa INSTIKI, inilah kesempatan untuk memanfaatkan peluang emas dan melangkah lebih jauh menuju pengalaman akademik kelas dunia.

Workshop BMC 2025: Asah Strategi Bisnis Mahasiswa Bisnis Digital INSTIKI

Workshop BMC 2025: Asah Strategi Bisnis Mahasiswa Bisnis Digital INSTIKI

Himpunan Mahasiswa Bisnis Digital Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia (INSTIKI) – kampus bisnis terbaik di Bali dan Nusa Tenggara sukses menyelenggarakan Workshop Business Model Canvas (BMC) Tahun 2025 pada 20 Desember 2025 bertempat di Aula INSTIKI. Kegiatan ini diikuti oleh 196 peserta yang terdiri dari mahasiswa dengan antusiasme tinggi untuk mengembangkan ide bisnis yang terstruktur, inovatif, dan siap diterapkan di pasar nyata.

Workshop BMC 2025 diselenggarakan dengan tujuan utama untuk mengasah kemampuan peserta dalam merancang strategi bisnis secara sistematis, logis, dan inovatif. Selain itu, workshop ini juga berfokus pada validasi kelayakan ide bisnis, sehingga gagasan yang dimiliki mahasiswa tidak hanya menarik secara konsep, tetapi juga realistis dan berpotensi untuk dijalankan di dunia usaha sesungguhnya.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber I Putu Hendika Permana, S.Kom., M.M., seorang akademisi dan praktisi yang berpengalaman di bidang bisnis dan manajemen. Dalam pemaparannya, Beliau menekankan pentingnya perencanaan bisnis yang matang sebagai fondasi utama dalam membangun usaha. Hal tersebut sejalan dengan kutipan terkenal dari Benjamin Franklin, “If you fail to plan, you are planning to fail”, yang menjadi pengingat bahwa kegagalan sering kali berawal dari kurangnya perencanaan yang baik.

Materi utama dalam workshop ini membahas secara mendalam penggunaan Business Model Canvas (BMC) sebagai kerangka strategis dalam merancang ide bisnis. BMC terdiri dari sembilan elemen kunci, yaitu Key Resources, Value Propositions, Channels, Customer Relationship, Revenue Streams, Key Activities, Customer Segments (Clients), Key Partners, dan Cost Structure. Kesembilan elemen ini dijelaskan secara runtut dan aplikatif, sehingga peserta mampu memahami hubungan antar komponen bisnis dan menuangkannya dalam model bisnis yang utuh. Selain pemaparan materi, sesi tanya jawab dan diskusi interaktif menjadi salah satu bagian yang paling diminati peserta. Peserta juga diajak untuk menikmati proses bisnis dan tetap konsisten agar mampu menghadapi rasa malas, tantangan penurunan modal, serta dinamika dunia usaha yang tidak selalu berjalan mulus.

Sebagai puncak kegiatan, workshop ini juga menghadirkan kompetisi ide bisnis yang diikuti oleh peserta. Dari hasil penilaian, terpilih tiga tim terbaik sebagai pemenang. Juara I diraih oleh tim Elite Squad dengan judul bisnis Bali Eco Fashion, beranggotakan Ni Kadek Mika Seri Mahayani, Ni Komang Sri Wardani, Ni Kadek Oktavia Dewi, Stefani Claudia Inurti Keli, dan Ni Ketut Widi Laksmi Dewi. Juara II diraih oleh tim Up Next dengan judul bisnis Aplikasi Keuangan yang beranggotakan Ni Kadek Mika Seri Mahayani, Ni Komang Sri Wardani, Ni Kadek Oktavia Dewi, Stefani Claudia Inurti Keli, dan Ni Ketut Widi Laksmi Dewi. Sementara itu, Juara III diraih oleh tim Ancikara dengan judul bisnis Browchi, yang beranggotakan Ni Made Cindy Damayanti, Rizca Putri Kamilia, Marsya Jelita Riandra Dethan, Ni Putu Kireina Axelia Trianti, dan Desak Gede Anindya Nariswari.

Melalui Workshop BMC 2025, Himpunan Mahasiswa Bisnis Digital INSTIKI berharap mahasiswa Bisnis Digital INSTIKI mampu mengembangkan pola pikir kewirausahaan, meningkatkan kemampuan analisis bisnis, serta menciptakan ide-ide usaha yang siap bersaing dan berkelanjutan di masa depan.

Seminar “Antara Nafsu dan Nalar”: Edukasi Kesehatan Mental & Seksual di Era Modern

Seminar “Antara Nafsu dan Nalar”: Edukasi Kesehatan Mental & Seksual di Era Modern

Dalam upaya meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya kesehatan mental dan pemahaman seksual yang sehat, KSR PMI Unit Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia (INSTIKI) menyelenggarakan Seminar Regional bertajuk “Antara Nafsu dan Nalar: Menjaga Kesehatan Mental di Era Gempuran Seksual Modern”. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Kampus INSTIKI dan diikuti oleh mahasiswa serta peserta dari berbagai latar belakang remaja dan komunitas kepemudaan.

Seminar ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai kesehatan mental dan isu seksual modern yang semakin kompleks seiring pesatnya perkembangan teknologi dan informasi. Di era digital saat ini, remaja dihadapkan pada arus informasi yang begitu bebas, termasuk konten seksual yang tidak selalu dibarengi dengan edukasi yang tepat. Kondisi ini berpotensi memengaruhi kesehatan mental, cara berpikir, serta pengambilan keputusan remaja dalam kehidupan sehari-hari. Melalui seminar ini, peserta diajak untuk mampu menyeimbangkan antara dorongan nafsu dan nalar secara bijak dan bertanggung jawab.

Kegiatan seminar dibuka dengan sambutan-sambutan, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi dari dua narasumber. Narasumber pertama adalah I Komang Doni Kurniawan dari KISARA, yang menyampaikan materi seputar kesehatan mental remaja di tengah tantangan seksual modern. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bagaimana paparan media sosial, tekanan lingkungan, serta minimnya literasi seksual dapat memicu kecemasan, stres, hingga krisis identitas pada remaja. Peserta diajak untuk mengenali tanda-tanda gangguan kesehatan mental serta pentingnya membangun kontrol diri, komunikasi yang sehat, dan keberanian untuk mencari bantuan profesional maupun dukungan sosial.

Narasumber kedua, Julia Shandy dari Bali Bersama Bisa, membawakan materi mengenai edukasi seksual yang komprehensif dan berbasis empati. Ia menekankan bahwa edukasi seksual bukanlah hal tabu, melainkan kebutuhan penting untuk melindungi remaja dari risiko perilaku seksual berisiko, kekerasan seksual, serta stigma yang sering muncul di masyarakat. Materi disampaikan secara interaktif sehingga peserta dapat berdiskusi dan menyampaikan pandangan maupun pertanyaan secara terbuka.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan, khususnya saat sesi tanya jawab dan diskusi. Berbagai pertanyaan kritis muncul, mencerminkan kepedulian remaja terhadap isu kesehatan mental dan seksual yang relevan dengan kehidupan mereka saat ini. Melalui penyelenggaraan Seminar Regional ini, KSR PMI Unit INSTIKI berharap peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari serta menjadi pelopor edukasi kesehatan mental dan seksual yang positif di lingkungan masing-masing. Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam menciptakan generasi muda yang sehat secara mental, cerdas secara emosional, dan bertanggung jawab dalam bersikap di era modern.

Beyond the Horizon: Kebersamaan Akhir Tahun Keluarga Besar INSTIKI Sambut 2026

Beyond the Horizon: Kebersamaan Akhir Tahun Keluarga Besar INSTIKI Sambut 2026

Dalam semangat menutup tahun 2025 sekaligus menyambut hadirnya tahun 2026, Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia (INSTIKI) menggelar acara akhir tahun bertajuk “Beyond the Horizon: Semangat Baru dan Prestasi Baru” pada Selasa, 30 Desember 2025 berlokasi di kampus INSTIKI. Kegiatan ini menjadi momentum istimewa yang mengusung makna melampaui batas dan menatap masa depan dengan optimisme dan acara ini menjadi momentum refleksi, apresiasi, serta penguatan kebersamaan seluruh keluarga besar INSTIKI.

Acara ini diikuti oleh keluarga besar INSTIKI, mulai dari tenaga pendidik, tenaga kependidikan, bersama keluarga tercinta yang hadir dengan kompak mengenakan pakaian penuh warna alias colorful. Ragam warna cerah yang dikenakan mencerminkan semangat kebersamaan, keceriaan, serta optimisme dalam menyambut tahun 2026. Rangkaian acara “Beyond the Horizon” diawali dengan sambutan Ni Putu Perina Devi Artini, S.Kom selaku Ketua Panitia yang menyampaikan acara ini diselenggarakan sebagai wadah untuk mempererat kebersamaan dan rasa kekeluargaan di lingkungan kampus INSTIKI. Kehadiran keluarga besar INSTIKI menjadikan acara ini tidak hanya sebagai agenda rutin tiap akhir tahun, tetapi juga sebagai ruang silaturahmi yang sarat kehangatan, keakraban, dan penuh keceriaan. Pada kesempatan tersebut, Ketua Panitia juga menyampaikan ucapan kepada seluruh hadirin, “Selamat Natal dan Tahun Baru 2026.”

Sementara itu, Rektor INSTIKI Dr. I Dewa Made Krishna Muku, S.T., M.T dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur, ucapan terima kasih, dan apresiasi atas kerja keras serta kontribusi seluruh Keluarga Besar INSTIKI yang telah bekerja keras dan memberikan kontribusi luar biasa sepanjang tahun 2025. Dengan digelarnya acara ini, Beliau berharap dapat memperkuat kebersamaan keluarga besar INSTIKI sekaligus terus menggaungkan semangat “menjadi dan memberi” di tahun 2026.

Suasana acara semakin meriah dengan berbagai permainan interaktif. Anak-anak tampak antusias mengikuti Game Tiup Gelas, yang mengundang tawa dan sorak sorai penonton. Tidak kalah seru, tenaga pendidik dan kependidikan INSTIKI berpasangan dalam Game Chemistry, yang menguji kekompakan hingga kerja sama pasangan, keseruan berlanjut dengan Game Divisi secara berkelompok, mulai dari permainan Spelling hingga Ejaan Kata, yang menuntut kekompakan tim dan ketangkasan berpikir. Momentum apresiasi turut mewarnai acara ini melalui penyerahan hadiah pemenang lomba.

Tidak hanya permainan, acara ini juga dimeriahkan dengan penampilan spesial dari Gauri (putri dari salah satu dosen INSTIKI) serta penampilan musik dari UKM Music and Vocal INSTIKI. Salah satu momen yang paling dinanti adalah pembacaan nominasi dan pembagian hadiah Dosen & Staf “Ter”, undian door prize yang menambah antusiasme peserta hingga penghujung kegiatan. Kemeriahan semakin lengkap dengan makan bersama. Acara ini menghadirkan beragam stand makanan, minuman, dan snack yang menggugah selera. Sajian ini menjadi simbol kebersamaan, di mana seluruh keluarga besar INSTIKI menikmati waktu santai sambil berbagi cerita dan tawa. Melalui acara ini, INSTIKI tidak hanya menutup tahun dengan penuh suka cita, tetapi juga meneguhkan komitmen untuk melangkah ke tahun 2026 dengan semangat baru, solidaritas yang kuat, dan tekad meraih prestasi yang lebih membanggakan.

5 Micro Habit Keuangan di Tahun 2026 yang Bisa Mengubah Hidupmu

5 Micro Habit Keuangan di Tahun 2026 yang Bisa Mengubah Hidupmu

Memasuki tahun 2026, pengelolaan keuangan bukan lagi soal strategi besar yang rumit, melainkan kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten. Di tengah meningkatnya biaya hidup, kemudahan transaksi digital, dan gaya hidup serba cepat, micro habit keuangan menjadi kunci agar kondisi finansial tetap sehat dan stabil. Micro habit adalah kebiasaan sederhana yang mudah dilakukan setiap hari, namun berdampak besar dalam jangka panjang. Berikut lima micro habit keuangan di tahun 2026 yang patut kamu terapkan mulai sekarang.

1. Mencatat Pengeluaran Harian, Sekecil Apa Pun

Kebiasaan mencatat pengeluaran sering dianggap sepele, padahal ini adalah fondasi utama keuangan yang sehat. Di tahun 2026, dengan banyaknya aplikasi keuangan digital, mencatat pengeluaran hanya butuh waktu kurang dari satu menit. Mulai dari kopi pagi, parkir, makan siang, hingga langganan aplikasi, semua perlu dicatat. Dengan micro habit ini, kamu akan lebih sadar ke mana uangmu pergi dan bisa mengidentifikasi kebocoran keuangan yang selama ini tidak terasa.

2. Sisihkan Uang Begitu Gajian, Bukan Menunggu Sisa

Micro habit kedua adalah langsung menyisihkan uang untuk tabungan atau investasi di awal, bukan di akhir bulan. Tidak perlu besar, bahkan 5–10% dari penghasilan sudah cukup untuk memulai. Di tahun 2026, fitur auto-debit dan auto-invest semakin mudah digunakan. Dengan kebiasaan kecil ini, menabung tidak lagi terasa berat karena dilakukan otomatis tanpa harus “berniat” setiap bulan.

3. Tunda Belanja Impulsif Selama 24 Jam

Godaan flash sale dan promo instan makin marak di 2026. Salah satu micro habit penting adalah menunda pembelian impulsif selama 24 jam. Jika setelah satu hari barang tersebut masih terasa perlu, barulah beli. Kebiasaan sederhana ini mampu menghemat banyak uang dalam setahun dan melatih kontrol diri dalam mengambil keputusan finansial.

4. Cek Kondisi Keuangan Setiap Minggu

Tidak perlu menunggu akhir bulan, cukup luangkan 10–15 menit setiap minggu untuk mengecek saldo, pengeluaran, dan rencana keuangan. Micro habit ini membantu kamu tetap “melek” terhadap kondisi finansial sendiri. Dengan pengecekan rutin, kamu bisa segera menyesuaikan pengeluaran jika mulai berlebihan, tanpa harus panik di akhir bulan.

5. Tingkatkan Literasi Keuangan Sedikit demi Sedikit

Di tahun 2026, informasi keuangan sangat mudah diakses. Manfaatkan micro habit dengan membaca satu artikel keuangan, menonton satu video edukasi, atau mendengarkan podcast singkat setiap minggu. Tidak perlu langsung paham investasi kompleks, yang penting konsisten menambah wawasan. Sedikit pengetahuan yang dikumpulkan terus-menerus akan membentuk keputusan keuangan yang lebih bijak.

Micro habit keuangan mungkin terlihat kecil dan sederhana, namun dampaknya luar biasa jika dilakukan secara konsisten. Tahun 2026 adalah waktu yang tepat untuk berhenti menunda dan mulai membangun kebiasaan finansial sehat dari langkah-langkah kecil. Ingat, perubahan besar dalam keuangan tidak datang dari keputusan sesaat, melainkan dari kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari. Mulailah sekarang, dan rasakan perbedaannya di masa depan, civitas INSTIKI!

Menyusun Resolusi 2026 Bukan Sekadar Janji, tapi Perubahan

Menyusun Resolusi 2026 Bukan Sekadar Janji, tapi Perubahan (Photo by David Palma)

Setiap pergantian tahun, banyak orang menyusun resolusi dengan penuh harapan. Ingin lebih sehat, lebih produktif, lebih bahagia, atau lebih sukses dari tahun sebelumnya. Namun kenyataannya, tidak sedikit resolusi yang hanya bertahan beberapa minggu, bahkan hanya sebatas daftar keinginan tanpa tindak lanjut. Di sinilah pentingnya memahami bahwa resolusi bukan sekadar janji, melainkan komitmen untuk berubah.

Resolusi yang bermakna lahir dari kesadaran diri. Bukan karena ikut-ikutan tren atau tekanan sosial, tetapi karena adanya kebutuhan untuk memperbaiki atau meningkatkan kualitas hidup. Ketika seseorang benar-benar memahami alasan di balik resolusi yang dibuat, motivasi untuk menjalaninya pun akan lebih kuat. Resolusi tidak lagi terasa sebagai beban, melainkan sebagai proses bertumbuh.

Salah satu kesalahan umum dalam menyusun resolusi adalah menetapkan target yang terlalu besar dan abstrak. Misalnya, ingin “menjadi lebih sukses” atau “hidup lebih sehat” tanpa ukuran yang jelas. Resolusi seperti ini cenderung sulit diwujudkan karena tidak memiliki arah yang konkret. Agar resolusi benar-benar membawa perubahan, penting untuk memecah tujuan besar menjadi langkah-langkah kecil yang realistis dan dapat dilakukan secara konsisten.

Perubahan sejati tidak terjadi secara instan. Ia dibangun dari kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari. Resolusi untuk hidup lebih sehat, misalnya, bisa dimulai dengan membiasakan minum air putih yang cukup, berjalan kaki secara rutin, atau mengurangi konsumsi makanan tidak sehat. Langkah-langkah sederhana ini, jika dilakukan terus-menerus, akan membawa dampak besar dalam jangka panjang.

Selain itu, penting untuk bersikap fleksibel terhadap resolusi yang telah dibuat. Hidup tidak selalu berjalan sesuai rencana, dan kegagalan kecil bukanlah alasan untuk menyerah sepenuhnya. Ketika resolusi tidak berjalan mulus, evaluasi dan penyesuaian justru menjadi bagian dari proses perubahan itu sendiri. Yang terpenting adalah tetap melangkah, meski perlahan.

Resolusi juga akan lebih mudah dijalani ketika didukung oleh lingkungan yang positif. Berbagi tujuan dengan orang terdekat, mencari komunitas yang sejalan, atau mencatat perkembangan secara berkala dapat membantu menjaga semangat dan konsistensi. Perubahan tidak harus dijalani sendirian.

Pada akhirnya, resolusi tahun baru bukan tentang seberapa banyak daftar yang dibuat, melainkan seberapa besar komitmen untuk menjalankannya. Ketika resolusi dipahami sebagai perjalanan perubahan, bukan sekadar janji di awal tahun, maka setiap langkah kecil yang dilakukan akan membawa kita lebih dekat pada versi diri yang lebih baik. Selamat tahun baru 2026, civitas INSTIKI!

Kiat Meningkatkan Konsentrasi Belajar di Era Digital

Di era digital, proses belajar menjadi lebih fleksibel berkat kemajuan teknologi. Namun, kemudahan akses informasi sering kali diiringi dengan berbagai distraksi yang mengganggu fokus. Notifikasi media sosial, pesan instan, hingga konten hiburan dapat menurunkan kualitas konsentrasi saat belajar. Agar proses belajar tetap efektif, berikut beberapa kiat yang dapat diterapkan untuk meningkatkan konsentrasi belajar di era digital.

1. Ciptakan Lingkungan Belajar yang Kondusif

Lingkungan belajar memiliki pengaruh besar terhadap konsentrasi. Pilih tempat yang tenang, nyaman, dan memiliki pencahayaan yang cukup. Jauhkan barang-barang yang berpotensi mengganggu fokus, seperti televisi atau ponsel yang tidak berkaitan dengan kegiatan belajar. Jika memungkinkan, gunakan meja khusus belajar agar otak terbiasa mengenali suasana fokus.

2. Atur Waktu Belajar Secara Terstruktur

Mengatur waktu belajar dengan baik dapat membantu menjaga fokus. Gunakan metode seperti Pomodoro, yaitu belajar selama 25 menit lalu istirahat 5 menit. Pola ini membantu otak tetap segar dan mencegah rasa jenuh. Dengan waktu yang terstruktur, belajar menjadi lebih efektif dibandingkan belajar tanpa batas waktu yang jelas.

3. Tentukan Tujuan Belajar yang Jelas

Sebelum mulai belajar, tentukan tujuan yang ingin dicapai. Misalnya, memahami satu bab materi atau menyelesaikan beberapa soal latihan. Tujuan yang jelas membantu otak lebih fokus dan mengurangi kecenderungan untuk membuka hal lain di luar kebutuhan belajar. Menuliskan target belajar juga dapat meningkatkan motivasi.

4. Gunakan Teknologi Secara Bijak

Teknologi seharusnya menjadi alat pendukung, bukan sumber gangguan. Manfaatkan aplikasi belajar, video edukasi, atau platform diskusi akademik untuk menunjang pemahaman materi. Batasi penggunaan media sosial saat jam belajar dan manfaatkan fitur pengatur waktu layar agar penggunaan gawai lebih terkendali.

5. Kelola Distraksi Digital

Notifikasi yang terus muncul dapat memecah konsentrasi. Aktifkan mode senyap atau do not disturb saat belajar. Tutup aplikasi yang tidak diperlukan dan fokus pada satu tugas dalam satu waktu. Menghindari multitasking dapat membantu otak bekerja lebih optimal dan meningkatkan daya serap materi.

6. Jaga Kondisi Fisik dan Mental

Konsentrasi belajar sangat dipengaruhi oleh kondisi tubuh dan pikiran. Pastikan tidur cukup, makan teratur, dan minum air putih yang cukup. Lakukan peregangan ringan atau berjalan sebentar saat istirahat agar tubuh dan pikiran kembali segar. Kesehatan mental yang terjaga juga membantu fokus belajar lebih stabil.

7. Lakukan Evaluasi dan Refleksi

Setelah selesai belajar, luangkan waktu untuk mengevaluasi proses belajar yang telah dilakukan. Perhatikan metode mana yang paling efektif dan apa saja yang masih perlu diperbaiki. Dengan evaluasi rutin, kamu dapat menemukan pola belajar yang paling sesuai dan meningkatkan konsentrasi secara bertahap.

Dengan menerapkan kiat-kiat di atas secara konsisten, konsentrasi belajar di era digital dapat ditingkatkan. Meski tantangan distraksi tidak bisa dihindari sepenuhnya, pengelolaan yang tepat akan membuat proses belajar menjadi lebih fokus, efektif, dan bermakna.