Capek Selalu Mengalah? Kenali Pentingnya Personal Boundaries dalam Hidupmu

Personal Boundaries
Personal boundaries merupakan batas yang seseorang tetapkan untuk melindungi dirinya ketika berinteraksi dengan orang lain

Dalam kehidupan sehari-hari, tidak jarang seseorang merasa kelelahan karena terus memenuhi permintaan orang lain. Banyak orang sebenarnya ingin menolak, tetapi merasa tidak enak atau takut merusak hubungan. Kondisi ini sering berkaitan dengan personal boundaries atau batasan pribadi. Personal boundaries merupakan batas yang seseorang tetapkan untuk melindungi dirinya ketika berinteraksi dengan orang lain. Batasan ini bisa berkaitan dengan aspek fisik, emosional, waktu, maupun materi. Dengan memiliki batasan yang jelas, seseorang dapat menentukan perilaku seperti apa yang dapat diterima dan mana yang tidak.

Mengapa Personal Boundaries Penting?

Memiliki batasan pribadi yang sehat dapat membantu seseorang menjaga keseimbangan hidup. Tanpa boundaries yang jelas, seseorang lebih mudah merasa dimanfaatkan, stres, atau kelelahan secara emosional. Sebaliknya, ketika seseorang mampu menetapkan batasan dengan baik, ia dapat:

  • menjaga waktu dan energinya dengan lebih efektif,
  • meningkatkan rasa percaya diri dan harga diri,
  • mengurangi stres akibat tuntutan orang lain,
  • serta membangun hubungan yang lebih sehat dan saling menghargai.

Boundaries dalam Pertemanan

Pertemanan adalah hubungan yang berkaitan sangat erat dalam kehidupan, tetapi sering kali justru menjadi tempat di mana batasan pribadi diabaikan. Tanpa boundaries yang jelas, hubungan pertemanan dapat menjadi tidak seimbang. Beberapa cara menjaga boundaries dalam pertemanan antara lain:

  • Berani mengomunikasikan kebutuhan pribadi, misalnya menyampaikan jika membutuhkan waktu untuk diri sendiri.
  • Belajar mengatakan “tidak” ketika permintaan orang lain terasa memberatkan.
  • Bersikap konsisten terhadap batasan yang telah ditetapkan.

Dengan komunikasi yang terbuka, pertemanan justru dapat menjadi lebih sehat dan saling memahami.

Boundaries dalam Dunia Kerja

Selain dalam hubungan sosial, boundaries juga penting diterapkan di lingkungan kerja. Batasan profesional membantu seseorang memisahkan kehidupan pribadi dengan pekerjaan sehingga kesehatan mental tetap terjaga. Beberapa cara menjaga boundaries di tempat kerja antara lain:

  • menetapkan jam kerja yang jelas,
  • mengatur notifikasi pekerjaan di luar jam kerja,
  • serta berani menyampaikan batasan dengan cara yang sopan dan profesional.

Dengan begitu, seseorang dapat tetap produktif tanpa harus mengorbankan keseimbangan hidup.

Penutup

Personal boundaries bukan berarti seseorang menjadi egois atau menjauh dari orang lain. Justru, batasan pribadi merupakan cara untuk menghargai diri sendiri sekaligus membangun hubungan yang lebih sehat, baik dalam pertemanan maupun lingkungan kerja.

Kesadaran tentang kesehatan mental, komunikasi yang baik, serta pengembangan diri juga menjadi hal penting dalam dunia pendidikan dan karier. Dengan memahami boundaries dan mengelola diri dengan baik, generasi muda dapat membangun hubungan sosial yang positif sekaligus meraih kesuksesan di bidang akademik maupun profesional.

Ingin tahu lebih banyak informasi dan mengenal lebih dekat dunia perkuliahan yang mendukung pengembangan diri? Yuk, cari tahu lebih lanjut tentang kampus INSTIKI sebagai salah satu Universitas terbaik di Bali. Kunjungi website resminya di instiki.ac.id dan temukan berbagai informasi menarik seputar program studi, kegiatan mahasiswa, hingga peluang masa depanmu!

Tahukah Kamu? Inilah Kisah Rare Kumara dan Bhatara Kala di Balik Hari Suci Tumpek Wayang

Ilustrasi kisah Rare Kumara yang bersembunyi dari kejaran Bhatara Kala dalam cerita mitologi yang melatarbelakangi hari suci Tumpek Wayang

Sebagai mahasiswa yang kuliah di Bali, kita tidak hanya belajar di kampus, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mengenal kekayaan budaya dan tradisi yang hidup di masyarakat. Salah satunya adalah Tumpek Wayang, hari suci yang sarat makna spiritual dan budaya. Yuk, mengenal lebih dekat makna serta kisah di balik perayaan ini.

Dalam tradisi Hindu di Bali, terdapat banyak hari suci yang memiliki makna spiritual sekaligus budaya yang mendalam. Salah satunya adalah Tumpek Wayang, yang dirayakan setiap Saniscara Kliwon Wuku Wayang dalam kalender Bali. Hari suci ini datang setiap enam bulan sekali dalam sistem penanggalan pawukon. Pada hari tersebut, umat Hindu melaksanakan Puja Wali kepada Sang Hyang Iswara, sebagai wujud bhakti dan rasa syukur kepada Tuhan. Selain itu, Tumpek Wayang juga menjadi hari yang istimewa untuk memuliakan berbagai bentuk kesenian serta benda-benda sakral yang berkaitan dengan seni.

Keyakinan dan Tradisi Masyarakat

Dalam tradisi masyarakat Bali, Tumpek Wayang juga dikenal sebagai hari yang memiliki nuansa sakral. Orang tua pada masa dahulu biasanya melarang anak-anak untuk keluar rumah sejak sehari sebelum Tumpek Wayang, yang dikenal dengan istilah penyalukan atau kalapasa. Larangan ini berkaitan dengan sebuah kepercayaan yang tercatat dalam Lontar Kala Tattwa. Dalam lontar tersebut disebutkan bahwa anak yang lahir tepat pada Wuku Wayang, khususnya pada hari Sabtu Wuku Wayang, dipercaya memiliki keterkaitan dengan kekuatan Bhuta Kala. Oleh karena itu, anak yang lahir pada waktu tersebut biasanya menjalani upacara penyucian atau peruwatan agar terhindar dari pengaruh buruk. Dengan demikian, Tumpek Wayang juga dipandang sebagai hari suci yang berkaitan dengan penyucian dan perlindungan spiritual, terutama bagi mereka yang lahir pada Wuku Wayang.

Kisah Rare Kumara dan Bhatara Kala

Hari suci Tumpek Wayang juga tidak dapat dipisahkan dari kisah mitologi yang terkenal dalam tradisi Bali, yaitu cerita tentang Rare Kumara dan Bhatara Kala.Dikisahkan bahwa pada Wuku Wayang lahirlah dua bersaudara, yaitu Kumara dan Kala. Keduanya merupakan putra dari Bhatara Siwa, yang juga dikenal sebagai Bhatara Guru. Meskipun lahir pada hari yang sama, sifat keduanya sangat berbeda. Kala merasa tidak senang karena harus berbagi hari kelahiran dengan adiknya, Kumara. Perasaan iri tersebut membuatnya meminta izin kepada ayahnya agar diperbolehkan memakan Kumara. Namun permintaan itu tidak dihiraukan oleh Bhatara Siwa.

Beberapa waktu kemudian, keinginan Kala untuk memakan Kumara kembali muncul. Mengetahui hal tersebut, Bhatara Siwa kemudian memerintahkan Kumara untuk pergi dan berlindung ke Kerajaan Kertanegara agar terhindar dari kejaran Kala.Dalam pelariannya pada suatu malam, Kumara tiba di sebuah tempat di mana sedang berlangsung pertunjukan wayang. Di sana ia bertemu dengan seorang dalang dan memohon perlindungan. Sang dalang kemudian menyuruh Kumara bersembunyi di sela-sela gamelan gender agar tidak terlihat oleh Kala.Tidak lama kemudian, Kala datang dan terus mencari Kumara. Namun karena rasa laparnya tidak tertahankan, Kala akhirnya memakan semua sesajen yang disiapkan untuk pertunjukan wayang tersebut.

Melihat hal itu, sang dalang menegur Kala dan memintanya menghentikan pengejarannya. Dalang menjelaskan bahwa sesajen yang telah dimakan oleh Kala dapat dianggap sebagai tebusan sehingga Kumara tidak lagi menjadi mangsanya.Mendengar penjelasan tersebut, Kala akhirnya mengurungkan niatnya. Dengan demikian, Kumara berhasil selamat dari ancaman Kala.

Makna Filosofis Tumpek Wayang

Kisah Rare Kumara dan Bhatara Kala memberikan pesan tentang perlindungan, keseimbangan, serta pentingnya penyucian diri dalam kehidupan manusia. Karena itulah, hingga kini umat Hindu di Bali memperingati Tumpek Wayang sebagai hari yang sarat makna spiritual. Selain sebagai hari penyucian bagi mereka yang lahir pada Wuku Wayang, Tumpek Wayang juga menjadi momentum untuk menghormati dunia kesenian yang dipercaya memiliki kekuatan sakral dan spiritual dalam kehidupan masyarakat Bali.

Topik menarik apa lagi yang ingin kita bahas bersama? Yuk, terus eksplorasi berbagai pengetahuan baru dan wawasan menarik lainnya bersama INSTIKI melalui artikel-artikel inspiratif di website kami.

Penulis : Putri Wirawaan

Cara Membangun Personal Branding Sejak Kuliah Agar Lebih Siap Masuk Dunia Kerja

Personal Branding
Membangun Personal Branding Sejak Kuliah agar Lebih Siap Masuk Dunia Kerja

Pernah nggak sih kamu kepikiran, kenapa ada mahasiswa yang cepat dikenal, sering dapat kesempatan magang, atau bahkan sudah punya karier sebelum lulus? Salah satu rahasianya adalah personal branding. Di era digital sekarang, nilai akademik memang penting, tapi itu bukan satu-satunya hal yang dilihat oleh perusahaan. Banyak recruiter juga memperhatikan reputasi, cara kamu berkomunikasi, hingga jejak digital yang kamu tinggalkan di internet. Nah, kabar baiknya, personal branding itu bisa mulai dibangun sejak masih kuliah. Bahkan semakin cepat kamu memulainya, semakin besar juga peluang yang bisa kamu dapatkan di masa depan.

Yuk, kita bahas beberapa cara sederhana yang bisa kamu lakukan mulai sekarang.

1. Kelola Media Sosial dengan Bijak

Coba bayangkan kalau seseorang mengetik namamu di Google atau membuka profil media sosialmu. Kira-kira kesan apa yang mereka dapat?

Media sosial sebenarnya adalah cermin identitas digital kita. Jadi, usahakan isi akunmu dengan hal-hal yang positif. Misalnya membagikan karya, pengalaman organisasi, kegiatan belajar, atau prestasi yang pernah kamu capai. Hal-hal sederhana seperti ini bisa membuat personal branding kamu terlihat lebih profesional dan memberi kesan baik bagi orang lain, termasuk recruiter yang mungkin melihat profilmu suatu hari nanti.

2. Aktif di Organisasi Kampus

Kuliah itu bukan hanya soal datang ke kelas, mengerjakan tugas, lalu pulang. Kampus juga menyediakan banyak organisasi yang bisa jadi tempat belajar hal baru. Dengan ikut organisasi, kamu bisa melatih kepemimpinan, komunikasi, manajemen waktu, dan kerja sama tim. Semua pengalaman ini akan sangat berguna di dunia kerja. Selain itu, aktif di organisasi juga membuat kamu dikenal sebagai pribadi yang aktif, bertanggung jawab, dan mampu bekerja bersama orang lain.

3. Bangun Portofolio Digital

Kalau kamu punya karya, proyek, atau pengalaman menarik selama kuliah, jangan hanya disimpan sendiri. Coba mulai kumpulkan semuanya dalam portofolio digital.

Kamu bisa membuat:

  • blog pribadi
  • website portofolio
  • atau profil profesional di LinkedIn

Portofolio ini bisa menjadi bukti nyata dari kemampuanmu. Apalagi kalau kamu menjalani kuliah sambil kerja, portofolio digital bisa membantu menunjukkan kemampuan profesional kepada calon klien atau perusahaan.

4. Tunjukkan Konsistensi Perilaku

Personal branding bukan cuma soal apa yang kamu tulis di bio Instagram atau LinkedIn. Lebih dari itu, perilaku sehari-hari juga ikut membentuk citra dirimu. Hal-hal sederhana seperti datang tepat waktu, menyelesaikan tugas dengan baik, atau bersikap profesional di kampus bisa membangun reputasi yang positif. Ingat, orang akan lebih percaya pada tindakan yang konsisten dibandingkan sekadar kata-kata.

5. Asah Kemampuan Komunikasi

Kemampuan komunikasi adalah salah satu skill yang paling berharga bagi mahasiswa.

Coba mulai dari hal-hal kecil, seperti:

  • berani bertanya atau berpendapat di kelas
  • aktif berdiskusi
  • menulis artikel atau opini
  • presentasi di depan teman-teman

Semakin sering kamu melatih komunikasi, semakin mudah juga orang mengenal ide dan kemampuan yang kamu miliki.

6. Bangun Relasi Positif

Selama kuliah, kamu akan bertemu banyak orang: dosen, teman seangkatan, kakak tingkat, bahkan alumni. Cobalah untuk membangun hubungan yang baik dengan mereka. Siapa tahu suatu hari nanti, relasi tersebut bisa membuka kesempatan seperti magang, proyek kolaborasi, hingga peluang kerja. Networking bukan hanya tentang mengenal banyak orang, tapi juga tentang membangun hubungan yang saling mendukung.

7. Tunjukkan Keunikan Diri

Setiap mahasiswa punya potensi dan kelebihan yang berbeda. Ada yang jago desain, ada yang suka menulis, ada juga yang tertarik di bidang teknologi atau bisnis.

Coba tanyakan pada diri sendiri:
“Apa sih hal yang paling aku suka dan ingin aku kembangkan?”

Ketika kamu menemukan passion tersebut dan mengembangkannya secara konsisten, itulah yang akan membuat personal branding kamu lebih menonjol dan mudah diingat.

Personal Branding Itu Proses, Bukan Instan

Perlu diingat, personal branding tidak dibangun dalam semalam. Ini adalah proses yang terus berkembang seiring waktu. Semakin kamu konsisten menunjukkan kemampuan, nilai, dan kepribadian yang positif, semakin kuat juga citra dirimu di mata orang lain. Bagi mahasiswa yang menempuh pendidikan di Universitas Terbaik di Bali seperti INSTIKI, kesempatan untuk mengembangkan personal branding sangat terbuka lebar. Lingkungan kampus yang aktif, kegiatan organisasi, serta peluang kolaborasi dengan industri dapat menjadi pengalaman berharga untuk membangun reputasi dan mempersiapkan diri menghadapi dunia profesional.

Jadi, mulai sekarang jangan hanya fokus pada nilai kuliah saja. Coba juga pikirkan bagaimana kamu ingin dikenal oleh orang lain. Karena pada akhirnya, personal branding yang kuat bisa membuka banyak pintu kesempatan di masa depan

Penulis : Putri Wirawan

Mahasiswa INSTIKI Dibekali Persiapan Skripsi Melalui Kuliah Perdana Seminar 2026

Mahasiswa INSTIKI Dibekali Persiapan Skripsi Melalui Kuliah Perdana Seminar 2026

Denpasar – Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia (INSTIKI) menyelenggarakan kegiatan Kuliah Perdana Seminar Skripsi sebagai bagian dari persiapan skripsi mahasiswa pada Kamis, 12 Maret 2026. Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid, yaitu bertempat di Aula INSTIKI serta diikuti secara daring oleh mahasiswa yang tidak dapat hadir secara langsung.

Acara diawali dengan sesi ice breaking untuk mencairkan suasana sekaligus membangun semangat peserta sebelum memasuki sesi utama. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Rektor INSTIKI, Dr. I Dewa Made Krishna Muku, S.T., M.T., yang memberikan motivasi kepada para mahasiswa yang sedang mempersiapkan tugas akhir. Dalam sambutannya, Rektor INSTIKI menyampaikan salah satu kunci penting dalam menyelesaikan skripsi, yaitu konsistensi dalam mengerjakan penelitian. Mahasiswa diingatkan untuk terus menjaga progres pengerjaan skripsi agar dapat mencapai target menuju seminar proposal maupun tahapan selanjutnya dengan lebih cepat dan terarah.

Kegiatan ini juga menghadirkan pemaparan mengenai tata cara pelaksanaan seminar skripsi serta berbagai hal yang perlu dipersiapkan mahasiswa dalam proses penyusunan tugas akhir. Selain itu, pihak dekanat yang diwakili oleh Ir. I Gede Andika, S.Kom., M.Kom. turut memberikan arahan terkait kesiapan akademik mahasiswa dalam menghadapi tahapan penelitian.

Pada sesi diskusi, mahasiswa diberikan kesempatan untuk memaparkan rencana topik dan judul skripsi yang akan mereka kerjakan. Melalui sesi ini, setiap mahasiswa diminta menyampaikan gambaran awal penelitian sebagai langkah persiapan dalam menyusun skripsi. Agenda ini juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk berdiskusi secara langsung dengan Rektor INSTIKI mengenai rencana penelitian mereka.

Selain membahas teknis seminar, kegiatan ini juga memberikan panduan etika komunikasi dengan dosen pembimbing, termasuk tata cara menyampaikan pesan atau melakukan konsultasi secara profesional selama proses bimbingan skripsi berlangsung.

Melalui kegiatan Kuliah Perdana ini, diharapkan mahasiswa dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai proses penyusunan skripsi, memahami tahapan seminar, serta semakin termotivasi untuk menyelesaikan penelitian secara terarah dan tepat waktu.

Sebagai kampus swasta di Bali, INSTIKI terus berkomitmen untuk berkembang menjadi universitas terbaik di Bali. Melalui berbagai kegiatan akademik dan program pendukung pembelajaran, INSTIKI senantiasa mendukung mahasiswa untuk meraih keberhasilan serta memberikan yang terbaik dalam mendampingi proses mereka mencapai gelar akademik dan mempersiapkan masa depan profesional.

Blood Falls di Antartika: Air Merah yang Bikin Penasaran, Ternyata Ini Penjelasan Sainsnya!

Blood Falls di Taylor Glacier, Antartika, memperlihatkan aliran air merah yang kontras dengan hamparan es di sekitarnya. (Sumber gambar : harapanrakyar.com)

Hai, Civitas Akademika INSTIKI! Pernah terbayang tidak, sedang asyik riset di tengah hamparan es Antartika yang serba putih, tiba-tiba melihat aliran air berwarna merah pekat seperti darah keluar dari sela-sela gletser? Kedengarannya seperti adegan film horor, ya? Tapi tenang, ini bukan fenomena mistis, melainkan keajaiban sains yang luar biasa keren bernama Blood Falls. Yuk, kita bedah bareng-bareng apa yang sebenarnya terjadi di sana!

Apa Itu Blood Falls ?

Blood Falls merupakan fenomena alam yang berada di Taylor Glacier, Antartika. Sesuai dengan namanya, “Air Terjun Darah” ini memperlihatkan aliran air berwarna merah mencolok yang kontras dengan hamparan salju putih di sekitarnya. Ketika pertama kali ditemukan oleh geolog Thomas Griffith Taylor pada tahun 1911, para peneliti sempat mengira bahwa warna merah tersebut berasal dari alga merah yang hidup di dalam air. Namun setelah lebih dari satu abad penelitian, para ilmuwan akhirnya menemukan bahwa penyebab sebenarnya jauh lebih kompleks dan menarik dari dugaan awal.

Apa Penyebab Terjadinya Fenomena Blood Falls ? 

Melalui penelitian yang dilakukan pada tahun 2003 dengan bantuan teknologi radio-echo sounding, para ilmuwan menemukan bahwa di bawah gletser tersebut terdapat jaringan air asin yang berasal dari danau purba. Danau ini diperkirakan telah terperangkap di bawah lapisan es selama sekitar 1,5 juta tahun. Air dari danau tersebut memiliki kandungan zat besi yang sangat tinggi. Ketika air kaya besi ini keluar dari celah gletser dan bersentuhan dengan oksigen di udara, terjadi proses oksidasi yang mengubah warna air menjadi merah. Proses ini mirip dengan besi atau paku yang berkarat ketika terkena udara. Reaksi kimia inilah yang menyebabkan Blood Falls terlihat seperti aliran darah yang mengalir dari es.

Hal lain yang membuat fenomena ini semakin menarik adalah kenyataan bahwa air tersebut tetap dapat mengalir meskipun suhu di kawasan Antartika dapat mencapai sekitar −19°C. Secara logika, air di lingkungan sedingin itu seharusnya langsung membeku. Namun Blood Falls tetap mengalir karena beberapa faktor. Pertama, air tersebut memiliki kadar garam yang sangat tinggi sehingga titik bekunya lebih rendah dibandingkan air tawar. Kedua, tekanan besar dari lapisan gletser di atasnya membantu menjaga air tetap dalam bentuk cair. Ketiga, ketika sebagian air mulai membeku, proses tersebut melepaskan sedikit energi panas yang membantu mempertahankan cairan di sekitarnya.

Selain fenomena geologinya yang unik, Blood Falls juga menarik perhatian para ilmuwan karena ditemukan adanya mikroorganisme yang mampu hidup di lingkungan ekstrem. Di dalam air yang sangat asin, gelap tanpa cahaya matahari, dan bersuhu sangat dingin tersebut, terdapat bakteri ekstremofil yang mampu bertahan hidup. Penemuan ini menunjukkan bahwa kehidupan dapat beradaptasi bahkan pada kondisi lingkungan yang sangat keras sekalipun.

Sebagai bagian dari Civitas Akademika INSTIKI, fenomena Blood Falls ini mengajarkan kita bahwa dunia itu penuh dengan misteri yang menunggu untuk dipecahkan lewat ilmu pengetahuan dan teknologi. Jangan pernah puas dengan apa yang terlihat di permukaan, karena sering kali, rahasia terbesar tersimpan jauh di bawah lapisan yang paling dingin sekalipun.

Gimana? Seru, kan, membahas “air terjun berkarat” yang satu ini? Kira-kira fenomena alam unik atau artikel informatif apa lagi yang ingin kita bahas bersama? Yuk, terus eksplor pengetahuan baru bersama di website INSTIKI!

Penulis : Putri Wirawaan

Penuh Semangat! Mahasiswa Tunjukkan Prestasi dan Ide Kreatif di PILMAPRES INSTIKI 2026

Pemenang PILMAPRES INSTIKI 2026 berpose bersama juri dan panitia di PILMAPRES INSTIKI 2026

Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia (INSTIKI) kembali menyelenggarakan kegiatan Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (PILMAPRES) INSTIKI 2026 yang berlangsung dari 26 Januari hingga 9 Maret 2026 di Aula Kampus INSTIKI. Kegiatan ini mengusung tema “Berintegritas, Berinovasi, Menginspirasi” dengan tagline “Integritas Nyata, Inovasi Berkualitas, Inspirasi Tanpa Batas.”

PILMAPRES merupakan salah satu program pengembangan mahasiswa yang bertujuan untuk memberikan wadah bagi mahasiswa berprestasi dalam menunjukkan kemampuan, kreativitas, serta kontribusinya baik di bidang akademik maupun non-akademik. Melalui kegiatan ini, mahasiswa didorong untuk terus mengembangkan potensi diri, berinovasi, serta menjadi pribadi yang mampu memberikan inspirasi bagi lingkungan sekitar.

Sejak dibukanya pendaftaran secara online pada akhir Januari, kegiatan ini mendapatkan antusiasme yang tinggi dari mahasiswa INSTIKI. Banyak mahasiswa dari berbagai program studi turut berpartisipasi dalam ajang ini dengan mengirimkan berkas prestasi, karya, serta berbagai pencapaian yang telah diraih. Hal ini menunjukkan semangat kompetisi yang sehat serta tingginya motivasi mahasiswa untuk terus berkembang dan berprestasi.

Rangkaian kegiatan PILMAPRES INSTIKI 2026 dilaksanakan melalui beberapa tahapan seleksi yang cukup ketat. Peserta terlebih dahulu mengikuti proses seleksi berkas, kemudian dilanjutkan dengan technical meeting, tes tulis, dan tes wawancara yang dilaksanakan secara langsung di Kampus INSTIKI. Pada tahap selanjutnya, peserta yang lolos juga diminta untuk menyusun proposal gagasan inovatif yang kemudian dipresentasikan di hadapan dewan juri sebagai bagian dari penilaian menuju tahap final.

Suasana kegiatan berlangsung dengan sangat dinamis dan penuh semangat. Para peserta menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam menyampaikan ide, gagasan inovatif, serta pengalaman prestasi yang dimiliki. Tidak hanya menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk saling belajar, berbagi pengalaman, serta memperluas wawasan.

Puncak kegiatan PILMAPRES INSTIKI 2026 dilaksanakan pada 9 Maret 2026 di Kampus INSTIKI dengan menghadirkan para finalis terbaik yang telah melewati berbagai tahapan seleksi. Setelah melalui proses penilaian yang dilakukan oleh dewan juri, akhirnya terpilih tiga mahasiswa terbaik sebagai pemenang dalam ajang ini.

Daftar Pemenang PILMAPRES INSTIKI 2026

Juara 1: Mahesa Rama Aditya
Juara 2: Putu Cintya Sandria Jana
Juara 3: I Made Dony Ananta Kusuma

Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa INSTIKI semakin termotivasi untuk terus meningkatkan prestasi dan mengembangkan potensi diri, baik di bidang akademik maupun non-akademik. PILMAPRES juga menjadi bukti pada komitmen INSTIKI dalam menciptakan lingkungan akademik yang mendukung lahirnya generasi muda yang kreatif, inovatif, dan berintegritas.

Sebagai salah satu Kampus Swasta di Bali yang terus berkembang, INSTIKI secara konsisten menghadirkan berbagai program dan kegiatan yang mendukung pengembangan potensi mahasiswa. Dengan lingkungan akademik yang inovatif, fasilitas yang memadai, serta dukungan terhadap kegiatan mahasiswa, INSTIKI terus berupaya menjadi salah satu Universitas Terbaik di Bali yang mampu mencetak lulusan berkualitas dan siap menghadapi tantangan di dunia profesional maupun global.

Penulis : Putri Wirawaan

Lewat Hackathon Business Innovation Sprint 2026, INSTIKI Bina Mahasiswa Menuju Kompetisi Wirausaha Nasional

Lewat Hackathon Business Innovation Sprint 2026, INSTIKI Bina Mahasiswa Menuju Kompetisi Wirausaha Nasional

Denpasar, 7 Maret 2026 — Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia (INSTIKI) melalui Direktorat Inkubator Bisnis (INBIS) menyelenggarakan kegiatan Hackathon Business Innovation Sprint 2026 di Aula INSTIKI. Kegiatan ini merupakan workshop intensif yang dirancang untuk membantu mahasiswa mengembangkan ide bisnis inovatif sekaligus mempersiapkan proposal usaha yang kompetitif untuk mengikuti program pendanaan dan kompetisi kewirausahaan tingkat nasional.

Program ini menjadi salah satu upaya INSTIKI dalam membangun ekosistem kewirausahaan mahasiswa serta mendorong lahirnya startup muda yang kreatif, solutif, dan memiliki daya saing tinggi. Dalam kegiatan ini, tim mahasiswa yang berada dalam program inkubasi bisnis INBIS INSTIKI mendapatkan pendampingan dalam mengembangkan ide usaha serta menyusun proposal bisnis yang lebih matang.

Business Innovation Sprint merupakan workshop berbasis sprint yang menggabungkan pembelajaran dan pendampingan intensif untuk membantu mahasiswa menyusun proposal bisnis yang lebih terstruktur dan kompetitif. Program ini dirancang untuk mengatasi berbagai tantangan yang sering dihadapi mahasiswa dalam penyusunan proposal, seperti perumusan masalah, pengembangan ide usaha, hingga validasi pasar.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa mengembangkan draft proposal bisnis yang dipersiapkan untuk mengikuti Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW). Selain mahasiswa, kegiatan ini juga melibatkan dosen pendamping agar memahami skema serta mekanisme kompetisi kewirausahaan nasional, sehingga proses pendampingan dapat terus berlanjut dalam penyempurnaan proposal sebelum diajukan ke program pendanaan.

Selama workshop berlangsung, peserta dibimbing dalam proses pengembangan ide bisnis mulai dari identifikasi permasalahan, perumusan inovasi produk atau jasa, analisis pasar, hingga penyusunan model bisnis dan strategi pendanaan. Kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi review, feedback, serta coaching lanjutan melalui grup asistensi guna meningkatkan kualitas proposal yang disusun.

Kegiatan Hackathon Business Innovation Sprint 2026 ini menghadirkan pendamping dari TRAINOVATE (STARCO Startup Coaching) yang berpengalaman dalam pembinaan startup dan proposal bisnis mahasiswa. Melalui program ini, peserta juga memperoleh sertifikat inkubasi sebagai bentuk partisipasi dalam program pengembangan startup mahasiswa.

Melalui kegiatan ini, INSTIKI terus mendorong lahirnya inovasi dan wirausahawan muda dari kalangan mahasiswa. Sebagai salah satu Kampus Swasta di Bali di bidang teknologi, bisnis, dan kreativitas digital, INSTIKI menghadirkan berbagai program pengembangan mahasiswa, termasuk inkubasi bisnis dan pendampingan kompetisi nasional. Hal ini semakin memperkuat posisi INSTIKI sebagai salah satu Kampus Bisnis Terbaik di Bali dan Nusa Tenggara, sekaligus menjadi pilihan bagi generasi muda yang ingin Kuliah di Bali dan mengembangkan potensi di bidang teknologi serta kewirausahaan.

Seru dan Inspiratif! Creative Journalism Competition INSTIKI Hadirkan Lomba Jurnalistik dan Seminar Komunikasi

Seru dan Inspiratif! Creative Journalism Competition INSTIKI Hadirkan Lomba Jurnalistik dan Seminar Komunikasi

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Jurnalistik dan Pers INSTIKI menyelenggarakan Instiki Creative Journalism Competition (ICJC) VI yang dirangkaikan dengan Seminar Regional sebagai wadah pengembangan minat dan bakat mahasiswa di bidang jurnalistik dan komunikasi media. Kegiatan ini mengangkat tema “The Art of Voice, The Power of Story”

ICJC VI menghadirkan tiga kategori perlombaan, yaitu Lomba Feature, Lomba Voice Over, dan Lomba News Anchor. Pada pelaksanaannya, lomba Voice Over dan News Anchor diselenggarakan secara daring, sementara lomba Feature dilaksanakan melalui dua tahapan, yaitu seleksi secara daring serta tahap final bagi 10 besar finalis. Seluruh lomba bersifat individu dan karya peserta dikumpulkan melalui tautan Google Drive sesuai dengan ketentuan panitia.

Penyelenggaraan kegiatan ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kebutuhan generasi muda dalam mengembangkan kemampuan komunikasi dan penyampaian informasi secara efektif di era digital. Kemampuan mengolah pesan, menyampaikan informasi, serta menyusun cerita yang menarik menjadi keterampilan yang banyak dibutuhkan dalam berbagai bidang. Melalui ICJC VI, UKM Jurnalistik dan Pers INSTIKI menghadirkan ruang bagi pelajar dan mahasiswa untuk mengasah kemampuan jurnalistik sekaligus menyalurkan kreativitas dalam bidang komunikasi media.

Rangkaian kegiatan lomba berlangsung sejak Januari hingga Maret 2026. Proses pendaftaran dibuka pada 28–29 Januari 2026 hingga 21 Februari 2026, kemudian dilanjutkan dengan tahap pengumpulan karya dan video pada 23 Februari hingga 2 Maret 2026 secara daring.

Babak Final Lomba Feature 10 Besar dilaksanakan pada Minggu, 1 Maret 2026 pukul 08.00 WITA di Aula INSTIKI. Sementara itu, pengumuman pemenang seluruh kategori lomba dilaksanakan pada Minggu, 8 Maret 2026 pukul 09.00 WITA di Aula INSTIKI.

Kompetisi ini diikuti oleh 75 peserta yang berpartisipasi dalam tiga kategori lomba. Para peserta menampilkan kreativitas serta kemampuan komunikasi dalam menyampaikan informasi secara profesional.

Adapun daftar pemenang pada masing-masing kategori lomba adalah sebagai berikut:

Lomba News Anchor

  • Juara 1: Ida Ayu Komang Mustika Yanti
  • Juara 2: Aida Laila
  • Juara 3: Ni Ketut Ayu Putri Pratiwi

Lomba Voice Over

  • Juara 1: Ni Luh Putu Dinda Ariyani
  • Juara 2: Putu Raina Galuh Wika Supraba
  • Juara 3: Putu Ayu Alanza Atmatedja

Lomba Feature

  • Juara 1: Ida Ayu Ketut Anggi Pradevi
  • Juara 2: Dian Pancawati
  • Juara 3: Putu Bela Inggrid Cahyanti

Selain kompetisi, kegiatan ini juga menghadirkan Seminar Regional yang diselenggarakan pada Minggu, 8 Maret 2026 pukul 09.00 WITA di Aula INSTIKI. Seminar ini menghadirkan I Wayan Epa Jayantika, S.M. sebagai narasumber dengan materi berjudul “Master Your Voice, Master Your Future.”

Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa kemampuan berbicara, menyampaikan gagasan, serta mengekspresikan diri dengan percaya diri dapat memberikan peluang yang lebih luas bagi generasi muda dalam dunia akademik maupun profesional. Penguasaan komunikasi juga menjadi bekal berharga bagi mahasiswa dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

Melalui penyelenggaraan Instiki Creative Journalism Competition (ICJC) VI dan Seminar Regional, UKM Jurnalistik dan Pers INSTIKI berharap kegiatan ini dapat terus memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas, keterampilan komunikasi, serta kemampuan jurnalistik.

Sebagai kampus di Bali yang dikenal aktif dalam mendorong pengembangan kreativitas mahasiswa, Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia (INSTIKI) terus menghadirkan berbagai kegiatan akademik maupun non-akademik yang mendukung pengembangan potensi generasi muda. Sebagai salah satu kampus swasta di Bali yang berkomitmen pada inovasi dan teknologi, INSTIKI juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar, berkreasi, serta membangun pengalaman selama menjalani kuliah di Bali.

Penasaran dengan kegiatan seru lainnya di INSTIKI? Yuk, cari tahu lebih banyak seputar aktivitas kampus, prestasi mahasiswa, dan berbagai informasi edukatif menarik lainnya dengan mengunjungi website resmi INSTIKI.

Penulis : Putri Wirawaan

Keren! UKM Teater INSTIKI Ajak Siswa SD Belajar Excel, Word, dan Canva Sejak Dini

Mahasiswa UKM Teater INSTIKI (TETRIS) menggelar kegiatan PKM di Madrasah Ibtidaiyah Permata Hati, Denpasar Selatan.

Mahasiswa UKM Teater INSTIKI (TETRIS) menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) berupa pelatihan keterampilan digital bagi siswa di Madrasah Ibtidaiyah Permata Hati, Denpasar Selatan, Bali. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan penggunaan aplikasi digital seperti Microsoft Excel, Microsoft Word, dan Canva kepada siswa sekolah dasar. Program yang mengusung tema “Smart Digital Skills: Learning Excel, Word, and Canva for Academic and Professional Use” ini dilaksanakan dalam tiga pertemuan, yaitu pada 25 Februari 2026, 4 Maret 2026, dan 5 Maret 2026 di Madrasah Ibtidaiyah Permata Hati yang berlokasi di Jalan Raya Pemogan No. 211, Denpasar Selatan.

Pelatihan ini dirancang untuk membantu siswa memahami teknologi digital yang dapat menunjang kegiatan belajar mereka. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi upaya untuk meningkatkan literasi digital sejak dini di lingkungan sekolah dasar.

Dalam pelaksanaannya, materi pelatihan disesuaikan dengan jenjang kelas siswa. Pada pertemuan pertama, 25 Februari 2026, siswa kelas 4 mengikuti pelatihan dasar Microsoft Excel. Pada sesi ini, siswa diperkenalkan dengan berbagai fungsi dasar Excel seperti mengenal menu, memasukkan data sederhana, hingga membuat tabel untuk pengolahan data.

Kegiatan kemudian dilanjutkan pada 4 Maret 2026 dengan pelatihan Microsoft Word bagi siswa kelas 5. Dalam sesi ini, siswa belajar dasar-dasar mengetik, menyusun dokumen, mengatur format tulisan, serta membuat dokumen sederhana yang dapat digunakan untuk mengerjakan tugas sekolah.

Sementara itu, pada 5 Maret 2026, siswa kelas 6 mendapatkan pelatihan penggunaan Canva. Para siswa diajak untuk mengenal cara membuat desain sederhana seperti poster dan presentasi. Pelatihan ini sekaligus mendorong kreativitas siswa dalam memanfaatkan teknologi digital untuk menyajikan tugas secara lebih menarik.

Setiap kelas diikuti oleh 17 siswa, sehingga proses pembelajaran berlangsung secara lebih interaktif. Para peserta tidak hanya menerima materi secara teori, tetapi juga langsung mempraktikkan penggunaan aplikasi yang diajarkan. Melalui kegiatan ini, siswa Madrasah Ibtidaiyah Permata Hati diharapkan dapat lebih mengenal teknologi digital serta mampu memanfaatkannya untuk mendukung kegiatan akademik. Selain itu, pelatihan ini juga menjadi langkah awal dalam membangun keterampilan digital siswa sejak usia dini.

Kegiatan ini juga menjadi bentuk kontribusi nyata mahasiswa Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia (INSTIKI) dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan berbasis teknologi di masyarakat. Melalui berbagai program pengabdian kepada masyarakat, INSTIKI terus mendorong mahasiswanya untuk berperan aktif memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar sekaligus menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial. Bagi generasi muda yang ingin kuliah di Bali, INSTIKI dapat menjadi salah satu pilihan kampus swasta di Bali yang menawarkan pendidikan berbasis teknologi serta membuka banyak kesempatan bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam berbagai kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Penulis : Putri Wirawaan

Yuk! Kenali Apa Itu Makna Sebenarnya Dari Slow Living dan Cara Menerapkannya Sehari-Hari

Slow living Melambat sejenak, menikmati hal-hal sederhana yang sering terlewatkan. (Sumber gambar : https://www.freepik.com)

Di tengah kesibukan aktivitas, baik bagi mahasiswa yang sedang kuliah di Bali maupun masyarakat yang tinggal di kota dengan ritme cepat, banyak orang mulai mencari cara untuk hidup lebih seimbang. Salah satu konsep yang semakin populer adalah slow living, yaitu gaya hidup yang mengajak kita untuk melambat, lebih sadar dalam menjalani aktivitas, dan menikmati setiap momen dalam kehidupan. Memahami konsep slow living juga bisa menjadi cara untuk menjaga kesehatan mental, meningkatkan fokus belajar, serta menciptakan keseimbangan antara akademik, kehidupan sosial, dan waktu untuk diri sendiri.

Apa itu slow living?

Slow living adalah gaya hidup yang mengajak kita untuk melambat dan hidup lebih sadar. Dengan menerapkan prinsip ini, kita belajar menikmati momen-momen kecil, mengajak kita untuk lebih fokus pada hal-hal yang benar-benar penting, dan menjaga keseimbangan antara pekerjaan, keluarga, hobi, dan diri sendiri. Slow living bukan berarti kita sedang bermalas-malasan, tetapi tentang hidup dengan tujuan, menikmati proses, dan membuat hidup lebih bermakna.

Asal Muasal dari Konsep Slow Living

Konsep slow living berakar dari Gerakan Slow Food di Italia pada tahun 1980-an, yang dipelopori oleh Carlo Petrini sebagai protes terhadap masuknya gerai fast food di Roma. Slow Food menekankan pentingnya makanan yang berkualitas, pelestarian tradisi lokal, dan dukungan terhadap kesejahteraan petani. Popularitas slow living semakin meningkat setelah Carl Honoré menulis buku In Praise of Slowness, yang mengajak pembaca untuk menjalani hidup dengan ritme yang lebih lambat dan penuh kesadaran.

Manfaat Slow Living bagi Kesehatan

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), stres menjadi salah satu masalah kesehatan utama di abad ke-21. Oleh karena itu, slow living dapat menjadi cara efektif untuk mengelola stres dan meningkatkan kesejahteraan secara menyeluruh. Selain itu, para ahli juga menekankan bahwa kesehatan mental adalah bagian penting dari kesehatan secara keseluruhan, dan slow living bisa menjadi salah satu pendekatan untuk mencapainya.

Menurut Halodoc, slow living memiliki sejumlah manfaat kesehatan, antara lain:

1. Mengurangi stres dan kecemasan

Melambatkan ritme hidup dapat membantu menurunkan tekanan yang memicu stres.

2. Meningkatkan kualitas tidur

Dengan menerapkan mindfulness dan teknik relaksasi yang menenangkan pikiran, kualitas tidur dapat meningkat sehingga tidur menjadi lebih nyenyak.

3. Meningkatkan fokus dan konsentrasi

Dengan hidup lebih terarah dan minim distraksi, kemampuan fokus meningkat.

4. Menjaga kesehatan jantung

Mengurangi stres kronis dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung.

5. Meningkatkan kebahagiaan dan kepuasan hidup

Menghargai momen sekarang membuat hidup lebih terasa bahagia dan memuaskan.

Hidup di kota besar memang sering terasa padat dan penuh tekanan. Aktivitas yang padat, interaksi dengan banyak orang, serta tuntutan sosial membuat sulit untuk menerapkan gaya hidup slow living. Namun, slow living tetap bisa diterapkan melalui hal-hal sederhana, mulai dari kebiasaan sehari-hari yang membantu menjaga kesehatan mental dan membuat hidup terasa lebih seimbang.

Berikut beberapa hal sederhana untuk mulai menerapkan hidup slow living

1. Nikmati momen sederhana

Misalnya sarapan tanpa terburu-buru atau berjalan santai di pagi hari sambil mendengarkan playlist lagu favorit

2. Batasi distraksi digital

Kurangi scroll media sosial atau notifikasi yang tidak penting.

3. Rencanakan waktu untuk diri sendiri

Sisihkan waktu untuk hobi, meditasi, membaca, atau sekadar bersantai.

4. Fokus pada kualitas, bukan kuantitas

Pilih kegiatan yang benar-benar membawa kebahagiaan, bukan mencoba banyak hal sekaligus.

5. Perkuat hubungan dengan orang sekitar

Luangkan waktu berkualitas bersama keluarga, pasangan dan teman terdekat tanpa tergesa-gesa.

6. Terapkan slow food

Nikmati makanan dengan sadar, masak sendiri, menikmati makanan kesukaan dan pilih makanan sehat.

Perlu untuk di ingat, slow living bukan tentang malas atau menghindari tanggung jawab, melainkan tentang hidup dengan kesadaran, menikmati proses, dan lebih fokus pada hal-hal yang benar-benar penting di hidup kita. Mulailah dari hari ini dengan hal kecil terlebih dahulu, dan rasakan bagaimana hidup terasa lebih ringan, bahagia, dan bermakna, satu langkah kecil demi langkah kecil. Karena pada akhirnya, hidup bukan hanya soal tujuan dan hasil, tapi juga cara kita menikmati setiap momennya.

Ingin mendapatkan informasi menarik lainnya seputar gaya hidup, teknologi, kreativitas, dan dunia perkuliahan? Yuk, kunjungi website INSTIKI di link berikut instiki.ac.id untuk menemukan berbagai informasi inspiratif serta mengenal lebih dekat Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia (INSTIKI).

Penulis : Putri Wirawaan

Referensi

https://www.halodoc.com/artikel/slow-living-hidup-tenang-sehat-dan-bahagia?srsltid=AfmBOooE0sdlEZ45iVUvK_PncvdaUBAJYulfcp43YRMWYgZjRsnDn3AM