Anti Gagal Romantis! 8 Destinasi Bali Ini Cocok untuk Date Valentine

Anti Gagal Romantis! 8 Destinasi Bali Ini Cocok untuk Date Valentine (Sumber gambar: freepik.com)

Civitas INSTIKI! Kalau kamu sedang mencari ide kencan romantis atau sekadar ingin quality time bareng pasangan atau orang tersayang di Pulau Dewata, Bali punya banyak destinasi alam yang bukan cuma indah tapi juga punya suasana hangat dan intim. Dari perbukitan hijau sampai pantai eksotis, semua bisa jadi latar momen spesialmu. Buat kamu yang sedang kuliah di Bali, ini daftar tempat romantis yang wajib masuk wishlist!

1.Bukit Campuhan : Jalan Santai di Tengah Alam Hijau

Bukit Campuhan dikenal sebagai jalur trekking ringan di Ubud dengan panorama perbukitan hijau dan lembah alami. Jalur ini populer karena suasananya tenang, bebas kendaraan, dan sering dijadikan tempat refleksi diri atau jalan santai bareng pasangan yang ingin menikmati alam sambil berbincang santai.

2.Kebun Raya Bali : Piknik Romantis di Udara Sejuk

Kebun raya terbesar di Bali ini berada di kawasan Bedugul dengan ketinggian sekitar 1.200 mdpl sehingga udaranya sejuk alami. Area taman luas, koleksi tanaman tropis, serta lanskap pegunungan menjadikannya lokasi favorit piknik romantis maupun prewedding.

3.Jatiluwih Rice Terraces : Panorama Sawah Terindah

Jatiluwih merupakan situs warisan budaya dunia UNESCO yang terkenal dengan sistem irigasi tradisional subak. Lanskap sawah bertingkat yang luas menciptakan pemandangan alami yang menenangkan dan sering disebut sebagai salah satu panorama sawah paling indah di Asia.

4.Bukit Asah : Bukit dengan View Laut Biru

Bukit Asah di Karangasem menawarkan panorama laut lepas dari ketinggian dengan hamparan rumput luas dan angin pantai yang sejuk. Tempat ini populer untuk menikmati sunrise maupun sunset karena view nya langsung menghadap samudra.

5.Virgin Beach : Duduk Bareng Romantis Dengar Ombak

Pantai ini dikenal juga sebagai “White Sand Beach” karena pasirnya yang putih bersih. Lokasinya yang agak tersembunyi membuat suasananya relatif tenang dan tidak terlalu ramai, cocok untuk pasangan yang ingin menikmati momen romantis tanpa keramaian.

6.Sekumpul Waterfall : Petualangan Romantis untuk Pasangan Aktif!

Air Terjun Sekumpul sering disebut sebagai air terjun tercantik di Bali karena terdiri dari beberapa aliran air yang jatuh dari tebing tinggi. Untuk mencapainya perlu trekking menuruni tangga dan jalur alam, sehingga cocok bagi pasangan petualang yang suka tantangan.

7.Kelingking Beach : Ikon Romantis Nusa Penida

Pantai Kelingking terkenal secara internasional karena tebingnya yang menyerupai bentuk T-Rex. Dari atas tebing, pengunjung bisa melihat laut biru jernih dan garis pantai dramatis, menjadikannya salah satu spot foto pasangan paling ikonik di Bali.

8.Lovina Beach : Sunrise dan Lumba-Lumba

Lovina di Bali Utara terkenal dengan wisata melihat lumba-lumba liar saat matahari terbit. Pengalaman naik perahu tradisional sambil menyaksikan lumba-lumba muncul dari laut menjadi momen romantis yang unik dan berbeda dari wisata pantai biasa.

Deretan destinasi ini membuktikan bahwa Bali bukan hanya tempat wisata, tetapi juga ruang penuh pengalaman berkesan bagi generasi muda. Tak heran jika pulau ini menjadi pilihan favorit untuk belajar sekaligus menikmati hidup, terutama bagi mahasiswa yang mencari kampus swasta di Bali dengan lingkungan inspiratif seperti Kampus INSTIKI. Dengan suasana alam yang mendukung kreativitas dan inovasi, Bali terus dikenal sebagai destinasi pendidikan sekaligus gaya hidup, menjadikannya lokasi ideal bagi siapa pun yang ingin berkembang akademik maupun personal.

Penulis : Putri Wirawaan

INSTIKI Gelar Sosialisasi HKI dan Paten untuk Dosen, Dorong Peningkatan Inovasi dan Perlindungan Karya

INSTIKI Gelar Sosialisasi HKI dan Paten untuk Dosen, Dorong Peningkatan Inovasi dan Perlindungan Karya

Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia (INSTIKI) melalui Direktorat Riset, Pengabdian Masyarakat, dan Inovasi (DRPM) menyelenggarakan kegiatan “Sosialisasi dan Persiapan Pendampingan Proses Permohonan Kekayaan Intelektual Hak Cipta & Paten Tahun 2026” pada Rabu, 11 Februari 2026 secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dosen mengenai tata cara pengajuan HKI dan paten sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya perlindungan kekayaan intelektual guna mendorong peningkatan jumlah pengajuan HKI di lingkungan sivitas akademika.

Acara dibuka secara resmi oleh Direktur Riset, Pengabdian Masyarakat, dan Inovasi, Putu Wirayudi Aditama, S.Kom., M.Kom., yang menegaskan bahwa perlindungan karya ilmiah dan inovasi merupakan langkah strategis untuk meningkatkan reputasi institusi sekaligus memberikan nilai tambah bagi peneliti. Menurutnya, penguatan budaya riset yang diiringi dengan perlindungan kekayaan intelektual akan berdampak langsung pada kualitas luaran penelitian dan daya saing akademik.

Sesi utama menghadirkan narasumber Dr. Andrieansjah, S.T., S.H., M.M., selaku Direktur Direktorat Paten, Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu, dan Rahasia Dagang. Pakar kekayaan intelektual lulusan doktoral dari Universitas Padjadjaran ini memaparkan materi komprehensif mengenai peran ekosistem kekayaan intelektual sebagai kendaraan pertumbuhan ekonomi yang digerakkan oleh inovasi dan invensi sebagai bahan bakarnya. Ia menjelaskan bahwa perlindungan KI berfungsi sebagai pelumas yang menjaga keberlangsungan sistem, sementara pemanfaatan KI menjadi mesin penggerak utama yang memberi nilai ekonomi pada hasil riset. Selain itu, ia juga menyoroti peran strategis perguruan tinggi dalam memperkuat ekosistem tersebut melalui penelitian, inovasi, serta hilirisasi hasil karya ilmiah. Materi yang disampaikan turut membahas proses memperoleh hak kekayaan intelektual, tahapan pendaftaran, perbedaan paten sederhana dan paten biasa, penyusunan spesifikasi paten, strategi perlindungan kreasi, serta pentingnya pengelolaan KI di lingkungan akademik.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab selama 40 menit, di mana peserta aktif berdiskusi mengenai prosedur pendaftaran, persyaratan dokumen, hingga strategi agar permohonan paten memiliki peluang disetujui lebih besar. Antusiasme peserta mencerminkan meningkatnya kesadaran dosen terhadap pentingnya perlindungan hasil riset dan inovasi sebagai aset intelektual bernilai tinggi.

Melalui kegiatan ini, INSTIKI berharap para dosen semakin terdorong untuk melindungi karya ilmiah sekaligus memaksimalkan potensi inovasi yang dihasilkan. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen institusi dalam membangun ekosistem riset yang produktif, inovatif, dan berdaya saing. Konsistensi tersebut turut memperkuat posisi INSTIKI sebagai pilihan tepat bagi generasi muda yang ingin kuliah di Bali dengan lingkungan akademik berkualitas, khususnya bagi mereka yang mencari Kampus Teknologi Terbaik di Bali dan Nusa Tenggara. Dengan pendekatan pendidikan yang adaptif terhadap kebutuhan industri, INSTIKI terus berkembang sebagai salah satu kampus swasta unggulan yang dikenal luas sebagai rujukan pendidikan tinggi di wilayah Bali dan Nusa Tenggara.

Penulis : Putri Wirawaan

Perbedaan Dunia Kuliah dan Dunia Kerja yang Perlu Mahasiswa Tahu

Perbedaan Dunia Kuliah dan Dunia Kerja yang Perlu Mahasiswa Tahu

Bagi sebagian mahasiswa, dunia kuliah sering dianggap sebagai “pemanasan” sebelum masuk ke dunia kerja. Namun kenyataannya, dunia kuliah dan dunia kerja memiliki perbedaan yang cukup signifikan, baik dari segi sistem, tuntutan, hingga cara bersikap. Memahami perbedaan ini sejak dini akan membantu mahasiswa lebih siap menghadapi transisi setelah lulus. Civitas INSTIKI, yuk simak perbedaannya!

Sistem Penilaian vs Sistem Kinerja

Di dunia kuliah, keberhasilan mahasiswa umumnya diukur melalui nilai akademik, seperti IPK, ujian, tugas, dan kehadiran. Selama memenuhi standar akademik, mahasiswa bisa naik semester dan akhirnya lulus. Sementara itu, di dunia kerja, penilaian didasarkan pada kinerja dan kontribusi nyata. Tidak ada IPK, tetapi ada target, Key Performance Indicator (KPI), dan evaluasi kerja. Hasil kerja, sikap profesional, dan dampak terhadap perusahaan menjadi tolok ukur utama.

Jadwal Fleksibel vs Tanggung Jawab Waktu

Mahasiswa cenderung memiliki jadwal yang relatif fleksibel. Jika tidak masuk kelas, masih ada kesempatan mengerjakan tugas atau mengikuti kelas pengganti. Berbeda dengan dunia kerja, disiplin waktu sangat krusial. Datang terlambat, melewatkan deadline, atau tidak menyelesaikan tanggung jawab tepat waktu bisa berdampak langsung pada reputasi profesional, bahkan karier.

Fokus Belajar vs Fokus Hasil

Dunia kuliah berfokus pada proses belajar. Kesalahan masih dianggap wajar karena merupakan bagian dari pembelajaran. Dosen akan membimbing, memberi masukan, dan memperbaiki kesalahan mahasiswa. Di dunia kerja, fokus utamanya adalah hasil. Kesalahan tetap bisa terjadi, tetapi konsekuensinya lebih besar karena dapat memengaruhi tim, klien, atau perusahaan. Oleh karena itu, karyawan dituntut untuk lebih mandiri, teliti, dan bertanggung jawab.

Individu vs Kerja Tim Profesional

Di perkuliahan, tugas individu masih sangat dominan, meskipun ada kerja kelompok. Jika satu anggota tidak berkontribusi maksimal, dampaknya biasanya masih bisa ditoleransi. Di dunia kerja, kerja tim adalah kunci. Setiap orang memegang peran penting, dan kelalaian satu orang dapat memengaruhi keseluruhan tim. Komunikasi, kolaborasi, dan kemampuan bekerja dengan berbagai karakter menjadi keterampilan wajib.

Teori vs Praktik Nyata

Materi kuliah umumnya bersifat teoritis dan konseptual sebagai dasar pengetahuan. Praktik memang ada, tetapi masih dalam konteks simulasi. Di dunia kerja, praktik nyata lebih dominan. Ilmu yang dipelajari di bangku kuliah menjadi modal awal, namun harus dikembangkan dengan kemampuan adaptasi, problem solving, dan pembelajaran berkelanjutan.

Dunia kuliah dan dunia kerja sama-sama penting, tetapi memiliki karakter yang berbeda. Kuliah adalah tempat membangun fondasi ilmu, sikap, dan keterampilan dasar, sedangkan dunia kerja adalah ruang pembuktian dan pengembangan diri secara profesional. Dengan memahami perbedaan ini sejak masih mahasiswa, transisi dari kampus ke dunia kerja dapat dilalui dengan lebih siap, percaya diri, dan terarah.

Memahami perbedaan dunia kuliah dan dunia kerja menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk mempersiapkan masa depan yang lebih matang. Untuk itu, memilih lingkungan pendidikan yang tepat sangatlah penting. Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia (INSTIKI) hadir sebagai kampus yang tidak hanya membekali mahasiswa dengan teori, tetapi juga keterampilan praktis, pola pikir profesional, dan pengalaman yang relevan dengan kebutuhan industri. Melalui kurikulum modern, dosen berpengalaman, serta ekosistem kampus yang adaptif terhadap perkembangan, INSTIKI menjadi pilihan tepat bagi generasi muda yang ingin siap kerja, siap bersaing, dan siap menghadapi tantangan dunia profesional.

Inilah Profesi di Bidang Digital Marketing, Apa Saja?

Inilah Profesi yang Ada di Bidang Digital Marketing, Apa Saja?

Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara bisnis memasarkan produk dan layanannya. Saat ini, digital marketing menjadi salah satu bidang yang paling dibutuhkan oleh berbagai industri, mulai dari UMKM, startup, hingga perusahaan multinasional. Tidak hanya terbatas pada satu jenis pekerjaan, bidang digital marketing memiliki banyak profesi dengan peran dan keahlian yang berbeda-beda. Berikut adalah profesi yang ada di bidang digital marketing.

Digital Marketing Manager

Digital Marketing Manager bertanggung jawab atas perencanaan dan strategi pemasaran digital secara menyeluruh. Profesi ini mengatur anggaran, menetapkan KPI, serta mengoordinasikan tim untuk mencapai target bisnis. Peran ini menuntut kemampuan manajerial, analisis data, dan pengambilan keputusan strategis.

Digital Marketing Specialist

Digital Marketing Specialist fokus pada pelaksanaan teknis strategi digital marketing. Profesi ini mengelola kanal tertentu seperti media sosial, iklan digital, SEO, atau email marketing. Perannya sangat bergantung pada keahlian teknis dan kemampuan optimasi performa.

Social Media Specialist

Social Media Specialist berfokus pada pengelolaan akun media sosial suatu brand atau perusahaan. Tugasnya meliputi pembuatan konten, penjadwalan posting, berinteraksi dengan audiens, serta menganalisis performa konten. Profesi ini menuntut kreativitas tinggi, kemampuan komunikasi yang baik, serta pemahaman mendalam tentang karakter pengguna di setiap platform media sosial.

Content Creator dan Content Writer

Content Creator dan Content Writer memiliki peran penting dalam digital marketing karena konten adalah kunci utama untuk menarik perhatian audiens. Content Creator biasanya membuat konten visual seperti foto, video, dan desain grafis, sedangkan Content Writer fokus pada penulisan artikel, caption, blog, hingga naskah iklan. Keduanya harus mampu menyampaikan pesan secara menarik, relevan, dan sesuai dengan target pasar.

Search Engine Optimization (SEO) Specialist

SEO Specialist bertugas mengoptimalkan website agar mudah ditemukan di mesin pencari seperti Google. Profesi ini berfokus pada riset kata kunci, optimasi konten, analisis performa website, serta strategi peningkatan traffic organik. Keahlian teknis, kemampuan analisis, dan pemahaman algoritma mesin pencari menjadi modal utama dalam profesi ini.

Search Engine Marketing (SEM) dan Ads Specialist

SEM atau Ads Specialist bertanggung jawab mengelola iklan berbayar di platform digital seperti Google Ads, Facebook Ads, dan Instagram Ads. Tugas utamanya adalah mengatur anggaran iklan, menentukan target audiens, serta menganalisis efektivitas kampanye iklan. Profesi ini membutuhkan ketelitian, kemampuan membaca data, dan strategi yang tepat agar iklan menghasilkan konversi maksimal.

Email Marketing Specialist

Email Marketing Specialist fokus pada perencanaan dan pengiriman email promosi kepada pelanggan. Meski terlihat sederhana, profesi ini memerlukan strategi yang matang agar pesan yang dikirim tidak dianggap spam dan mampu meningkatkan engagement maupun penjualan. Kemampuan copywriting dan pemahaman perilaku konsumen sangat dibutuhkan dalam profesi ini.

Data Analyst Digital Marketing

Data Analyst berperan menganalisis data dari berbagai kampanye digital marketing untuk mengukur efektivitas strategi yang dijalankan. Profesi ini membantu perusahaan dalam mengambil keputusan berbasis data. Kemampuan analisis statistik dan penggunaan tools analitik menjadi keahlian utama seorang Data Analyst.

Influencer Marketing Specialist dan KOL Specialist

Influencer Marketing Specialist bertugas mengelola kerja sama dengan influencer ataupun KOL. Ia memilih influencer yang sesuai dengan target brand. Tujuannya meningkatkan awareness dan kepercayaan konsumen.

Affiliate Marketing Manager

Affiliate Marketing Manager mengelola program afiliasi. Ia bekerja sama dengan mitra untuk meningkatkan penjualan. Sistem komisi menjadi dasar hubungan kerja sama ini.

E-Commerce Specialist

E-Commerce Specialist mengelola aktivitas penjualan digital di marketplace. Profesi ini mengoptimasi katalog produk, promosi, dan iklan. Fokus utamanya adalah peningkatan penjualan online.

Bidang digital marketing menawarkan beragam profesi dengan peluang karier yang luas dan menjanjikan. Setiap profesi memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan strategi pemasaran digital suatu bisnis. Dengan terus berkembangnya teknologi, kebutuhan akan tenaga profesional di bidang digital marketing diprediksi akan terus meningkat di masa depan.

Pesatnya perkembangan profesi di bidang digital marketing menuntut sumber daya manusia yang tidak hanya kreatif, tetapi juga memiliki pemahaman bisnis dan penguasaan teknologi digital. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Program Studi Bisnis Digital di Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia (INSTIKI) hadir sebagai pilihan tepat bagi generasi muda yang ingin berkarier di era ekonomi digital. Melalui kurikulum berbasis industri, pembelajaran praktis, serta dukungan dosen dan fasilitas yang kompeten, INSTIKI membekali mahasiswa dengan keterampilan strategis dan aplikatif agar siap bersaing di dunia kerja maupun menciptakan peluang usaha digital secara mandiri. Yuk kuliah di Bali di INSTIKI!

Duta GenRe INSTIKI 2026 Resmi Terpilih, Siap Mengedukasi dan Menginspirasi!

Duta GenRe INSTIKI 2026 Resmi Terpilih, Siap Mengedukasi dan Menginspirasi!

Mewujudkan generasi muda yang berencana, sehat, dan bertanggung jawab menjadi salah satu fokus pengembangan mahasiswa di Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia (INSTIKI). Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Pemilihan Duta GenRe INSTIKI 2026 yang diselenggarakan oleh UKM PIK-M Janadi Sahwahita INSTIKI pada Sabtu, 31 Januari 2026 bertempat di LLDIKTI Wilayah VIII. Ajang ini menjadi salah satu program strategis dalam mendukung edukasi sebaya generasi berencana serta gaya hidup sehat di kalangan generasi muda. Siapakah Duta GenRe INSTIKI 2026 yang terpilih?

Pemilihan Duta GenRe (Generasi Berencana) menjadi ajang pemilihan figur teladan bagi remaja yang berperan aktif dalam memberikan wawasan dan informasi mengenai kesehatan reproduksi. Melalui peran tersebut, Duta GenRe diharapkan mampu menjadi agen perubahan dalam mewujudkan generasi muda yang bebas dari narkoba, seks bebas, dan HIV/AIDS. Rangkaian Pemilihan Duta GenRe INSTIKI 2026 diselenggarakan dengan konsep kompetitif namun edukatif agar mampu memberikan pengalaman pembelajaran yang bermakna bagi finalis. Dalam kegiatan ini, para finalis mengikuti berbagai tahapan penilaian yang dimulai dari seleksi administrasi, pemaparan gagasan, hingga uji wawasan terkait program GenRe. Proses penilaian juga mencakup aspek kepribadian dan kemampuan komunikasi untuk melihat kesiapan finalis dalam menyampaikan pesan-pesan positif.

Melalui proses seleksi yang ketat dan berjenjang, dewan juri berhasil menjaring mahasiswa-mahasiswa terbaik INSTIKI yang menunjukkan kompetensi, integritas, serta komitmen yang kuat terhadap nilai-nilai Generasi Berencana. Para finalis terpilih dinilai tidak hanya unggul dari segi pengetahuan dan wawasan, tetapi juga memiliki kepribadian, kemampuan komunikasi, serta kepedulian sosial yang baik. Atas penilaian tersebut, berikut adalah Duta GenRe INSTIKI 2026 terpilih:

Winner Duta GenRe INSTIKI 2026:

I Gusti Ayu Linda Permata Dewi

I Wayan Yudhi Krisna

Runner Up I Duta GenRe INSTIKI 2026:

Ni Komang Ayu Puspitayanti

I Dewa Gede Widhyadana Putra

Runner Up II Duta GenRe INSTIKI 2026:

Ni Gusti Ayu Komang Pertiwi

I Gede Andyka Putra

Duta GenRe Favorit INSTIKI 2026:

Luh Wini Aprilia Dewi

I Gusti Ngurah Wira Ditiya

Duta GenRe Intelegensia INSTIKI 2026:

Ni Kadek Ulan Dwi Cahyani

I Gede Agus Surya Wisnata

Dengan terselenggaranya Pemilihan Duta GenRe INSTIKI 2026, diharapkan para duta terpilih dapat menjalankan perannya secara aktif dalam mengedukasi dan menginspirasi genersdi muda untuk menerapkan pola hidup sehat dan perencanaan kehidupan yang matang. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud dukungan atas program pembangunan generasi muda yang berdaya saing, berkarakter, dan berorientasi masa depan. Selamat kepada Duta GenRe INSTIKI 2026 yang telah terpilih, semoga mampu mengemban amanah dengan penuh tanggung jawab serta menjadi teladan dan inspirasi positif bagi generasi muda.

Alumni INSTIKI Pulang Kampus, Bagikan Pengalaman Karier Digital Marketing!

Alumni INSTIKI Pulang Kampus, Bagikan Pengalaman Karier Digital Marketing!

Departemen Alumni dan Pusat Karir Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia (INSTIKI) menyelenggarakan kegiatan Alumni Pulang Kampus ke-20 sebagai wadah inspiratif bagi mahasiswa untuk mengenal dunia kerja secara lebih dekat. Mengusung tema “Dari Bangku Kuliah ke Dunia Kerja: Perjalanan Nyata Berkarier di Digital Marketing”, kegiatan ini menghadirkan alumni INSTIKI yang telah berkiprah di dunia profesional untuk berbagi pengalaman dan wawasan karier. Acara ini dilaksanakan pada Senin, 2 Februari 2026, digelar secara luring di Aula INSTIKI dan secara daring melalui Zoom Meetings.

Pada kesempatan ini, hadir langsung Putri Maria Purnama Sari, S.Kom, alumni INSTIKI yang saat ini berkarier dalam bidang Digital Marketing. Kehadiran narasumber diharapkan dapat memberikan gambaran nyata mengenai perjalanan karier setelah lulus kuliah, khususnya di bidang digital marketing yang saat ini berkembang sangat pesat seiring dengan kemajuan teknologi dan perkembangan era digital.

Dalam pemaparannya Putri Maria Purnama Sari, S.Kom membagikan pengalamannya sejak masih menjadi mahasiswa hingga akhirnya terjun ke dunia kerja, berkarier menjadi Digital Marketer. Lebih lanjut, ia juga mengulas secara mendalam mengenai dunia kerja digital marketing, mulai dari peluang karier, tantangan yang dihadapi, hingga kompetensi yang wajib dimiliki oleh generasi muda. Menurutnya, seorang digital marketer tidak hanya dituntut kreatif, tetapi juga mampu menganalisis data, memahami perilaku audiens, serta mengikuti perkembangan tren digital yang terus berubah. Kemampuan beradaptasi dan kemauan untuk terus belajar menjadi salah satu agar dapat bertahan dan berkembang di industri ini.

Melalui kegiatan Alumni Pulang Kampus ke-20 ini, besar harapam mahasiswa mendapatkan gambaran nyata tentang dunia kerja serta termotivasi untuk mempersiapkan diri sejak dini. Kegiatan ini juga menjadi komitmen bersama dalam menjembatani dunia akademik dengan dunia industri melalui peran aktif alumni, sehingga mampu mencetak lulusan INSTIKI yang siap bersaing dan berdaya saing tinggi di era digital.

Kerja Jadi Karyawan vs Entrepreneur: Mana yang Lebih Worth It?

Kerja Jadi Karyawan vs Entrepreneur: Mana yang Lebih Worth It?

Setiap orang pasti pernah berada di persimpangan pilihan hidup: bekerja sebagai karyawan atau membangun usaha sendiri sebagai entrepreneur. Keduanya sama-sama menjanjikan, namun memiliki tantangan dan kelebihan yang berbeda. Pertanyaannya, mana yang lebih worth it untuk masa depan?

Kerja Jadi Karyawan: Stabil dan Terarah

Menjadi karyawan masih menjadi pilihan favorit banyak orang, terutama fresh graduate. Alasannya cukup jelas: penghasilan relatif stabil, jam kerja teratur, serta tanggung jawab yang sudah terstruktur. Karyawan juga mendapatkan berbagai fasilitas seperti gaji bulanan, tunjangan, BPJS, hingga jenjang karier yang jelas di perusahaan.

Selain itu, bekerja sebagai karyawan memberi kesempatan untuk belajar langsung dari sistem yang sudah matang. Kita bisa memahami bagaimana manajemen berjalan, bagaimana tim bekerja, hingga bagaimana menghadapi klien dan target. Bagi sebagian orang, ini adalah jalur aman untuk membangun pengalaman dan keterampilan profesional.

Namun, di balik kestabilan tersebut, ada keterbatasan. Ruang untuk bereksplorasi sering kali dibatasi oleh aturan perusahaan, dan kenaikan penghasilan biasanya mengikuti struktur yang sudah ditentukan. Tidak semua orang cocok dengan ritme ini, terutama mereka yang menyukai kebebasan dan tantangan.

Entrepreneur: Risiko Tinggi, Peluang Lebih Besar

Di sisi lain, menjadi entrepreneur menawarkan kebebasan dan peluang yang jauh lebih luas. Seorang pengusaha memiliki kendali penuh atas bisnisnya: mulai dari ide, strategi, hingga arah pengembangan. Potensi penghasilan pun tidak terbatas, tergantung seberapa besar usaha dan inovasi yang dilakukan.

Entrepreneurship juga melatih mental tangguh, kreativitas, serta kemampuan problem solving. Kegagalan bukan akhir, melainkan bagian dari proses belajar. Namun, perlu disadari bahwa dunia usaha penuh dengan risiko: modal bisa habis, pasar bisa berubah, dan tekanan mental jauh lebih besar dibanding menjadi karyawan. Tidak semua orang siap menghadapi ketidakpastian ini. Karena itu, menjadi entrepreneur membutuhkan bekal ilmu, mental, dan strategi yang matang.

Jadi, Mana yang Lebih Worth It?

Jawabannya: tergantung tujuan dan kesiapan diri. Jika menginginkan stabilitas dan pengalaman terstruktur, menjadi karyawan adalah pilihan tepat. Namun, jika siap mengambil risiko dan ingin menciptakan peluang sendiri, menjadi entrepreneur bisa menjadi jalan yang sangat menjanjikan. Menariknya, saat ini batas antara karyawan dan entrepreneur semakin kabur. Banyak profesional yang memulai sebagai karyawan, lalu membangun bisnis sampingan, hingga akhirnya menjadi pengusaha sukses. Kuncinya ada pada pengetahuan, skill, dan mindset.

Persiapan Terbaik Dimulai dari Bangku Kuliah

Apa pun pilihan kariermu, pendidikan yang tepat akan menjadi fondasi utama. Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia (INSTIKI) hadir untuk menyiapkan generasi muda yang siap menjadi profesional unggul maupun entrepreneur inovatif. Dengan kurikulum modern, INSTIKI membekali mahasiswa dengan hard skill hingga soft skill yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini. Jadi, masih ragu memilih jalan karier? Persiapkan dirimu sejak sekarang. Kuliah di INSTIKI, dan buka peluang suksesmu, baik sebagai karyawan profesional maupun entrepreneur masa depan.

Kupas Tuntas AI, Seminar Nasional HIMA IF INSTIKI 2026 Sukses Digelar!

Kupas Tuntas AI, Seminar Nasional HIMA IF INSTIKI 2026 Sukses Digelar!

Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang semakin pesat menuntut generasi muda, khususnya mahasiswa, untuk tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga memahami potensi AI secara strategis dan produktif. Menyadari hal tersebut, Himpunan Mahasiswa Informatika (HIMA-IF) Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia (INSTIKI) menyelenggarakan Seminar Nasional HIMA IF INSTIKI 2026 bertajuk “AI as a Productivity Assistant: Boosting Efficiency, Creativity, and Career Opportunities”. Kegiatan ini dilaksanakan pada 25 Januari 2026 bertempat di Aula Kampus INSTIKI dan berlangsung secara hybrid, sehingga dapat diikuti oleh peserta baik secara luring maupun daring.

Seminar nasional ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan wawasan komprehensif mengenai Artificial Intelligence, khususnya pemanfaatannya sebagai asisten produktivitas dalam kehidupan sehari-hari, dunia kerja, serta pengembangan karier di masa depan. Di tengah era transformasi digital, AI tidak lagi sekadar teknologi masa depan, melainkan telah menjadi alat yang nyata dan relevan untuk meningkatkan efisiensi kerja, mendukung kreativitas, serta membuka peluang karier baru di berbagai sektor.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber yaitu I Wayan Wahyu Ivan Mahendra Jaya, S.Kom yang membawakan materi bertajuk “AI in Everyday Work: From Ideas to Execution”. Topik ini membahas bagaimana AI dapat digunakan secara praktis untuk membantu proses kerja, mulai dari tahap perencanaan ide hingga eksekusi yang lebih efektif dan terukur. Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa AI dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk meningkatkan produktivitas individu maupun tim, seperti dalam pengolahan data, pembuatan konten, analisis informasi, hingga pengambilan keputusan. Selain itu, peserta juga diajak untuk memahami cara menggunakan AI secara bijak, etis, dan bertanggung jawab agar teknologi ini benar-benar memberikan dampak positif.

Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi. Sesi diskusi dan tanya jawab berlangsung interaktif, menunjukkan ketertarikan peserta terhadap topik AI dan penerapannya dalam dunia nyata. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bekal awal bagi generasi muda untuk lebih siap menghadapi tantangan dunia kerja di era digital. Melalui Seminar Nasional HIMA IF INSTIKI 2026 ini, Himpunan Mahasiswa Informatika INSTIKI menegaskan komitmennya dalam menghadirkan kegiatan edukatif yang relevan dengan perkembangan teknologi, sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia yang adaptif, inovatif, dan siap bersaing di masa depan.

INSTIKI Tampilkan Karya Teknologi Inovatif dalam Bulan Bahasa Bali VIII Tahun 2026

INSTIKI Tampilkan Karya Teknologi Inovatif dalam Bulan Bahasa Bali VIII Tahun 2026

Kampus IT, bisnis, dan desain terbaik di Bali dan Nusa Tenggara, Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia (INSTIKI) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian budaya Bali melalui inovasi teknologi. Pada tahun 2026 ini, INSTIKI kembali hadir menampilkan berbagai karya kreatif dan inovatif dalam acara Bulan Bahasa Bali VIII Tahun 2026. Kegiatan yang digelar selama satu bulan penuh, mulai 1 hingga 28 Februari 2026 di Taman Budaya Bali (Art Center) ini merupakan agenda tahunan Pemerintah Provinsi Bali yang bertujuan untuk menjaga, mengembangkan, dan memuliakan bahasa, aksara, serta sastra Bali agar tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman.

Ketua Panitia Bulan Bahasa Bali VIII Tahun 2026 – INSTIKI, I Gede Totok Suryawan, S.Kom., M.T, menyampaikan bahwa INSTIKI kembali hadir ikut serta menampilkan beragam karya dalam Pameran Bulan Bahasa Bali VIII Tahun 2026. Dalam gelaran bergengsi ini, INSTIKI menampilkan sejumlah karya inovatif hasil pengembangan dosen dan mahasiswa INSTIKI yang memadukan teknologi digital dengan pelestarian budaya, bahasa, aksara, serta sastra Bali. Karya-karya tersebut meliputi Sistem Pengenalan Ucapan Bahasa Bali Dialek Badung berbasis Deep Learning. Inovasi ini memungkinkan proses transkripsi dialek Badung secara otomatis dengan memanfaatkan kecerdasan buatan, sehingga dapat menjadi solusi modern dalam upaya dokumentasi dan pelestarian bahasa Bali di era digital. Karya inovatif lainnya adalah Sistem Transkripsi Bahasa Bali serta Transliterasi Teks Latin ke Aksara Bali, yang dirancang untuk memudahkan masyarakat, khususnya generasi muda, dalam mempelajari dan menggunakan aksara dan bahasa Bali di era digital. Teknologi ini diharapkan mampu menjadi jembatan antara tradisi literasi Bali dengan kebutuhan komunikasi masa kini.

Selain itu, dipamerkan pula Lontar Prasi Bali yang menghadirkan cerita tradisional Bali dengan sentuhan Augmented Reality (AR). Cukup dipindai, kisah dalam lontar hidup lewat karakter 3D yang interaktif. Ada juga Nusa Heritage ID, sebuah platform digital yang menjadi benteng digital warisan budaya Nusantara. Platform ini mendokumentasikan dan menyajikan warisan budaya Bali, baik benda maupun tak benda, serta dikembangkan untuk mendigitalisasi kekayaan budaya Nusantara secara lebih luas dan berkelanjutan. Karya inovasi ini pun sempat meraih Juara 1 Kategori Profesional di Budaya Go 2025, mengungguli 627 inovator se-Indonesia.

Tak hanya itu, hadir juga platform Metemu, sebuah platform jodoh berbasis kalender dan nilai-nilai tradisi Bali yang dirancang untuk membantu menilai kecocokan pasangan serta menemukan pasangan hidup yang tepat. Platform ini sukses memancing rasa penasaran pengunjung untuk mencoba secara langsung karya dosen dan mahasiswa INSTIKI tersebut. Deretan karya dosen dan mahasiswa INSTIKI, mulai dari Sistem Pengenalan Ucapan Bahasa Bali Dialek Badung hingga Metemu, berhasil menarik perhatian pengunjung melalui konsep inovatif yang memadukan kreativitas, teknologi, dan nilai budaya, sehingga menghadirkan pengalaman baru yang edukatif dan inspiratif.

Sebagai Rektor INSTIKI, Dr. I Dewa Made Krishna Muku, S.T., M.T menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya terhadap dosen serta mahasiswa yang mampu menerjemahkan visi INSTIKI ke dalam karya nyata. “Saya senang sekali melihat bagaimana dosen dan mahasiswa dapat menerjemahkan visi INSTIKI, khususnya dalam mendukung pariwisata budaya melalui teknologi. Ini terlihat dari berbagai karya seperti penulisan aksara Bali hingga penerjemahan bahasa Bali dari lisan ke tulisan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Beliau menegaskan bahwa karya-karya tersebut sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Bali “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”, terutama dalam upaya penguatan budaya. “Saya sebagai Rektor merasa bangga melihat karya mahasiswa dan dosen INSTIKI yang sangat selaras dengan visi pemerintah, salah satunya dalam menguatkan budaya kita,” jelas Dr. I Dewa Made Krishna Muku, S.T., M.T.

Melalui partisipasi dalam Bulan Bahasa Bali VIII Tahun 2026, besar harapan dosen dan mahasiswa INSTIKI dapat turut serta berkontribusi secara aktif dalam pelestarian bahasa, aksara, dan sastra Bali melalui pendekatan inovatif berbasis teknologi. Keterlibatan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang unjuk karya, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi dan edukasi yang mendorong generasi muda untuk semakin mencintai serta menjaga warisan budaya Bali agar tetap lestari dan relevan di tengah perkembangan zaman.

Dosen INSTIKI Menjadi Narasumber pada Acara ME on Media, Filipina

Dosen INSTIKI Menjadi Narasumber pada Acara ME on Media, Filipina

Komitmen Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia (INSTIKI) dalam mendorong internasionalisasi dan literasi digital kembali diwujudkan melalui partisipasi dosen INSTIKI dalam seminar internasional. Ni Kadek Bumi Krismentari, S.Kom., M.T., dosen INSTIKI, menjadi narasumber pada kegiatan bertajuk “ME on MEdia: Discussion on Responsible Social Media Use on a Global Perspective” yang diselenggarakan oleh John B. Lacson Foundation Maritime University (Arevalo), Inc. melalui Internationalization Relations Office.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu, 28 Januari 2026 secara hybrid ini merupakan kolaborasi antara John B. Lacson Foundation Maritime University (Arevalo), Inc. dengan The Dolphin, Reader’s Partner Organization (RPO) serta Navigators Society of Antique (NAVSA). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap penggunaan media sosial yang bertanggung jawab dalam perspektif global.

Dalam kesempatan tersebut, Ni Kadek Bumi Krismentari, S.Kom., M.T. membawakan materi berjudul “Responsible Sharing Online: Staying Safe in the Digital World.” Materi ini membahas secara komprehensif fenomena perilaku berbagi informasi di media sosial yang kerap dilakukan tanpa mempertimbangkan risiko jangka panjang. Adapun topik utama yang disampaikan meliputi pengertian oversharing, alasan mengapa oversharing dapat berbahaya, jenis informasi yang sebaiknya tidak dibagikan di media sosial, serta kebiasaan sederhana namun penting untuk menjaga keamanan digital.

Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa oversharing dapat membuka celah terhadap berbagai ancaman digital, seperti pencurian identitas, penipuan daring, hingga penyalahgunaan data pribadi. Oleh karena itu, pengguna media sosial perlu memiliki kesadaran kritis sebelum membagikan informasi, terutama yang bersifat personal. Edukasi mengenai literasi digital dinilai menjadi salah satu kunci dalam membentuk perilaku bermedia sosial yang aman dan bertanggung jawab.

Peserta kegiatan ini terdiri dari mahasiswa yang tergabung dalam organisasi, yaitu Reader’s Partner Organization (RPO), The Dolphin, dan Navigator’s Society of Antique. Antusiasme peserta terlihat sangat positif, ditandai dengan adanya sesi tanya jawab yang aktif setelah pemaparan materi. Pertanyaan dari para peserta sangat beragam, mulai dari pengalaman pribadi narasumber terkait oversharing di media sosial serta bagaimana sikap yang sebaiknya diambil ketika melihat orang terdekat melakukan oversharing.

Ni Kadek Bumi Krismentari, S.Kom., M.T menyampaikan kesan positif terhadap kegiatan ini. Partisipasinya sebagai narasumber dalam seminar internasional yang disampaikan sepenuhnya dalam bahasa Inggris menjadi pengalaman berharga sekaligus wujud komitmen dalam berbagi wawasan dan pengetahuan kepada peserta dari berbagai latar belakang. Melalui partisipasi ini, diharapkan dapat semakin memperkuat peran dosen INSTIKI dalam kancah internasional, khususnya dalam bidang literasi digital serta menjadi inspirasi bagi civitas akademika untuk terus berkontribusi dengan semangat “menjadi dan memberi.”