Dosen INSTIKI Menjadi Narasumber pada Acara ME on Media, Filipina

Dosen INSTIKI Menjadi Narasumber pada Acara ME on Media, Filipina

Komitmen Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia (INSTIKI) dalam mendorong internasionalisasi dan literasi digital kembali diwujudkan melalui partisipasi dosen INSTIKI dalam seminar internasional. Ni Kadek Bumi Krismentari, S.Kom., M.T., dosen INSTIKI, menjadi narasumber pada kegiatan bertajuk “ME on MEdia: Discussion on Responsible Social Media Use on a Global Perspective” yang diselenggarakan oleh John B. Lacson Foundation Maritime University (Arevalo), Inc. melalui Internationalization Relations Office.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu, 28 Januari 2026 secara hybrid ini merupakan kolaborasi antara John B. Lacson Foundation Maritime University (Arevalo), Inc. dengan The Dolphin, Reader’s Partner Organization (RPO) serta Navigators Society of Antique (NAVSA). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap penggunaan media sosial yang bertanggung jawab dalam perspektif global.

Dalam kesempatan tersebut, Ni Kadek Bumi Krismentari, S.Kom., M.T. membawakan materi berjudul “Responsible Sharing Online: Staying Safe in the Digital World.” Materi ini membahas secara komprehensif fenomena perilaku berbagi informasi di media sosial yang kerap dilakukan tanpa mempertimbangkan risiko jangka panjang. Adapun topik utama yang disampaikan meliputi pengertian oversharing, alasan mengapa oversharing dapat berbahaya, jenis informasi yang sebaiknya tidak dibagikan di media sosial, serta kebiasaan sederhana namun penting untuk menjaga keamanan digital.

Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa oversharing dapat membuka celah terhadap berbagai ancaman digital, seperti pencurian identitas, penipuan daring, hingga penyalahgunaan data pribadi. Oleh karena itu, pengguna media sosial perlu memiliki kesadaran kritis sebelum membagikan informasi, terutama yang bersifat personal. Edukasi mengenai literasi digital dinilai menjadi salah satu kunci dalam membentuk perilaku bermedia sosial yang aman dan bertanggung jawab.

Peserta kegiatan ini terdiri dari mahasiswa yang tergabung dalam organisasi, yaitu Reader’s Partner Organization (RPO), The Dolphin, dan Navigator’s Society of Antique. Antusiasme peserta terlihat sangat positif, ditandai dengan adanya sesi tanya jawab yang aktif setelah pemaparan materi. Pertanyaan dari para peserta sangat beragam, mulai dari pengalaman pribadi narasumber terkait oversharing di media sosial serta bagaimana sikap yang sebaiknya diambil ketika melihat orang terdekat melakukan oversharing.

Ni Kadek Bumi Krismentari, S.Kom., M.T menyampaikan kesan positif terhadap kegiatan ini. Partisipasinya sebagai narasumber dalam seminar internasional yang disampaikan sepenuhnya dalam bahasa Inggris menjadi pengalaman berharga sekaligus wujud komitmen dalam berbagi wawasan dan pengetahuan kepada peserta dari berbagai latar belakang. Melalui partisipasi ini, diharapkan dapat semakin memperkuat peran dosen INSTIKI dalam kancah internasional, khususnya dalam bidang literasi digital serta menjadi inspirasi bagi civitas akademika untuk terus berkontribusi dengan semangat “menjadi dan memberi.”

Pelatihan Owner’s Mindset: Membangun Jiwa Leadership Dosen INSTIKI!

Pelatihan Owner’s Mindset: Membangun Jiwa Leadership Dosen INSTIKI!

Dalam upaya meningkatkan kemampuan komunikasi dan kepemimpinan (leadership) di lingkungan kampus, DPTPK Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia (INSTIKI) telah sukses menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Owner’s Mindset: Menjadi Pemimpin yang Berpikir seperti Pemilik. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 29 Januari 2026, bertempat di Aula INSTIKI, dan diikuti oleh Dosen INSTIKI dengan penuh antusias.

Pelatihan ini bertujuan untuk menanamkan pola pikir owner’s mindset dalam diri dosen sebagai bagian penting dari penguatan peran kepemimpinan di perguruan tinggi. Owner’s mindset dipahami sebagai cara berpikir layaknya seorang pemilik, yang memiliki rasa tanggung jawab tinggi, kepedulian terhadap keberlangsungan institusi, serta keberanian dalam mengambil keputusan strategis demi kemajuan bersama. Pola pikir ini relevan dan penting dalam menghadapi dinamika dunia pendidikan tinggi yang terus mengalami perkembangan pesat.

Kegiatan pelatihan menghadirkan Rektor INSTIKI Dr. I Dewa Made Krishna Muku, S.T., M.T sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, Beliau menekankan bahwa dosen tidak hanya berperan sebagai pendidik dan pengajar, tetapi juga sebagai pemimpin yang memiliki pengaruh besar dalam membentuk kampus INSTIKI menjadi lebih baik lagi kedepannya, dengan terus menanamkan semangat “menjadi dan memberi.” Dengan menerapkan owner’s mindset, dosen diharapkan mampu melihat tantangan sebagai peluang, memiliki inisiatif tinggi, serta berani bertindak dengan penuh tanggung jawab.

Selama sesi pelatihan yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 12.00 WITA, peserta mendapatkan pemahaman mendalam mengenai konsep kepemimpinan berbasis kepemilikan (sense of ownership), pentingnya komunikasi yang efektif, serta keberanian dalam mengambil keputusan yang berdampak jangka panjang. Materi disampaikan secara interaktif, disertai dengan contoh-contoh nyata yang relevan dengan lingkungan kerja dosen di INSTIKI.

Melalui pelatihan ini, DPTPK INSTIKI berharap para dosen INSTIKI dapat semakin menginternalisasi nilai-nilai kepemimpinan yang berorientasi pada tanggung jawab, kepedulian, dan keberanian dalam mengambil keputusan. Penerapan owner’s mindset diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas kinerja dosen, memperkuat budaya organisasi yang positif, serta mendukung visi dan misi INSTIKI. Kegiatan Pelatihan Owner’s Mindset ini menjadi salah satu langkah strategis INSTIKI dalam mengembangkan sumber daya manusia yang profesional, berkarakter, dan memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat demi kemajuan institusi dan dunia pendidikan secara berkelanjutan.

Cara Menentukan Tujuan Karier di Era Teknologi

Cara Menentukan Tujuan Karier di Era Teknologi

Perkembangan teknologi yang begitu cepat telah mengubah cara kita bekerja dan membangun karier. Banyak profesi baru bermunculan, sementara beberapa pekerjaan lama mulai tergeser oleh otomatisasi dan digitalisasi. Di tengah perubahan ini, menentukan tujuan karier menjadi langkah penting agar kita tidak salah arah dan tetap relevan di dunia kerja.

Menentukan tujuan karier di era teknologi bukan hanya soal memilih pekerjaan yang sedang tren, tetapi juga memahami potensi diri dan kebutuhan masa depan. Dengan perencanaan yang tepat, kamu bisa membangun karier yang berkelanjutan dan sesuai dengan minat serta kemampuan.

1. Kenali Diri dan Minat Pribadi

Langkah awal dalam menentukan tujuan karier adalah mengenali diri sendiri. Pahami apa yang kamu sukai, bidang apa yang membuatmu tertarik, dan aktivitas apa yang bisa kamu lakukan dengan penuh semangat. Minat yang kuat akan memudahkanmu untuk terus belajar dan berkembang, terutama di bidang teknologi yang terus berubah.

2. Pahami Perkembangan Dunia Kerja

Era teknologi menuntut kita untuk selalu update. Cari tahu tren industri, profesi digital yang sedang berkembang, serta skill yang paling dibutuhkan saat ini dan ke depan. Informasi ini bisa kamu dapatkan dari artikel, webinar, media sosial profesional, atau laporan industri. Dengan memahami kebutuhan pasar, tujuan karier yang kamu tentukan akan lebih realistis dan relevan.

3. Tentukan Skill yang Ingin Dikembangkan

Setelah mengetahui minat dan peluang, tentukan skill yang ingin kamu kuasai. Di era teknologi, skill digital seperti data analysis, digital marketing, UI/UX, pemrograman, hingga kemampuan berpikir kritis dan problem solving sangat dibutuhkan. Fokus pada pengembangan skill yang sejalan dengan tujuan kariermu agar proses belajar lebih terarah.

4. Tetapkan Tujuan Jangka Pendek dan Jangka Panjang

Tujuan karier sebaiknya dibagi menjadi jangka pendek dan jangka panjang. Tujuan jangka pendek bisa berupa mengikuti pelatihan, magang, atau sertifikasi tertentu. Sementara itu, tujuan jangka panjang bisa berupa posisi karier yang ingin dicapai atau bidang yang ingin ditekuni. Dengan pembagian ini, perjalanan karier terasa lebih terstruktur dan mudah dievaluasi.

5. Manfaatkan Teknologi sebagai Pendukung

Teknologi bisa menjadi alat yang sangat membantu dalam merencanakan karier. Gunakan platform pembelajaran online, aplikasi pengembangan skill, hingga media sosial profesional untuk membangun jaringan dan personal branding. Dengan pemanfaatan teknologi yang tepat, peluang karier bisa terbuka lebih luas.

6. Fleksibel dan Siap Beradaptasi

Di era teknologi, perubahan adalah hal yang pasti. Tujuan karier yang kamu tentukan hari ini bisa saja berkembang atau berubah di masa depan. Oleh karena itu, penting untuk tetap fleksibel dan terbuka terhadap peluang baru. Kemampuan beradaptasi akan membuatmu tetap relevan meski dunia kerja terus berubah.

Menentukan tujuan karier di era teknologi membutuhkan kesadaran diri, informasi yang tepat, dan kesiapan untuk terus belajar. Dengan mengenali minat, mengembangkan skill yang relevan, serta memanfaatkan teknologi secara bijak, kamu bisa membangun arah karier yang jelas dan berkelanjutan. Ingat, tujuan karier bukan hanya tentang mencapai posisi tertentu, tetapi tentang proses berkembang dan menjadi versi terbaik dari diri sendiri.

Sebagai langkah nyata dalam menentukan dan mewujudkan tujuan karier di era teknologi, memilih lingkungan pendidikan yang tepat menjadi hal yang sangat penting. Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia (INSTIKI) hadir sebagai kampus yang fokus pada teknologi, bisnis, dan desain yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini dan nanti. Dengan kurikulum yang relevan, dosen berpengalaman, serta ekosistem kampus yang mendukung inovasi, kreativitas, dan pengembangan diri, INSTIKI menjadi kampus yang tepat untuk membangun fondasi karier yang kuat dan siap bersaing di dunia kerja digital.

Tips Digital Detox agar Tetap Seimbang dan Produktif

Tips Digital Detox agar Tetap Seimbang dan Produktif

Di era digital seperti sekarang, hampir semua aktivitas kita terhubung dengan gadget. Mulai dari kerja, kuliah, sampai hiburan, semuanya ada di layar. Tanpa disadari, penggunaan perangkat digital yang berlebihan bisa bikin cepat lelah, sulit fokus, bahkan menurunkan produktivitas. Karena itu, digital detox jadi hal penting untuk diterapkan.

Digital detox bukan berarti harus menjauh total dari teknologi. Intinya adalah mengatur ulang kebiasaan digital agar lebih sehat, seimbang, dan tetap produktif. Dengan digital detox, kita bisa kembali mengontrol waktu, meningkatkan fokus, dan menjaga kesehatan mental.

1. Atur Batas Waktu Penggunaan Gadget

Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah mengatur batas waktu penggunaan gadget setiap hari. Saat ini, hampir semua smartphone punya fitur screen time atau digital wellbeing. Dari situ, kamu bisa melihat aplikasi mana yang paling banyak menyita waktu dan mulai menguranginya secara bertahap.

2. Mulai dari Kebiasaan Kecil

Digital detox tidak harus langsung ekstrem. Mulailah dari hal sederhana, seperti tidak membuka media sosial saat baru bangun tidur atau menjelang tidur malam. Gunakan waktu tersebut untuk aktivitas yang lebih menenangkan, seperti stretching ringan, membaca, atau sekadar menikmati waktu tanpa layar.

3. Kurangi Notifikasi yang Tidak Perlu

Notifikasi yang terus masuk bisa memecah konsentrasi dan bikin susah fokus. Coba matikan notifikasi dari aplikasi yang tidak terlalu penting. Dengan begitu, perhatianmu tidak mudah teralihkan dan pekerjaan bisa diselesaikan dengan lebih efektif.

4. Sediakan Waktu Bebas Layar

Luangkan waktu khusus sebagai waktu bebas layar, misalnya saat belajar, makan, berkumpul dengan keluarga, atau di akhir pekan. Gunakan momen ini untuk lebih fokus belajar, berinteraksi langsung, menjalani hobi, atau sekadar beristirahat dari aktivitas digital.

5. Manfaatkan Teknologi secara Bijak

Menariknya, teknologi juga bisa membantu proses digital detox. Gunakan aplikasi pengatur waktu, to-do list, atau teknik fokus seperti metode Pomodoro untuk membantu bekerja lebih terstruktur. Dengan penggunaan yang tepat, teknologi justru bisa meningkatkan produktivitas.

6. Jaga Kesehatan Fisik dan Mental

Terlalu lama menatap layar bisa menyebabkan mata lelah, gangguan tidur, dan stres. Pastikan kamu rutin beristirahat, melakukan peregangan, serta menjaga pola tidur yang baik. Aktivitas fisik dan waktu relaksasi juga penting untuk menjaga keseimbangan tubuh dan pikiran.

7. Evaluasi dan Lakukan secara Konsisten

Digital detox bukan sesuatu yang dilakukan sekali saja. Perlu evaluasi dan konsistensi agar hasilnya terasa. Coba perhatikan perubahan pada fokus, mood, dan produktivitas setelah menerapkan kebiasaan digital yang lebih sehat.

Digital detox membantu kita menggunakan teknologi dengan lebih sadar dan terkontrol. Dengan kebiasaan digital yang lebih seimbang, kamu bisa tetap produktif tanpa harus merasa lelah atau kewalahan. Ingat, teknologi seharusnya membantu hidup kita, bukan malah menguasainya.

Mengapa Kamu Harus Lanjut Kuliah S2 Informatika?

Mengapa Kamu Harus Lanjut Kuliah S2 Informatika?

Di era digital yang bergerak sangat cepat, gelar sarjana (S1) sering kali belum cukup untuk bersaing di dunia kerja yang semakin kompetitif. Perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), big data, keamanan siber, hingga komputasi awan menuntut sumber daya manusia yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga memiliki kemampuan analisis, riset, dan kepemimpinan yang kuat. Inilah alasan mengapa melanjutkan kuliah S2 Informatika menjadi pilihan strategis untuk masa depan kariermu.

1. Spesialisasi dan Pendalaman Keilmuan

Pada jenjang S2 Informatika, kamu tidak hanya belajar dasar-dasar teknologi, tetapi juga mendalami bidang tertentu secara lebih spesifik. Kamu bisa fokus pada bidang seperti business intelligence hingga data science. Pendalaman ini membuatmu memiliki keahlian yang lebih tajam dan bernilai tinggi di mata industri maupun akademik.

2. Peluang Karier Lebih Luas dan Bergengsi

Lulusan S2 Informatika memiliki peluang karier yang lebih luas dibandingkan lulusan S1. Banyak posisi strategis seperti IT manager, system architect, data scientist senior, technology consultant, hingga peneliti membutuhkan kualifikasi pendidikan magister. Selain itu, jenjang S2 juga membuka peluang untuk berkarier di dunia akademik sebagai dosen atau peneliti profesional.

3. Daya Saing dan Nilai Jual yang Lebih Tinggi

Di tengah persaingan tenaga kerja yang ketat, gelar S2 Informatika dapat menjadi pembeda yang signifikan. Perusahaan cenderung menilai lulusan S2 memiliki kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah yang lebih matang, serta pemahaman teknologi yang lebih mendalam. Hal ini tentu berdampak pada peluang promosi dan peningkatan penghasilan.

4. Mengasah Kemampuan Riset dan Inovasi

Kuliah S2 Informatika tidak lepas dari kegiatan riset. Kamu akan terbiasa menganalisis masalah kompleks, merancang solusi berbasis teknologi, dan menghasilkan karya ilmiah atau inovasi digital. Kemampuan ini sangat penting, terutama di era industri 4.0 dan society 5.0 yang menuntut inovasi berkelanjutan.

5. Jaringan Profesional yang Lebih Kuat

Saat menempuh pendidikan S2, kamu akan bertemu dengan mentor, dosen, peneliti, dan mahasiswa dari berbagai latar belakang profesional. Lingkungan akademik ini membantumu membangun jaringan (networking) yang kuat, yang sangat bermanfaat untuk pengembangan karier, kolaborasi riset, maupun peluang bisnis di masa depan.

6. Investasi Jangka Panjang untuk Masa Depan

Melanjutkan kuliah S2 Informatika bukan sekadar menambah gelar, tetapi merupakan investasi jangka panjang. Ilmu, pengalaman, dan jaringan yang kamu peroleh akan menjadi modal berharga untuk menghadapi perubahan teknologi yang terus berkembang. Dengan bekal tersebut, kamu akan lebih siap menjadi pemimpin, inovator, dan penggerak transformasi digital.

Jika kamu ingin meningkatkan kompetensi, memperluas peluang karier, dan menjadi bagian dari pengembang teknologi masa depan, melanjutkan kuliah S2 Informatika di INSTIKI adalah langkah yang tepat. Di tengah tuntutan era digital, keputusan ini bisa menjadi kunci untuk membuka masa depan yang lebih cerah dan kompetitif. Dengan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri, dosen berpengalaman, serta lingkungan akademik yang inovatif dan suportif, INSTIKI hadir sebagai perguruan tinggi yang siap membentuk lulusan magister informatika yang unggul, adaptif, dan siap menjadi pemimpin transformasi digital di masa depan. Sudah siap lanjut S2 di INSTIKI?

INSTIKI Raih Peringkat 1 Nasional Program Pembelajaran Digital Kolaboratif 2025

Kembangkan pembelajaran digital yang inovatif dan kolaboratif, Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia (INSTIKI) berhasil menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Pada tahun 2025, INSTIKI berhasil meraih Peringkat 1 Nasional sebagai Perguruan Tinggi Penyelenggara Terbaik Program Bantuan Pembelajaran Digital Kolaboratif (PDK).

Program PDK 2025 diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (BELMAWA) di bawah naungan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Program ini dirancang sebagai wadah kolaborasi antarperguruan tinggi dalam mengembangkan sistem pembelajaran digital yang inovatif, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan mahasiswa di era teknologi. Pengumuman pemenang Hibah Pembelajaran Digital Kolaboratif 2025 dilaksanakan pada 12 Desember 2025 melalui platform Zoom Meetings dan diumumkan secara langsung oleh Dewi Wulandari S.Si, selaku Koordinator Pembelajaran BELMAWA. Kegiatan ini menjadi puncak dari rangkaian program pengembangan pembelajaran digital yang telah berlangsung selama kurang lebih enam bulan.

Melalui kolaborasi dengan Universitas Sains dan Teknologi Indonesia (USTI) Riau, INSTIKI berhasil meraih Peringkat 1 Nasional pada Program Bantuan Pembelajaran Digital Kolaboratif (PDK) Tahun 2025. Program Pembelajaran Digital Kolaboratif INSTIKI diketuai oleh Dosen INSTIKI, Dr. Anak Agung Gde Ekayana, S.Pd., M.Pd, dengan anggota tim Ni Wayan Jeri Kusuma Dewi, S.Kom., M.Kom dan I Gusti Agung Indrawan, S.T., M.T. Tim ini berperan penting dalam merancang, mengimplementasikan, serta mengevaluasi model pembelajaran digital yang dikembangkan selama program berlangsung.

Penetapan pemenang hibah dilakukan setelah seluruh peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia mengikuti seminar hasil pelaksanaan pembelajaran digital. Dalam seminar tersebut, setiap tim mempresentasikan capaian program, bentuk inovasi yang dikembangkan, serta dampak implementasi pembelajaran digital terhadap proses belajar mengajar. Dari seluruh peserta nasional, INSTIKI berhasil meraih Juara 1 untuk kualitas inovasi dan efektivitas model pembelajaran digital yang dikembangkan.

Menanggapi prestasi tersebut, Dr. Anak Agung Gde Ekayana, S.Pd., M.Pd menyampaikan bahwa prestasi ini menjadi pemicu penting dalam penguatan transformasi pembelajaran digital di perguruan tinggi. “Prestasi ini menjadi trigger bagi penguatan transformasi pembelajaran digital di perguruan tinggi. Program ini mendorong inovasi untuk membuka ruang kolaborasi, refleksi, dan penyempurnaan berkelanjutan terhadap sistem pembelajaran. Ke depan, hasil kolaborasi ini diharapkan mampu menjadi model praktik baik (best practice) dalam pengembangan pembelajaran digital yang adaptif dan berorientasi pada kebutuhan mahasiswa di era teknologi,” ujarnya.

Capaian ini semakin menegaskan komitmen INSTIKI dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang inovatif, kolaboratif, dan berdaya saing nasional. Prestasi ini juga menjadi dorongan bagi INSTIKI – kampus IT, bisnis, dan desain terbaik di Bali dan Nusa Tenggara untuk terus berinovasi dalam pengembangan pembelajaran digital yang adaptif, berkelanjutan, serta selaras dengan kebutuhan mahasiswa dan perkembangan teknologi di masa depan.

Peluang Karier Cerah 2026: 12 Profesi Paling Dicari di Indonesia & Kisaran Gajinya

Peluang Karier Cerah 2026: 12 Profesi Paling Dicari di Indonesia & Kisaran Gajinya

Perkembangan teknologi, transformasi digital, serta perubahan perilaku pasar membuat dunia kerja terus bergerak dinamis. Memasuki tahun 2026, kebutuhan tenaga kerja di Indonesia semakin mengarah pada profesi yang adaptif, berbasis data, teknologi, dan strategi bisnis. Tak hanya menawarkan peluang karier yang luas, sejumlah pekerjaan ini juga menjanjikan gaji yang kompetitif. Dilansir dari Talent Insider, berikut 12 sektor pekerjaan yang diprediksi paling dibutuhkan di Indonesia pada 2026 beserta kisaran gajinya.

Business Development and Sales: Mulai Rp 7 juta untuk posisi junior, hingga Rp 30 juta untuk posisi senior.

Data: Mulai Rp 10 juta untuk posisi junior, hingga Rp 45 juta untuk posisi senior.

Marketing & PR: Mulai Rp 8 juta untuk posisi junior, hingga Rp 27 juta untuk posisi senior.

Engineering: Mulai Rp 8 juta untuk posisi junior, hingga Rp 43 juta untuk posisi senior.

Product Management: Mulai Rp 7 juta untuk posisi junior, hingga Rp 30 juta untuk posisi senior.

Finance: Mulai Rp 7 juta untuk posisi junior, hingga Rp 25 juta untuk posisi senior.

VP HR: Mulai Rp 6 juta untuk posisi junior, hingga Rp 18 juta untuk posisi senior.

VP Talent Acquisition: Mulai Rp 6 juta untuk posisi junior, hingga Rp 18 juta untuk posisi senior.

VP Artificial Intelligence: Mulai Rp 7 juta untuk posisi junior, hingga Rp 25 juta untuk posisi senior.

Software Engineer: Mulai Rp 7 juta untuk posisi junior, hingga Rp 48 juta untuk posisi senior.

Content Marketing: Mulai Rp 7 juta untuk posisi junior, hingga Rp 30 juta untuk posisi senior.

Operation: Mulai 5 juta untuk posisi junior, hingga Rp 28 juta untuk posisi senior.

Melihat besarnya peluang dan potensi penghasilan dari profesi-profesi tersebut, persiapan pendidikan yang tepat menjadi kunci utama. Untuk kamu yang ingin siap bersaing di dunia kerja masa depan, Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia (INSTIKI) hadir sebagai pilihan kampus yang relevan dengan kebutuhan industri. Dengan program studi berbasis teknologi, bisnis, dan desain, INSTIKI membekali mahasiswanya dengan skill praktis, kurikulum terkini, serta peluang karier masa depan. Yuk, mulai langkah suksesmu dengan kuliah di Bali di INSTIKI dan siapkan diri untuk meraih profesi impian!

Kuliah S1 di INSTIKI Bisa Lebih Singkat! Yuk Kepoin Jalur RPL!

Kuliah S1 di INSTIKI Bisa Lebih Singkat! Yuk Kepoin Jalur RPL!

Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia (INSTIKI) kembali menghadirkan inovasi dalam dunia pendidikan tinggi dengan membuka jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Jalur ini menjadi solusi bagi calon mahasiswa baru INSTIKI yang memiliki pengalaman kerja, pelatihan, atau pendidikan nonformal dan informal untuk melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi dengan masa studi yang lebih singkat.

Apa Itu Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL)?

RPL adalah pengakuan atas Capaian Pembelajaran seseorang yang diperoleh dari pendidikan formal, nonformal, informal, dan/atau pengalaman kerja sebagai dasar untuk melanjutkan pendidikan formal dan untuk melakukan penyetaraan dengan kualifikasi tertentu. Melalui jalur RPL, pengalaman dan kemampuan tersebut dapat dikonversi menjadi satuan kredit semester (SKS), sehingga mahasiswa tidak perlu mengulang mata kuliah yang substansinya sudah dikuasai.

Dengan dibukanya jalur RPL di INSTIKI, kesempatan untuk lulus kuliah lebih cepat menjadi semakin terbuka. Mahasiswa RPL berpotensi menempuh masa studi yang lebih singkat dibandingkan jalur reguler, tergantung pada hasil asesmen dan pengakuan kompetensi yang diperoleh. Hal ini tentu menjadi keuntungan besar, terutama bagi para profesional yang ingin meningkatkan kualifikasi akademik tanpa harus meninggalkan atau membagi waktu dunia kerja dalam waktu lama.

Program Studi di INSTIKI yang Membuka Jalur RPL

Program Studi di Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia (INSTIKI) yang membuka jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) adalah Program Studi Rekayasa Sistem Komputer dan Program Studi Informatika pada jenjang Sarjana. Kedua program studi tersebut dinyatakan layak untuk menyelenggarakan RPL Tipe A pada Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027.

Apa itu RPL Tipe A?

Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Tipe A merupakan salah satu jenis RPL yang diatur dalam Peraturan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Nomor 91/E/KPT/2024. RPL Tipe A memfasilitasi individu yang telah memiliki pembelajaran sebelumnya untuk melanjutkan pendidikan formal dengan mengakui hasil pembelajaran yang diperoleh melalui pendidikan nonformal, informal, maupun pengalaman kerja yang relevan dengan program studi tertentu di perguruan tinggi.

Persyaratan dan Mekanisme Peserta RPL Tipe A

Berikut ini merupakan persyaratan peserta dengan jalur RPL Tipe A, yaitu sebagai berikut:

  1. Paling rendah lulus sekolah menengah atas atau bentuk lain yang sederajat; dan
  2. Memiliki pendidikan nonformal, informal, dan/atau pengalaman kerja yang relevan dengan program studi pada Perguruan Tinggi yang akan ditempuh.

RPL Tipe A terdiri atas dua mekanisme, yaitu transfer kredit dan perolehan kredit, yaitu:

  1. Transfer Kredit: RPL transfer kredit adalah pengakuan atas mata kuliah yang sudah pernah ditempuh di perguruan tinggi sebelumnya. Mata kuliah yang tercantum dalam transkrip akademik dapat diakui sebagai SKS dan nilai pada program studi yang akan diikuti, selama capaian pembelajarannya dinilai setara. Sebelum pengakuan diberikan, perguruan tinggi akan meninjau dan mencocokkan kesesuaian materi serta capaian pembelajaran antar mata kuliah.

  2. Perolehan Kredit: RPL perolehan kredit adalah pengakuan sebagian pembelajaran yang diperoleh dari pendidikan nonformal, informal, dan/atau pengalaman kerja setelah lulus pendidikan menengah. Pengakuan ini dilakukan melalui penilaian terhadap bukti-bukti pembelajaran yang dimiliki, seperti portofolio pengalaman kerja atau pelatihan. Pendaftar RPL wajib menyusun portofolio sebagai dasar penilaian, dan dapat diminta mengikuti evaluasi tambahan seperti ujian tertulis, lisan, simulasi, atau praktik. Hasil penilaian tersebut kemudian diakui dalam bentuk SKS dan nilai mata kuliah pada program studi yang dituju.

Melalui jalur RPL, INSTIKI tidak hanya membuka akses pendidikan yang lebih luas, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Bagi kamu yang ingin melanjutkan kuliah, meningkatkan karier, atau meraih gelar akademik dengan waktu yang lebih efisien, jalur RPL INSTIKI adalah pilihan yang tepat. Saatnya wujudkan impian meraih gelar sarjana dengan cara yang lebih cepat, cerdas, dan relevan bersama INSTIKI. Yuk segera daftar!

Kepoin Jalur RPL di INSTIKI dan Daftar di sini https://rpl.instiki.ac.id/

Seminar Nasional BEM PM INSTIKI 2026 Hadirkan Content Creator Yudist Ardhana!

Seminar Nasional BEM PM INSTIKI 2026 Hadirkan Content Creator Yudist Ardhana!

BEM PM Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia (INSTIKI) kembali menyelenggarakan kegiatan seminar berskala nasional sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kualitas dan kompetensi generasi muda di era digital. Kegiatan bertajuk Seminar Nasional BEM PM INSTIKI 2026 ini mengangkat tema “Content to Impress” diselenggarakan pada Minggu, 18 Januari 2026, bertempat di Aula INSTIKI, dan diikuti oleh mahasiswa serta peserta umum yang memiliki ketertarikan terhadap dunia konten digital dan personal branding.

Seminar Nasional BEM PM INSTIKI 2026 ini mengusung tema “Content to Impress” dengan tagline “Self Branding for Digital Era”. Tema ini menekankan pentingnya kemampuan menciptakan konten yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mampu menyampaikan pesan yang kuat, membangun kesan positif, serta memberikan nilai bagi audiens. Melalui materi ini, peserta diajak untuk memahami bagaimana konten dapat dimanfaatkan sebagai strategi dalam membangun personal branding yang relevan, profesional, dan berdaya saing di era digital.

Dalam seminar ini, BEM PM INSTIKI menghadirkan narasumber yang kompeten dan berpengalaman di bidang content creator, yaitu Yudist Ardhana yang memiliki lebih dari 24 juta subscribers di YouTube, 1,7 juta pengikut di Instagram, dan 5 juta pengikut di TikTok. Dengan pengalaman dan pencapaiannya tersebut, ia dikenal memiliki wawasan luas mengenai industri konten dan branding digital, sehingga materi yang disampaikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif serta relevan dengan perkembangan dan kebutuhan dunia digital saat ini.

Materi yang dibawakan oleh Yudist Ardhana bertemakan “Content to Impress” dengan tagline “Self Branding for Digital Era”. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan pentingnya memahami identitas diri sebelum membangun personal branding di dunia digital. Peserta diajak untuk mengenali keunikan, nilai, serta pesan yang ingin disampaikan melalui konten yang mereka buat. Selain itu, dibahas pula strategi membuat konten yang mampu menarik perhatian audiens, membangun kepercayaan, serta memberikan dampak positif secara berkelanjutan.

Seminar ini menjadi wadah yang inspiratif bagi generasi muda untuk belajar, berdiskusi, dan memperluas wawasan mengenai dunia konten digital. Melalui Seminar Nasional BEM PM INSTIKI 2026, diharapkan peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam dunia profesional. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong lahirnya individu kreatif yang mampu memanfaatkan konten digital secara positif, strategis, dan bertanggung jawab untuk membangun personal branding serta komunikasi yang efektif di era digital.

Mengenal 10 Istilah Penting dalam Dunia Entrepreneur

Mengenal 10 Istilah Penting dalam Dunia Entrepreneur

Dunia entrepreneur atau kewirausahaan tidak hanya berbicara tentang ide bisnis dan keuntungan, tetapi juga memiliki banyak istilah khusus yang perlu dipahami. Istilah-istilah ini sering digunakan dalam perencanaan, pengembangan, hingga pengelolaan bisnis. Memahami istilah entrepreneur sejak awal akan membantu pelaku usaha, terutama pemula, agar lebih siap menghadapi tantangan bisnis. Berikut 10 istilah penting dalam dunia entrepreneur yang wajib kamu kenal.

1. Startup

Startup adalah bisnis rintisan yang masih berada pada tahap awal pengembangan. Umumnya, startup berfokus pada inovasi, teknologi, dan solusi baru untuk menjawab kebutuhan pasar. Bisnis ini memiliki potensi pertumbuhan cepat, namun juga memiliki risiko yang cukup tinggi.

2. Business Model

Business model atau model bisnis adalah gambaran cara sebuah perusahaan menciptakan, menyampaikan, dan mendapatkan nilai atau keuntungan. Model bisnis mencakup target pasar, produk atau layanan, strategi pemasaran, serta sumber pendapatan.

3. Value Proposition

Value proposition adalah nilai unik yang ditawarkan bisnis kepada pelanggan. Ini menjawab pertanyaan mengapa konsumen harus memilih produk atau layanan kamu dibandingkan kompetitor. Value proposition yang kuat menjadi kunci keberhasilan sebuah bisnis.

4. Target Market

Target market adalah kelompok konsumen yang menjadi sasaran utama penjualan produk atau jasa. Menentukan target market dengan tepat membantu entrepreneur dalam menyusun strategi pemasaran yang lebih efektif dan efisien.

5. Branding

Branding merupakan proses membangun citra dan identitas bisnis di mata konsumen. Branding tidak hanya soal logo atau warna, tetapi juga mencakup nilai, pesan, dan pengalaman yang dirasakan pelanggan terhadap bisnis.

6. Pitch Deck

Pitch deck adalah presentasi singkat yang digunakan untuk memperkenalkan bisnis kepada investor. Biasanya berisi gambaran produk, masalah yang dipecahkan, peluang pasar, model bisnis, hingga proyeksi keuangan.

7. Funding

Funding adalah pendanaan yang digunakan untuk menjalankan dan mengembangkan bisnis. Sumber funding bisa berasal dari modal pribadi, investor, venture capital, hingga crowdfunding. Pengelolaan funding yang baik sangat menentukan kelangsungan usaha.

8. Cash Flow

Cash flow atau arus kas adalah aliran masuk dan keluar uang dalam bisnis. Arus kas yang sehat menunjukkan bahwa bisnis mampu membiayai operasional sehari-hari dan siap berkembang. Banyak bisnis gagal bukan karena kurang untung, tetapi karena cash flow yang buruk.

9. Scalability

Scalability adalah kemampuan bisnis untuk berkembang tanpa meningkatkan biaya secara signifikan. Bisnis yang scalable dapat menjangkau pasar lebih luas dengan sumber daya yang relatif sama, sehingga berpotensi menghasilkan keuntungan lebih besar.

10. Pivot

Pivot adalah perubahan strategi bisnis yang dilakukan ketika rencana awal tidak berjalan sesuai harapan. Pivot bisa berupa perubahan produk, target pasar, atau model bisnis, namun tetap berlandaskan visi utama perusahaan.

Memahami istilah-istilah dalam dunia entrepreneur merupakan langkah awal untuk membangun bisnis yang matang dan berkelanjutan. Dengan mengenal konsep dasar seperti model bisnis, branding, hingga cash flow, seorang entrepreneur dapat mengambil keputusan yang lebih tepat. Bagi siapa pun yang ingin terjun ke dunia kewirausahaan, membekali diri dengan pengetahuan dan pemahaman istilah bisnis adalah investasi penting menuju kesuksesan.