
Denpasar, 18 Juli 2026 – Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia (INSTIKI) melalui Direktorat Riset, Pengabdian Masyarakat dan Inovasi (DRPM) sukses menyelenggarakan Seminar Hasil IRDP dan ICS Tahun 2026 pada Sabtu, 18 Juli 2026. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring dengan panitia berpusat di Ruang DRPM ini merupakan bagian dari proses monitoring dan evaluasi (monev) terhadap laporan akhir penelitian dan pengabdian kepada masyarakat internal yang didanai melalui skema Internal Research and Development Program (IRDP) dan Internal Community Service (ICS).
Seminar hasil ini diikuti oleh 89 dosen penerima hibah IRDP dan 66 dosen penerima hibah ICS, dengan proses evaluasi yang melibatkan 12 reviewer internal INSTIKI. Melalui sesi presentasi yang dilaksanakan secara paralel, setiap peserta memaparkan capaian penelitian maupun program pengabdian kepada masyarakat yang telah dilaksanakan, kemudian memperoleh masukan dan evaluasi dari para reviewer sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas luaran yang dihasilkan.
Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang bertujuan memastikan setiap penelitian dan program pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh dosen INSTIKI berjalan sesuai target, menghasilkan luaran yang berkualitas, serta memberikan manfaat nyata bagi dosen, institusi, dan masyarakat. Direktur Riset, Pengabdian Masyarakat dan Inovasi (DRPM) INSTIKI, Putu Wirayudi Aditama, S.Kom., M.Kom., menjelaskan bahwa penyelenggaraan Seminar Hasil IRDP dan ICS tidak hanya menjadi forum pelaporan akhir, tetapi juga menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kualitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan INSTIKI.
“Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kualitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sehingga memberikan dampak positif bagi dosen, institusi, maupun masyarakat luas,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa proses monitoring dan evaluasi memiliki peran penting dalam mengukur perkembangan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang telah diusulkan. Selain itu, monev juga menjadi sarana untuk menguji pemahaman dosen terhadap topik penelitian maupun pengabdian yang dilaksanakan.
“Monitoring dan evaluasi menjadi penting untuk mengukur kemajuan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus melihat sejauh mana pemahaman dosen terhadap topik yang diangkat dalam kegiatan tersebut,” jelasnya.
Keberhasilan program IRDP dan ICS Tahun 2026 diukur melalui penyelesaian laporan akhir serta pencapaian berbagai luaran wajib, seperti publikasi pada jurnal ilmiah atau seminar, publikasi berita di media massa, serta dokumentasi video kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Melalui indikator tersebut, INSTIKI berupaya memastikan bahwa setiap penelitian dan program pengabdian tidak hanya selesai secara administratif, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan penyelesaian berbagai permasalahan di masyarakat. Putu Wirayudi Aditama juga berharap budaya penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan INSTIKI terus berkembang dan menghasilkan karya-karya yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Kami berharap dosen-dosen INSTIKI terus meningkatkan kualitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang berdampak, serta mampu menghadirkan solusi atas berbagai permasalahan di sekitar melalui hasil penelitian dan kegiatan pengabdian tersebut,” tambahnya.
Melalui penyelenggaraan Seminar Hasil IRDP dan ICS Tahun 2026, INSTIKI kembali menegaskan komitmennya dalam membangun budaya akademik yang unggul melalui penelitian inovatif dan pengabdian kepada masyarakat yang berkelanjutan. Komitmen tersebut menjadi bagian dari langkah strategis INSTIKI untuk terus meningkatkan kualitas pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus memperkuat kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat.
Sejalan dengan visi tersebut, sebagai salah satu kampus swasta di Bali INSTIKI berkomitmen untuk menjadidan universitas terbaik di Bali dan Nusa Tenggara melalui penguatan kualitas pendidikan, penelitian, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat. Dengan mendorong dosen untuk terus menghasilkan karya yang inovatif, bermanfaat, dan berdampak, INSTIKI optimistis dapat melahirkan berbagai solusi yang menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus meningkatkan daya saing institusi di tingkat regional maupun nasional.


