
Sebagai salah satu Kampus Swasta di Bali yang berkomitmen dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pemberdayaan masyarakat, INSTIKI (Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia) kembali menunjukkan kontribusi nyata melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM). Program ini dilaksanakan sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan menghadirkan solusi inovatif bagi kelompok pembudidaya ikan, khususnya POKDAKAN Mina Shanti.
Melalui pemanfaatan limbah ampas tahu sebagai bahan baku pakan alternatif dan penerapan teknologi berbasis mikrokontroler, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi budidaya sekaligus mendukung praktik perikanan yang lebih berkelanjutan.
Menjawab Tantangan Tingginya Biaya Budidaya Ikan
Biaya pakan menjadi salah satu tantangan terbesar dalam usaha budidaya ikan. Bahkan, biaya tersebut dapat mencapai lebih dari 60% dari total biaya produksi. Selain itu, proses pemberian pakan yang masih dilakukan secara manual sering kali menyebabkan jadwal dan jumlah pakan tidak terkontrol dengan baik. Kondisi tersebut berdampak pada pemborosan pakan, pertumbuhan ikan yang kurang optimal, hingga menurunnya keuntungan para pembudidaya.
Melihat kondisi tersebut, tim PKM INSTIKI yang didampingi oleh Dr. Anak Agung Gde Ekayana, S.Pd., M.Pd. menghadirkan inovasi berupa pemanfaatan ampas tahu sebagai bahan pakan alternatif yang lebih ekonomis, dipadukan dengan alat manajemen pakan berbasis mikrokontroler yang mampu mengatur jadwal dan takaran pakan secara otomatis. Inovasi ini tidak hanya membantu mengurangi biaya operasional, tetapi juga meningkatkan efisiensi dan produktivitas budidaya ikan.
Pemanfaatan Teknologi untuk Pemberdayaan Masyarakat
Dalam pelaksanaan kegiatan, anggota POKDAKAN Mina Shanti memperoleh pendampingan mengenai pengolahan ampas tahu menjadi pakan alternatif yang memiliki nilai ekonomis. Selain itu, peserta juga mendapatkan pelatihan penggunaan alat manajemen pakan berbasis mikrokontroler yang dirancang agar mudah dioperasikan oleh masyarakat.
Penerapan teknologi ini memberikan berbagai manfaat, mulai dari pemberian pakan yang lebih tepat waktu, pengurangan pemborosan pakan, hingga peningkatan pertumbuhan ikan. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa inovasi sederhana yang didukung teknologi dapat memberikan dampak besar terhadap peningkatan produktivitas usaha budidaya.
Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Masyarakat
Kegiatan PKM ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dengan masyarakat mampu menghasilkan solusi yang aplikatif terhadap berbagai permasalahan di lapangan. Melalui sinergi tersebut, inovasi yang dikembangkan tidak hanya berhenti pada tahap penelitian, tetapi juga dapat langsung dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sebagai Kampus Swasta di Bali, INSTIKI terus mendorong sivitas akademika untuk menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Berbagai program pengabdian yang dilakukan menjadi bagian dari komitmen institusi dalam menciptakan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan mampu menghadirkan solusi berbasis teknologi.
INSTIKI Terus Berkontribusi Melalui Inovasi
Melalui kegiatan PKM ini, berharap masyarakat pembudidaya ikan semakin terbuka dalam memanfaatkan inovasi teknologi dan potensi sumber daya lokal untuk meningkatkan produktivitas usaha mereka. Ke depan, kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah dan masyarakat diharapkan terus berkembang sehingga mampu menciptakan model pemberdayaan yang berkelanjutan, mandiri dan berdampak luas.
Komitmen tersebut menjadi salah satu alasan mengapa INSTIKI terus dipercaya sebagai salah satu Universitas Terbaik di Bali yang aktif menghadirkan inovasi, riset terapan, dan program pengabdian masyarakat yang memberikan manfaat nyata bagi pembangunan daerah maupun peningkatan kualitas hidup masyarakat.
