
Denpasar, 13 Juni 2026 – Direktorat Riset, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Inovasi (DRPM) Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia (INSTIKI) sebagai Universitas Terbaik di Bali, sukses menyelenggarakan Seminar Nasional Penelitian (SITASI) dan Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SPASI) INSTIKI Tahun 2026 pada Sabtu, 13 Juni 2026, bertempat di Studio 2 INSTIKI. Kegiatan ini menjadi wadah akademik bagi dosen, peneliti, praktisi dan mahasiswa untuk berbagi hasil penelitian serta pengabdian kepada masyarakat yang inovatif, aplikatif dan berdampak.
Mengusung semangat pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi, seminar ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi antar akademisi, meningkatkan kualitas publikasi ilmiah, serta mendorong hilirisasi hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat agar mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, dunia usaha, dan industri.
Acara diawali dengan pembukaan oleh Master of Ceremony (MC), dilanjutkan dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya, doa bersama, serta sambutan dari Rektor Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia. Dalam sambutannya, Rektor INSTIKI, Dr. I Dewa Made Krishna Muku, S.T., M.T., menyampaikan apresiasi kepada para narasumber, peserta, dan panitia atas terselenggaranya Seminar Nasional SITASI dan SPASI 2026. Beliau menegaskan bahwa penelitian dan pengabdian kepada masyarakat tidak boleh berhenti sebagai luaran akademik semata, tetapi harus mampu dihilirisasikan menjadi inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, dunia usaha, serta UMKM. Beliau juga mengajak seluruh akademisi untuk terus menggali ilmu, memperkuat kolaborasi dan menghasilkan karya yang berdampak melalui implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Memasuki acara inti, seminar menghadirkan dua keynote speaker yang memiliki kompetensi di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Pada sesi Seminar Nasional Penelitian (SITASI) 2026, Prof. Dr. I Wayan Edi Arsawan, S.E., M.M., CHRMP. membawakan materi bertajuk “Sinergi Teknologi dan Inovasi dalam Membangun Ekosistem Digital yang Berdaya Saing dan Berkelanjutan”. Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya sinergi antara teknologi dan inovasi sebagai fondasi dalam membangun ekosistem digital yang mampu meningkatkan daya saing sekaligus mendukung pembangunan yang berkelanjutan di berbagai sektor.
Selanjutnya, pada sesi Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SPASI) 2026, Dr. Eng. I Gd Yudha Partama, S.Si., M.Si. menyampaikan materi bertema “Hilirisasi Inovasi Multidisiplin: Memperkuat Ekosistem Desa dan UMKM yang Mandiri Berbasis Teknologi Cerdas”. Melalui materinya, beliau menjelaskan pentingnya kolaborasi multidisiplin dalam menghasilkan inovasi yang dapat diimplementasikan secara langsung untuk memperkuat pembangunan desa, meningkatkan daya saing UMKM, serta mendorong pemanfaatan teknologi cerdas dalam pemberdayaan masyarakat.
Usai sesi keynote speaker, peserta mengikuti breakout room sesuai bidang masing-masing untuk mempresentasikan hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Pada sesi ini, para pemakalah memperoleh kesempatan untuk memaparkan karya ilmiah, berdiskusi dengan reviewer, serta mendapatkan berbagai masukan yang konstruktif guna meningkatkan kualitas penelitian maupun implementasi program pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan kemudian ditutup oleh Putu Wirayudi Aditama, S.Kom., M.Kom. selaku Direktur Riset, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Inovasi (DRPM) Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia yang menyampaikan apresiasi kepada seluruh narasumber, peserta, reviewer, serta panitia atas suksesnya penyelenggaraan seminar. Beliau berharap Seminar Nasional SITASI dan SPASI dapat terus menjadi forum ilmiah yang memperkuat budaya riset, mendorong kolaborasi lintas disiplin, serta menghasilkan inovasi yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Melalui penyelenggaraan Seminar Nasional Penelitian (SITASI) dan Pengabdian (SPASI) INSTIKI Tahun 2026, INSTIKI kembali menegaskan komitmennya sebagai Universitas Terbaik di Bali dalam mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Seminar ini diharapkan menjadi ruang bertemunya gagasan, inovasi, dan kolaborasi yang mampu melahirkan penelitian serta pengabdian kepada masyarakat yang berkualitas, relevan, dan berdampak bagi pembangunan bangsa di era transformasi digital.



