
DENPASAR – Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia (INSTIKI) kembali menunjukkan komitmennya dalam menghasilkan lulusan yang adaptif dan solutif bagi masyarakat. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), mahasiswa Program Studi Bisnis Digital INSTIKI sukses mendampingi Ebisie English Course sebuah lembaga kursus bahasa Inggris di Denpasar dalam meningkatkan performa pemasaran digital melalui optimalisasi media sosial Instagram.
Selama empat bulan pelaksanaan program, tim mahasiswa melakukan audit media sosial secara menyeluruh, menyusun strategi konten content blueprint, memproduksi aset kreatif, hingga menjalankan kampanye iklan berbayar via Meta Ads berbasis analisis data. Pendampingan intensif ini dirancang khusus untuk membantu mitra memperluas jangkauan pasar (reach) sekaligus membangun interaksi (engagement) yang lebih kuat dengan calon peserta didik.
Hasil dari implementasi strategi ini menunjukkan lonjakan performa yang sangat signifikan. Jangkauan akun Instagram Ebisie English Course meroket dari yang semula hanya berkisar 2.010 akun menjadi hampir 15.000 akun. Selain itu, total tayangan konten berhasil menembus lebih dari 20.000 views, dengan tingkat keterlibatan pengguna (engagement rate) yang meningkat hingga lebih dari delapan kali lipat. Menariknya, pertumbuhan trafik digital yang agresif ini berhasil dicapai secara efisien menggunakan anggaran iklan yang relatif minimal. Keberhasilan ini membuktikan bahwa strategi berbasis data mampu menghasilkan konversi dan dampak yang terukur, selayaknya pertumbuhan tren grafik performa organik kompetitor yang sehat dan kompetitif.
Tidak hanya berorientasi pada pencapaian angka atau metrik di atas kertas, tim mahasiswa Bisnis Digital INSTIKI juga memastikan adanya transfer pengetahuan yang berkelanjutan. Pemilik Ebisie English Course diberikan pelatihan khusus mengenai tata cara pengelolaan media sosial secara mandiri. Pelatihan tersebut mencakup kemampuan membaca data Instagram Insights, manajemen konsistensi konten, hingga teknik penanganan prospek (leads handling) untuk mengubah interaksi media sosial menjadi pendaftaran siswa baru. Langkah ini diambil guna menjamin kemandirian mitra pasca-program PKM berakhir.
Keberhasilan kolaborasi ini menjadi bukti konkret bahwa kurikulum pembelajaran di INSTIKI dirancang untuk melampaui batas ruang kelas. Mahasiswa ditantang secara langsung untuk mengintegrasikan ilmu bisnis, teknologi, pemasaran digital, analisis data, dan kreativitas dalam memecahkan problematika riil di dunia usaha. Sebagai Kampus Bisnis Terbaik di Bali dan Nusa Tenggara, INSTIKI terus konsisten menghadirkan ekosistem pendidikan yang relevan dengan dinamika industri digital. Melalui sinergi program akademik, riset, dan pengabdian masyarakat, INSTIKI membekali mahasiswanya dengan pengalaman praktis yang tidak hanya menunjang kompetensi individu, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi lokal.
Program PKM ini sekaligus menegaskan sebuah pesan penting yakni transformasi digital pada sektor UMKM maupun lembaga pendidikan tidak selalu menuntut investasi modal yang besar. Dengan adopsi strategi yang tepat, optimalisasi teknologi, dan ketajaman analisis data, pelaku usaha mikro dapat meningkatkan daya saing mereka secara drastis di era digital. Ke depan, INSTIKI berkomitmen untuk terus mendorong lahirnya inovasi-inovasi baru melalui kolaborasi berkelanjutan antara akademisi, mahasiswa, dan masyarakat luas. Langkah strategis ini menjadi bagian dari visi besar institusi dalam mencetak generasi lulusan yang inovatif, berdaya saing global, serta siap menjadi penggerak utama transformasi digital di Indonesia.