Kenali Tradisi Masyarakat Bali

18 Jun 2026

8:00 AM

WITA

YUK! Kenali Tradisi Masyarakat Bali dalam Merayakan Hari Raya Galungan dan Kuningan

Tradisi Masyarakat Bali
Kenali Tradisi Masyarakat Bali dalam Merayakan Hari Raya Galungan dan Kuningan (Sumber gambar : Ubuntu)

Hari Raya Galungan merupakan salah satu hari suci bagi umat Hindu di Bali yang diperingati setiap 210 hari sekali berdasarkan kalender Bali. Galungan dimaknai sebagai kemenangan Dharma (kebaikan) melawan Adharma (kejahatan). Perayaan ini tidak hanya diwujudkan melalui persembahyangan, tetapi juga melalui berbagai tradisi yang diwariskan secara turun-temurun. Tradisi-tradisi tersebut mencerminkan nilai spiritual, kebersamaan, rasa syukur, serta penghormatan kepada leluhur.

Tradisi Ngelawang Barong di Laksanakan Setelah Hari Raya Galungan

1. Ngelawang Barong

Ngelawang berasal dari kata lawang yang berarti pintu. Tradisi ini dilakukan dengan mengarak Barong Bangkal dari pintu ke pintu rumah warga di lingkungan banjar atau desa. Arak-arakan tersebut diiringi alunan gamelan yang menambah suasana sakral sekaligus meriah. Barong Bangkal berbentuk babi besar dengan wajah menyeramkan. Dalam kepercayaan masyarakat Bali, barong memiliki kekuatan magis yang mampu menangkal pengaruh buruk. Barong dimainkan oleh dua orang penari, yaitu penari yang mengendalikan bagian kepala dan penari yang menggerakkan bagian ekor. Tradisi Ngelawang bertujuan untuk mengusir roh-roh jahat yang diyakini dapat mengganggu ketenteraman desa. Dengan demikian, masyarakat berharap memperoleh perlindungan, keselamatan, dan kedamaian.

2. Mapeed

Mapeed merupakan tradisi berjalan beriringan menuju pura sambil menjunjung keben atau wadah sesajen yang terbuat dari bambu. Tradisi ini dilakukan sebagai bagian dari rangkaian persembahyangan pada Hari Raya Galungan. Sesajen yang dibawa biasanya berisi buah-buahan, bunga, serta berbagai hiasan dari janur. Selain menjadi bentuk bhakti kepada Tuhan, Mapeed juga mencerminkan semangat kebersamaan dan gotong royong dalam kehidupan masyarakat Bali. Barisan umat Hindu yang mengenakan pakaian adat sambil membawa sesajen menuju pura sering kali menjadi pemandangan yang menarik perhatian wisatawan, karena memperlihatkan kekayaan budaya Bali yang masih terjaga hingga kini.

Ngejot adalah tradisi berbagi makanan kepada tetangga (Sumber gambar : detiktravel)

3. Ngejot

Ngejot adalah tradisi berbagi makanan kepada tetangga, baik sesama umat Hindu maupun masyarakat dari agama lain. Tradisi ini umumnya dilakukan menjelang Hari Raya Galungan hingga hari pelaksanaannya. Melalui Ngejot, masyarakat Bali menunjukkan nilai toleransi dan keharmonisan antarumat beragama. Hidangan yang dibagikan menjadi simbol rasa syukur sekaligus sarana mempererat hubungan sosial di lingkungan sekitar. Tradisi ini menjadi bukti bahwa perbedaan keyakinan tidak menghalangi terciptanya persaudaraan dan sikap saling menghormati dalam kehidupan bermasyarakat.

Makna Tradisi Penjor
Penjor Mengiasi Rumah Warga Bali Saat Hari Raya Galungan Hinggan Kuningan

4. Memasang Penjor

Menjelang Hari Raya Galungan, umat Hindu memasang penjor di depan rumah maupun di sepanjang jalan desa. Penjor merupakan bambu tinggi yang ujungnya melengkung dan dihiasi janur serta berbagai hasil bumi. Bagi umat Hindu, penjor melambangkan rasa syukur atas anugerah kemakmuran yang diberikan oleh Sang Hyang Widhi Wasa. Penjor juga dimaknai sebagai simbol Gunung Agung yang dianggap suci serta lambang kekuatan Sang Hyang Brahma. Hiasan penjor biasanya dilengkapi dengan umbi-umbian, buah-buahan, palawija, dan sesajen. Pemasangannya dilakukan pada Hari Penampahan Galungan, yaitu sehari sebelum Hari Raya Galungan setelah tengah hari.

Tape Ketan Atau Tape Galungan Merupakan Salah Satu Makanan Wajib Saat Hari Raya Galungan (Sumber gambar : Sayyurbox)

5. Makanan Khas Galungan

Perayaan Galungan juga identik dengan berbagai sajian khas yang dipersiapkan oleh masyarakat Bali. Salah satunya adalah tape ketan atau yang dikenal sebagai tape Galungan. Proses pembuatannya telah dimulai sejak Hari Penyekeban, tiga hari sebelum Galungan. Pada Hari Penampahan, keluarga biasanya memotong babi untuk diolah menjadi aneka masakan khas. Selain itu, dodol juga sering dibuat untuk melengkapi sarana upacara dan sesajen yang digunakan saat persembahyangan. Keberadaan makanan khas tersebut tidak hanya menjadi bagian dari tradisi kuliner, tetapi juga mencerminkan semangat kebersamaan dalam keluarga.

Mekotek merupakan tradisi yang dilestarikan oleh masyarakat Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung.

6. Mekotek

Mekotek merupakan tradisi yang dilestarikan oleh masyarakat Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung. Tradisi ini dilaksanakan dalam rangkaian perayaan Kuningan yang masih berkaitan erat dengan Hari Raya Galungan. Pelaksanaannya dilakukan dengan menyatukan tongkat-tongkat kayu hingga membentuk kerucut. Para peserta kemudian berputar dan bergerak dinamis diiringi tabuhan gamelan. Nama Mekotek berasal dari bunyi “tek-tek” yang muncul akibat benturan antarbatang kayu. Tradisi ini dipercaya sebagai upaya tolak bala untuk memohon keselamatan dan kesejahteraan bagi masyarakat desa. Hingga kini, Mekotek tetap dipertahankan sebagai warisan budaya yang sarat makna.

Ngurek atau Ngunying merupakan tradisi yang banyak dijumpai di berbagai daerah di Bali saat perayaan Galungan dan Kuningan (Sumber Gambar : 1001 Indonesia)

7. Ngurek

Ngurek atau Ngunying merupakan tradisi yang banyak dijumpai di berbagai daerah di Bali saat perayaan Galungan dan Kuningan. Tradisi ini dilakukan sebagai bentuk pengabdian kepada Sang Hyang Widhi Wasa. Dalam pelaksanaannya, para peserta menusukkan senjata tajam seperti keris, tombak, atau pisau ke bagian tubuh mereka. Menurut kepercayaan setempat, pelaku Ngurek yang berada dalam kondisi kerauhan atau trance tidak akan merasakan sakit maupun mengalami luka. Tradisi ini tidak dapat dilakukan sembarangan. Pelakunya harus memenuhi syarat-syarat tertentu, termasuk menjaga kerendahan hati dan tidak bersikap sombong. Ngurek diyakini telah ada sejak masa kerajaan sebagai bagian dari ungkapan syukur kepada Tuhan.

8. Memunjung

Memunjung adalah tradisi mengunjungi kuburan dengan membawa sesajen setelah melaksanakan persembahyangan pada Hari Raya Galungan atau Kuningan. Keluarga membawa berbagai makanan yang dahulu disukai oleh anggota keluarga yang telah meninggal dunia. Makanan tersebut dihaturkan di area makam sebagai bentuk penghormatan dan ungkapan kasih sayang kepada leluhur. Tradisi ini berlandaskan keyakinan bahwa arwah orang yang belum melalui prosesi Ngaben masih berada dalam pengawasan Sang Hyang Prajapati yang berstana di setra atau kuburan. Oleh karena itu, Memunjung menjadi sarana untuk menjaga hubungan spiritual antara keluarga yang masih hidup dengan para leluhur.

Penutup

Tradisi Bali sangat beragam dan sarat akan nilai-nilai kehidupan, mulai dari spiritualitas, kebersamaan, hingga penghormatan terhadap leluhur. Keberagaman budaya inilah yang menjadikan Bali tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata dunia, tetapi juga sebagai tempat yang kaya akan warisan budaya dan kearifan lokal yang patut dilestarikan oleh generasi muda.

Bagi kamu yang tertarik untuk melanjutkan pendidikan di Pulau Dewata, tidak ada salahnya mengenal lebih dekat INSTIKI (Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia) sebagai Kampus Teknologi, Bisnis, dan Desain Terbaik di Bali dan Nusa Tenggara. Dengan berbagai program studi yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini, INSTIKI siap menjadi tempat bertumbuh, berinovasi, dan meraih masa depan yang gemilang. Yuk, cari tahu informasi lebih lanjut dengan mengunjungi website resminya di www.instiki.ac.id.

 

PENGUMUMAN LAINNYA

13 Jun 2026

10:27 AM

WITA

Pemerintah Kabupaten Badung kembali membuka program Beasiswa Afirmasi bagi mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan tinggi. Program ini merupakan bentuk dukungan pemerintah dalam meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat Kabupaten Badung, khususnya bagi calon penerima yang memenuhi kriteria yang telah ditetapkan. Beasiswa

03 Oct 2025

7:21 AM

WITA

Kepada seluruh Civitas Akademika INSTIKI, berikut kami sampaikan jadwal penting dalam Kalender Akademik Tahun Ajaran 2025/2026 sebagai acuan kegiatan perkuliahan dan administrasi akademik:

03 Oct 2025

6:05 AM

WITA

Sehubungan dengan dimulainya perkuliahan, civitas akademika INSTIKI diharapkan memperhatikan hal-hal berikut: Cek Jadwal KRS Terbaru melalui Dashboard SADS. Apabila terdapat kelas yang tutup/terhapus, hal tersebut dikarenakan kuota tidak mencukupi. Jika mengalami kendala, silakan langsung menghubungi Bagian BAAK.🔗 Link daftar kelas

23 Aug 2024

7:36 AM

WITA

INFORMASI BEASISWA KIP 2024 Kami menginformasikan kepada seluruh calon penerima beasiswa KIP-Kuliah 2024 bahwa tahap penerimaan berkas telah resmi ditutup pada tanggal 17 Agustus 2024. Terima kasih atas partisipasinya. Tahap berikutnya sedang dilaksanakan proses seleksi berkas yang berlangsung dari tanggal

02 Nov 2023

1:23 AM

WITA

Berkenaan telah diterbitkannya Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 814/E/O/2023 tentang Perubahan Nama Program Studi Sistem Komputer Program Sarjana menjadi Program Studi Rekayasa Sistem Komputer Program Sarjana pada Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia di Kota Denpasar

02 Sep 2023

2:48 AM

WITA

Diberitahukan kepada seluruh civitas akademika Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia (INSTIKI), berikut kami sampaikan informasi terkait Kalender Akademik T.A 2023/2024, yaitu sebagai berikut: Demikian kami sampaikan, mohon dicermati dengan seksama Kalender Akademik T.A 2023/2024 demi memudahkan kegiatan akademik civitas akademika

Events

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Suspendisse varius enim in eros elementum tristique.

Sat

12

Apr 2025

OPEN HOUSE INSTIKI 2025

Highlight

🔥OPEN HOUSE INSTIKI🔥 🧠 OTAK: “Kuliah di mana ya?” 💔 HATI: “Aku capek mikirin masa depan sendirian…” 📣 INSTIKI: “DATANG

Thu

16

Jan 2025

SEMINAR NASIONAL PEKAN RAYA AKUNTANSI 2025

Highlight

[SEMINAR NASIONAL PEKAN RAYA AKUNTANSI 2025] Hallo Semuaa👋🤩 Bosan kantong kering di akhir bulan? Seminar Nasional Pekan Raya Akuntansi 2025

Thu

16

Jan 2025

SEMINAR NASIONAL FILOSOFI DALAM PEMBUATAN KARYA DIGITAL

Highlight

🗣️🎨 [SEMINAR NASIONAL by HIMA-DKV INSTIKI 2024/2025] 🗣️🎨 Piksel punya cerita. Lebih dari sekadar estetika, setiap karya digital memiliki filosofi

Thu

16

Jan 2025

SEMINAR NASIONAL FPK-KMH INSTIKI X APEL HENDRAWAN

Highlight

[SEMINAR NASIONAL FPK-KMH INSTIKI X APEL HENDRAWAN] Om Swastyastu🙏🏻 Om Awighnam Astu Namo Sidham Hallo teman teman semua🙌🏻 Sebagai generasi

Thu

16

Jan 2025

GBHS VIII

Highlight

Om Swastyastu🙏🏻 Om Awighnam Astu Namo Sidham 🙏🏻 Horee! Akhirnya GEBYAR BUDAYA HINDU INSTIKI VIII datang lagi! 🌈✨ Siapa yang

Thu

16

Jan 2025

IDEASI 2025

Highlight