
Halo Civitas INSTIKI!
Terutama buat kamu yang baru saja memakai toga atau sedang bersiap-siap melangkah ke dunia kerja. Selamat, ya! Memasuki dunia kerja sekarang jauh berbeda dengan era kakak tingkat kita dulu. Kalau dulu opsinya cuma satu datang ke kantor sekarang sistem kerja sudah bertransformasi. Saat melihat lowongan kerja di LinkedIn atau JobStreet, kamu pasti sering melihat istilah Remote, WFO, dan Hybrid. Biar nggak zonk dan salah pilih jalur yang bikin stres di awal karir, yuk kita bedah bareng-bareng apa saja bedanya dan mana yang paling cocok buat kamu!
1. WFO (Work From Office)
WFO artinya kamu bekerja sepenuhnya dari kantor. Setiap pagi kamu harus bangun, pakai baju rapi, dan berangkat ke lokasi perusahaan.
- Kelebihan: Kamu bisa belajar langsung dengan melihat cara senior bekerja. Komunikasi juga jauh lebih gampang tinggal colek mentor kalau bingung. Plus, jaringan pertemanan networking kamu bakal terbangun lebih kuat secara organik.
- Kekurangan: Harus siap mental menghadapi macetnya jalanan apalagi kalau kantornya di daerah padat, serta ada biaya ekstra untuk bensin/ongkos dan makan siang.
- Cocok buat siapa? Fresh graduate yang butuh bimbingan intensif, suka bersosialisasi, dan belum punya ruang kerja yang kondusif di rumah.
2. Remote Work (Work From Anywhere)
Kerja Remote artinya kamu tidak perlu datang ke kantor sama sekali. Kamu bisa bekerja dari kamar kos, coffee shop favorit di Denpasar, atau bahkan dari rumah orang tua di luar pulau. Perusahaan yang merekrut biasanya fokus pada hasil kerja bukan jam kehadiran.
- Kelebihan: Hemat waktu dan biaya transportasi. Kamu punya fleksibilitas tinggi untuk mengatur waktu sendiri. Kerennya lagi, kamu bisa kerja buat perusahaan Jakarta atau luar negeri tanpa harus pindah dari daerah tempat tinggalmu!
- Kekurangan: Batasan antara waktu kerja dan waktu istirahat sering kabur bisa-bisa kamu malah overwork. Kamu juga dituntut punya disiplin tinggi dan kemampuan komunikasi tertulis yang sangat baik karena jarang bertatap muka.
- Cocok buat siapa? Kamu yang punya kemandirian tinggi, mahir mengelola waktu, punya skill teknis yang kuat seperti programmer, designer, atau content writer, serta memiliki internet rumah yang stabil.
3. Hybrid Work
Sistem Hybrid adalah gabungan antara WFO dan Remote. Misalnya, dalam seminggu kamu wajib ke kantor hari Senin dan Rabu, sisanya Selasa, Kamis, Jumat kamu boleh kerja dari rumah (Work From Home / WFH).
- Kelebihan: Kamu dapat “terbaik dari kedua dunia”. Masih bisa merasakan serunya nongkrong bareng teman kantor, tapi punya hari-hari tenang di rumah tanpa perlu memikirkan macetnya jalanan.
- Kekurangan: Jadwal mingguan harus benar-benar diatur agar tidak bentrok. Kadang koordinasi tim agak terhambat kalau ada anggota yang jadwal ke kantornya berbeda-beda.
- Cocok buat siapa? Fresh graduate yang ingin fleksibilitas tetapi tetap tidak mau kehilangan sentuhan sosial dan bimbingan langsung di dunia nyata.
Mana yang Harus Kamu Pilih?
Sebagai lulusan kampus IT, Desain, dan Bisnis kekinian seperti INSTIKI, kamu punya modal besar buat terjun ke sistem kerja mana pun. Tapi, ini tips jujur buat kamu:
- Pilih WFO/Hybrid kalau kamu merasa masih butuh banyak belajar teknis dan ingin membangun relasi profesional yang kuat di awal karir.
- Pilih Remote kalau kamu sudah merasa cukup percaya diri dengan skill-mu dan punya lingkungan rumah yang mendukung untuk fokus.
Sesuaikan pilihanmu dengan kepribadian, kondisi finansial, dan cara belajar terbaikmu. Jangan cuma ikut-ikutan tren “keren-kerenan” kerja remote tapi malah bikin kamu merasa kesepian atau stagnan.
Penulis : Putri Wirawaan