
Dalam upaya meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya kesehatan mental dan pemahaman seksual yang sehat, KSR PMI Unit Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia (INSTIKI) menyelenggarakan Seminar Regional bertajuk “Antara Nafsu dan Nalar: Menjaga Kesehatan Mental di Era Gempuran Seksual Modern”. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Kampus INSTIKI dan diikuti oleh mahasiswa serta peserta dari berbagai latar belakang remaja dan komunitas kepemudaan.
Seminar ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai kesehatan mental dan isu seksual modern yang semakin kompleks seiring pesatnya perkembangan teknologi dan informasi. Di era digital saat ini, remaja dihadapkan pada arus informasi yang begitu bebas, termasuk konten seksual yang tidak selalu dibarengi dengan edukasi yang tepat. Kondisi ini berpotensi memengaruhi kesehatan mental, cara berpikir, serta pengambilan keputusan remaja dalam kehidupan sehari-hari. Melalui seminar ini, peserta diajak untuk mampu menyeimbangkan antara dorongan nafsu dan nalar secara bijak dan bertanggung jawab.
Kegiatan seminar dibuka dengan sambutan-sambutan, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi dari dua narasumber. Narasumber pertama adalah I Komang Doni Kurniawan dari KISARA, yang menyampaikan materi seputar kesehatan mental remaja di tengah tantangan seksual modern. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bagaimana paparan media sosial, tekanan lingkungan, serta minimnya literasi seksual dapat memicu kecemasan, stres, hingga krisis identitas pada remaja. Peserta diajak untuk mengenali tanda-tanda gangguan kesehatan mental serta pentingnya membangun kontrol diri, komunikasi yang sehat, dan keberanian untuk mencari bantuan profesional maupun dukungan sosial.
Narasumber kedua, Julia Shandy dari Bali Bersama Bisa, membawakan materi mengenai edukasi seksual yang komprehensif dan berbasis empati. Ia menekankan bahwa edukasi seksual bukanlah hal tabu, melainkan kebutuhan penting untuk melindungi remaja dari risiko perilaku seksual berisiko, kekerasan seksual, serta stigma yang sering muncul di masyarakat. Materi disampaikan secara interaktif sehingga peserta dapat berdiskusi dan menyampaikan pandangan maupun pertanyaan secara terbuka.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan, khususnya saat sesi tanya jawab dan diskusi. Berbagai pertanyaan kritis muncul, mencerminkan kepedulian remaja terhadap isu kesehatan mental dan seksual yang relevan dengan kehidupan mereka saat ini. Melalui penyelenggaraan Seminar Regional ini, KSR PMI Unit INSTIKI berharap peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari serta menjadi pelopor edukasi kesehatan mental dan seksual yang positif di lingkungan masing-masing. Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam menciptakan generasi muda yang sehat secara mental, cerdas secara emosional, dan bertanggung jawab dalam bersikap di era modern.










Users Today : 433
Views Today : 1080
Total views : 3582069
Who's Online : 10