
Naikin FYP TikTok tentu menjadi keinginan banyak kreator yang ingin kontennya ditonton lebih banyak orang. Satu video yang tiba-tiba ramai bisa membuat akun mendapatkan ribuan bahkan jutaan views. Nggak heran kalau banyak orang mulai mencari cara agar kontennya lebih mudah ditemukan dan menjangkau lebih banyak audiens. Tapi, sebenarnya apa yang membuat sebuah konten bisa masuk FYP? Yuk! Kita bahas bareng – bareng.
Naikin FYP TikTok Bisa Dimulai dengan Konten yang Menarik
Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah bagian awal video. Pengguna TikTok biasanya akan langsung scroll kalau merasa kontennya kurang menarik.
Karena itu, buat pembuka yang bikin penasaran. Misalnya:
“Ternyata ada 3 kesalahan yang sering dilakukan saat membuat konten TikTok!”
Atau:
“Kalau kamu mahasiswa, coba cara ini biar tugasmu lebih cepat selesai.”
Setelah berhasil membuat orang berhenti scrolling, pastikan isi videonya juga sesuai dengan apa yang dijanjikan.
Ikuti Tren Agar Naikin FYP TikTok, tapi Jangan Asal Ikut
TikTok memang identik dengan tren. Mulai dari sound, challenge, sampai format video tertentu. Mengikuti tren bisa menjadi cara untuk membuat konten lebih relevan, tetapi bukan berarti semua tren harus diikuti.
Coba sesuaikan tren dengan topik yang kamu bawakan. Misalnya kamu suka teknologi, kamu bisa menggunakan sound yang sedang populer untuk membuat konten tentang aplikasi, AI, coding, atau tips teknologi. Dengan begitu, konten tetap mengikuti tren tetapi punya ciri khas sendiri.
Buat Konten yang Relatable atau Bermanfaat Supaya Naikin FYP TikTok Kamu!
Konten yang disukai orang biasanya memiliki satu hal yang sama, yaitu ada alasannya untuk ditonton sampai selesai. Bisa karena lucu, relate dengan kehidupan sehari-hari, memberikan informasi baru, atau membantu menyelesaikan masalah. Untuk mahasiswa, misalnya kamu bisa membuat konten seperti:
- “Realita jadi mahasiswa IT”
- “Aplikasi yang wajib dimiliki mahasiswa”
- “Tips mengerjakan tugas tanpa begadang”
- “Hal yang baru diketahui setelah masuk kuliah”
- “AI yang bisa membantu tugas mahasiswa”
Sederhana, tetapi dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Jangan Lupa Interaksi dengan Audiens
Setelah membuat konten, jangan hanya menunggu views. Ajak audiens untuk ikut berkomentar. Misalnya dengan memberikan pertanyaan sederhana seperti,
“Kalau kamu, pernah ngalamin hal yang sama nggak? komen di bawah ya!”
Komentar dari audiens juga bisa menjadi ide untuk membuat konten berikutnya. Jadi, komunikasi dengan followers tidak berhenti setelah video diposting.
Konsisten Lebih Penting daripada Sekali Viral
Tidak semua video akan langsung viral. Ada kalanya satu video mendapatkan banyak views, sementara video berikutnya justru biasa saja. Jangan langsung menyerah!
Coba perhatikan konten mana yang paling banyak mendapatkan respons. Dari sana, kamu bisa belajar topik seperti apa yang disukai audiens dan membuat konten yang lebih baik berikutnya. Intinya, jangan hanya mengejar “gimana caranya viral?”, tetapi pikirkan juga “apa yang bisa membuat orang mau menonton dan mengingat konten saya?”
Kapan Sebuah Konten Bisa Dibilang FYP?
Sebuah konten bisa dibilang berhasil masuk FYP ketika video tersebut mulai mendapatkan jangkauan dan interaksi yang lebih luas dari biasanya, bahkan bisa ditonton oleh pengguna yang belum mengikuti akun kita. Tapi, tidak ada angka pasti berapa views yang membuat sebuah konten disebut FYP.
Jadi, jangan terpaku pada jumlah views saja. Perhatikan juga watch time, likes, komentar, share, dan bagaimana respons audiens terhadap konten tersebut. Kalau sebuah video terus mendapatkan penonton dan interaksi dari orang-orang baru, bisa jadi konten tersebut sedang didorong lebih luas oleh sistem rekomendasi TikTok.
Tertarik Belajar Dunia Digital?
Membuat konten ternyata tidak hanya berkaitan dengan kreativitas. Di balik sebuah konten yang berhasil menarik perhatian, ada strategi pemasaran, pemahaman audiens, branding, hingga pemanfaatan teknologi digital. Kalau kamu tertarik mempelajari bagaimana teknologi dan strategi bisnis digunakan di dunia digital, di INSTIKI sebagai Kampus Bisnis Terbaik di Bali dan Nusa Tenggara ada loh Program Studi Bisnis Digital! kenalan dengan jurusan Bisnis Digital INSTIKI dengan klik link ini
Di program studi ini, kamu bisa belajar berbagai hal yang berkaitan dengan dunia bisnis dan teknologi digital, sehingga tidak hanya menjadi pengguna media sosial, tetapi juga memahami bagaimana sebuah bisnis dapat berkembang di era digital.
Jadi, siapa tahu konten TikTok yang kamu buat hari ini bukan cuma FYP, tapi bisa menjadi langkah awal untuk membangun personal branding atau bisnis digitalmu sendiri. 🚀
cus! kepoin instagram official Kampus INSTIKI di Instagram INSTIKI