
Denpasar, 15 Juli 2026 – Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia (INSTIKI) turut ambil bagian dalam Launching Program Pengabdian kepada Masyarakat Desa Kerti Bali Sejahtera Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Bali di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Denpasar, Rabu (15/7/2026). Program kolaboratif yang diikuti oleh 38 perguruan tinggi di Bali ini dihadiri oleh Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Prof. apt. I Ketut Adnyana, M.Si., Ph.D., para pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta, serta lebih dari 12.000 mahasiswa yang siap mengabdi di desa-desa seluruh Bali.
Pada kesempatan tersebut, Rektor INSTIKI diwakili oleh Wakil Rektor I, Dr. Ir. Aniek Suryanti Kusuma, S.Kom., M.Kom., yang hadir bersama Ketua LPPM INSTIKI, 10 dosen pembimbing lapangan, serta 100 mahasiswa INSTIKI yang akan diterjunkan dalam program pengabdian masyarakat sesuai undangan Pemerintah Provinsi Bali.
Acara berlangsung meriah sejak sore hari dengan penampilan Rajapala Band yang menyambut ribuan peserta. Memasuki sesi utama, acara dibuka secara resmi oleh pembawa acara, dilanjutkan doa bersama, menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan Pancasila, serta penampilan Tari Selat Segara sebagai tari pembuka yang memperkuat nuansa budaya Bali.
Momentum penting kemudian dilanjutkan dengan penyematan topi dan almamater secara simbolis kepada perwakilan mahasiswa dari perguruan tinggi oleh Gubernur Bali, Dr. Ir. I Wayan Koster, M.M., sebagai tanda dimulainya keterlibatan mahasiswa dalam Program Pengabdian Masyarakat Desa Kerti Bali Sejahtera Tahun 2026. Gubernur Bali juga menyerahkan Buku Panduan Pengabdian Masyarakat kepada para rektor sebagai pedoman pelaksanaan program di lapangan.
Puncak acara ditandai dengan pemukulan kulkul dan gong oleh Gubernur Bali bersama para rektor dan perwakilan perguruan tinggi se-Bali sebagai simbol dimulainya pelaksanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat Desa Kerti Bali Sejahtera Tahun 2026. Momen tersebut menjadi simbol kuat kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dosen dan mahasiswa dalam membangun desa-desa di Bali.
Dalam sambutannya, Gubernur Bali, Dr. Ir. I Wayan Koster, M.M., menegaskan bahwa program ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah nyata untuk mempercepat pembangunan Bali berbasis desa melalui kolaborasi berbagai pihak. Gubernur Bali juga mengapresiasi keterlibatan seluruh perguruan tinggi yang mengirimkan lebih dari 12.000 mahasiswa dan ratusan dosen pembimbing lapangan untuk mengabdi di desa-desa seluruh Bali. Menurutnya, kekuatan intelektual tersebut diharapkan mampu menghadirkan solusi nyata terhadap berbagai persoalan pembangunan melalui inovasi, teknologi, dan semangat gotong royong.
Sementara itu, Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kemendiktisaintek, Prof. apt. I Ketut Adnyana, M.Si., Ph.D., menyampaikan dukungan penuh terhadap program yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Bali. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat merupakan kunci menghadirkan solusi berbasis sains, teknologi, dan inovasi.
Komitmen INSTIKI Mengabdi untuk Bali
Mewakili Rektor INSTIKI, Dr. Ir. Aniek Suryanti Kusuma, S.Kom., M.Kom selaku Wakil Rektor I. menyampaikan bahwa Program Pengabdian Masyarakat Desa Kerti Bali Sejahtera merupakan langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat.
“Program ini merupakan langkah yang sangat baik untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi dan masyarakat. Melalui program ini, mahasiswa dapat menerapkan ilmunya sekaligus memberikan manfaat nyata bagi pembangunan desa.”
Menurutnya, keikutsertaan INSTIKI menjadi bentuk nyata komitmen kampus dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang pengabdian kepada masyarakat.
“Keterlibatan INSTIKI merupakan wujud komitmen kami dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Kami ingin berkontribusi melalui inovasi dan teknologi yang dapat memberikan solusi bagi masyarakat.”
Kepada 100 mahasiswa INSTIKI yang akan terjun langsung ke masyarakat, Dr. Aniek juga berpesan agar selalu menjaga integritas serta membawa nama baik almamater selama menjalankan program.
“Saya berharap mahasiswa menjalankan program ini dengan penuh tanggung jawab, menjaga nama baik INSTIKI, serta mengedepankan kepedulian, kolaborasi, dan semangat untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.”
Melalui partisipasi aktif dalam Program Pengabdian Masyarakat Desa Kerti Bali Sejahtera Tahun 2026, INSTIKI kembali menunjukkan komitmennya sebagai Universitas Terbaik di Bali dan salah satu Kampus Swasta di Bali yang terus mendorong lahirnya inovasi, teknologi, serta sumber daya manusia yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah. Kehadiran Ketua LPPM, 10 dosen pembimbing lapangan, dan 100 mahasiswa menjadi bukti bahwa pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian penting dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi di INSTIKI.
Program ini diharapkan tidak hanya menjadi wadah pembelajaran bagi mahasiswa, tetapi juga menghasilkan berbagai inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat desa, sejalan dengan semangat kolaborasi Pemerintah Provinsi Bali dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan, inklusif, dan berbasis potensi lokal.







