
DENPASAR – Festival tahunan DIESTERIA INSTIKI 2026 kembali sukses menjadi salah satu event kampus paling meriah di Bali. Diselenggarakan oleh Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia (INSTIKI) di kawasan Niti Mandala Renon, Denpasar, acara ini berhasil menarik ribuan penonton yang memadati area konser sejak sore hingga malam hari.
Mengusung tema “Loud, Free, Alive”, DIESTERIA INSTIKI 2026 menjadi simbol perjalanan INSTIKI sebagai kampus yang telah cukup matang untuk bersuara (loud), cukup dewasa untuk menentukan jalannya sendiri (free) dan terus bergerak memberikan dampak positif bagi masyarakat (alive). Tema ini menempatkan INSTIKI bukan hanya sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai ruang hidup bagi lahirnya gagasan, kreativitas, ekspresi dan keberanian generasi muda.
Semangat tersebut kemudian diterjemahkan melalui konsep acara “Sonic Waves”, yang menggambarkan gelombang suara dan energi yang terus bergerak. Sonic melambangkan suara yang kuat dan menggema, sedangkan waves menjadi simbol semangat yang terus mengalir tanpa henti. Keduanya menjadi representasi dari banyak suara yang bersatu, tumbuh bersama, dan menciptakan dampak yang lebih besar.
Tak hanya menyuguhkan konser musik, DIESTERIA INSTIKI 2026 juga menjadi ajang berkumpulnya ribuan anak muda dari berbagai daerah di Bali hingga luar Pulau Bali. Sejak pintu masuk dibuka, area venue dipenuhi pengunjung yang menikmati berbagai tenant makanan, booth interaktif hingga mengabadikan momen di berbagai spot foto yang telah disiapkan panitia acara.
Penampilan dibuka oleh musisi local asal Bali, Ary Kencana yang langsung membakar semangat penonton lewat lagu “Mecebur”. Suasana yang awalnya santai berubah menjadi penuh energi. Penonton bernyanyi, berjoget dan ikut menikmati setiap lagu yang dibawakan menjadikan penampilan Ary Kencana sebagai pembuka yang sukses menghangatkan suasana.
Setelah itu, giliran Anggis Devaki naik ke atas panggung. Lewat lagu mellow-nya “Dirimu yang Dulu” dan “Kisah Tanpa Dirimu”, penyanyi asal muda Bali ini berhasil mengajak ribuan penonton bernyanyi bersama. Banyak penonton ikut mengangkat ponsel sambil menikmati setiap lirik, menciptakan suasana yang hangat dan penuh nostalgia.
Energi konser semakin terasa ketika .Feast tampil. Begitu lagu “Nina” dimainkan sorakan penonton langsung memenuhi area konser. Suasana semakin pecah saat mereka membawakan “Tarot”. Ribuan penonton kompak bernyanyi, melompat, hingga mengangkat tangan mengikuti irama musik, sementara penonton lainnya larut menikmati penampilan band yang memang sudah lama dinantikan.
Memasuki puncak acara penampilan Hindia, suasana berubah menjadi lebih emosional. Lagu yang paling di nanti penonton “everything u are” disambut meriah oleh penonton yang ikut menyanyikan setiap baitnya. Momen paling berkesan hadir ketika Hindia membawakan “Cincin”. Ribuan lampu ponsel menyala bersamaan, mengubah area konser menjadi lautan cahaya.
Di penghujung lagu, langit Niti Mandala Renon semakin semarak dengan pertunjukan kembang api yang menghiasi malam. Cahaya warna-warni berpadu dengan suara ribuan penonton yang bernyanyi bersama menjadi salah satu momen paling spektakuler sepanjang DIESTERIA INSTIKI 2026. Tepuk tangan dan sorakan panjang pun menggema setelah penampilan Hindia berakhir.
Sebagai penutup acara, Tipe-X berhasil menjaga euforia hingga akhir acara. Lagu “Kamu Nggak Sendirian” langsung mengajak seluruh penonton bernyanyi bersama, sementara lagu legend yaitu “Boyband” membuat suasana kembali pecah. Penonton berjoget, melompat hingga saling bernyanyi tanpa henti. Meski dipadati ribuan orang, konser tetap berlangsung tertib dan penuh keseruan hingga lagu terakhir selesai dimainkan.
DIESTERIA INSTIKI sendiri terus menunjukkan perkembangan dari tahun ke tahun. Pada 2023, festival ini digelar di Lapangan Mengemudi Pantai Padang Galak dengan menghadirkan Frog Band, Chasper Band, Breakfast In The Morning, Glukosa Band, INS ID, After The Day, SVS Band, Tika Pagraky feat. Wira, Leeyonk Sinatra, for Revenge, Last Child hingga Not So Koplo.
Di 2024, DIESTERIA INSTIKI berpindah ke Taman Festival Bali, Padang Galak, Denpasar, dengan menghadirkan Yanik’s Band, Mahalini, Rizky Febian, Meiska, Ilagre Band, serta After The Day. Sementara pada 2025, festival ini digelar di Niti Mandala Renon dengan penampilan Yovie & Nuno, Feast & Co!, dan DJ Hollydeck. Setiap tahunnya, DIESTERIA terus berkembang, baik dari sisi konsep, lokasi, maupun deretan musisi yang dihadirkan.
Melalui event DIESTERIA, INSTIKI kembali membuktikan komitmennya sebagai salah satu Universitas Swasta Terbaik di Bali yang tidak hanya unggul dalam bidang pendidikan, bisnis dan teknologi, tetapi juga aktif menyediakan ruang bagi mahasiswa untuk belajar berorganisasi, berkolaborasi, menyalurkan kreativitas, sekaligus menghadirkan hiburan berkualitas bagi masyarakat.
Ke depannya, INSTIKI berharap DIESTERIA INSTIKI dapat terus berkembang menjadi festival kampus yang semakin inovatif, menghadirkan lebih banyak kolaborasi dengan talenta lokal maupun nasional, serta menjadi wadah lahirnya kreativitas dan semangat generasi muda. Sejalan dengan tema “Loud, Free, Alive”, INSTIKI ingin terus menjadi ruang bagi setiap mahasiswa untuk berani bersuara, bebas berkarya, dan terus hidup membawa dampak positif bagi Bali maupun Indonesia.
Penulis : Putri Wirawaan






