
Hai Civitas INSTIKI! 👋✨
Gimana nih kabarnya? Kuliah di Bali emang gak ada habisnya ya kalau ngomongin soal budaya yang super unik, magis, dan bikin takjub. Nah, kali ini ada kabar yang super membanggakan datang dari belahan timur Pulau Dewata, tepatnya dari Karangasem. Gak main-main, ada salah satu tarian sakral yang udah berusia tua banget, lagi bersiap buat mendunia, nih!
Melansir dari Radar Bali, Tari Rejang Gede dari Banjar Adat Tihingan, Kecamatan Bebandem, Karangasem, baru saja diusulkan oleh Pemerintah Kabupaten Karangasem untuk menjadi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Keren banget, kan?
Yuk, kita kepoin bareng-bareng fakta unik dan menarik dari Tari Rejang Gede yang langka ini!
Satu Tarian, Tiga Komponen Sekaligus!
Tarian ini bukan sembarang tari Rejang biasa, guys. Menurut Kabid Kebudayaan dan Kesenian Disbudpar Karangasem, I Nyoman Japa, Tari Rejang Gede itu unik banget karena punya tiga komponen tarian di dalamnya, yaitu Rejang Pinrih, Rejang Lilit, dan Rejang Manda. Uniknya, ketiga komponen ini dibawakan oleh empat orang penari yang sama. Yang bikin beda dari masing-masing komponen itu ada pada variasi gerakan kaki dan tangannya.
Dipentaskan 3 Kali & Wajib Ada Upacara “Prani”
Tarian kuno ini dipentaskan sebanyak tiga kali pada waktu yang sudah ditentukan oleh adat. Pada hari pertama Redite Pon Wuku Medangsia, penari bakal membawakan Rejang Pinrih dan Lilit di Pura Banjar. Baru deh di hari kedua Soma Wage Wuku Medangsia, ketiga komponentermasuk Rejang Manda dipentaskan secara lengkap.
Eits, tapi sebelum tarian dimulai, krama adat Tihingan wajib menggelar upacara khusus bernama Upacara Prani. Isinya berupa banten dari hasil bumi setempat sebagai simbol dan ungkapan rasa syukur atas rezeki yang melimpah. Indah banget ya filosofinya!
Nah, seru banget kan menyelami budaya Bali yang kaya gini? Makanya, pilihan kamu udah paling bener deh, Kuliah di Bali di INSTIKI gak cuma dapet ilmu teknologi, desain dan bisnis yang keren, tapi bonusnya kamu bisa langsung merasakan vibes budaya lokal yang magis dan estetik kayak gini setiap hari!
Gimana, di daerah kalian ada tarian yang punya aturan seketat ini juga gak?