
Hai Civitas INSTIKI!
Hari Raya Tri Suci Waisak merupakan salah satu perayaan penting bagi umat Buddha di seluruh dunia. Pada tahun 2026, Waisak akan diperingati pada tanggal 31 Mei 2026 dan kembali dipusatkan di kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Selain menjadi momen spiritual umat Buddha, perayaan ini juga selalu menarik perhatian masyarakat luas karena adanya tradisi perjalanan Biksu Thudong yang penuh makna.
Tradisi ini bukan hanya menjadi simbol perjalanan spiritual, tetapi juga membawa pesan perdamaian, kesederhanaan, dan toleransi antarumat beragama. Lalu, sebenarnya apa itu Thudong dan apa yang spesial dari perjalanan Biksu Thudong pada Waisak 2026?
Apa Itu Ritual Thudong?
Thudong merupakan praktik spiritual dalam ajaran Buddha yang dilakukan oleh para biksu dengan cara berjalan kaki menempuh perjalanan jauh sambil menjalani hidup sederhana. Dalam perjalanan tersebut, para biksu hanya membawa perlengkapan seperlunya dan mengandalkan pemberian makanan dari masyarakat sekitar.
Tradisi ini berasal dari praktik pertapaan para bhikkhu pada masa awal penyebaran ajaran Buddha. Dahulu, para biksu berpindah dari satu tempat ke tempat lain dengan berjalan kaki untuk menyebarkan ajaran Buddha sekaligus melatih ketahanan fisik dan batin.
Selama menjalani Thudong, para biksu melatih berbagai nilai kehidupan seperti:
- Kesabaran dan ketekunan
- Pengendalian diri
- Kesederhanaan hidup
- Disiplin spiritual
- Ketahanan mental dan fisik
Perjalanan dilakukan dalam berbagai kondisi cuaca, mulai dari panas hingga hujan, dengan pola hidup yang sangat sederhana. Hal inilah yang membuat tradisi Thudong sering mendapat perhatian dan rasa kagum dari masyarakat.
Makna Spiritual dalam Ritual Thudong
Bagi umat Buddha, Thudong bukan sekadar perjalanan biasa. Tradisi ini memiliki makna mendalam sebagai bentuk latihan batin dan refleksi diri. Para biksu belajar untuk melepaskan kenyamanan duniawi serta memperkuat fokus spiritual selama perjalanan berlangsung.
Selain itu, Thudong juga menjadi simbol perdamaian dan kemanusiaan. Dalam praktiknya, masyarakat dari berbagai latar belakang agama sering ikut menyambut dan membantu para biksu selama perjalanan. Dukungan tersebut menunjukkan indahnya toleransi dan kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
Tidak sedikit warga yang memberikan makanan, air minum, buah-buahan, hingga membantu menyediakan tempat istirahat bagi para biksu. Momen ini memperlihatkan bahwa nilai kemanusiaan dapat melampaui perbedaan agama maupun budaya.
Ritual Thudong dalam Waisak 2026
Perjalanan Biksu Thudong di Indonesia pertama kali menarik perhatian besar masyarakat pada tahun 2023 ketika para biksu berjalan kaki dari Thailand menuju Candi Borobudur untuk memperingati Hari Raya Waisak.
Pada tahun 2026, perjalanan ini kembali dilaksanakan dengan konsep baru bertajuk Indonesia Walk For Peace (IWFP). Tema tersebut membawa pesan bahwa perjalanan para biksu tidak hanya menjadi ritual keagamaan, tetapi juga simbol perdamaian dunia dan persaudaraan lintas negara.
Dalam perjalanan tahun ini, para biksu berasal dari beberapa negara seperti Thailand, Malaysia, Laos, dan Indonesia. Rute perjalanan dimulai dari Thailand menuju Bali, kemudian dilanjutkan menuju Candi Borobudur dengan total perjalanan sekitar 666 kilometer dari Bali hingga Jawa Tengah. Perjalanan dimulai pada 9 Mei 2026 dan diperkirakan tiba di Borobudur menjelang puncak perayaan Waisak pada 31 Mei 2026.
Penutup
Perayaan Waisak juga menjadi pengingat penting mengenai nilai kedamaian, pengendalian diri, dan kepedulian terhadap sesama. Tidak heran jika tradisi ini terus mendapat perhatian luas dan menjadi salah satu simbol keharmonisan masyarakat Indonesia.
Melalui semangat Thudong dan Waisak, masyarakat diajak untuk belajar mengenai kesederhanaan hidup, menjaga kedamaian, serta menghormati perbedaan di tengah kehidupan yang beragam.
Selamat Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 BE Tahun 2026. Semoga semangat kedamaian, kebijaksanaan, dan kasih sayang selalu menyertai kehidupan kita semua.
Ingin lebih banyak mengetahui artikel informatif, edukatif dan seputar kampus INSTIKI? cus kepoin wesbitenya di Instiki.ac.id
Penulis : Putri Wirawaan