
Denpasar – Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia (INSTIKI) kembali menegaskan eksistensinya sebagai Kampus Swasta di Bali dan Kampus IT Terbaik di Bali dan Nusa Tenggara dengan turut ambil bagian dalam DTIK Fest 2026 yang diselenggarakan pada Jumat, 27 Februari 2026 di Gedung Alaya Dharma Negara Alaya (DNA), Lumintang, Denpasar.
DTIK Fest 2026 merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun ke-238 Kota Denpasar yang mengusung tema “Harmonizing Technology for a Greener Tomorrow”. Tema tersebut menegaskan komitmen Pemerintah Kota Denpasar dalam menyelaraskan transformasi digital dengan prinsip keberlanjutan lingkungan.
Hari pertama DTIK Fest 2026 diawali dengan upacara bendera di Lapangan Lumintang, kemudian dilanjutkan dengan rangkaian acara utama di Gedung DNA, termasuk pameran inovasi teknologi dari berbagai kampus di Bali. Selain pameran teknologi, DTIK Fest 2026 juga diramaikan dengan parade lawar yang diikuti berbagai banjar dan STT se-Kota Denpasar. Masing-masing menampilkan kreasi lawar khas wilayahnya, yang kemudian dipilih enam besar terbaik. Acara pembukaan turut dimeriahkan dengan penampilan Surya Candra Jagaditha yang menambah semarak suasana festival.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Kota Denpasar, I Dewa Gede Wirakusuma, menjelaskan bahwa DTIK Festival menghadirkan pameran inovasi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), aneka lomba, workshop, serta literasi digital. Sebanyak 35 stan pameran menampilkan inovasi dari akademisi, startup, serta perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar.
Di antara puluhan stan tersebut, INSTIKI yang tampil menonjol dengan beragam karya inovatif mahasiswa dan dosennya. Booth INSTIKI menjadi salah satu yang menarik perhatian pengunjung. Berbagai inovasi berbasis teknologi yang berpadu dengan budaya Bali turut dipamerkan, antara lain:
-
Game edukasi Aksara Bali
-
Virtual Tour Pura berbasis teknologi VR bernama “nusa heritage”
-
Penerjemah Aksara Bali ke huruf Latin dan sebaliknya
-
Platform digital “Matemu”
Salah satu inovasi yang mencuri perhatian adalah Matemu dan Nusa Heritage, hasil kolaborasi mahasiswa dan dosen INSTIKI yang mengusung konsep “Cinta Sejati Berdasarkan Kalender dan Nilai Tradisi”.
Matemu merupakan platform pencarian jodoh berbasis nilai tradisi dan kalender Bali, yang dirancang untuk membantu masyarakat menemukan pasangan dengan kesamaan nilai spiritual, budaya, serta kecintaan terhadap warisan leluhur Bali.
Sementara itu, Nusa Heritage adalah platform digital berbasis tur virtual 360 derajat yang menginventarisasi, mendokumentasikan, dan menyajikan warisan budaya Bali, baik benda (tangible) maupun tak benda (intangible). Platform ini menjadi langkah strategis dalam mendukung digitalisasi dan pelestarian budaya Bali hingga ke seluruh Nusantara.
Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, turut mengunjungi stan INSTIKI dan memberikan apresiasi terhadap inovasi yang ditampilkan. Menurutnya, platform seperti “Nusa Heritage” merupakan contoh kreatif bagaimana kearifan lokal dapat dikemas melalui teknologi modern sehingga tetap relevan di era digital.
Ia juga menilai bahwa inovasi yang dikembangkan INSTIKI menunjukkan potensi besar generasi muda Bali dalam menghadirkan solusi teknologi yang tetap berakar pada nilai-nilai tradisi dan budaya lokal.
Partisipasi aktif INSTIKI dalam DTIK Fest 2026 menjadi bukti nyata komitmen kampus dalam mendukung transformasi digital yang selaras dengan pelestarian budaya dan keberlanjutan lingkungan. Inovasi-inovasi yang ditampilkan menunjukkan bahwa teknologi tidak harus meninggalkan akar tradisi, melainkan dapat menjadi jembatan untuk menjaga dan mengembangkan warisan budaya Bali di era modern.
Sebagai Kampus IT Terbaik di Bali dan Nusa Tenggara, INSTIKI terus berkomitmen melahirkan talenta digital yang kreatif, adaptif, dan berdaya saing, sekaligus tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal Bali.
Penulis: Putri Wirawaan












Users Today : 305
Views Today : 486
Total views : 3721407
Who's Online : 3