
Civitas INSTIKI, tahu nggak sih!? Selain untuk ibadah, ternyata puasa memiliki manfaat ilmiah yang luar biasa bagi kesehatan tubuh. Salah satu manfaat dari puasa adalah aktivasi proses autofagi, yaitu mekanisme alami tubuh untuk membersihkan sel-sel yang rusak, termasuk sel prakanker, sel rusak, hingga sel penuaan. Lohh, kok bisa?
Apa Itu Autofagi?
Secara harfiah, autofagi berasal dari bahasa Yunani, yang berarti “memakan diri sendiri.” Eh, tapi tenang, bukan berarti tubuh kita jadi zombie yang makan dirinya sendiri, ya! Ini justru proses alami yang super penting untuk kesehatanmu. Dilansir dari alodokter.com, autofagi (autophagy) adalah proses alami tubuh untuk membuang sel-sel yang rusak dan tidak berfungsi, sekaligus menggantinya dengan sel-sel baru yang sehat. Mekanisme ini meningkatkan kemampuan sel tubuh untuk melawan racun penyebab penyakit dan menjaga organ tubuh tetap berfungsi dengan baik.
Mengenal Cara Kerja Autofagi
Dilansir dari halodoc.com, autofagi adalah proses daur ulang yang memanfaatkan sumber daya sel yang sudah ada secara maksimal. Prosesnya meningkat ketika sel-sel kekurangan nutrisi atau oksigen, sehingga tubuh harus memanfaatkan sumber daya yang sudah ada sebaik mungkin, karena sel tidak mendapatkan energinya dari sumber luar.
Melalui autofagi, sel pada dasarnya memakan dirinya sendiri untuk bertahan hidup. Hasilnya adalah proses bertahan hidup ini dapat menghasilkan sel yang bekerja lebih efisien.
Apa yang Menyebabkan Proses Autofagi?
Puasa adalah salah satu cara untuk mengaktifkan autofagi. Selain puasa, beberapa hal lain yang dapat melakukan autofagi adalah membatasi kalori, diet keto yakni pola makan rendah karbohidrat dan tinggi lemak sehat untuk membantu tubuh beralih ke mode autofagi lebih cepat, dan olahraga yakni aktivitas fisik meningkatkan kebutuhan energi tubuh, yang pada akhirnya merangsang autofagi untuk mendukung perbaikan sel.
Manfaat Autofagi bagi Kesehatan
Dengan rutin melakukan puasa dan mengaktifkan autofagi, tubuh dapat memperoleh berbagai manfaat kesehatan, di antaranya:
- Menghambat Penuaan: Dengan membuang sel yang sudah tua dan tidak berfungsi, autofagi membantu memperlambat proses penuaan dan meningkatkan regenerasi sel baru.
- Mencegah Pertumbuhan Sel Kanker: Autofagi dapat menghancurkan sel-sel abnormal yang berpotensi menjadi kanker sebelum mereka berkembang lebih jauh.
- Meningkatkan Sistem Imun: Dengan mengeliminasi sel yang terinfeksi virus atau bakteri, autofagi membantu tubuh melawan infeksi dengan lebih baik.
- Menjaga Berat Badan: Dengan memanfaatkan lemak sebagai sumber energi, autofagi membantu dalam proses penurunan berat badan dan meningkatkan metabolisme tubuh.
Puasa bukan hanya tentang menahan lapar, tetapi juga memberikan kesempatan bagi tubuh untuk melakukan peremajaan alami melalui proses autofagi. Dengan membersihkan sel-sel yang rusak dan mendaur ulang komponennya, autofagi berperan dalam meningkatkan kesehatan dan mencegah berbagai penyakit. Mengintegrasikan puasa dalam gaya hidup sehari-hari, didukung dengan pola makan sehat dan olahraga, dapat menjadi kunci untuk hidup lebih sehat. –(PDM)