
Denpasar, 1 Februari 2025 – Kreativitas dan inovasi civitas akademika Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia (INSTIKI) kembali menarik perhatian banyak pengunjung dalam acara Bulan Bahasa Bali VII Warsa 2025 yang mengusung tema “Jagat Kerthi – Jagra Hita Samasta” di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali. Dari game hingga film animasi diciptakan oleh civitas INSTIKI dalam upaya melestarikan budaya, bahasa, aksara, hingga sastra Bali.
Bulan Bahasa Bali VII Warsa 2025 resmi dibuka oleh Penjabat (Pj) Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya. Sebagai simbol alam semesta, pembukaan acara ini ditandai dengan pengangkatan bola dunia, menandakan dimulainya festival yang akan berlangsung sepanjang Februari, dari tanggal 1 hingga 28 Februari 2025. Dalam penyampaiannya, Pj Gubernur Bali menegaskan bahwa festival ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Provinsi Bali dalam melestarikan serta mengembangkan bahasa, aksara, dan sastra Bali. Turut berkontribusi dalam upaya pelestarian ini, civitas akademika INSTIKI menampilkan tujuh karya terbaik dalam Pameran Bulan Bahasa Bali VII Warsa 2025, yang meliputi:
- Game Media Pembelajaran Interaktif “Aksara Wreastra” karya mahasiswa INSTIKI Kadek Emik Fira Merinda, yang dibimbing oleh dosen pembimbing: I Gede Adi Sudi Anggara, S.Kom., M.Sn. Game ini membantu generasi muda dalam mempelajari bahasa dan aksara Bali dengan cara yang menyenangkan dan interaktif.
- Game Media Pembelajaran “Anggah Ungguhin Basa Bali” karya mahasiswa INSTIKI Putu Candra Kharisma Dewi, yang dibimbing oleh dosen pembimbing: I Ketut Setiawan, S.Pd., M.Sn., ACP. Game ini mengajarkan tingkatan bahasa Bali yang benar melalui metode pembelajaran yang menarik.
- Film Animasi 2D “Murdasa Monyet yang Cantik” karya I Gede Adi Sudi Anggara, S.Kom., M.Sn, Dr. I Ketut Sutarwiyasa, S.Sn., M.Si, dan Ni Putu Arliana Fitriya Ariputri. Film animasi ini mengangkat kisah Tantri yang kaya akan nilai moral dan kearifan lokal, dikemas dalam visual yang menarik dan berbahasa Bali.
- Buku Cerita Bergambar “Satua I Kedis Teken I Semut”. Karya mahasiswa INSTIKI, Namitha, dengan dibimbing oleh dosen INSTIKI Dr. I Nyoman Jayanegara, S.Sn., M.Sn. Buku ini menyajikan cerita rakyat Bali dalam bentuk cerita bergambar, memudahkan anak-anak untuk memahami nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
- Nusa Heritage ID adalah sebuah platform independen yang bertujuan untuk menginventarisasi, mendokumentasikan, dan menyajikan informasi mengenai warisan budaya yang ada di Bali, baik yang benda (tangible) maupun yang tidak benda (intangible). Nusa Heritage ID karya dosen INSTIKI, Ir. Ida Bagus Ary Indra Iswara, S.Kom., M.Kom bersama dengan tim.
- Patik adalah aplikasi papan ketik aksara Bali berbasis Android yang dikembangkan untuk mempermudah penulisan aksara Bali di perangkat digital. Karya ini dikembangkan oleh dosen INSTIKI, Ir. Ida Bagus Ary Indra Iswara, S.Kom., M.Kom bersama dengan tim.
- Film Animasi 2D Berbahasa Bali “KUMARA” karya I Putu Purwa Andhika, S.Kom., M.Ds. Film ini menjadi sarana edukatif yang efektif dalam mengenalkan dan menguatkan penggunaan bahasa Bali untuk anak-anak sekolah dasar.
Dr. I Made Marthana Yusa, S.Ds., M.Ds selaku Direktur Humas dan Kerjasama INSTIKI menyampaikan bahwa INSTIKI merasa sangat terhormat atas undangan dari Dinas Kebudayaan Provinsi Bali untuk turut serta berkontribusi menampilkan inovasi civitas akademika INSTIKI dalam Pameran Bulan Bahasa Bali VII Warsa 2025. Kesempatan ini menjadi ajang bagi civitas akademika INSTIKI untuk menampilkan berbagai inovasi yang mendukung pelestarian bahasa, aksara, dan sastra Bali dengan pendekatan teknologi yang lebih relevan bagi generasi muda.
“INSTIKI berkomitmen untuk melestarikan bahasa, aksara, dan sastra Bali. Selain mendorong mahasiswa untuk mengangkat topik skripsi terkait pemuliaan kebudayaan Bali, INSTIKI juga mendirikan Pusat Studi Digitalisasi Budaya Bali (PS Digdaya Bali). Pusat studi ini telah melahirkan berbagai inovasi teknologi, seperti Teknologi Keamanan Pencegahan Perampasan Aset Sakral Pratima, Teknologi Kulkul Inovatif, hingga Virtual Tour yang memperkenalkan budaya Bali secara digital,” jelasnya.
Besar harapan, karya-karya civitas akademika INSTIKI tidak hanya menjadi bentuk kontribusi dalam pelestarian bahasa, aksara, dan sastra Bali, tetapi juga dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas. Dengan inovasi yang terus dikembangkan, INSTIKI terus berupaya menginspirasi generasi muda untuk semakin mencintai budaya Bali serta memanfaatkan teknologi sebagai sarana pelestarian dan pengenalan budaya ke kancah global. -(PDM)