10 Jul 2022

6:58 AM

WITA

Mengapa Idul Adha Identik dengan Kurban? Begini Makna dan Sejarahnya

Mengapa Idul Adha Identik dengan Kurban? Begini Makna dan Sejarahnya

Selamat merayakan Hari Raya Idul Adha 1443 H bagi umat Muslim di seluruh Indonesia. Semoga hikmah dan keberkahan hari raya ini menyertai kita semua!

Bincang-bincang mengenai Idul Adha, yuk menyelami lebih dalam sejarah dan makna yang tersimpan dibalik salah satu hari besar umat Islam ini bersama Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia (INSTIKI), kampus swasta terbaik di Bali.

Dilansir dari Gramedia, Hari Idul Adha biasanya ditetapkan beberapa bulan setelah perayaan Hari Raya Idul Fitri. Idul Adha yang dikenal juga sebagai Hari Raya Kurban, identik dengan penyembelihan hewan kurban seperti sapi, kambing, hingga domba. Penyembelihan hewan kurban ini tentu memiliki tata cara tersendiri sehingga tidak sembarang orang dapat melakukannya.

Lalu, kok bisa ya Hari Idul Adha identik dengan penyembelihan hewan kurban? Bagaimana sejarah terjadinya perayaan Hari Idul Adha? Yuk simak artikel ini biar kamu makin paham!

Sejarah Singkat Hari Raya Idul Adha

Dilansir dari Gramedia, berbicara mengenai Hari Raya Idul Adha, maka tentu saja berkaitan dengan kisah teladan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Yap, kedua Nabi tersebut adalah termasuk dalam dua puluh lima Nabi yang wajib diketahui oleh segenap umat Islam. Hari Idul Adha adalah peringatan akan peristiwa kurban, yakni ketika Nabi Ibrahim bersedia untuk mengorbankan puteranya, Nabi Ismail. Hal tersebut dilakukan oleh Beliau sebagai bentuk kepatuhannya terhadap perintah Allah SWT.

Diceritakan pada kala itu, Nabi Ibrahim yang sudah berusia lanjut (terdapat suatu riwayat yang menyatakan bahwa usia Beliau mencapai 85 tahun) bersama istrinya, Siti Hajar, belum dikaruniai seorang anak. Nabi Ibrahim sangat menginginkan kehadiran seorang putra laki-laki supaya kelak dapat meneruskan perjuangannya dalam menegakkan ajaran Allah SWT di muka bumi ini.

Setiap hari, Nabi Ibrahim berdoa kepada Allah SWT supaya segera diberikan keturunan. Saking tekunnya Beliau dalam berdoa, doanya tersebut diabadikan dalam Al-Quran, yaitu pada surah Ash-Shaffat ayat 100.

Nah, melalui doa-doa tersebut akhirnya Allah SWT mewujudkan keinginan Nabi Ibrahim melalui istri keduanya, yaitu Siti Hajar. Perlu diketahui bahwa Nabi Ibrahim menikahi Siti Hajar tepat setelah Beliau melakukan kunjungan ke wilayah Mesir.
Selanjutnya, Nabi Ibrahim pun membawa Siti Hajar ke Mekah untuk tinggal di sana. Keduanya melangsungkan pernikahan dan beberapa saat setelah itu, Siti Hajar mengandung hingga lahirlah seorang anak laki-laki yang diberi nama Ismail.

Sayangnya, kebersamaan Nabi Ibrahim dengan anak dan istrinya tidak dapat dirasakan dalam waktu yang lama. Sebab, Allah SWT memerintahkan Beliau untuk segera kembali ke istri pertamanya, yakni Siti Sarah di kota Yerusalem. Namun meskipun begitu, Nabi Ibrahim dan Siti Hajar tetap ikhlas dan tawakkal dalam menerima perintah-Nya.

Nabi Ibrahim tentu saja sangat berat hati dan sedih karena harus meninggalkan Siti Hajar dan Ismail yang kala itu masih menyusui di daerah Mekkah. Beliau tidak langsung meninggalkan mereka begitu saja, tetapi Beliau melakukan persiapan dengan membekali istri dan anaknya dengan beberapa potong roti dan sebuah air di guci untuk diminum. Selama ditinggal oleh suaminya, Siti Hajar mengalami banyak sekali cobaan, salah satunya adalah kesulitan dalam menemukan sumber air minum yang layak untuk anaknya. Bahkan, pencariannya akan sumber air minum tersebut dilakukannya dengan cara berjalan cepat sebanyak tujuh kali, dari Shafa ke Marwah.

Nah, peristiwa akan pencarian sumber mata air itulah yang kemudian “diabadikan” dalam proses ibadah Sa’I yang menjadi salah satu rukun ibadah Haji, yakni dengan lari-lari kecil dari Shafa ke Marwah. Perlu kamu ketahui bahwa sumber mata air yang ditemukan oleh Siti Hajar tersebut menjadi sumber air abadi yang kemudian dinamakan sebagai Zam-zam.

Setelah beberapa tahun kemudian, akhirnya Nabi Ibrahim kembali lagi ke Mekah untuk menemui Siti Hajar dan Ismail. Nabi Ibrahim tentu saja bahagia, apalagi Ismail sudah tumbuh menjadi anak yang sehat. Namun, belum lama menikmati pertemuannya dengan keluarga tercintanya, Allah SWT memberikan ujian lagi kepada Nabi Ibrahim.

Pada saat itu, dengan melalui mimpi, Allah SWT memberikan perintah kepada Nabi Ibrahim untuk menyembelih puteranya, Ismail. Hal tersebut tentu saja membuat Nabi Ibrahim bimbang, karena itu merupakan perintah langsung dari Allah SWT, tetapi di sisi lain, Beliau juga sangat menyayangi anaknya tersebut. Dengan sekuat hati, akhirnya Nabi Ibrahim memberanikan diri untuk mengajak bicara Ismail bahwa dirinya harus menyembelih anaknya tersebut.

Jawaban Ismail membuat Nabi Ibrahim kaget, sebab puteranya ternyata bersedia untuk dijadikan kurban sebagaimana perintah dari Allah SWT. Akhirnya, waktu untuk menyembelih Ismail pun datang. Awalnya Nabi Ibrahim sangat ragu untuk mengarahkan pisau kepada anaknya. Kemudian, Ismail berkata “Wahai Ayahku! Laksanakanlah apa yang telah diperintahkan oleh Allah SWT kepadamu. Engkau akan menemuiku insyaAllah sebagai seorang yang sabar dan patuh kepada perintah Allah SWT…”

Hal tersebut membuat Nabi Ibrahim bersedih sekaligus bersyukur, dan seraya berkata “Bahagialah aku mempunyai seorang putra yang taat kepada Allah SWT, bakti kepada kedua orang tua dengan ikhlas hati menyerahkan dirinya untuk melaksanakan perintah Allah SWT…”

Kemudian, ketika prosesi penyembelihan tiba, diikatkanlah kedua tangan dan kaki Ismail di atas lantai. Lalu Nabi Ibrahim dengan memejamkan matanya, memegang pisau (parang)nya ke arah leher Nabi Ismail dan penyembelihan pun dilakukan. Namun, Allah SWT langsung mengganti posisi Nabi Ismail tersebut dengan domba yang diturunkan dari langit. Sebagaimana diterangkan dalam Al-Quran yakni pada QS As-Shaffat ayat 107-110.

Nah, melalui peristiwa penyembelihan Nabi Ismail yang kemudian digantikan menjadi hewan domba oleh Allah SWT inilah yang menjadikan sejarah dari Hari Raya Idul Adha. Tak hanya itu, melalui peristiwa hidup yang dialami oleh Nabi Ibrahim beserta keluarganya juga menjadikan lahirnya Kota Makkah dan Ka’bah sebagai kiblat umat Muslim di seluruh dunia beserta dengan keberadaan air Zam-zam yang tidak pernah kering sejak ribuan tahun silam.

Inilah Maknanya

Secara nggak langsung, peristiwa besar yang dialami oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail ini dimaknai sebagai pesan simbolik agama, yang mengandung tiga hal pembelajaran, yakni:

  • Ketaqwaan, pengertian “taqwa” itu berkaitan dengan ketaatan seorang Hamba kepada Sang Pencipta dalam upaya menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Dalam hal ini, Nabi Ibrahim memiliki tingkat rasa ketaqwaan yang tinggi, sebab dirinya tetap melaksanakan perintah-Nya, sekalipun itu menyembelih anaknya sendiri. Atas ketaqwaan Nabi Ibrahim, kemudian Allah SWT menggantikan anaknya untuk disembelih dengan seekor domba.
  • Sosial Antar Umat Manusia, dilihat melalui proses pembagian daging kurban kepada para fakir miskin. Agama Islam mengajarkan kita untuk tetap mengedepankan rasa solidaritas dengan sesama manusia.
  • Peningkatan Kualitas Diri, dalam hal ini berkaitan dengan sikap empati, kesadaran diri, hingga pengendalian diri sebagai akhlak terpuji seorang Muslim.

Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia (INSTIKI) akan selalu memberikan informasi teraktual, edukasi, dan informatif untuk civitas INSTIKI. Akses informasi terkini tentang INSTIKI dan kabar seputar berita edukasi melalui website INSTIKI, kampus IT terbaik di Bali dan Nusa Tenggara!

INSTIKI telah terakreditasi nasional dan tersertifikasi internasional. INSTIKI memiliki 4 program studi unggulan yakni Teknik Informatika, Sistem Komputer, Desain Komunikasi Visual, dan Jurusan Manajemen Bisnis Program Studi Bisnis Digital. Yuk kuliah di Bali di INSTIKI, professional IT entrepreneur campus!

PENGUMUMAN LAINNYA

03 Oct 2025

7:21 AM

WITA

Kepada seluruh Civitas Akademika INSTIKI, berikut kami sampaikan jadwal penting dalam Kalender Akademik Tahun Ajaran 2025/2026 sebagai acuan kegiatan perkuliahan dan administrasi akademik:

03 Oct 2025

6:05 AM

WITA

Sehubungan dengan dimulainya perkuliahan, civitas akademika INSTIKI diharapkan memperhatikan hal-hal berikut: Cek Jadwal KRS Terbaru melalui Dashboard SADS. Apabila terdapat kelas yang tutup/terhapus, hal tersebut dikarenakan kuota tidak mencukupi. Jika mengalami kendala, silakan langsung menghubungi Bagian BAAK.🔗 Link daftar kelas

23 Aug 2024

7:36 AM

WITA

INFORMASI BEASISWA KIP 2024 Kami menginformasikan kepada seluruh calon penerima beasiswa KIP-Kuliah 2024 bahwa tahap penerimaan berkas telah resmi ditutup pada tanggal 17 Agustus 2024. Terima kasih atas partisipasinya. Tahap berikutnya sedang dilaksanakan proses seleksi berkas yang berlangsung dari tanggal

02 Nov 2023

1:23 AM

WITA

Berkenaan telah diterbitkannya Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 814/E/O/2023 tentang Perubahan Nama Program Studi Sistem Komputer Program Sarjana menjadi Program Studi Rekayasa Sistem Komputer Program Sarjana pada Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia di Kota Denpasar

02 Sep 2023

2:48 AM

WITA

Diberitahukan kepada seluruh civitas akademika Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia (INSTIKI), berikut kami sampaikan informasi terkait Kalender Akademik T.A 2023/2024, yaitu sebagai berikut: Demikian kami sampaikan, mohon dicermati dengan seksama Kalender Akademik T.A 2023/2024 demi memudahkan kegiatan akademik civitas akademika

31 Aug 2023

5:30 AM

WITA

Diberitahukan kepada seluruh peserta Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia (INSTIKI) tahun akademik 2023/2024 bahwa PKKMB akan dilaksanakan dalam dua tahapan yaitu Pra-PKKMB dan PKKMB. Pra-PKKMB akan dilaksanakan selama dua hari yaitu pada hari Jumat,

Events

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Suspendisse varius enim in eros elementum tristique.

Sat

12

Apr 2025

OPEN HOUSE INSTIKI 2025

Highlight

🔥OPEN HOUSE INSTIKI🔥 🧠 OTAK: “Kuliah di mana ya?” 💔 HATI: “Aku capek mikirin masa depan sendirian…” 📣 INSTIKI: “DATANG

Thu

16

Jan 2025

SEMINAR NASIONAL PEKAN RAYA AKUNTANSI 2025

Highlight

[SEMINAR NASIONAL PEKAN RAYA AKUNTANSI 2025] Hallo Semuaa👋🤩 Bosan kantong kering di akhir bulan? Seminar Nasional Pekan Raya Akuntansi 2025

Thu

16

Jan 2025

SEMINAR NASIONAL FILOSOFI DALAM PEMBUATAN KARYA DIGITAL

Highlight

🗣️🎨 [SEMINAR NASIONAL by HIMA-DKV INSTIKI 2024/2025] 🗣️🎨 Piksel punya cerita. Lebih dari sekadar estetika, setiap karya digital memiliki filosofi

Thu

16

Jan 2025

SEMINAR NASIONAL FPK-KMH INSTIKI X APEL HENDRAWAN

Highlight

[SEMINAR NASIONAL FPK-KMH INSTIKI X APEL HENDRAWAN] Om Swastyastu🙏🏻 Om Awighnam Astu Namo Sidham Hallo teman teman semua🙌🏻 Sebagai generasi

Thu

16

Jan 2025

GBHS VIII

Highlight

Om Swastyastu🙏🏻 Om Awighnam Astu Namo Sidham 🙏🏻 Horee! Akhirnya GEBYAR BUDAYA HINDU INSTIKI VIII datang lagi! 🌈✨ Siapa yang

Thu

16

Jan 2025

IDEASI 2025

Highlight